
Balapan berjalan tanpa adanya keributan, entah itu antara Avanger dan TC atau yang lainnya. Balapan ronde pertama yang merupakan balapan antar leader itu di menangkan oleh Prince, kedua di menangkan oleh Felix, ketika di menangkan anggota TC, dan keempat di menangkan oleh anggota lain
Prince merasa sedikit aneh melihat Dedric yang seolah menghindar darinya, karena biasanya cowo itu selalu mengeluarkan kata kata bacotan yang membuat Prince ingin membunuhnya kala itu juga. Apakah Dedric takut padanya karena kejadian waktu itu? entah lah, Prince tidak yakin hal itu
Tanpa mereka sadari ada seorang cewe yang sedang mengamati anggota Avanger terutama Prince dari kejauhan. Gadis itu memberikan kode pada salah satu orang di depannya kemudian pergi menjauh dari keramaian
Cewe itu tersenyum saat seorang cowo mendekatinya "Gimana rencana kita?" Tanya cewe itu
Sang cowo tersenyum smirk "Kita jalankan rencana, lo tinggal kasih tau gue yang mana cewe nya, gue akan bikin dia hancur melalui cewe itu"
Mereka berdua saling pandang dengan tatapan yang mengisyaratkan dendam pada seseorang "Buat cewe itu menjauh dari Prince, kalau bisa bikin cewe itu tersiksa!" Ucap sang cewe
"Tapi lo yakin kalau itu adalah kelemahannya? Atau mungkin itu cewe cuman salah satu dari orang yang dia permainkan" Cowo itu menatap ragu
"Gue yakin! Lo gak usah khawatir, percaya aja sama gue!"
"Oke, gue akan bikin dia merasakan apa yang gue rasakan. Dia juga harus merasakan sakitnya kehilangan perempuan yang sangat dia sayangi!"
πππ
Sekolah
"Lo kenapa kok keliatan ngantuk banget gitu?" Tanya Trisyel saat melihat Aurin yang datang dengan mata yang terlihat tidak tidur semalaman
"Iya nih, gue tidur jam 3 pagi" Jawab Aurin sambil menguap
Fanyya hanya geleng geleng kepala "Jangan bilang kalau PR lo gak di kerjain"
Aurin melotot ia melupakan PR Matematika, matilah dia "Mampus gue lupa" Ucapnya memekik
"Di omelin pak Bandi tau rasa lo, mana banyak banget lagi PR nya" Fanyya terkekeh
"Gue nyontek dong!" Dengan cepat Aurin merampas tas Trisyel membongkar isi dalam tas itu untuk mencari buku PR milik Trisyel
Trisyel dan Fanyya hanya saling pandang "Lagian apa kerjaan lo sih, udah tidur jam 3 pagi, gak ngerjain PR lagi?"
"Gue abis nonton Bara balapan" Jawab Aurin reflek
"Hah, Bara balapan?" Trisyel mengernyit. Karena jika Bara balapan bisa saja Prince juga ikut kan? Lalu kenapa Aurin tidak mengajaknya untuk ikut
Fanyya yang mengerti situasi langsung menyenggol Aurin untuk memberi kode, sedangkan Aurin langsung menghentikan aktivitas menulisnya dan langsung gelagapan menatap Trisyel
"Ee itu maksud gue anu.."
Aduh mampus gue Batin Aurin
"Maksudnya Aurin itu dia nemenin Bara nonton balapan, iya kan rin" Fanyya menyenggol Aurin
Dengan cepat gadis itu mengangguk cepat sambil menyengir "Iya bener! Lo tenang aja, gaada Prince kok, cuman gue bedua aja sama Bara"
Trisyel memicingkan matanya melihat gelagat aneh dari sahabatnya itu "Aneh lo" Ucapnya
πππ
Jam istirahat sudah hampir tiba, sedangkan Aurin masih atay berdiri di depan gelas sambil mengangkat satu kaki dan kedua tangan memegang telinga. Gadis itu di hukum karena tidak bisa menyelesaikan tugasnya
Aurin merasa sangat pegal karena sudah satu jam ia menjadi patung di depan sana
"Baik lah, pelajaran hari ini bapak akhir sampai di sini, jangan lupa belajar di rumah dan jangan sampai lupa mengerjakan tugas lagi kalau gak mau jadi pajangan di depan kelas" Ucap pak Bandi menyindir Aurin. Sedangkan gadis itu hanya bisa menye menye dan menggerutu dalam hati
setelah pak Bandi keluar Aurin langsung menghempaskan tubuhnya di lantai "Aaaaaa guru sialan" umpatnya
Fanyya dan Trisyel mendekat sambil tertawa "Salah sendiri gak ngerjain tugas. Makanya jangan pacaran mulu" Kata Fanyya
"Temen gaada akhlak lo bedua" Sinis Aurin "Gendong gue ke kantin dong, gue laper banget tapi gak mampu berdiri lagi" Keluhnya
"Enak aja, lo berat tau" Tolak Fanyya
"Minta gendong aja sama ayang lo sana" Sahut Trisyel, gadis itu berlalu berjalan menuju keluar "Gue mau ke perpus, lo bedua ke kanti aja" Ucapnya ketika di ambang pintu
"Lo gak laper?" Tanya Aurin
Trisyel menggelang "Gue pengen cari ketenangan" Trisyel melanjutkan jalannya
Trisyel menyumbat telinganya dengan handset, dan memutar musik dengan volume yanh cukup keras agar tidak mendengar suara suara berisik. Ia merasa tubuhnya sedikit lelah akhir akhir ini
Gadis itu masuk ke perpustakaan mengambil satu buku lalu duduk di pojokkan paling belakang. Trisyel tidak membuka buku yang ia ambil melainkan menjadikan buku itu sebagai bantalan. Ia lelah dan memilih untuk memejamkan matanya
Sedanhkan Fanyya dan Aurin memilih untuk ke kantin karena merasa lapar, terpaksa Fanyya memapah Aurin karena gadis itu benar benar tidak mampu untuk berjalan. Sampai di kantin kedua gadis itu langsung bergabung dengan Prince dan teman temannya
Fanyya tertawa ketika mendengar pertanyaan Jeje "Ini mah bukan orang pincang lagi, tapi orang sekarat"
Mendengar itu Aurin langsung mendengus
"Abis di hukum terus di kasih tukas banyak banget. Rezeki nomplok kan rin" Fanyya terkekeh
"Sialan lo" Sinis Aurin
"emang kenapa sih?" Tanya Jeje kepo
"Diam lo, gak usah banyak tanya" Kata Aurin
"Lah kok ngegas, orang gue cuman nnya" Jeje mendengus
"Trisyel mana?" Tanya Prince tiba tiba
"Ke perpustakaan katanya" jawab Fanyya
"Kwenapa gak ke kwantin? Gak lwaper apa?" Ucap Jeje sambil mengunyah bakwan
"Telen dulu tu bakwan, keselek tau rasa lo" Kata Felix
"Gak tau, udah akh pesen makan cepet. Laper nih" Kata Fanyya
Mereka pun memesan makanan, hanya menunggu waktu beberapa menit pesanan mereka pun sampai, mereka langsung makan dengan di temani sedikit obrolan dan candaan, kecuali Prince. Cowo itu sedang dalam mode dingin sekarang
____
"Syel.. syel" Trisyel melenguh merasakan pipinya yang sedang di tepuk pelan oleh seseorang
Ia bangkit dan membuka matanya, dengan samar ia melihat seorang cowo yang sedang berdiri di depannya
Setelah melihat jelas siapa yang ada di depannya ia langsung melepas handset di telinganya dengan kasar lalu melotot pada orang di depannya
"Ngapain lo disini" Sinisnya
cowo itu melipat tangannya di dada "Gue udah baik bangunin lo, lo malah marah samal gue?" Ucapnya sambil memicing
Bisa di tebak kan siapa orangnya? π
"Ngapain lo gak makan? malah tidur di sini? Dasar kebo"
"Bukan urusan lo"
Cowo itu tersenyum tipis "Gak usah galak galak sama pacar sendiri, gak baik"
"Prince sialan!" Trisyel melotot tajam "Lo bukan pacar gue lagi! Anggap aja kita gak pernah ada hubungan" Ucapnya lagi
"Enak aja, lo kira semudah itu? Tentu tidak sayang" Prince mencubit gemas pipi Trisyel. Ia tidak ingin bermain kasar lagi pada gadis itu, karena itu akan membuatnya semakin jauh
Kali ini ia harus ekstra sabar dan berjuang sekali lagi untuk mendapatkan hati Trisyel. Kali ini ia bertekad untuk membuat Trisyel benar benar mencintainya hingga jaguh sejatuh jatuhnya di pelukkannya
Ia tidak ingin Trisyel dengan mudah menjauhinya, apalagi mengatakan putus dan meningggalkannya? oh tentu Prince tidak rela
"Lo tau gak ini jam berapa?" Mendengar itu Trisyel langsung melihat jam di ponselnya. Sialan, waktu pelajaran akan di mulai 1 menit lagi.
"Kenapa gak bangunin dari tadi!" Marah Trisyel "Akhh ngeselin lo emang!" Trisyel langsung beranjak dan mengambil buku yang tadi ia pinjam lalu meletakkan di tempatnya kembali
"Lah bukannya tadi lo marah ya gue bangunin? Sekarang malah nyalahin gue lagi!"
"Kan cowo emang selalu salah!" Jawab Trisyel asal
Prince terkekeh pelan "Seharusnya lo berterimakasih sama gue bukannya malah ngomel, kalau gak gue bangunin mungkin lo bakal ketiduran di sini sampe jam pulang"
Trisyel mengacuhkan ucapan Prince, ia dengan cepat berjalan untuk keluar dari perpustakaan, tapi Prince menahan tangannya "Apa lagi sih!"
"Gak sih, pengen liat muka jelek lo aja" Ucap Prince dengan santainya
"Prince sialan!" Trisyel menepis tangan Prince kemudian berjalan cepat keluar dari perpustakaan dengan umpatan umpatan yang masih bisa Prince dengar
"Ini lah yang bikin gue makin sayang sama lo. Ketika banyak orang yang ingin mendekat, lo malah memilih menjauh. Lo emang beda syel" Gumam Prince sambil tersenyum
πππ
...Mohon maaf kalau masih banyan typo dan cerita yang membingungkan atau membosankan, untuk kesekian kalinya aku bilang kalau ini masih belajar jadi harap maklum. Kalau atau waktu nanti aku bakal revisi ulang...
...Terimakasih buat yang udah baca π₯°...