
Rumah Trisyel
Malam ini Trisyel tidak sendirian karena Fanyya dan Aurin menginap di rumahnya, tidak banyak yang mereka lakukan hanya sekedar maskeran dan nonton drakor bersama. Setidaknya cukup lah untuk sedikit menghibur Trisyel
"Syel, kakak lo kapan pulang?" Tanya Aurin dengan mata yang masih fokus pada layar televisi
"Gak tau, susah kasih kabar katanya sibuk banget" Jawab Trisyel sambil mengunyah cemilan
"Kalau ajak ayang ke sini kayaknya seru deh"
"Pala lo enak, pikiran gue yang jomblo dong" Sinis Fanyya. Trisyel dan Aurin kompak tertawa
"Ah elah, lo bilang gak punya ayang terus Felix apaan?" Fanyya menatap sinis ke arah Trisyel
"Musuh" jawabnya
"Kasian di gantungin mulu, udah kayak jemuran aja" Kekeh Trisyel lagi
"Ishh" Fanyya mendengus
"Eh tapi kalau lo mau ngajak Bara ke sini boleh kok, sekalian ajak yang lain. Siapa tau Prince juga mau dateng" Kata Trisyel penuh harapan
Aurin mendengus "Mana mau dia, katanya ada urusan_ Sebenarnya kita itu janjian buat jalan malam ini, tapi tiba tiba dia bilang ada urusan, makanya gue nginep sini"
"Prince ikut?"
Aurin mengangkat bahunya "Iya kali, kan mereka bestie"
Trisyel hanya mendengus pasrah, kecewa? tentu saja. Ia sangat merindukan cowo itu sekarang
πππ
Mansion Melvin
Kini Prince dan Ken sedang berada di meja makan yang sangat besar, duduk dengan saling berhadapan
Keduanya makan tanpa adanya suara apapun kecuali sendok yang bergesekan dengan piring, sangat sunyi dan canggung
"Abis ini kamu mau kemana?" Tanya Ken membuka suara sembari menyendok nasi ke dalam mulutnya
"Ketemu temen" jawab Prince dingin
Tak ada lagi sahutan dari Ken. Selang beberapa waktu Prince berdiri dari duduknya karena makanannya sudah habis
"Aku udah selesai" Kata cowo itu yang seketika langsung berjalan pergi
"Kamu mau langsung pergi?" Tanya Ken
Prince menolah sebentar "Hemm" jawab Prince kemudian melanjutkan jalannya
πππ
Basecamp Avanger
Sang ketua baru saja tiba dan masuk ke dalam yang sudah terdapat ratusan anggota yang menunggunya
"Strategi sudah di sampaikan?" Tanya sang ketua pada wakilnya
"Sudah. Semuanya juga sudah siap, tinggal jalan" jawab sang wakil
"Kita pergi sekarang" Ketua itu belum sempat duduk sudah pergi keluar lagi dengan diikuti anak buahnya
πππ
Basecamp TC
Anggota Avanger baru saja tiba dan langsung melemparkan bom ke arah parkiran basecamp TC. Jarak mereka dengan tempat itu sekitar 10 meter, tidak begitu jauh
Mereka semua membuka helem dan langsung turun, menyurun formasi dengang ketua berada di depan
"KELUAR LO SIALAN! ATAU GUE BAKAR TEMPAT INI BESERTA ISINYA, TERMASUK LO SEMUA" Teriak sang ketua Avanger
sedangkan di dalam sana anggota TC memang sedang berkumpul sambil bercanda ria, tiba tiba...
"Bos kok kayak suara motor di lu_"
BOOOMMM
BOOOMMM
BOOOMMM
Tiga suara bom yang meledak membuat mereka semua kaget. Memang tidak besar namun cukup membuat mereka semua ketar ketir tentunya
"Sialan kita di serang. Cepet keluar!" Titah sang ketua
Mereka yang berada di dalam pun seketika berlari keluar, terlihat anggota Avanger yang sedang berdiri di depan mereka. Anggota TC yang melihat musuhnya pun langsung menatap nyalang
sedangkan anggota Avanger tersenyum smirk "Apa kami membuat kalian ketakutan? Jika iya maka maafkan kami, kami hanya ingin bermain" Ucap sang ketua Avanger sambil terkekeh
"PRINCE SIALAN!!!" teriak ketua TC
Prince? Ya, cowo itu adalah ketua dari anggota Avanger. Anggota ini memang tidak begitu dikenal di kalangan remaja atau anak sekolah, namun sangat di kenal oleh anggota geng motor dan polisi juga tentunya
Geng Avanger di kenal dengan keganasannya yang tanpa kenal ampun. Mereka tidak akan menyerang kecuali mereka sudah lebih dulu di usik. Pemalas yang mereka berikan akan jauh lebih ganas dari yang mereka terima
Mereka beranggotakan 170+ orang dengan Prince sebagai ketua di generasi ke 4. Itu lah sebabnya orang yang mengenal siapa Prince tidak berani mencari masalah atau mengganggu cowo itu
Back to topic
"Kenapa? kurang ya? Gue masih punya banyak kok" Kata Prince santai
"Pengecut lo sialan!" Ucap Ketua TC yang bernama Dedric
Prince tersenyum meremehkan "Bukannya itu kalimat yang lebih pantas buat diri lo sendiri ya?"
Dedric terdiam, ia tau sekarang situasinya memang ia yang salah karena ia sadar telah membuat beberapa anggota Avanger masuk rumah sakit
"Kenapa lo diem? Bener ya kalau lo pengecut"
"Apa mau lo hah!" Teriak wakil TC
Prince menaikkan satu alisnya "Mau gue?_ BUNUH LO SEMUA!" teriak Prince yang seketika berlari ke arah Dedric
Tak tinggal diam anggatanya pun ikut berlari ke arah TC, tak ada yang membawa senja karena itu bukan prinsip Avanger berkelahi dengan senjata
Bugh...
"Sialan lo Prince! MATI AJA LO!" teriak Dedric membalas pukulan Prince namun dapat di hindari oleh Prince
Bugh..
bugh..
bugh..
bugh..
bugh..
terdengar pukulan dan teriakkan di tempat itu, saling pukul saling terjang untuk mempertahankan posisi masing masing
Dengan sangat kuat Jeje menendang vital lawannya "akhhhh" Teriak sang lawan sambil memegang vitalnya yang terasa sangat ngilu
"Awwww shhh, Sakit ya?" Tanga Jeje sambil meringis
"Ya sakit lh goblok!" Teriak orang itu sambil meringis dengan tangan yang memegang burungnya
"Ya maap, abis lo mukul gue sih. Kan gue jadi gemes hehe"
Orang di depannya seketika menatap nyalang ke arahnya
"Gak tega gue. Gimana kalau itu burung patah? atau gak bisa berfungsi lagi? Bisa bisa hancur masa depan lo"
"Gara gara lo sialan!"
"Ya kan gue udah minta maaf_ Itu nanti kalau udah pulang jangan lupa di tes ya, kalau masih berdiri berarti masa depan lo masih aman" Ucap Jeje memberi tau
"BELAKANG LO JEJEANJING!" Teriak Bara saat melihat seseorang berlari ke arah Jeje
Seketika Jeje menoleh dan benar saja ia melihat kepalan yang sudah berada di depan wajahnya
Bugh...
Jeje mundur beberapa langkah. Tak tinggal diam Bara pun langsung membalas orang yang memukul Jeje berkali kali lipat
"Anjing lo ngapain malah ngobrol sama musuh" Ucap Bara kesal
"Gue gak sengaja nendang burungnya. Jadi gue minta maaf" Ucapnya jujur
"Dia musuh lo bego"
"Ya apa salahnya minta maaf"
Bata memutar bola matanya malas "Kenapa gue harus punya temen goblok gini ya tuhan. Bisa unfriend aja gak sih" keluhnya
Sedangkan di tempat lain Prince dan Dedric, kedua cowo itu masih adu pukulan dengan sama sama emosi
Memang tidak bisa di pungkiri kekuatan Prince tidak bisa di remehkan, meskipun badan Dedric lebih besar darinya namun jangan salah bahwa Prince mempunyai tenaga dan kekuatan di atas cowo itu
"Kenapa lo? Udah tepar?" Ucap Prince tersenyum meremehkan saat melihat Dedric yang kesulitan untuk bangkit. Tubuhnya sudah babak belur di mana mana "Ah elah gitu aja tepar, dasar LEMAH" Prince menginjak dada Dedric membuat cowo itu memekik
"Gue pengen bunuh lo, tapi gue gak sejahat itu. Jadi gue bikin lo masuk rumah sakit aja lh ya" Prince tersenyum
"Selamat beristirahat" Bisik Prince di telinga Dedric
Ia menarik tangan kiri Dedric dan dengan sekali gerakkan ia berhasil membalikkan tubuh Dedric. Prince memukul sekali kepala Dedric dari arah belakang kemudian menarik tangan cowo itu ke belakang sambil menginjak tubuhnya
"AKKKKKKHHHHHHHHH"
πππ
Sekolah
Keempat cowo itu baru saja tiba di parkiran, mereka langsung menjadi pusat perhatian saat wajah mereka yang di penuhi lebam
"Anying wajah tampan gue hilang gegara cecunguk sialan itu" Ucap Jeje kesal
"Salah lo sendiri gak hati hati" Jawab Felix datar
"Tau. Kita pada sibuk baku hantam eh dia malah asik ngobrol sama musuh. Kan goblok banget ya" Kata Bara menimpali
"Diem bisa gak!" Mendengar ucapan Prince ketiga cowo itu langsung terdiam
Tak lama perhatian mereka berlarih pada 3 cewe yang baru tiba
"Ayang..." Teriak Bara membuat Felix mendelik jijik
Aurin yang awalnya ingin mengacuhkan cowonya itu tiba tiba saja berlari saat melihat wajah Bara babak belur
"Kamu kenapa?" Tanya Aurin panik sambil memegang wajah Bara
"Sakit" Ucap Bara manja dengan wajah memelas
"Huwekk jijik" Sindir Jeje namun Bara hanya menatap sinis kemudian kembali menatap Aurin
Sedangkan Trisyel, gadis itu juga tidak bisa menahan diri saat melihat wajah Prince yang lebam "Prince kamu habis ngapain?" Tanya Trisyel khawatir
Prince tak menjawab, ia hanya diam sambil memperhatikan gadis yang sedang mengusap rahangnya. Ia sedikit tersenyum saat melihat gadis itu seperti sangat khawatir padanya, ia sedikit menundukkan pandangan untuk melihat gadis yang lebih rendah darinya
"Ekhemmm" Jeje berdeham keras saat melihat keuwawan sahabatnya
Jejeanjing ganggu aja Batin Prince, ia baru saja menikmati sentuhan dari kekasihnya itu. Ingin melanjutkan tapi ia sangat gengsi
"Minggir lo, gue mau ke kelas" Kata Prince datar
"Ke UKS dulu ya, masih ada waktu juga kok. Aku bantu obatin luka kamu"
"Gak perlu, bentar lagi juga sembuh" Prince berusaha menahan diri, sebenarnya ia ingin namun gengsinya lebih besar
"Gak! Pokoknya harus di obatin dulu, kalau infeksi gimana?" Ucap Trisyel kekeh
"Iya bener, muka lo pada harus di obatin kalau gak mau jadi jelek" Sahut Fanyya
"Enak aja, gak mau lah! Muka ganteng gue harus tetap abadi" Kata Jeje
πππ