
Beberapa hari saat setelah rencana perang besar dimulai...
*Deeezzzzz!!
Sebuah badai pasir yang sangat besar sedang mengamuk ditengah tengah luasnya gurun sahara...
"Groaarghh!!."
"Oho oho, sepertinya ada permainan licik yang diberikan mereka... tetapi memberikan monster kecil seperti ini, hanya akan menjadi sia si-."
*Zuuusssshh!!!
Tiba tiba sebuah serangan dari cakarnya mengarah tepat kearah orang itu, tetapi untungnya yang diserang oleh monster itu adalah pasir buatannya...
Tetapi akibat serangannya itu, ditengah gurun pasir timbul sebuah jurang curam karena tanah yang terbelah akibat cakarnya.
"Oho... sepertinya sekarang akan mulai serius..."
......................
Saat semua ketua divisi sudah sampai ketempat markas mereka masing-masing, ada halangan yang menghalangi salah satu ketua divisi yaitu divisi 8.
Informasi tersebut sudah tersebar dan diketahui oleh semua divisi, tetapi membantunya akan menambah resiko untuk terperangkap oleh pancingan musuh.
Jadi kita semua mau tidak mau harus mempercayai kekuatan sang Babi Pasir itu, karena kekuatannya tidaklah hanya pasir tanah yang berterbangan...
Lalu kami... para Barats.
Mempersiapkan diri untuk menjalankan misi yang mungkin akan menjadi yang terberat untuk pertama kalinya diriku berada dalam pasukan revolusioner atau bisa dibilang Octagram...
"Sekarang... semuanya sudah berkumpul."
"Baik! meskipun hanya tiga orang."
"Meskipun tiga orang, kalian adalah Barats terkuatku!."
Tiba tiba kami bertiga merasa tersanjung atas perkataannya.
"Dengar... saat ini salah satu ketua divisi sudah memulai pertarungan dengan anak buah iblis kematian Morbus."
"Jadi, mereka sudah bergerak..."
"Bukannya didalam informasi, ketua divisi dicegat saat sedang perjalanan pulang kearah markas divisinya bukan? bagaimana cara bawahan iblis itu tahu?."
"Hal itu masih dipertanyakan... tetapi untuk sekarang, kita tidak boleh merusak rencana kita hanya karena satu masalah."
"Baik!."
"Kali ini, kalian bertiga tidak bertarung bersama..."
"Eh? apa maksudnya?."
Master mengeluarkan sebuah peta yang didalamnya adalah peta keseluruhan dataran Pax.
"Woah! luas sekali! dimana kita berada?."
"Apa kau tidak bisa membaca peta? kita ada disini, dekat replika dua gunung kembar yang sebelumnya kita datangi."
"Eh? tapi jarak pada saat itu begitu panjang, kenapa disini begitu pendek?."
"Huh, dasar... ini adalah perbandingannya... luas daratan Pax memang sangat besar, tetapi kita bisa menggambar semua dataran itu diatas kertas, dengan perbandingan skala yang jauh berbeda."
"Oh~ yang penting artinya peta ini bisa menjadi dataran kecilnya ya."
"Terserahmu ingin menganggapnya apa."
"Baiklah, aku akan melanjutkan rencana tadi... Kaito, Ayumi, Akemi... kalian bertiga akan kukirim satu persatu ketempat tiga divisi berbeda."
"Maksud master, kita dikirim ketempat divisi lain?."
"Benar... karena kali ini hanya ada tiga kelompok untuk menyerang tiga titik... jadi sebaiknya kita mengumpulkan prajurit untuk menyerang."
"Apapun itu, aku tetap akan menghajar iblis itu!."
"Aku belum memberitahukan tempat kelompoknya."
"Baik! maaf!."
"Ayumi... kau berada dalam kelompok divisi enam... dan dipimpin oleh ketua Sir."
"E-Eh? kenapa aku berada dalam pria yang suka menggoda itu?." Wajahnya langsung menggambarkan rasa tidak senang.
"Menggoda?."
"Kamu tidak akan mengerti seberapa menyebalkan dia."
"Ini sudah menjadi kesepakatannya... jadi aku tidak bisa merubahnya."
"Kalau begitu aku terima dengan ikhlas.." Meskipun wajahnya terlihat sebaliknya.
"Selanjutnya Akemi... kau berada dalam kelompok divisi empat , dipimpin oleh ketua Iwei."
"Baik!."
"Enak sekali Akemi bersama ketua Iwei! apa kita boleh bertukar?."
"Sayangnya tidak bisa."
"B-Baiklah~."
"Apa seburuk itu?."
"Sangat buruk..."
"Dan Kaito... kau berada didalam kelompok dua, dipimpin oleh ketua Reiido."
"Mm... aku tidak mengenalnya, tetapi aku akan menerimanya!."
"Iyakah?"
"Apa kamu tidak ingat? saat kita menyelamatkan Mouwton di gunung kembar."
"Ah! orang yang menaiki selancar besi dengan bertenaga api!"
"Benar..."
"Baiklah... tempat markas tersebut akan aku berikan kepada kalian koordinatnya, dan aku akan menginformasikan hal ini kepada markas divisi yang lain... dan mulai beberapa minggu hingga kita berhasil memenangkan pertempuran hidup dan mati ini."
"..."
"Sungguh aku begitu yakin dengan kalian... karena kalian memiliki kekuatan hebat yang berada didalam tubuh kalian bertiga."
"Master... begitupun denganku, aku tidak akan membiarkan diriku begitu mudahnya menerima semua perbuatan iblis itu... bahkan kurasa membunuhnya saja masih belum puas."
"Hei ingat? kalau kamu tidak bisa mengendalikan emosimu."
"Aku tahu aku tahu, tenang saja."
"Rasanya aku tidak bisa mempercayai kata tenang mu."
"Seiring dengan waktu, Kaito juga akan terlatih dengan banyak orang-orang kuat pada kelompoknya, jadi tenang saja."
"Benar apa yang Akemi katakan, meskipun aku adalah orang kuat yang sebenarnya."
"Kaito... sebaiknya kau jangan menggunakan kekuatan besar itu."
Master memperingatkan diriku tentang kekuatanku yang bisa memanggil jiwa Leluhur Aqua.
"E-Eh? memangnya kenapa?."
"Rahasia itu... hanya ada diantara kita berempat, dan tidak ada yang tahu tentang hal itu lagi."
"Kukira semua pasukan Octagram sudah mengetahuinya..."
"Hihi, kalau begitu apa kau masih yang terkuat?."
"J-Jelas! aku tetap yang terkuat!."
"Huh... terserahmu deh."
"Akemi... bagaimana perkembangannya saat bertarung bersama senjata biologis itu."
"Aku merasa bisa menjadi lebih kuat bersamanya... dan juga itu adalah permintaanku untuk misi ini... master, apakah aku boleh membawanya dalam misi besar ini? tentu saja aku akan sepenuhnya bertanggungjawab atas resiko apa saja yang akan aku terima."
"..."
Akemi membungkuk didepan Master untuk meminta izin agar dia bisa membawa Mouwton berperang bersamanya.
"Baiklah... akan kuizinkan."
"Woah! kau berhasil! Akemi!."
"Terima kasih! master!."
Mouwton sekarang berada didalam laboratorium untuk menjalankan pemeriksaan berlanjut meskipun memang hanya pemeriksaan kesehatannya saja.
"Baiklah... saatnya bagian yang terpenting."
Kini suasana kembali berat dan tidak nyaman.
"Iblis kematian Morbus adalah iblis yang menggunakan sebuah parasit dan mahluk yang ditanam dari tubuhnya, kekuatannya sangat jauh lebih kuat dari seorang iblis kematian yang kalian kalahkan, jadi... jangan meremehkannya sedikitpun."
"..."
"Maka dari itu, bagi siapa saja dari kelompok kalian yang berhasil menemukan keberadaan iblis itu... berhati-hatilah dengan bibirnya yang mudah memanipulasi seseorang... dia lebih mudah menjadikan manusia menjadi bawahannya jika korban itu terdapat rasa takut yang mendalam."
Setelah kupikir, hal itu terlalu berbahaya dengan persisnya kejadian kemarin... saat manusia berada dalam kematian dan menjadi sebuah monster yang cukup kuat...
"Dan hanya itu yang bisa kuberikan kepada kalian... ingat... bekerjasama adalah hal yang penting untuk membangun kepercayaan satu sama lain."
"Master, apa kau tidak ikut?."
"Kami para ketua divisi yang tidak menjadi pemimpin kelompok, diberikan tugas lain... jadi Barats kami yang akan maju ke garis depan."
"Kenapa lama kelamaan aku semakin gugup seperti ini."
"Apa yang kau katakan Ayumi? apa kau takut?."
"B-Bukan seperti itu! masalahnya apa aku benar-benar sanggup berada dalam kelompok ketua divisi itu... ketua Sir."
"Kakak, ketua Sir termasuk pengguna elemen tanah terkuat... jadi jika berada didalam peperangan, beliau akan serius menjaga kelompoknya."
"B-Benar juga ya... baiklah, aku akan berusaha!."
"Yosh! saatnya kita mulai... misi besar ini!!."
"Aku harap kalian kembali dengan selamat."
Dan akhirnya.
Barats divisi ke-3, mulai untuk menjalankan misi besar!!!
......................
Beberapa hari saat sudah berjalan sangat jauh dari kota Sun Of Peace.
"Uwehh... seberapa jauh lagi jalannya... mana aku hanya sendirian... jika tidak ada mereka berdua, rasanya perjalanan ini justru yang paling sulit..."
Hawa yang mulai memanas... tempat dimana markas divisi 2 berada...
Apakah Kaito akan sampai dengan selamat?...