
Sebuah serangan dari kumpulan monster yang bisa dikatakan adalah Raid.
Mereka secara berkelompok menyerang ke satu titik tanpa adanya arahan atau rencana yang dibuat sebelum mereka pergi menyerang secara liar.
Didalam Raid terdapat monster monster dengan berbagai tingkat juga ukuran.
Namun tidak jarang ditengah kelompok ganas itu terdapat seorang Servus yang ditugaskan untuk membunuh atau menargetkan seseorang.
Namun kehadiran seorang iblis kematian adalah kemunculan yang langka jika terjadi bencana seperti itu, karena Raid diciptakan dengan berawal dari sebuah tabung raksasa yang sangat amat panjang dengan posisi berdiri, dan didalamnya adalah monster monster yang secara langsung diciptakan dari dalam tabung tersebut dengan kekuatan raja iblis.
Raid sudah bertahun-tahun menghantui setiap negeri di dunia ini, ada dari mereka yang berhasil menghadang ratusan monster tersebut, namun tidak sedikit yang menerima kekalahan hingga kerajaan mereka punah dilahap oleh keganasan para monster.
Terdapat beberapa pilihan untuk menghentikan bencana ini, dengan dua hal yang baru diketahui oleh umat manusia...
Menghabiskan seluruh monster itu tanpa tersisa satu pun, namun ada beberapa kejadian dimana para monster yang tersisa sudah mendapatkan kekalahannya dan melarikan diri menyebar ke beberapa daerah, ada juga yang maju tanpa memikirkan apapun dan berakhir dengan kematian.
Hal itu dibutuhkan tenaga yang besar karena menghabisi ratusan monster yang memiliki beragam tingkatan tidak semudah yang dibayangkan.
Juga satu hal yang bisa dilakukan adalah menghancurkan tabung raksasa tersebut.
Hal itu hampir mustahil dilakukan karena ukurannya yang puluhan kali lipat dari bangunan terbesar yang pernah dibuat manusia.
Namun didalam sejarah seorang pilar terdahulu pernah menggabungkan kekuatan mereka dan dalam sekejap tabung raksasa tersebut hancur dan para monster didalamnya ikut hancur dengan kepingannya.
Dengan kekuatan yang besar mereka bisa melawan bencana itu dengan mudah...
Dan seperti yang aku lakukan dengan beberapa anggota Barats yang tengah berjuang untuk melawan bencana ini, dengan awal yang cukup buruk.
Para tentara kerajaan yang berkumpul membantu pasukan robot garis depan seketika musnah karena hantaman dari monster raksasa yang berasal dari tabung tersebut.
Dan kita bertiga terkepung oleh sekumpulan monster... mungkin saja tidak hanya itu..
......................
*Dum!!
"Mereka tidak ada habis habisnya!"
"Sring!!
"Tidak ada jalan keluar untuk kita, bahkan kembali ke dalam negeri hanya akan menambahkan bencana."
*Swuushh!!
"Kita harus melakukan sesuatu dengan benda raksasa dan monster raksasa itu... ( Andai aku bisa menggunakan kekuatan itu... tapi dengan adanya mereka berdua, aku tidak boleh menggunakannya..)"
"Sepertinya kau sedang kesulitan."
"Leluhur? jika kau melihatnya, maka itu yang terlihat."
"Saat ini yang bisa aku lakukan hanya menyalurkan elemen Aqua ke pedangmu, namun dasarnya pedang hanyalah sebuah alat yang dikendalikan, semakin besar kau menyalurkan kekuatan dirimu ke pedang itu, maka semakin kuat juga pedang tersebut."
*Sringg!
"Tapi aku tidak memiliki kekuatan elemen apapun, hanya bermodalkan keterampilan berpedang saja! kenapa akhir akhir ini aku jadi merasa tidak cocok dengan senjata warisan ini?"
"Namanya juga remaja, masih merasa bimbang terhadap sesuatu..."
"Aku rasa nada bicaramu menjadi sedikit lebih kecewa terhadap diriku..."
"Aku tahu!"
*Dum!!
Dari sini aku melihat Hyoukai yang terpelanting jatuh setelah dihempaskan oleh raksasa tersebut.
"Hyoukai!"
Aku pun segera membuat ruang lebih luas untuk bisa melompat, namun para monster yang terus berdatangan tidak memberikanku ruang sedikitpun.
Aku terus mengayunkan pedangku yang semakin lama semakin berat, mungkin karena aku yang sudah hampir kehabisan kesabaran dan terlihat sudah muak dengan kondisi seperti ini.
"Sial! jika seperti ini terus aku tidak bisa menahan diriku!"
"Kaito!"
Dari arah barat Ikki datang mendekatiku setelah menyapu jalannya sendiri.
"Bagaimana keadaan Hyokai? apa kau tahu?"
"Mungkin dia akan kembali bertarung, tapi kalau seperti ini kita tidak akan bisa selamat."
"Lantas, apa kau punya ide?"
"Hanya sebuah ide yang cukup gila, namun tidak ada salahnya untuk dicoba."
"Memangnya apa?"
"Aku dan Hyoukai akan mengatasi raksasa itu agar tidak mendekati border pelindung negeri Euditoria."
"Lalu?"
"Bisakah kau urus benda besar itu?"
"Hah?? apa kau sungguh berkata seperti itu?"
"Kita masih tidak tahu seberapa kuatnya benda yang bisa menghasilkan ribuan monster itu, namun setidaknya kita bisa tahu dari dekat langsung."
"Kau ingin menjadikanku sebagai tumbal?"
"Kalau kau tidak selamat mau tidak mau dikatakan seperti itu, tapi jika selamat... kau akan menjadi harapan kita."
"Jangan berkata seolah aku adalah penyelamat bencana ini... disini terus menerus juga tidak ada hasilnya.... aku akan kesana."
"Kalau begitu semoga beruntung."
"Ya!"
Setelah menjalankan rapat dadakan sembari bertahan dari kumpulan monster, aku dan Ikki berpisah untuk membagi tugas.
Aku memfokuskan seranganku kearah benda raksasa tersebut, dan menjadi lebih mudah karena aku hanya menyerang ke satu arah.
Sedangkan Ikki pergi membantu Hyoukai yang baru saja berusaha menahan monster raksasa tersebut.
Berjam-jam berada ditengah medan perang seperti ini... aku merasa sudah tidak peduli rencana apa yang akan kami buat, setidaknya aku bisa menemukan jalan keluarnya...