
"Apa... itu..."
Dia menggerakkan besi besi itu seperti sebuah robot, tangannya yang lebih besar memiliki mesin yang terus berputar dengan daya apinya...
Kumpulan besi itu memiliki berat beratus ratus ton, dan nyatanya ketua divisi kedua bisa menerbangkannya dengan begitu mudah...
Hingga dia dijuluki sebagai The Machine Running...
"Aku lupa mengatakannya... sebelumnya aku hanya bertarung seadanya... dan sekarang adalah tampilan bertempur milikku yang biasa... tidak terlalu kuat... tapi aku lihat kau sudah menggunakan Awakening milikmu daritadi? jadi itu batasan kekuatanmu?.'
Iblis kematian itu terpancing oleh kata katanya, dan mulai menyerangnya dengan brutal.
"Jangan terlalu sombong!!."
Dari tanah keluar puluhan tentakel dan dia menyebarkan banyak monster parasit kearahnya.
"Mengeluarkan serangga kecil didepan mesinku... jangan berharap itu bisa menyentuh sepotong besi pun..."
( Element Control : Flame Burst )
*Wwuzzzhhhhh
Dari tangan besarnya itu mengeluarkan semburan api yang sangat panas, hingga tentakel dan serangga itu hangus terbakar seketika...
"Tidak mungkin!."
"Hanya itu?." Didalam mesin itu dia hanya berbaring santai sambil melihatnya kewalahan dengan mesinnya...
"Aku belum selesai!."
( Devil's Skill : Parasite Aura )
Diseluruh tubuhnya penuh dengan asap yang semakin lama semakin banyak.
"Ingin mengganggu pikiranku kembali? jangan harap..."
Reiido pun mempersiapkan mesinnya untuk menahan serangan Morbus.
( Control Element : Flame Burst Turbine )
Kedua tangan mesin itu tergabung dan menjadi sebuah baling baling turbin besar.
Morbus menembakkan kumpulan asap itu kearahnya, saking mematikannya, apapun yang mengenai asap itu akan langsung membusuk hingga mengering menjadi butiran sampah.
Reiido mulai memutarkan baling baling tersebut, dan dari tengah turbin itu muncul bara api yang langsung menyelimuti baling baling tersebut.
*Wuzzhhh!
*Ssshhhhh!!
Bentrokan antara aura yang sangat kuat dan mesin api yang begitu kuat.... bentrokan itu sangatlah kuat hingga merubah siklus angin diatas awan...
Hingga badai pun datang semakin cepat juga semakin besar...
"Aku akan menghancurkanmu dan juga para bawahanmu hingga tidak ada bagian tubuh yang tersisa!."
"Aku tidak akan pernah membiarkan kau melakukan itu..."
"Kau tidak akan bisa melindungi mereka... hanya dengan kekuatan seperti ini!."
Aura itu semakin kuat hingga mesin miliknya perlahan mundur...
Reiido yang menyadarinya mulai memperkuat kontrol apinya agar semakin kuat.
Suara mesinnya semakin kuat hingga seluruh besi itu bergetar...
"Aku tidak mengatakan akan melindungi mereka dengan kekuatanku... karena mereka bukanlah bawahanku... mereka adalah penerus kekuatanku dan akan menjadi lebih kuat dariku..."
"Kau hanya memanfaatkan mereka untuk menjadi pijakan sebagai langkahmu agar menjadi lebih kuat..."
"Kau lebih pandai berbicara daripada bertarung huh? ( Gawat... jika seperti ini terus, mesin ini akan rusak akibat panasnya api.. )."
Besi baja itu memiliki banyak mesin didalamnya yang berguna untuk mengendalikan besi besi itu dari dalam... tetapi karena dorongan energinya adalah api, maka mesin itu juga mempunyai batas jika tingkat panas nya sudah mencapai batas tertinggi...
Dan jika mesin itu terus dipakai dengan kekuatan yang terlalu menghabiskan energi api, maka semakin cepat juga mesin itu panas...
Dan agar hal itu tidak terjadi, Reiido memutuskan untuk mundur dari bentrokan ini untuk menjaga mesin tetap dalam kondisi normalnya.
*Wusshhh
Baling baling itu diarahkan keatas langit untuk menangkis aura ungu itu dan dia langsung segera mundur dari sana.
Jelas hal itu membuat Morbus keheranan... dan berpikir ada sesuatu yang membuatnya mundur...
"Menyedihkan sekali..."
"Oi oi... bertarung seperti itu juga akan terasa membosankan..."
"Dari awal memang sudah membosankan... aku belum merasakan bagaimana rasanya mempunyai budak seorang Barats.."
Sambil menyeringai dia menjilat bibirnya dengan lidahnya yang sedikit panjang.
"Kau tidak akan pernah bisa merasakannya, karena mereka semua sangat kuat..."
"Dengan omongan yang keluar dari mulutmu, hanya sebuah kata kata kosong biasa..."
"Benarkah? siapa yang tahu..."
*Dum!!
Reiido melepas kedua tangannya yang sebelumnya menjadi sebuah baling baling, dan langsung mengeluarkan serangan kearahnya.
Tetapi tinju itu berhasil dihindari meskipun sangat besar.
*Dum!! Dum!! Dum!!
Saat dia ingin menusuk besi itu dengan tangannya yang bisa menyerupai sebuah jarum, Reiido masih sempat menggerakkan tangannya dan besi baja itu tertembus oleh serangannya.
Dan Reiido menyerangnya dengan tangan satunya, tetapi dia melompat mundur kebelakang.
"Ouw... hampir saja... yang tadi itu cukup menyeramkan."
"Tidak ada yang tidak bisa tanganku tembus... karena itu adalah racun parasit..."
"Jangan jangan!."
Tangan kiri robot itu yang tadi menerima serangannya... lubang itu keluar sebuah tentakel yang langsung melilit tangan kirinya.
"Tubuhku penuh dengan banyak Parasit... dan sedikit pun mengenai jarum ini, maka parasit itu sudah tertanam disana.."
Reiido tidak bisa menggerakkan lengan kiri besi itu, karena tangannya seperti dikendalikan oleh tentakel itu.
"Sial... tidak bisa digerakkan..."
Saat Reiido masih sibuk melepaskan tentakel itu, Morbus tidak akan diam dan menyerangnya kembali dengan tangannya.
"Sebelah sini!."
"...!."
Dia berhasil menusuk lengan kanannya dan tentakel itu kembali muncul dari sana.
"Gawat..."
"Untuk yang terakhir... aku akan memberikanmu kekuatan yang telah kau tahan sebelumnya.
( Devil's Skill : Parasite Aura! )
Aura ungu yang kembali keluar dari dalam tubuhnya, dan membentuk sebuah bola yang sangat besar hingga setengah ukuran dari robot baja itu.
"( Sial, aku tidak bisa menggerakkan kedua tangan mesin ini sama sekali, tentakel itu memang sangat menyebalkan! sekarang apa yang harus aku lakukan..? )"
Terlihat tentakel tentakel itu menahan dinamo mesin yang dijalankan oleh apinya, sehingga dia tidak bisa menggerakkan... kecuali satu cara itu...
"Terimalah dan membusuk bersama besi besi rongsokan itu!!."
*Sshhhhhh!!!
Aura ungu yang berbentuk bola itu diluncurkan tepat didepan wajahnya...
Reiido yang tidak ada pilihan lain untuk melakukan satu satunya cara yang bisa menahan dan mungkin bisa mengalahkannya.
"Matilah!!."
"..."
( Control Element : Overheat! )
*Dum!! Dum!! Dum!! Dum!! Dum!! Dum!! Dum!!
Suara mesin yang begitu keras hingga menggelegar, dan apinya yang begitu membara hingga menembus besi baja itu...
Parasit parasit yang menahan mesin lengan besi itu terbakar habis hingga tak tersisa akarnya.
Kini seluruh besi itu dilapisi api merah yang dihasilkan oleh mesin itu...
Sementara bola aura itu masih menuju kearahnya, dia langsung mengangkat kedua lengannya... dan terkumpul bara api ditengahnya.
( Element Control : Spiral Bursting Fire! )
*WUUZZZZZZ!!!!!
".!!!."
Iblis itu seketika terkejut hingga tubuhnya mematung..
Api spiral yang dikeluarkannya langsung menembus aura ungu itu dan menghancurkannya... dan berlanjut kearah iblis itu...
Serangan berkekuatan besar yang hanya bisa dilakukan sekali, karena akan langsung merusak mesin hingga hancur...
Dan ini adalah serangan yang akan langsung membunuhnya...
Bara api yang sangat panas berbentuk spiral melesat menembus bola aura yang hancur...
"T-Tidak!! tidak mungkin!!."
( Devil's Skill : Joker )
*Swing!!
Seketika api itu menghilang dari depan matanya.
Reiido Koton sang Machine Running, seketika terdiam melihat jurus api terkuat miliknya hilang begitu saja.
"Apa itu..."
...
*DUARRR!!!!
Dan beberapa saat kemudian besi besi itu meledak hingga hancur berkeping-keping karena api yang tadinya menyerang iblis kematian Morbus, ternyata berada didalam tubuh besi yang besar itu...
"Sepertinya kau tidak pernah belajar dari kesalahan... Morbus..."
"Jangan jangan! kenapa kau ada disini... BlackJack!"