PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
GRETA?



Brakkkk...


satu pukulan keras menarik intensitas semua pengunjung di cafe tersebut termasuk lah Trisyel dan cowo yang duduk di depannya


"P-Prince" Mata Trisyel membulat sempurna


Orang yang memukul meja itu adalah Prince, matanya menatap nyalang dan tangan mengepal kuat dengan urat urat yang bermunculan


Trisyel sedikit bergetar melihat tatapan itu, ia langsung berdiri dan di ikuti oleh cowo di depannya


Prince langsung berjalan mendekat dengan diikuti oleh Felix dan Jeje yang juga ikut dengannya


"Ngapain lo di sini?" Ucap cowo yang bersama Trisyel


Bugh..


"Geral!" Trisyel memekik kaget saat


satu pukulan mentah mendarat tepat di rahang cowo yang di yakini adalah Geral itu


Semua orang kini menatap ke arah mereka tanpa berniat melerai karena takut terkena imbas


Felix dan Jeje pun ikut menatap nyalang ke arah Geral. Bagaimana cowo itu bisa bersama Trisyel di cafe ini


"Sialan" Geral berdecih pelan sambil memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah


"Lo apaan sih!" Ucap Trisyel sambil mendorong tubuh Prince namun tak ada gunanya


"Berani lo keluar sama dia heh!" ucap Prince marah


Trisyel tak menjawab karena tidak ingin memperpanjang masalah, ia malu karena menjadi pusat perhatian. Seolah ia sedang kepergok selingkuh


Trisyel ingin mendekat ke arah Geral namun tangannya langsung di cekal oleh Prince "Lepas!" Ucap Trisyel


"Lo lebih milih dia hah!" Bentak Prince yang sudah tersulut emosi


"Lo bisa gak sih gak usah bikin ribut, gak malu apa diliatin orang" Prince tak peduli, matanya semakin memerah menunjukkan amarah


"Bawa temen lo pergi dari sini sebelum di usir sama satpam!" Kata Trisyel pada Felix dan Jeje yang berada di belakang Prince


Jeje hanya menggeleng, ia tak percya dengan apa yang sedang ia lihat sekarang. Apakah Trisyel selingkuh dari bos mereka?


"Gak usah kasar sama cewe sialan!" Geral mendekat saat melihat Trisyel yang meringis karena cekalan di tangannya


"Diem lo sialan! Ngapain lo jalan sama dia hah!" Prince mendorong tubuh Geral untuk menjauh dari Trisyel


"Prince!" Trisyel lagi lagi memekik saat melihat tubuh Geral membentur meja


"LO CEWE GUE! GAK SEHARUSNYA LO KELUAR SAMA DIA!" Tekan Prince


"Lo marah?" Trisyel terkekeh pelan "Lo masih anggap gue cewe lo?"


Prince terdiam "Bukannya lo udah gak peduli sama gue ya? Tadi aja lo gak belain gue, dan ngebiarin cewe lain nempel sama lo. Terus sekarang lo marah saat liat gue keluar sama Geral? Amnesia lo?"


Prince terdiam karena merasa tersentil dengan ucapan Trisyel. Trisyel menepis kuat tangan Prince "Sakit ya? Marah liat pacar lo jalan sama orang lain?_"


"_Terus apa kabar sama lo yang di tempelin terus sama cewe lain di depan mata cewe lo sendiri? Lo diam aja Prince!!!!! Lo punya otak gak sih!" Maki Trisyel


Trisyel menunjuk tepat di wajah Prince "Lo terlalu egois! Lebih baik kita putus aja!"


Mendengar kalimat terakhir itu membuat Prince semakin emosi, ia kembali mencekal tangan Trisyel, kali ini lebih kuat membuat Trisyel merintih


"Sakit Prince" Kata Trisyel


Felix dan Jeje yang awalnya diam saja kini bergerak membantu Trisyel lepas. Jika di biarkan Prince akan kehilangan kendali


Tanpa berkata Felix langsung menarik Trisyel untuk keluar dari cafe dan diikuti oleh Jeje, Prince, dan juga Geral tentunya


Felix menghentikan langkahnya dan menatap Prince "Gue tau lo marah, tapi lo juga harus ingat kalau dia itu cewe! Lo mau nyakitin fisiknya?" Ucap Felix membuat Prince terdiam sambil menatap Trisyel yang sudah menitikkan air mata


"Jeje, lo anter Trisyel pulang! Soal Geral biar gue sama Prince yang urus" Kata Felix dan Jeje pun mengangguk


"Lo mau apain dia?" Tanya Trisyel


"Lo mending pulang sekarang kalau gak mau liat Prince makin murka!" Jeje memperingati


Mau tidak mau akhirnya Trisyel pun pulang dengan di antar oleh Jeje. Sedangkan Prince dan Felix masih di cafe itu untuk memberikan peringatan pada Geral


______


Setelah memberikan Geral peringatan Prince tak berniat untuk pulang, cowo itu memilih untuk mencari ketenangan dengan cara balapan hingga pagi. Fikirannya benar benar kacau


Kenapa hubungannya dengan Trisyel bisa jadi kacau seperti ini? Padahal ia baru merasakan bahagia saat bersama gadis itu. Bagaimana dia bisa mengembalikan keadaan?


Pukul 03:45


Prince baru tiba di mansion, ia sangat lelah karena sehabis balapan ia pergi ke markasnya untuk memukuli samsak sampai samsak itu hancur tak berbentuk


Prince tiba dan langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Entah mengapa hatinya memilih untuk pulang ke mansion


Matanya tertutup, tak berselang lama ia merasa seseorang sedang mengelus pelan rambutnya. Ia membuka mata dan melihat sosok cantik yang sedang tersenyum padanya, bahkan Prince merasa kepalanya sedang berada di atas paha wanita cantik itu


"Mama" Lirih Prince. Matanya langsung memerah dan mengeluarkan air mata


Ya sosok itu adalah Greta yang sedang memangku kepala Prince dan mengelus pelan rambutnya.


Prince beranjak duduk, tubuhnya bergetar dengan mata yang sudah berair "I-ini beneran mama?" Tanya Prince dengan bibir bergetar


Greta mengangguk sambil tersenyum, wanita itu merentangkan tangannya "Kemari lah" Tanpa ragu Prince langsung berhambur memeluk Greta, ia tak peduli dengan sosok yang ada di depannya. Entah itu nyata atau tidak yang jelas ia sangat bahagia


setelah bertahun tahun akhirnya ia bisa memeluk lagi wanita yang sangat ia rindukan. Sangat lama dan erat pelukkan itu ia rasakan, bibirnya kelu hanya isakkan yang keluar dari bibirnya


"Mama kenapa baru datang sekarang? Prince rindu mama" Isak Prince


Greta melerai pelukannya, ia meraih tangan Prince dan menggenggamnya.


"Hey, jangan menangis!" Satu tangan Gerat terulur untuk menghapus air mata putra kesayanganya itu


"Jangan tinggalkan Prince ma. Prince butuh mama" Greta tersenyum


"Mama tau putra kesayangan mama adalah orang yang kuat. Jangan menangis, hemm"


Prince menggeleng "Prince gak sekuat itu" ucapnya


Greta memegang kedua rahang putranya "Sayang, mama mohon jalani hidupmu dengan baik, jangan urak urakkan seperti ini, mama gak mau kamu menjadi pembenci dan pendendam. Apalagi sama papa"


"Dia jahat ma, dia bukan papa yang baik dan bertanggung jawab. Dia nelantarin Prince"


Greta menggeleng pelan "Maafkan mama, papa menjadi seperti itu karena mama. Mama mohon jangan membencinya. Perbaiki hubungan dengan papa ya Prince, dia begitu menyayangi kamu jauh dari apa yang kamu fikirkan tentangnya"


"Mama gak punya banyak waktu Prince, mama hanya minta kamu untuk tidak menjadi orang yang pendendam, perbaiki hubungan kamu sama papa ya!" Prince terisak, ia benar benar tidak bisa berkata lagi


"Dan mama mohon sama kamu, jangan menjadi laki laki yang kasar apalagi sama wanita, wanita itu untuk di jaga. Mama tau kamu sedang menyimpan satu nama di hatimu. Kalau kamu sayang sama dia jaga dia dengan baik" Greta mengelus rahang Prince dengan lembut "Perbaiki semuanya sebelum terlambat.."


"Mama harus pergi Prince_" Prince menggeleng kemudian memeluk erat Greta, tidak rela jika wanita itu harus pergi lagi


"Ingat pesan mama baik baik ya sayang. Jaga diri dan perbaiki semuanya, mama menyayangimu" Greta mengecup lama kening Prince sebelum akhirnya ia menghilang


Prince gelagapan "Mama... MAMAAAAAA" teraik Prince sambil matanya menyapu setiap sudut kamarnya


Air matanya semakin deras mengalir seiring dengan suara isakkan yang memenuhi ruang kamarnya. Ia terus berteriak memanggil nama Greta


🍁🍁🍁