PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 60



"Jadi mmm... negeri ini mmm... berada dibawah... seorang penguasa... kerajaan mmm... benar kan?."


"Apa kau tidak bisa menghabiskan makanan yang ada didalam mulutmu itu? tidak sopan berbicara dengan orang lain!."


"Ahh, tidak apa apa... lagipula kalian sudah menyelamatkan adikku, jadi semua ini adalah rasa terima kasih dariku."


"Benar juga, kami belum mengenal kalian berdua... Aku Ayumi, dan dia adikku Akemi... lalu orang ini adalah Kaito."


"Mmm, yo, salam kenal." Sambil memegang sebuah daging sapi panggang ditangannya.


"..."


"O-Oh... namaku Hyugo, dan adikku Yura, salam kenal."


"Salam kenal, kakak kakak!."


"Um, Yura boleh memanggilku apa saja."


"Apa saja? hm... kak Ayu!."


"Nama panggilan yang bagus.."


Ayumi memeluk Yura dengan begitu senang, karena Ayumi tidak pernah melihat ataupun bertemu dengan gadis kecil sepertinya.


"Jadi, Hyugo... bisakah kau menceritakan sedikit tentang negeri ini?." Akemi langsung menanyakan sebuah pertanyaan yang masuk kedalam intinya.


"Ya... aku akan memberitahukan kalian, semua hal yang berada didalam negeri Alabama."


"..."


"Beberapa tahun yang lalu, negeri ini memiliki seorang raja yang begitu dermawan dan baik hati... dia selalu memberikan setiap warganya makanan dan tempat tinggal yang baik, hingga negeri ini pun menjadi negeri yang damai dan tentram, tidak ada kejahatan, penistaan, maupun kekejaman seseorang... Sang raja memiliki seorang anak dan istri, beliau memiliki sebuah keluarga yang begitu harmonis... beliau tidak pernah melupakan satu pun perhatian kepada anak dan istrinya, begitupun juga dengan rakyatnya... namun, saat itu raja yang masih belum bisa mengetahui apa arti dari sebuah pengkhianatan, beliau selalu mempercayai para bawahannya, hingga suatu ketika, saat beliau ingin melantik anaknya untuk meneruskan tahtanya... pada saat itu istri raja terbunuh oleh seseorang yang diduga warga negeri ini, dan seorang penasihat sekaligus tangan kanan raja yang paling dipercayai begitu murka hingga saat itu terjadi sebuah perang dalam negeri akibat kesalahpahaman... sang raja benar-benar tidak tahu apa harus ia lakukan, sedangkan satu persatu rakyatnya mati didepan gerbang istana kerajaan..."


"..."


"Dan kedua anaknya yang kini terus bersama sang raja, anak yang tertua mencoba untuk masuk kedalam medan pertempuran, dan kini ia telah sadar, jika sang raja telah dimanipulasi oleh seseorang yang paling beliau percayai... seorang jenderal sekaligus penasihat tangan kanan sang raja, yaitu Raja Saud..."


"Raja... maksudmu.."


"Benar... sekarang dia telah memimpin negeri ini menjadi lebih busuk dan keji... setiap rakyatnya yang ingin memberikan keluhan mungkin akan mati tepat didepan mata semua warga negeri ini... penculikan, perbudakan, penjualan manusia, hingga kejahatan kejahatan lainnya menjadi satu-satunya cara bagi mereka untuk bertahan hidup, ini semua karena beberapa bawahan raja Saud yang menyebarluaskan ajaran sesat mereka untuk mengajarkan para manusia untuk berjalan dijalan kesesatan... salah satu contohnya adalah orang yang dilawan oleh Kaito, Khinzir... dia adalah salah satu dari lima bersaudara yang mengabdi langsung kepada sang raja dan mereka menguasai beberapa tempat didalam negeri ini... lalu karena mereka yang menguasai beberapa wilayah... mereka melakukan transaksi gelap dengan sebuah organisasi persenjataan yang begitu terkenal diseluruh wilayah padang pasir ini... yaitu mereka mengonsumsi sebuah pil penguat, yang membuat kekuatan elemen mereka menjadi lebih kuat hingga berkali-kali lipat."


"Pantas saja... pedangku saja tidak bisa menahan serangannya yang sangat kuat itu."


"Ya... maka dari itu, keadaan didalam negeri ini sudah tidak bisa diselamatkan... karena kesadaran setiap manusia kini telah diubah, meskipun beberapa seperti kami ini masih memiliki kesadaran baik yang diajarkan oleh raja terdahulu."


"Lalu, dimana raja yang memerintah negeri ini sebelumnya?."


"Beliau dikurung didalam kurungan besi yang begitu besar tepat dibawah istana kerajaan."


"Dari kondisinya... sepertinya sangat sulit untuk membalikkan keadaan negeri ini."


"Jika kita membunuh rajanya, maka semua akan kembali bukan?."


"Tidak semudah itu... selain lima bersaudara itu, raja Saud memiliki tiga jenderal kerajaan yang begitu kuat... bahkan aku sendiri pun kesulitan."


"Hyugo sendiri... apa yang ingin kau lakukan?."


"Aku... aku ingin menolong negeri ini, dan menyelamatkan seluruh warga Alabama... maka dari itu, aku tahu kalian bertiga terlihat sangat kuat... meskipun hal ini terlihat tidak sopan setelah kalian menyelamatkan adikku... tetapi... apa kalian bisa... membantuku menyelamatkan... negeri ini."


"..."


Dia memohon kepada kami bertiga agar membantunya untuk menyelamatkan negeri yang sudah rusak ini...


Tetapi ada satu hal yang menjadi alasan kenapa kami tidak bisa melakukannya.


"Kalau itu, mungkin kita bisa membantu-."


"Tidak... kita tidak bisa."


Akemi memotong perkataanku disaat aku yang ingin menolongnya.


"..."


"Apa kau tidak ingat... apa yang sedang kita lakukan sekarang.."


Aku tersadar saat Akemi mengingatkanku, bahwa tujuan kita adalah untuk pergi ke negeri Euditoria.


"Hyugo, maaf... tetapi kita hanya bisa beristirahat disini beberapa hari saja... lalu kita akan kembali pergi." Ayumi mencoba mengatakan hal itu kepadanya.


"Begitu ya... maaf, telah memaksakan sesuatu yang berlebihan."


"Justru kami yang meminta maaf atas hal yang tidak bisa kami lakukan."


"Kami baru saja sampai disini tadi siang." Balasku.


"Kalau begitu, malam ini istirahat saja disini... tempat ini masih mempunyai dua kamar kosong."


"Benarkah? kami sangat berterimakasih!." Ucap Ayumi yang begitu senang karena kita bisa mendapatkan tempat istirahat untuk beberapa hari ini.


"Aku ingin pergi melihat-lihat sekitar." Ucap Akemi yang begitu dingin seperti biasanya.


"M-Maaf, sikap adikku memang seperti itu, tetapi dia orangnya sangat baik kok."


"Ahaha, aku mengerti..."


"Kak Ayu... apa kakak ingin menginap disini?."


"Um! kakak akan menginap disini.."


"B-Benarkah??."


"Benar... kalau begitu, bagaimana kalau kakak temani Yura bermain disini?."


"Um!."


Ayumi pun mengajak Yura pergi untuk bermain diluar.


"Kaito, pedang itu... bukannya terlihat cukup kuat??."


Hyugo yang melirik pedangku dan tertarik untuk mengetahuinya.


"Oh! kau mempunyai mata yang bagus! ini adalah Yansei pedangku."


"Yansei... apa maksudmu... salah satu senjata warisan elemen itu??."


"Um, Akemi juga mempunyainya kok, hewan kucing itu juga namanya Fuuton."


"Tidak mungkin... kalian mempunyai dua senjata warisan itu.."


"Nyatanya memang seperti itu sih.."


"Oh benar juga, apa kekuatan elemen milikmu?."


"Aku tidak mempunyai kekuatan elemen."


"Eh?."


Aku mengangguk dengan datar kepadanya..


"B-Berarti... kamu bertarung, hanya menggunakan pedang itu."


"Aku cukup percaya diri dengan tehnik berpedang yang aku punya."


"Hebat sekali... bahkan aku tidak mempunyai keberanian seperti itu... dengan kekuatanku yang hanya sebatas ini.."


"Benar juga... apa kekuatan elemen milikmu?."


"Kekuatan elemen ku adalah elemen Solum tipe pembuat, aku bisa membuat sebuah pedang yang bernama Damaskus... dan juga aku mempunyai pedang yang diberkati oleh ayahku, pedang ini telah dipakai oleh puluhan keturunan hingga sekarang, pedang ini tidak pernah tumpul."


Dia menunjukkan sebuah pedang yang memiliki bentuk bergelombang dengan baja hitam.


"Keren sekali!! jadi kau menggunakan dua pedang?."


"Um, keduanya sama sama pedang Damaskus, hanya saja salah satunya itu dari kekuatan elemen milikku."


"Aku pikir itu sangatlah hebat, kau bisa menggunakan kedua pedang dan aku yakin kau itu cukup kuat."


"Kamu, bisa saja memujiku.."


"Haha."


"Jadi... apa yang ingin kamu lakukan?."


".."


"..."


"Apa kau masih memiliki makanan?."


"Ha?."