
*Dum!!
*Swusshh!!
*Duar
"Tetap pertahankan barisan!."
Peperangan didalam kelompok satu yang terjadi di dalam gua yang begitu besar melawan banyaknya monster dan bawahan iblis iblis kematian yang cukup kuat membuat mereka sibuk dan mempertahankan barisan mereka.
*Sring!
"Mouwton! bantu aku untuk menolong mereka!."
"Mouw!."
Akemi langsung berlari untuk menolong seorang Barats yang terlihat kewalahan menghadapi puluhan monster disekelilingnya.
"Baiklah... ayo kita lakukan."
( Sword Style : Wind Tornado! )
Mouwton dengan kekuatan anginnya berputar menjadi pusaran angin yang besar dan dikendalikan oleh Akemi menggunakan pedang Danzo angin miliknya.
*Swusshh
Serangannya menghantam area sekitar monster itu dan seketika semua monster disana lenyap dimakan oleh pusaran angin.
"Kau tidak apa apa?."
"Aku baik baik saja... terima kasih.."
"Sebaiknya kita kembali ketempat yang lain, disini terlalu jauh... tidak ada bantuan jika lebih jauh dari ini."
"Kamu benar... aku terbawa suasana dan terpancing dengan para monster hingga menjauh dari orang-orang... sebaiknya memang aku harus lebih memperhatikan sekelilingku.."
"Ya, kalau begitu ay-."
*Dum!!
Tiba tiba didekat mereka berdua ada sesuatu yang menghantam tanah.
"Uhuk! apa itu?!."
"Mundur! kita jangan berpisah!."
Akemi langsung bersiaga sambil melindungi Mouwton dan bersiap untuk menyerang.
"Khikhikhi! dasar manusia rendahan!."
Ternyata itu adalah seorang iblis yang menjadi bawahan iblis kematian dan kekuatannya juga tidak bisa diremehkan.
"Gawat... kita bertemu dengan yang merepotkan..."
"Tenang... kita pasti bisa mengalahkannya."
Akemi berusaha untuk menenangkan orang itu agar dia bisa bekerja sama untuk membunuh iblis bawahan itu.
"Ya... saat ini kita memang harus bekerja sama." Dia mengeluarkan dua kapak yang terbuat dari api, dan ternyata kekuatannya adalah kekuatan bumi elemen Ignis dengan tipe pembuat.
"Lakukan ini atau tidak sama sekali." Akemi pun juga mengeluarkan pedang angin Danzo miliknya dan begitu juga dengan Mouwton yang sudah menyiapkan pusaran angin disekitar tubuhnya.
"Khikhikhi! kalian memang tidak tahu diri!."
Iblis itu mengeluarkan kekuatannya kearah tanah yang sedang kita pijak, dan seketika tanah itu bergetar hingga retak dan hancur, dan itu membuat kita berpencar.
Saat kita berpencar, iblis itu langsung melompat kearah orang itu dan menyerangnya hanya dengan tangan kosong.
"Dia mengincarku ya?!."
Dia melempar kapaknya, kapak pertama tidak mengenai kepalanya, dan yang kedua dia mengayunkan tepat didepan wajahnya.
Tetapi serangannya dengan cepat ditangkis oleh tangannya, tetapi bukan itu yang sebenarnya direncanakannya.
"Kena kau!."
"Hm?."
Kapak yang terlempar melewati kepalanya itu kembali seperti sebuah bumerang, dan saat kedua kapak saling menghantam meskipun terdapat halangan yaitu kepalanya, justru yang menghalangi hantaman dari kedua kapak itu akan menjadi malapetaka.
*Duar!!!
Ledakan api terjadi begitu kuat hingga asap menutupi kejadian yang berlangsung cepat itu.
"Uhuk! ledakan tadi sangat kuat!."
Orang itu terlihat baik baik saja, justru wajahnya begitu senang saat serangannya terlihat mempan kepada iblis bawahan itu... tetapi sayangnya iblis itu masih bisa bertahan meskipun diwajahnya terdapat luka bakar yang begitu parah.
"Dia benar-benar iblis..."
"Jangan berikan dia waktu untuk menyembuhkan dirinya sendiri! Mouwton!."
"Mouw!."
Lalu dia melompat dan melukai punggung iblis tersebut, hingga dia merasa kesakitan dan berbalik untuk menyerang.
Tetapi tidak ada kesempatan padanya untuk menyerang... karena Mouwton langsung menembakkan pusaran angin hingga beberapa tembakan dan membuatnya kehilangan keseimbangan.
"Bagus! aku juga akan menyerang." Orang itu melemparkan kapaknya kearah lain dan berlari sambil mengayunkan kapaknya yang satu hingga sedikit akrobatik diantara bebatuan dan berhenti tepat disamping iblis itu sambil menggenggam kapak yang siap ia hantamkan kearah kepalanya sekali lagi.
Akemi tidak ingin membuang-buang waktu dan juga ikut menyerang.
( Sword Style : Wind Slash X!)
Dengan pedang angin Danzo buatannya yang memiliki dua mata pedang dengan tongkatnya yang cukup panjang sehingga dia bisa mengubahnya menjadi dua senjata dan memutarkan kedua pedang itu sambil berlari dan melesat cepat hingga memberikan serangan cepat dengan gerakan secepat angin yang begitu saja lewat hingga terasa menusuk jantung.
*Sringg!!
"Arerghhhh!!!."
"Serangan terakhir!."
"Langsung habisi iblis itu!."
"Siap!!."
Apinya yang membara lebih besar dari sebelumnya dan terlihat kapak yang terlempar kembali dengan berputar-putar begitu cepat hingga terdapat hembusan api ya g jika disentuh mungkin bisa langsung membakar daging hingga matang.
( Axe Style : Volcanic Crash! )
Dan dia mengayunkan kapak yang dia pegang sambil menyelaraskan posisi antara serangannya dan waktu kembali kapal yang terlempar itu, hingga pada akhirnya...
*Duaarrr!!!
Serangan berhasil dia lepaskan dan ledakan itu membuat dinding bebatuan didalam gua sempat hancur hingga membuat tempat dalam gua semakin luas...
Begitu kami melihat iblis itu, akhirnya dia sudah tidak terlihat bisa bergerak lagi karena kepalanya yang sudah hangus hingga hancur.
"Kau baik-baik saja?."
"Tenang saja, aku begitu baik... terima kasih sudah menolongku dari awal."
"Sudah seharusnya karena saat ini kita satu kelompok."
"Kau benar juga... oh iya, aku adalah Barats dari divisi 7, Takuhatsu Kage... salam kenal."
"Aku Barats dari divisi 3, Akemi Sazebana dan dia adalah Mouwton, kuharap kita bisa bekerja sama seterusnya."
"Ya!."
Perjuangan Akemi dengan kelompoknya meskipun hanya iblis bawahan dari iblis kematian, tetapi mereka bisa melakukannya dengan baik...
Dan sangat berbeda dari situasi didalam kelompok kedua yang dipimpin oleh ketua divisi 6.
*Krak! krak!
Suara pergeseran tanah yang terus menerus tanpa henti bergerak hingga membuat sebuah belahan bumi dan ratusan para monster terjatuh hingga terjepit dan terkubur didalam tanah pulau ditengah danau terbesar di daratan Pax.
Penyebab hal itu adalah kekuatan dari ketua divisi 6 itu sendiri... kekuatannya adalah kekuatan bumi elemen Solum atau tanah, dengan tipe pengontrol, kekuatannya bisa mengontrol tanah ketika tubuhnya memasuki tanah itu sendiri, bisa dikatakan dia bisa masuk kedalam jenis tanah apapun dan mengendalikannya dari dalam... jadi dia bisa bebas menyerang tanpa tidak perlu mengkhawatirkan pertahanannya...
Tetapi hal itu membuatnya yang menghabisi para monster maupun bawahan iblis sendirian, sedangkan pasukan Barats milik kelompoknya hanya berdiri melihatnya menghabisi para monster dan iblis dari ketinggian karena dia membuat tanah yang pasukan pijak menjadi seperti sebuah gunung dengan benteng disekitarnya yang terbuat dari tanah.
"Kalau seperti ini... bagaimana kita bisa menyerang?!."
"Yah... aku sudah tidak heran lagi... kita hanya bisa menunggu musuh yang mungkin bisa lolos dan menyerang kita..."
Ayumi yang juga terheran heran dengan apa yang terjadi disini pun hanya bisa memikirkan bagaimana dia bisa bertambah lebih kuat jika hanya berdiri disini saja.
"( Aku tidak bisa menyerang kebawah... bagaimana aku bisa mencoba kekuatanku?? tetapi sudah dipastikan tempat ini bukanlah tempat iblis kematian berada... berarti antara tempat milik Akemi atau Kaito... kalian berdua... kumohon bertahanlah!..)"
Sementara para gadis Barats nyawanya terlindungi seratus persen... para lelaki yang berada didalam kelompok ini tidak memiliki nasib yang sama dengan para gadis... meskipun harus bertahan dari guncangan, ketua divisi 6 tidak mungkin akan membuat lubang dibawah pijakan mereka, maka dari itu mereka membantu ketua untuk menghabisi monster yang lari meskipun berjalan pun juga sulit karena guncangan yang dibuat olehnya.
"Dasar ketua terlalu banyak jatuh cinta! para gadis tenang diatas sana, kami para lelaki tersiksa disini..."
Keluhan dari seorang Barats juga terdengar oleh ketua dari bawah tanah.
"Hei bocah! apa yang kau ucap tadi ha?!."
"Eh? t-tidak! bukan apa apa!."
"Kalau begitu cepat habisi para monster! jangan membuat para gadis khawatir!."
"B-Baik!."
Mereka pun terpaksa untuk menuruti perkataannya, tetapi meskipun begitu... jika ada masalah serius yang membuat mereka kewalahan, ketua divisi 6 tidak segan-segan menolongnya karena mereka juga seorang Barats dan pasukan kelompoknya...
Pertarungan kedua kelompok dengan para monster dan iblis bawahan pun terus berlanjut hingga mereka semua berhasil menghancurkan markas iblis kematian... tetapi berbeda dengan kelompok ketiga yang sedang mati matian melawan banyaknya monster dan iblis bawahan, sekaligus iblis kematian Morbus..
Apakah mereka bisa bertahan dari medan perang? apakah kekuatan para Barats akan lebih kuat saat mereka benar-benar berada didalam perang?... hanya diri mereka yang tahu betapa kuatnya tekad mereka... karena ini adalah masalah tentang...
Hidup dan Mati.