
"Ahh... tubuhku sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi."
Aku langsung menjatuhkan tubuhku diatas tanah dan melemaskan semua otot otot alam tubuhku.
G mengambil sebuah minuman kalengan didalam kotak yang ada di belakang Jeep miliknya, dan melemparkannya pada kita berdua.
"Apa ini?"
"Minuman energi, aku tidak berniat meracuni kalian."
"Kalau begitu aku ingin mencobanya dulu."
Shin yang sudah begitu lelah dan sangat haus langsung membuka kaleng minuman itu dan meminumnya.
"Ah, kau benar... Rasanya seperti kembali segar."
Mendengar perkataannya aku pun juga segera mencobanya.
"Segar sekali! mesin berjalan itu bisa mempunyai apa saja, kau mempunyai benda yang bagus."
"Hngh! namanya Jeep! jadi kalian harus memanggilnya seperti itu mulai sekarang." ucapnya sambil menepuk bagian atas kendaraan itu berkali-kali.
"Kau... Salah satu pasukan divisi?" rasa penasaran Shin yang tidak bisa dipendam langsung menanyakannya langsung kepadanya.
"Bukan, aku bisa dibilang tinggal di negeri ini."
"Seorang mekanik?"
"Yah, seperti itulah, Jeep ini adalah salah satu ciptaan milikku."
"Sangat mengagumkan... Bahkan besi itu bisa menghantam salah satu Servus."
"Hehe!"
"Baiklah, seperti sudah cukup untuk waktu istirahatnya... G, Shin, apa kalian bisa memberikan aku waktu?"
"Apa maksudmu?"
"Aku ingin menghancurkan menara itu." aku pun berdiri dengan sebuah energi yang sudah kembali terisi.
"Apa kau sudah membaik? pertarungan tadi menurutku bukan hal yang mudah dilewati, bahkan olehmu yang sudah bertarung selama dua hari lebih."
"Aku mega setuju dengan perkataan orang ini, apalagi masih banyak monster di luar dinding api ini."
"Aku bisa melakukannya, jika kalian bisa membantuku untuk-"
*Dum!!
Tiba tiba ada sebuah benda yang terpental dan terjatuh di dekat kita.
"Apa itu?"
Saat kita bisa melihatnya dengan jelas, ternyata itu adalah seorang kera putih besar yang setengah tubuhnya kembali menjadi seorang manusia.
"Bukannya itu Gekai?!" melihatnya yang sudah tidak sadarkan diri, Shin langsung berlari untuk mengecek keadaannya.
Lalu kita berdua pun ikut menyusulnya.
"Gekai?! hei? sadarlah!"
"Raksasa itu... Tidak bisa dikalahkan."
"Apa maksudmu...?"
"Mereka... Hanyalah boneka... Yang dikendalikan."
Mendengar hal itu membuat kita bertiga terdiam membeku ditempat.
"Mereka... Tidak bisa dikalahkan... Sebelum yang asli dibunuh."
*Dum!!
Suara yang sangat keras terdengar di belakang kita, dan sebuah besi yang terlihat sangat kuat awalnya, kini hancur hanya dalam satu tinjuan.
"Jeep-ku!!"
Kendaraan itu sekejap menjadi rongsokan saat iblis yang telah kita kalahkan kembali dengan meregenerasi setengah tubuhnya, dan terus berlanjut hingga seutuhnya telah kembali, termasuk dengan kedua tangannya yang aku berhasil potong dengan susah payah.
"Huh, merepotkan sekali... Jika kalian sudah tahu rahasianya, maka sudah bukan menjadi rahasia lagi, namun itu akan kembali menjadi rahasia jika aku membunuh kalian semua disini."
"Sial! dia masih hidup!"
Saat aku ingin menarik pedangku dari sarungnya, tanganku bergetar dan sulit digerakkan, karena tubuhku sudah mencapai batasnya.
Melihat tanganku yang gemetar hebat dari belakangku, Shin segera memantik korek apinya dan berjalan kedepan untuk melindungi kita.
"Shin..."
"Itu sudah wajar, bahkan aneh jika kau masih bisa bergerak bebas, sebisanya berusahalah untuk membawa Gekai pergi, aku akan membuat jalan mendekati yang lainnya."
"Dia sangat kuat, kau mungkin tidak bisa menahannya sendiri sampai kita berhasil melarikan diri."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Kita bisa melakukan bersama! Kaito Ryoku, bawa pergi orang yang pingsan itu segera."
"Hei G! kau sama sekali tidak mempunyai apapun untuk bertarung, jangan memaksakan dirimu!"
"Siapa yang bilang aku hanya mempunyai itu? dan juga apa gunanya setengah tubuhku ini diubah menjadi rongsokan besi!"
Tangan kirinya yang bertranformasi menjadi sebuah sarung tangan besi yang sangat besar menjadi senjata berat yang memiliki berbagai senjata didalamnya.
"Oi, siapa namamu tadi?"
"Shin."
"Baiklah Shin, apa kau bisa memberikan aku sedikit api milikmu untuk energi kekuatanku?"
"Apa yang kau mau?"
"Cukup seperti ingin menyerang sesuatu, namun arahkan ke tanganku."
Pada awalnya Shin merasa ragu, namun setelah melihat ekspresi G yang begitu menantikan dirinya untuk melakukan hal itu, Shin pun langsung melakukannya tanpa pikir panjang, dan menarik api yang ada di koreo apinya dan menghempaskan kearah tangan G.
*Swuzzhhh!!
Seketika seluruh hembusan api itu terisap kedalam telapak tangannya dan menjadi sebuah energi yang terpancar menjadi berbagai senjata.
"Apa kalian sudah selesai bermain-main...?"
"Ya! cobalah mainan buatan dari seorang mekanik terhebat ini!"
Dia membentang tangan kirinya kearah iblis itu, dan sebuah cahaya bulat terpancar dari telapak tangannya.
"Rasakan ini!"
( Energy Beam! )
Sebuah sinar cahaya keluar dari telapak tangannya dan menyebar kearah iblis itu.
Melihat serangan area yang terlihat cukup kuat, iblis itu merasa terancam dan menghantamnya dengan tinjuan dari empat tangannya.
( Devil's Skill : Dark Smash! )
*Buufffhh!!
Pancaran sinar itu langsung terbelah karena pukulan bertubi-tubi dari iblis itu memisahkan energi dan membuatnya tidak tersentuh dari serangan G.
"Ternyata masih bisa ditahan, Kaito! tunggu apalagi? jangan hanya berdiri saja dan cepat bawa orang itu pergi dari sini!"
Aku yang masih ragu ragu namun tidak ingin menyita banyak waktu, langsung menggendong Gekai dan berjalan pelan menjauh dari mereka dengan rasa khawatir.
"Aku akan membuka jalannya!"
Dinding api yang mengelilingi kita semua terbuka dan memberikan sebuah jalan kecil menuju negeri Euditoria.
"Aku tidak akan membiarkan kalian lari!"
Iblis itu yang melihat jalan yang terbuka langsung berlari melesat menuju Shin.
Dan saat dia ingin memberikan serangannya kearah Shin, G menghalanginya dan menahan pukulannya dengan sebuah perisai energi dari tangan kirinya.
"Maaf, aku tidak akan membiarkan kau menganggu."
"Kau!!"
Aku menjadi berubah pandangan mengenai orang yang tidak memiliki kekuatan elemen, bisa menahan serangan dari seorang Servus mentah mentah.
Lalu aku langsung pergi dan mempercayakan mereka berdua bisa mengatasi Servus itu, setidaknya sampai aku bisa kembali lagi.
( Element Control : Hell's Seal )
Tanpa adanya tanda tanda, sebuah lingkaran merah muncul dibawah pijakan mereka berdua dan sebuah rantai api keluar dari lingkaran tersebut dan mengikat kaki tangan dari Servus tersebut.
Dan itu adalah salah satu kekuatan andalan milik Shin yang kini sedang berlutut untuk mengaktifkan segelnya dengan menyentuh telapak tangannya keatas tanah.
"Kekuatan yang mega luar biasa!"
"Terima kasih, namun jurus ini menguras banyak energiku... Dan aku tidak bisa melakukan apa apa lagi karena kehabisan energi."
"Asalkan bisa meluangkan waktu agar Kaito dan orang itu bisa melarikan diri."
Aku berjalan bergegas sambil menggendong Gekai yang pingsan menuju kedalam negeri Euditoria, yang kini jaraknya sekitar dua kilometer dari sini.
"( Kumohon, bertahanlah sampai aku kembali, G... Shin! )"