PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 61



Negeri Alabama...


Sebuah tempat yang berada ditengah gurun pasir dengan sebuah kerajaan yang kini dipimpin oleh seorang raja yang bernama raja Saud...


Di era kepemimpinannya, segala hal berubah begitu cepat seperti membalikkan sebuah telapak tangan... dan rakyat negeri yang sudah begitu hancur kini hanya bisa bertahan hidup dengan berbuat kejahatan dibawah kegelapan...


Meskipun begitu, pusat kota yang paling dekat dengan kerajaan terasa begitu damai, hanya ada penjual yang menjual barang jualannya, ataupun orang-orang yang berjalan kesana kemari dan bersenang-senang...


Memang terlihat seperti kota yang hidup, tetapi tidak dengan kota-kota yang berada pada daerah pinggiran... semua kejahatan hanya seperti sebuah pekerjaan yang normal untuk mereka... menjual budak, memperjualbelikan barang barang gelap, pembunuhan, penculikan anak, hingga masih banyak lagi yang bisa mereka lakukan hanya demi kehidupan mereka..


Aku dan Hyugo yang sedang berkeliling pusat kota dimalam hari, yang suasananya tidak pernah berubah meskipun waktu terus berputar..


"Tidak aku duga, malam hari pun kota ini terlihat sangat ramai..."


"Karena hanya disinilah mereka bisa membeli kebutuhan mereka... dan pasar-pasar seperti ini biasanya hanya akan tutup menjelang tengah malam."


"Mereka sangat sibuk sekali.."


"Mereka akan melakukan apapun demi memperjuangkan hidup mereka... disini, mungkin kau tidak bisa menemukan keuntungan sedikitpun yang mereka dapatkan.."


"Maksudnya?."


"Lihat... didepan sana."


Hyugo menunjukkan sebuah ruko yang diisikan oleh tentara kerajaan yang sedang mengangkut beberapa barang jualannya kedalam kereta dengan paksa.


"Setiap minggunya pasti ada saja pasukan kerajaan yang mengambil hak mereka hanya untuk kepentingan penguasa."


"Padahal mereka sudah berusaha keras untuk bekerja... tapi mengapa.."


"Seperti itulah dunia bekerja disini... kita sebagai orang yang berada dibawah kasta tertinggi... hanya bisa melihat para pemimpin yang bersenang-senang... sedangkan rakyatnya menderita akibat perlakuan mereka.."


"Tunggu... kenapa buah-buah disini menghilang??!!."


Tentara kerajaan yang sebelumnya kita lihat sedang kehilangan beberapa karung yang berisi buah-buahan.


"Dicuri??."


"Huhh... sepertinya kau masih belum berhenti untuk mencuri makanan... Shell."


"Geek!!."


"Eh? aku tidak bisa melihat gerakannya?!."


Aku terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang memakai kain jubah dengan membawa sebuah karung yang cukup besar berjalan melewati kita.. tetapi Hyugo bisa menyadari keberadaannya.


"Y-Yah... bagaimana kabarmu Hyugo, sepertinya kamu terlihat sehat dan segar.."


"Hyugo, kau mengenal pencuri ini??."


"Aku bisa menjelaskannya nanti."


"Siapa orang ini?."


"Dia orang yang datang dari luar negeri..."


"Hm... tampangnya lumayan."


"Ha? Hyugo, bagaimana kau bisa bersikap tenang saat dia sedang berbuat jahat!."


"J-Jahat?! siapa yang kamu bilang jahat?!."


"Siapa... jelas kau yang sudah mencuri makanan dari toko itu."


"Sepertinya kamu belum tahu apa apa... yah, namanya juga dari luar."


"Apa maksudmu?."


"Tenanglah, sebaiknya kita mencari tempat yang sepi sebelum para tentara itu melihat dia."


"Hem!!."


Dia pun pergi dan diikuti oleh kita berdua kedalam sebuah jalan kecil yang sedikit gelap karena tidak ada lampu-lampu yang menerangi tempat itu...


Tetapi kita berjalan cukup jauh dari pasar itu, dan semakin dalam kita berjalan, tempatnya semakin gelap.


"Hyugo... sebenarnya kita ingin kemana?."


"Nanti kau akan tahu, kenapa orang ini melakukan hal itu."


"..."


Aku masih tidak begitu mengerti, namun tidak lama aku melihat sebuah cahaya redup diujung jalan, dan begitu sampai, aku langsung terdiam saat melihat banyak sekali anak-anak kecil yang sedang berkumpul disini..


Tempat yang begitu jauh dari pemukiman, bahkan tempat ini tidak terlihat pantas untuk mereka tinggali.


"Kakak!!."


Semua anak kecil itu berlarian menuju kearah orang itu dengan wajah yang sangat gembira.


"Maaf, apa kalian menunggu lama??."


"Tidak kok! kami tetap akan menunggu kakak berapa lama pun itu."


"Duh... jangan memaksa diri kalian seperti itu... nih, kakak membawa cukup banyak kali ini."


"Waahh!! terima kasih kakak!."


Orang itu memberikan karung yang berisi makanan kepada mereka, dan mereka pun menerima karung itu dengan sangat senang.


"..."


"Dan juga makanan itu... sudah bukan lagi dimiliki oleh penjual yang berada di toko tadi... karena semuanya hanya menjadi makanan untuk raja."


Aku semakin mempertanyakan kondisi negeri ini yang sudah begitu jatuh... setiap orang yang sedang memperjuangkan hidup mereka, tidak akan bisa melakukan apapun jika itu sudah menjadi batas mereka...


Anak-anak itu memakan makanan yang sekiranya hanya buah-buahan dan sayur-sayuran, tetapi mereka terlihat begitu senang memakannya..


"Jadi... kamu sudah mengetahuinya bukan?."


Orang itu datang kearahku dan mempertanyakan soal pandanganku kembali kepadanya.


"Maaf... aku tidak mengira tujuanmu seperti itu."


Aku merasa sedikit bersalah karena telah menganggapnya sebagai orang jahat, padahal tujuannya untuk membagikan makanan itu kepada para anak-anak yang kelaparan...


"Jika kamu sudah mengerti, itu sudah cukup."


"Oh iya, dia adalah temanku dari kecil, namanya Shell."


"O-Oh... ya... aku Kaito."


"Kaito ya... kamu memang terlihat sedikit menarik sebagai orang asing."


Dia membuka jubah yang menutup bagian kepalanya dan aku sedikit terkejut karena dia adalah seorang gadis cantik dengan rambut yang diikat dengan warna coklat kehitaman...


Lalu dia membuka ikatan yang berada pada rambut coklatnya dan seketika di menunjukkan rambut panjangnya yang bergelombang.


"K-Kau seorang perempuan??."


"Um..."


"Aku tidak bisa menyangka."


"Wajar kau bersikap seperti itu setelah mengetahui kalau dia adalah seorang perempuan..."


"Meskipun aku perempuan, aku ini bisa diandalkan dalam berbagai hal... tidak seperti orang ini."


"A-Apa maksudmu?!."


"Memang benar, padahal kamu ini adalah seorang pange- hmphh!."


Tiba-tiba Hyugo menutup mulut Shell yang ingin mengatakan sesuatu.


Aku pun sedikit kebingungan dengan apa yang dia lakukan.


"M-Maksudnya mungkin seorang pria! benar kan Shell?."


"Eh? y-ya... seperti itu."


"Kalau begitu... baiklah."


Saat kita sedang mengobrol bertiga, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menarik-narik bajuku pelan.


"Hm?."


"Kakak, mau ini?."


Dia memberikanku sebuah apel yang begitu merah, dan dengan senyumnya dia bisa memberikan sebuah makanan kepada orang lain..


Aku pun merasa sedikit tidak enak karena diberikan olehnya, karena bagaimanapun mereka yang lebih membutuhkan makanan ini.


Aku pun berbalik melihat kearah Hyugo dan Shell, tetapi mereka hanya tersenyum melihatku.


"..."


"Terima saja.."


"T-Tapi..."


"Jangan membuang perasaan anak kecil..."


"..."


Karena aku yang tidak ingin membuatnya sedih, aku pun menerima buah apel yang dia berikan kepadaku.


"Terima kasih banyak."


"Um!."


Dia terlihat begitu senang, lalu kembali dengan yang lainnya.


Aku pun memakan apel itu, dan rasanya begitu manis hingga aku sedikit terkejut.


"Manis sekali!."


"Benar kan, mataku tidak akan salah jika tentang mencari makanan enak."


"Tepatnya mencuri."


"I-Itu sama saja!."


"Hahaha!."


Malam itu pun menjadi sebuah pandangan baruku tentang apa yang berada didalam negeri gurun pasir ini...