PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 66



( Razor Slash!! )


*Sringg!!


Monster liat tersebut langsung terbelah menjadi dua setelah berkali-kali datang menghalangi perjalananku menuju ke negeri Euditoria sendirian...


"Kau benar-benar akan pergi sendirian?."


"Tidak ada pilihan lain, beberapa hari lagi aku akan kembali kesini..."


"Baiklah, aku juga akan membantu Akemi disini... untuk menyelamatkan Ayumi teman kalian."


"Ya, aku berterimakasih!.."


.


.


.


Dan saat aku berpamitan dengan Hyugo, aku pun pergi ketika matahari terbit...


"Uhh perutku menjadi sangat lapar sekali... padahal baru setengah jam aku berjalan... ini semua karena komplotan yang menculik Ayumi! arrghh andai saja aku bisa membantu Akemi menolongnya... tunggu saja kalian, aku pasti akan segera kembali!!."


Karena itu, aku pun beristirahat sebentar untuk berburu makanan, dan mengisi tenagaku kembali agar perjalananku lebih mudah...


Setelah aku mendapatkan tiga sampai empat daging kelinci liar, aku pun langsung mengolahnya meskipun masakan buatanku tidak seenak Ayumi...


Aku pun membakar daging kelinci yang sudah aku olah, diatas tungku api yang sebelumnya sudah aku buat, dan aku langsung memakannya dengan lahap karena sudah begitu kelaparan.


"Ahh, akhirnya tenagaku sudah terisi kembali... baiklah! masih banyak perjalanan panjang yang harus aku tempuh!."


Butuh perjalanan yang jauh untuk sampai ke negeri Euditoria, dan semakin lama aku berjalan, kini daerah yang ada disekitarnya sudah mulai memiliki pohon-pohon yang tumbuh, dan juga pijakan kakiku kini bukan lagi sekumpulan pasir, namun tanah hijau yang memiliki rerumputan liar...


.


.


.


Beberapa jam kemudian, akhirnya aku mulai memasuki area hutan, dan disana memiliki banyak sekali pepohonan yang menjulang tinggi hingga sinar matahari tidak bisa sampai kesini...


"Gelap sekali, padahal masih beberapa jam lagi hingga malam hari... aku harus lebih waspada..."


Banyak sekali suara-suara monster yang terdengar disekelilingnya, dan juga aku hanya harus terus berjalan hingga garis luar hutan ini...


Jika apa yang dikatakan Akemi benar, setelah aku keluar dari area hutan, aku akan menemukan sebuah lapangan rumput hijau yang begitu luas, dan dengan begitu, negeri Euditoria akan semakin dekat..


Namun hutan ini tidaklah kecil, karena Ayumi pernah mengatakan, jika waktu perjalanan didalam hutan ini akan menghabiskan waktu tujuh hari lebih...


*Duaar!!


"Ledakan?!."


Aku langsung terkejut ketika disaat situasi yang tenang ini tiba-tiba terdapat suara ledakan yang besar...


.


.


.


"Cepat tumbangkan monster itu!!."


"Lindungi tuan putri!!."


"Groaarghhh!!."


Monster yang cukup besar sedang mengobrak-abrik pasukan kerajaan dan sebuah kereta yang didalamnya terdapat seorang tuan putri...


Para tentara yang kewalahan karena beberapa dari mereka tidak memiliki kekuatan bumi dan hanya bersenjatakan tombak dan pedang...


"Tetap pertahankan barisan belakang pengguna elemen!! barisan depan! tetap menyerang!!."


"T-Tidak bisa!! monster ini terlalu kuat!! arrghh!!."


Satu persatu pasukan yang berada dibarisan depan dengan mudah tersapu habis oleh monster itu, dengan cakarnya yang sangat kuat dan tajam, dia bisa menghabiskan beberapa pasukan hanya dengan sekali serangan.


"Tuan putri! kita harus segera meninggalkan tempat ini!."


"Bagaimana dengan yang lainnya?."


"Mereka akan menghalangi monster itu hingga kita bisa bebas dari monster tersebut."


"Tidak... aku tidak ingin meninggalkan pasukan milikku... tetap pertahankan barisan!."


"Percuma saja! kita akan dihabisi!."


"Tuan putri!! monster itu sudah menghabisi pasukan barisan depan!."


"Bagaimana bisa?!!."


"Jyde, aku akan menggunakan kekuatanku.."


"Tuan putri... tidak! anda tidak boleh menggunakan kekuatan anda!."


"Tidak ada pilihan lain selain itu!."


Tuan putri yang keluar dari keretanya langsung terdiam membeku ketika melihat para tentara kerajaannya yang sedang dihabisi oleh monster tersebut.


"Khk!."


Tidak ada pilihan lain selain menggunakan kekuatan elemennya, namun saat dia ingin membuat posisi menyerang, Asisten pelayan yang selalu berada disisinya langsung menghentikan tuan putri yang ingin mengeluarkan kekuatannya.


"Jyde..."


"Baginda raja sudah mengatakan kepadaku... kalau anda tidak boleh menggunakan kekuatan elemen anda..."


"Lalu, bagaimana caranya..."


"Aku akan mengalahkan monster tersebut..."


"Aku akan melakukan apapun demi keselamatan anda.."


Seseorang yang melayani tuan putri kerajaan itu pun langsung mengeluarkan pedang berwarna perak kehitaman yang ia berada di pinggangnya...


Dia menghunuskan pedang tersebut kearah monster tersebut, lalu mengambil posisi sembari menunggu waktu disaat monster itu lengah ketika sedang sibuk menyerang sisa pasukannya.


"( Aku tidak akan... merendahkan seorang tuan putri disini!!.)"


Dia berlari sambil bersiap mengayunkan pedangnya... dengan sekuat tenaga dia mengincar tepat ditengah tubuh monster tersebut.


*Srekk!!


Pedang itu berhasil menancap tubuh monster itu... namun karena tubuhnya yang besar dan kuat, satu tusukan dari sebuah pedang tidak akan membuatnya mati.


"Sial!."


"Jyde!!."


*Dum!!


Monster itu menghempaskan tubuh asisten itu hingga menghantam kereta kuda...


"Guhuk!!."


Tuan putri langsung berlari mendekatinya, dan melihat keadaannya.


"Jyde! bertahanlah!."


"Tuan... putri... monster itu sangatlah kuat... aku mohon... pergi dari sini."


"Tidak... aku tidak akan meninggalkanmu!."


"Kuhk!."


Dengan segenap kekuatannya, dia berdiri dari sana dan kembali berjalan maju menghadapi monster itu.


"Jyde! apa yang kamu lakukan!?."


"Aku akan memberikan waktu untuk anda pergi dari tempat ini sejauh mungkin..."


"Jangan melakukan hal konyol seperti itu!!."


"Sebagai asisten pelayan kerajaan Silvis... aku tidak akan melangkahkan kakiku untuk mundur.."


"Jyde..."


"Seluruh pasukan!! angkat senjata kalian! berikan waktu untuk tuan putri pergi dari tempat ini!!."


Dia memberikanku perintah langsung kepada seluruh prajurit... mereka yang sudah terluka dan putus asa langsung kembali berdiri, dengan seluruh kekuatan mereka..


"Lindungi tuan putri!!."


"Yaa!!."


Mereka semua berdiri menutupi kereta kuda dan tuan putri, dan menghalangi monster itu untuk mendekat.


"Tuan putri, gunakan salah satu kuda itu dan segera pergi dari sini!."


Melihat mereka semua yang berani mati untuk keselamatan dirinya, membuat dirinya tidak sanggup untuk meninggalkan mereka.


"Kalian semua... kenapa kalian ingin melakukan hal ini..."


"Seluruh prajurit!! serang!!."


"Woooo!!!."


Mereka semua maju dengan bersamaan untuk membuat gerakan monster itu berhenti...


Lalu Asisten itu bergegas melepaskan tali ikatan kuda yang menarik kereta dan menyuruh tuan putri untuk menaikinya.


"Tuan putri, naiklah.."


"Tidak.."


"Kumohon... anda harus menyelamatkan diri anda."


"Aku tidak ingin kehilanganmu!."


"Saya pun tidak menginginkan nama saya menjadi seseorang yang tidak bisa melindungi anda!!."


"Aarrghh!!."


Didepan mereka, semua prajurit langsung terhempas kebelakang karena serangan dari monster yang sangat kuat.


Dia langsung menggendong tuan putri naik keatas kuda, dan menyuruhnya pergi.


"Tuan putri!."


"Tunggu! Jyde! apa yang kamu lakukan?! aku tidak ingin meninggalkan kalian semua!."


"Tenang saja... aku akan kembali."


Asisten langsung menarik pedangnya dan berlari bergabung dengan yang lainnya.


"Jyde!."


"Matilah! monster sialan!!."


Jyde berlari dengan sekuat tenaga, meskipun darah yang berceceran diseluruh tubuhnya, dia tetap maju untuk melawan monster yang masih tidak memiliki luka besar dimanapun...


Monster itu ingin menyerang dengan cakarnya, dan kali ini dia tahu, jika dia akan mati kalau terkena serangan dari monster itu...


Namun dia masih menggenggam erat pedangnya dan melangkahkan kakinya menuju kematian...


"( Tuan putri... semoga anda baik-baik saja..)"


"Jyde!!."


( Sword Style : 100 Razor Slashes )