
"G-Guru, kita sudah berjalan cukup jauh... apakah ini baik baik saja?."
"Benar apa yang Shion katakan... apakah mereka benar-benar membawa kita ketempat iblis itu?."
"Atau kita hanya dijebak oleh mereka..."
"Tidak... sepertinya mereka benar-benar menunjukkan jalannya kepada kita... karena aku merasakan aura yang cukup kuat diatas sana..."
"Aku ingin pulang saja..."
"Jika iblis itu ada diatas sana... maka pertempuran tidak bisa dihindari lagi."
"Kalian semua, tetap bersama dan jangan meninggalkan teman kalian... karena disini adalah tempat dimana mudahnya orang akan mati dalam hitungan detik."
Semua menjawab dengan mengangguk yakin bahwa mereka bisa saling bekerja sama, karena kekuatan kami memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Kami semua sedang berjalan menaiki tanjakan bebatuan yang mengarah tepat ke puncak salah satu gunungnya, dan semakin dekat kita kesana, semakin kuat juga aura yang dirasakan, bahkan para Barats pun mulai merasakannya.
Hingga kita hampir sampai diujung jalan, keresahan kami pun terwujudkan...
Ditengah bebatuan yang curam, begitu juga dengan pepohonan lebat menutupi cahaya matahari muncullah puluhan monster yang melompat dari berbagai arah.
"Oi oi, ingin menyerang secara tiba-tiba ya..."
Lalu ketua langsung membakar hangus monster yang kita tahan dan langsung melompat terbang dengan papan peluncur api miliknya.
"Kalian semua, jangan kalah dengan yang seperti ini!."
"Aku akan memulai pemanasan! ayo, Shion!."
"B-Baik!."
Aku pun menarik pedangku dan langsung menebas dua sampai tiga perut.
( Element Change : Coacktrice )
Shion pun juga ikut melawan dan langsung berbuah lalu menghilang, saat dia menghilang sekejap beberapa monster pun hilang disekitarnya.
( Sword Style : Scythe Slash! )
*Sringg!!
Semua keadaan langsung gaduh dan kami unggul karena monster yang datang hanyalah keroco keroco kecil...
Semua mengeluarkan kekuatan bumi mereka, dari yang mengangkat bebatuan besar hanya dengan pusaran angin, tinju apinya yang begitu cepat, ada juga yang mengayunkan palu sebesar puluhan kilo hanya dengan hitungan detik saja...
( Element Control : Sword! )
*Sring!.
Dia mengeluarkan bola tanah miliknya dan muncul sebilah pedang yang cukup besar lalu dia mengayunkannya tepat membelah beberapa monster sekaligus.
Kita bisa mengatasinya, dan itulah pikir kami... tetapi tidak saat kita sudah sampai diatas sana... dataran yang begitu luasnya kita disambut oleh ratusan monster yang berbaris layaknya prajurit yang menyambut kedatangan kita, dan dibelakang mereka terdapat singgasana bunga merah penuh dengan darah yang diduduki oleh seorang wanita iblis cantik yang sedang berlipat kaki dan menggulingkan rambutnya pada jari telunjuknya.
Kami semua terdiam atas apa yang sudah kami lihat... dan hal itu tentunya membuat beberapa orang hampir menunjukkan ketakutan mereka dan terkejut akan apa yang mereka lihat didepan mereka.
"Hei~ lihat siapa yang datang? apa kalian tidak ingin memperkenalkan diri kalian?."
"Oi oi... apa ini? apa kami sedang disambut hangat?."
Meskipun sikapnya masih terlihat santai, Reiido Koton yang berdiri di depan memimpin para Barats namun ada perasaan aneh dan khawatir, akibat semua yang ada di depan mata kita... mereka menyambut kita dengan ratusan pasukan mayat hidupnya, dan semuanya seperti sudah disiapkan sejak awal.
"Jadi kau, salah satu ketua Octagram, si penghancur mesin... lumayan menarik."
"Aduh nona cantik, bagaimana kau bisa mengetahui informasi itu? hal itu sangat tidak sopan untuk dilakukan..."
"Oh... kalau begitu aku minta maaf, sebagai permintaan maafnya, kamu dan prajurit milikmu boleh menjadi budak budak milikku yang tercinta, tentunya kamu akan mendapatkan hak khusus untuk menjadi bawahan tersayangku..."
Dia berbicara penuh dengan nafsu yang bisa saja menghipnotis orang yang bisa ia targetkan... karena mulutnya itu sangat berbahaya.
"Oi oi~ maaf saja ya... tapi saat ini justru kami yang akan pergi membawamu."
"M-Membawaku? kemana kamu akan membawaku?."
"Pft! hahahaha!!."
Aku tidak sengaja mengeluarkan suaraku hingga terdengar kencang hingga mungkin kedalam telinganya.
Hingga Shion dan yang ketakutan pun terkejut hingga berkeringat saat aku menertawakan candaan dari ketua divisi 2.
"K-K-Kaito... apa yang sedang kau lakukan?."
"M-Maaf, hanya saja yang tadi agak lucu."
Aku pikir dia menjadi marah karena hal itu, sehingga dia berdiri dan maju beberapa langkah dari singgasananya yang membuat kami semua langsung bersiaga.
"Berani sekali ada yang menertawakan diriku yang begitu mempesona ini... siapakah orang itu?."
Semua langsung terdiam dan melirikku dengan takut dan tidak ingin berbicara sedikitpun, tetapi ketua mencoba untuk melindungi pasukannya dan mengalihkan pembicaraan itu agar dia tidak dendam dan mengincar pasukan Barats miliknya.
"Oi oi, tenanglah, jangan marah hanya karena ejekan kecil seperti i-."
Tetapi percuma saja ketua mengalihkan pembicaraan... karena aku langsung berjalan keluar dari rombongan dan berjalan hingga kedepan ketua yang terheran-heran begitu melihatku berdiri didepannya.
"Memangnya ada masalah apa denganmu, jika aku tertawa oleh itu?."
Semuanya tidak menyangka dengan ini dan iblis kematian itu tambah emosi hingga turun dan berjalan dengan sekejap mata dia sudah berada didepan pasukan barisannya.
"Kau bocah tidak tahu diri... bagaimana kau bisa bisanya menghina diriku ini?."
"Untuk hal ini akan aku jawab... memangnya siapa yang menghina kau?."
"..."
"Apa maksudmu?."
"Aku sama sekali tidak menghinamu, karena kata kata ketua begitu nyata hingga neraka pun adalah tempat yang pantas untukmu!."
Aku semakin membuatnya panas, sehingga ketua sudah mengetahui hal ini akan terjadi dan bersiap siap untuk mengeluarkan kekuatannya.
"Sepertinya kau perlu diberitahu, apa itu rasa sakit terlebih dahulu!!."
Dia menghilang begitu cepat saat meninggalkan bunga sakura yang berwarna merah darah hingga aku hanya bisa mencium aroma darah dari tempat terakhir dia berdiri.
"( Cepat sekali!! dimana dia?!..)"
"Matilah!."
Aku langsung menyadarinya yang sudah begitu dekat denganku, tetapi aku belum siap untuk mengayunkan pedangku, syukur saja ketua yang sudah tiba begitu cepat di depanku dan menangkis serangannya dengan mudah.
*Dum!.
"K-Ketua!."
"Dasar... kau sangat suka sekali mencari keributan..."
"Kau menghalangiku... Reiido Koton!."
Dia memperkuat serangannya hingga keduanya terpukul mundur kebelakang.
"Oi oi, sebenarnya darimana kau tahu namaku? apa aku begitu terkenal?."
"Hem! kalian benar-benar manusia tidak tahu diri... aku ingin melihat, bagaimana manusia yang sama seperti ratusan prajurit kerajaan yang sudah menjadi budak tercintaku ini... bagaimana jika kalian menjadi koleksi milikku.
"Maaf soal itu, tetapi kami kesini untuk membunuhmu... bahkan kami tidak rela untuk menjadi pengikutmu, para Barats memiliki seseorang yang harus dilindungi dan karena itu mereka mempertaruhkan nyawa mereka untuk warga kota yang ingin mendapatkan keamanan dalam hidupnya... jadi bersiaplah! iblis kematian Morbus... kami akan membunuhmu hingga kau bahkan tidak akan bisa berpijak ditanah neraka sekalipun!."
Suaraku yang membuat hati mereka bergetar dan jantung mereka yang berdegup begitu kencang... karena mereka semua tahu, kalau mereka adalah seorang Barats, seorang Pasukan Revolusioner yang melindungi dunia dari dunia bawah... karena itu mereka hidup...
Semua ketakutan mereka seketika menghilang, dan ketua begitu lega melihat pasukannya kembali menemukan jati dirinya.
"Baiklah kalian semua... mengamuklah seperti kalian menghancurkan tempat latihanku!."
"BAIK!!!."