
*Dum!!
*Sring!!
*Dum!!
"Masih belum dekat... aku tidak bisa menyerang ketiganya sekaligus.."
"Dia masih berusaha untuk menarik perhatian para Tyrant... tetapi lama kelamaan juga dia bisa tertangkap.."
Barats Katana tersebut masih menari nari diatas tubuh ketiga Tyrant, dan menghindari tangan tangan raksasa itu sambil menyerangnya.
Tetapi, dia juga seorang manusia yang memiliki tenaga terbatas.
"Gawat... jarak mereka masih sangat jauh... aku harus mencari cara yang lebih efektif..."
Saat dia masih mengambil nafas, tiba tiba serangan datang dari belakangnya, hingga dia melompat kearah depan untuk menghindarinya.
"Dum!!
Meskipun cara yang dia lakukan kurang efektif, tetapi dia tetap berusaha melakukannya hingga bisa mengumpulkan ketiga Tyrant tersebut lebih dekat.
Tetapi semakin lama, pergerakannya semakin melambat, dan semakin sulit untuknya menghindari keenam tangan yang terus ingin menggapainya.
"Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi..!."
Lalu ada dua tangan bersamaan menyerang, dan dia berusaha menghindar tetapi masih tetap terkena hantamannya.
Dan keseimbangannya menjadi goyah, dan serangan datang kembali dari samping...
"Sial..."
Dia tidak sempat untuk menghindar dan mencoba menahannya dengan pedangnya... tetapi.
*Wuzzhh!!
*Buzzhh!!
Serangan itu ditahan oleh semburan dan hantaman sayap api dari kedua arah...
"!!."
"Jika ingin berjuang..."
"Jangan tinggalkan kami!."
"Kalian..."
Dengan keadaan yang sudah babak belur dan penuh luka, mereka berdua masih bisa selamat dari serangan yang terakhir itu...
"Apa yang harus kita lakukan?."
"Seorang Barats diatas ingin mempersiapkan serangan besar... tetapi jarak antar ketiga raksasa ini begitu renggang..."
"Jadi... kita harus mendekati satu sama lain?."
"Ya..."
"Aku tidak bisa melakukan lebih baik dari sebelumnya... karena aku sudah kehilangan begitu banyak energi.."
Dia mengepakkan sayap besarnya begitu pelan, karena tubuhnya yang sudah terluka berat...
Barats pengontrol elemen juga terlihat begitu kesulitan hanya untuk menyerang raksasa itu...
Dia pun juga sudah hampir melebihi batasnya karena terlihat dia sedikit gemetaran saat memegang gagang pedang katana miliknya...
Setelah begitu banyak serangan yang mereka terima, ketiganya adalah Barats yang sangat kuat hingga masih sanggup berdiri sampai saat ini...
"Saat ini, kita hanya bisa melakukan apa yang kita bisa... setidaknya kita bisa membuat para raksasa ini berkumpul.."
"kalau kau mengatakan seperti itu... tidak ada pilihan lain..."
"Ya, kita harus melakukannya.."
"Ingat, buat mereka berkumpul."
"Ya!."
"Ya!."
*Wuuzzhh!!
Mereka bertiga berpencar untuk pergi memancing Tyrant satu persatu masing masing dari mereka...
...
"Lihat... ada bantuan dari Barats yang lain!."
"Syukurlah mereka masih selamat..."
"..."
*Dum!!
Barats berkekuatan perubahan elang berkepala singa itu terbang seperti lalat yang sedang memancing raksasa itu, dan menghindari setiap serangan raksasa tersebut...
( Rotasi Api!! )
*Buzzhh!!
Dengan aliran elemen api yang mengelilingi tubuhnya, dia menjadi lebih mudah untuk bergerak dan memancing salah satu raksasa tersebut...
*Sring!!
Dia terus menebas setiap daging yang bisa ia serang, dan terus menerus membuat Tyrant itu kesakitan hingga mengejarnya dengan begitu emosi.
Terlihat jika mereka bertiga yang memancing para Tyrant bisa begitu efektif untuk membuat mereka berkumpul.
Tetapi Tyrant bukanlah mahluk liar yang terus terpancing begitu saja... justru mereka lebih mudah menyerang ketiga Barats itu ditengah-tengah mereka...
...
"Sepertinya kita berhasil membuat mereka berkumpul!."
"Terus melakukannya..."
"Tetapi... apa kalian, atau aku saja yang merasakan keanehan?."
"..."
Mereka sadar jika mereka berada diatas tanah bukit yang tepat ditengah-tengah kepala raksasa raksasa itu...
"Kita terpojok..."
"Gawat..."
"..."
*Drrrr!!!
"Kenapa mereka justru yang lebih terpancing oleh para Tyrant!."
"Mereka akan terkena serangannya!."
"..."
"Tunggu... dimana ketua??."
"Aku tidak melihatnya sejak tadi..."
...
*Drrrr
"Kalian berdua! cepat naik keatas punggungku!."
"..."
"Tidak ada pilihan lain! cepatlah!."
Saat mereka ingin bergerak... tidak ada waktu lagi yang tersisa dan ketiga Tyrant tersebut langsung menyerang mereka dengan teriakan yang sangat keras hingga bisa merusak sebuah batu besar..
"Grrrooooaaarrr!!!!
*Swuutt!!
*Bum!!!
Raksasa itu menyerang tepat dimana mereka berdiri... tetapi, kedatangan Sir Lythir yang begitu tepat waktu berhasil melindungi mereka dengan tanah yang ia kendalikan.
"Guru?!!."
"Apa kalian baik baik saja?!."
"Kenapa guru berada disini??."
"Sudah jelas bukan... aku sudah mengatakannya... jika tidak ada pasukan milikku yang akan mati.."
"..."
"Tetapi, bagaimana dengan mereka yang berada diatas??."
"Aku percayakan kepada mereka..."
...
Mereka bertiga yang selamat karena dimasukkan kedalam tanah yang mereka pijak sehingga raksasa itu mengira mereka sudah hancur berkeping-keping...
Karena kekuatan mereka yang masih tersisa banyak, mereka menyerang tempat dimana para gadis berada dengan tinju besarnya...
"Mereka menyerang!."
*Tap Tap Tap...
"Serahkan pada kami... jangan biarkan Gadis angin itu membatalkan jurusnya.."
Dari belakang, beberapa pasukan Barats yang terlihat kuat maju kedepan dan berusaha untuk melindungi para junior mereka... karena mereka adalah Senior...
( Wind breeze )
( fire wave )
( Arachne )
Ketiga Barats itu mengeluarkan kekuatan semburan angin yang begitu kuat hingga bisa menahan serangan Tyrant tersebut...
Dan ombak api yang begitu besar menyerang lengan raksasa itu hingga meninggalkan api yang membara diatas lengannya...
Dan sebuah kain yang keluar dari belakang tubuh seorang Barats yang memiliki kekuatan perubahan menjadi mahluk mitologi Arachne, dan dia bisa mengeluarkan kain yang ditenun begitu cepat hingga mengikat dan menahan tangan tangan para Tyrant.
Mereka bertiga berhasil menahan serangan mereka dan Ayumi terus mengumpulkan kekuatannya hingga menunggu waktu yang tepat untuk dia bisa mengeluarkannya...
"Kekuatan yang sangat kuat..."
"Guru! kita juga harus membantu mereka!."
"Itu yang aku inginkan... aku akan mengeluarkan kalian dengan melemparkan kalian kearah Raksasa itu... kalian mengerti?."
"Lemparkan kami kemana saja! maka kami tetap siap untuk bertarung!!."
"Yosh! ayo lakukan!."
*Krak!!
Tanah tersebut terbelah menjadi dua, dan melontarkan ketiga Barats yang berhasil dilindungi.
*Swingg!!
"Lihat! mereka masih selamat!."
"Jadi... ketua menyelamatkan mereka saat serangan sebelumnya..."
"Syukurlah.."
...
"Saatnya serangan terakhir!!!."
*Buzhh!!
"Wuhuu!! hancurkan mereka!."
"Tetap fokus! kalian semua!."
*Dum!!!
*Dum!! Dum!! DUM!!
Dan dari reruntuhan tanah, seorang Barats dengan wujud mahluk Bigfoot dan Barats Rantai keluar dari dalam sana...
"Groaarr!!."
"Aduh... jangan melupakan kami juga disini..."
"Tidak mungkin! mereka masih hidup! hahaha!!."
Mereka semua begitu senang karena mereka berdua masih selamat...
"Kami sudah begitu lama diam dibawah tanah... maka dari itu... serahkan sisanya untuk mengurus raksasa sialan itu pada kami!."
"Semuanya baru saja dimulai..."
*Zreeettt!!!
Suara deretan rantai yang berjalan kearahnya... semua itu tersambung dan terlihat sudah mengelilingi seluruh kaki para Tyrant tersebut...
"Sudah saatnya untuk kalian berkumpul..."
"Swuutt!!!
Dia menarik rantai yang begitu besar dan menjalar panjang kedalam tanah yang dia pijak...
Perlahan kaki kaki raksasa itu bergerak akibat tertarik oleh rantai batu itu...
Dari atas sana mereka merasa jika raksasa itu tertarik dan akhirnya ketiga senior itu melepaskan kekuatannya...
*Sreett!!!
Karena tarikan itu, salah satu Tyrant terjatuh dari tanah hingga membuat yang lainnya kehilangan keseimbangan...
Tetapi kedua Tyrant masih bisa menahannya dan bertahan dari tarikan rantainya...
"Teruskan tarikannya... aku akan mengurus mereka."
"Aku serahkan padamu..."
"Aku sudah tertimbun terlalu lama... dan sekarang saatnya aku mengamuk.."
Barats rantai tersenyum merasa dirinya juga merasakan semangatnya...
*Dum!!
Barats Bigfoot melompat dengan kekuatan monster kearah kepala salah satu dari raksasa itu...
"Ini adalah balasan untuk injakan kaki dari kau!."
( Beast Monster Punch )
*Dum!!!
Hanya dengan sekali pukulan... raksasa tersebut terpelanting dengan kepalanya yang terjatuh diatas tanah...
"Kekuatan yang gila!."
"Haha!!."
"Kita juga harus membantu mereka!."
Ketiga Barats yang berada diatas langit, langsung menjatuhkan diri mereka menuju ketiga Tyrant untuk menyerangnya...
( Cosmic Fire!! )
Burung elang berkepala singa itu melesat seperti sebuah meteor api dan menghantam salah satu dada raksasa itu.
*Dum!!!
*Ceklek
*Wuuzhh!!
Dengan api yang dia tarik dari korek apinya, dan terjun dari atas langit membentuk sebuah kepalan tinju dari apinya..
( Fist of Fire! )
Tinju yang terbentuk dari untaian api darinya, menghantam tubuh salah satu Tyrant...
*Bum!!!
Lalu yang terakhir adalah dia yang menarik Katana miliknya yang bersinar abu abu metalik begitu terang...
( Landslide slash )
*Sring!!!
Tebasan itu membuat salah satu lengan raksasa tersebut terpotong dengan mudahnya...
Kini ketiga Tyrant sudah berkumpul begitu dekat... dan tidak bisa berdiri kembali karena para Barats sudah melumpuhkan pergerakannya...
"Sekarang giliran seranganmu..."
"Ya!."
Ayumi menarik semua elemen angin yang berada disekitarnya... hingga terjadi sebuah badai yang disebabkan aliran angin berubah diatas langit...
"Dengan kekuatan bumi elemen Ventus... Zephyros... Euros... Boreas... Notos... berikanlah kekuatan kalian... dewa angin dari segala kutub..."
( Anemoi )
*Swuuusshhh
Dari empat arah mata angin... sebuah gelombang angin datang begitu kuat menuju para Tyrant, dan berkumpul menjadi satu aliran angin yang meliuk-liuk diatas langit...
Gelombangnya terasa begitu kuat, hingga ketua divisi keenam Sir Lythir begitu tertegun melihat kekuatannya...
Mereka pun merasakan kekuatan yang begitu besar akan datang dari kumpulan aliran angin hijau muda yang berada tepat diatas para Tyrant...
"Bigfoot! elang singa! bawa yang lain untuk mundur dari daerah itu!."
"Baik!!."
Bigfoot melompat lompat dengan cepat menuju seorang Barats yang kini sedang menahan rantai besar yang mengikat kaki para raksasa...
"Kita pergi dari sini..."
"Tapi, jika aku lepaskan rantainya..."
"Apa kau tidak merasakan kekuatan anginnya? para raksasa tidak akan bisa bergerak lagi.."
"..."
"Baiklah.."
Setelah perbincangan singkat, akhirnya dia dibawa pergi menjauh dari sana.
"Hei! cepat naik! Katana! kau juga!."
Setelah Barats elang berkepala singa itu membawa pergi Barats pengontrol elemen, dia meminta si Katana untuk menaiki punggungnya juga...
"Kalian pergi saja! aku masih harus menahan mereka!."
Meskipun para raksasa itu sudah terbaring tak berdaya, tetapi mereka masih bisa menggerakkan tangan mereka untuk lari..
"Tapi serangan besar akan segera datang!."
"Aku akan baik baik saja!! kalian cepat pergi!."
"..."
"Jangan terlalu memaksa... segera pergi jika sudah selesai! kita tidak boleh mati disini!."
"Ya... aku pun tidak ingin mati disini..."
Mereka berdua pun meninggalkanya dibawah, dan pergi meninggalkan tempat itu...
Anginnya mulai terasa lebih kuat dan dia mengangkat Katana tersebut keatas...
"Jangan coba coba untuk melarikan diri..."
Katana itu bercahaya terang dan matanya mulai menunjukkan sebuah warna abu abu bersinar...
Serangan terakhirnya untuk membuat para Tyrant tidak akan bisa bergerak sedikitpun...
( Stone Slashing!! )
*Sring!!
*Dum!!!
Serangan satu garis yang sangat besar tersebut memotong empat lengan dan dua tubuh dari ketiga raksasa itu...
Lalu bersamaan dengan kekuatan angin yang sudah turun kebawah dan menghantam para raksasa itu...
*SWUUSSHHH!!!
*BUMMM!!!!
Pusaran angin dan ****** beliung mulai tercipta, hingga menerbangkan para Tyrant tersebut dan dalam sekejap... tubuh mereka hancur akibat dari gerakan angin yang begitu kuat sampai sampai bentrokan dari keempat arah nata angin tersebut membuat getaran tanah yang begitu hebat...
Serangan alam yang begitu besar dibuat oleh Ayumi dengan kekuatan pengontrol elemen Ventus miliknya...
"Kekuatan yang sangat dahsyat..."
"Tunggu!! Si Katana dan Guru masih berada disana?."
"Apa dia belum kembali?!!."
Kekhawatiran mereka masih berlanjut saat dua orang belum kembali dari dalam badai angin yang gila itu...
"Tenang saja... mereka selamat..."
Ayumi yang masih mengendalikan kekuatan besarnya itu merasakan bahwa Barats Katana dan ketua divisi keenam masih selamat...
Dan benar saja, dari bawah tanah, muncul wajah si Katana dan ketua divisi keenam tepat didepan mereka...
"Kalian selamat!."
"Guru! aku kira kau lupa untuk kembali.."
"Aku sudah bilang... tidak akan ada pasukan milikku yang akan mati."
Beberapa saat kemudian badai angin tersebut menghilang bersamaan dengan tiga raksasa Tyrant tersebut...
Sir Lythir menghampiri Ayumi yang terlihat sedang duduk kelelahan karena menghabiskan begitu banyak energi...
"Kerja bagus... kau memiliki kekuatan elemen yang sangat kuat.."
Dengan nafasnya yang masih terengah-engah, Ayumi tersenyum lega akibat semuanya yang sudah berakhir...
"Terima kasih..."
"..."
"Guru... kami berlima pun juga sudah berusaha.."
Mereka berlima yang sudah terbaring kelelahan dengan banyak luka pada sekujur tubuhnya memasang wajah datar saat melihat sikap guru atau ketua mereka...
"Kalian juga sangat hebat... bahkan aku terkejut dengan perjuangan kalian yang begitu kuat.."
Mereka berlima tercengang karena baru kali ini mereka melihat Sir Lythir memuji kekuatan mereka...
"Ini keajaiban.."
"Aku sedang bermimpi..."
"Aku tidak akan melupakannya.."
"Hahaha.."
"..."
"Pokoknya kalian semua yang terbaik!! aku semakin mencintai kalian!! para ga-."
*Ponk!!