PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 59



"Dia memukul tuan besar!!."


"Tidak mungkin, siapa dia?!."


"Dia sudah tidak memiliki kesempatan untuk hidup!."


"Tamatlah dia..."


*Brak!!


"Berani... beraninya... kau..."


"Gadis kecil, kau baik-baik saja?."


"K-Kakak! lari! pergi dari sini secepatnya!."


"Ha?."


( Togean )


*Bum!!!


"Tidakk!! dia sudah mengamuk!!."


Dari arah depan kami, sesuatu yang kuat datang dengan sebuah kehancuran yang dia ciptakan.


"Kaito! kita pergi dari sini!."


"Ya! gadis kecil, sementara kau ikut dengan kami... mengerti?."


"Um!."


Aku pun menggendong gadis kecil itu dibelakang punggung dan segera berlari bersama mereka.


Tetapi sepertinya kita sudah terlambat untuk berlari dari sebuah jalan kecil yang hanya memiliki satu jalur... karena yang mengejar kita adalah..


*Duar!!


Seekor Babirusa yang begitu besar dengan sebuah gigi taring yang begitu panjang hingga melengkung keatas, dia berlari kearah kita bertiga dengan sebuah serangan dari hantamannya.


"Besar sekali!."


"Ayumi! gunakan kekuatan milikmu!."


"Baiklah!."


( Lonjakan Angin!! )


*Swuusshhh!!


"Waaaa!!."


Kita berempat terpental keatas udara karena kekuatan dari Ayumi, dan mendarat tepat diatas atap perumahan..


"Pegangan yang erat!."


"..."


Kami bertiga langsung berlari kearah pusat kota tetapi tidak semudah itu bagi kita untuk lari.


*Dum!!


Tiba tiba atap pijakan kaki kita langsung hancur karena Babirusa itu menghantam segala hal dengan sangat liar.


"Dia menghancurkan tempat ini dengan sangat cepat!."


"Ayumi... apa kau bisa membawa gadis kecil ini pergi?."


"Bisa, tetapi apa yang ingin kau lakukan?."


"Aku akan menghentikan pergerakannya, agar kita bisa pergi."


"Baiklah, aku akan menjaganya."


"Tolong."


"Kakak..."


"Jangan takut, aku akan segera kembali jika kalian sudah berada ditempat yang aman.."


Aku pun memberikan gadis kecil itu kepada Ayumi.


"Akemi, jaga mereka hingga berada ditempat yang aman.."


"Kau juga, hati hati... ingat, kita disini adalah seorang buronan."


"Aku mengerti.."


"..."


Lalu mereka berdua pergi terlebih dahulu sambil membawa lari gadis kecil itu.


Aku menarik pedangku dan langsung menghancurkan atap rumah yang berada dibawahku.


*Dum!!


Bersamaan dengan dia yang sudah sampai tepat didepanku.


"..."


"Sepertinya kau mengamuk cukup gila... sama seperti seekor babi!."


"Sialan! aku akan menghancurkanmu!!."


Dia langsung berlari dengan empat kaki besarnya kearahku sambil menyodorkan taring melengkung miliknya tersebut.


Aku langsung menerima serangannya dengan menggunakan pedangku, tetapi kekuatannya yang sangat kuat bukan hanya dari bentuknya saja.


*Dum!!


Tubuhku langsung terpental begitu jauh hingga menembus beberapa dinding bangunan yang terbuat dari tanah pasir itu.


Hantamannya yang begitu kuat, hampir tidak bisa aku tahan menggunakan pedangku.


"Uhuk!


Aku yang masih terkapar akibat hantamannya yang tidak biasa, dan tubuhku merasakan sakit luar dalam.


"Apa apaan kekuatannya itu! bahkan pedang Yansei-ku tidak bisa menahannya?! sial!."


*Dum!!


Dia kembali datang kearahku setelah menghancurkan beberapa bangunan.


"Sial!."


Aku berdiri dan mencoba untuk menahan serangannya sekali lagi.


"Lari!! selamatkan diri!!."


"Kota ini sudah hancur!!."


"Kau sudah tidak bisa lari!."


"Memangnya aku ingin lari?."


Saat serangannya yang membuatku terpental, aku pun tidak sadar akan sesuatu pada diriku.


"Kau... buronan yang sedang dicari-cari.."


"Eh?."


Aku meraba wajahku yang ternyata kain yang menutupi wajahku hilang entah kemana.


"Kebetulan sekali... jika aku menangkap dirimu, aku bisa mendapatkan banyak hadiah uang dan emas yang bisa aku dapatkan dari kerajaan!."


"Sudah terlanjur... kau tidak akan bisa menangkap diriku.."


"Kalau begitu, aku akan membuatmu hancur terlebih dahulu!!."


"Siapa takut!!."


Kami berdua berlari saling mendekat dengan sebuah serangan...


*Cling!!!


Aku menahan taringnya yang begitu kuat dan akhirnya aku bisa menahan hantamannya yang kuat itu.


"Sekarang, aku bisa menahan serudukan darimu!."


"Jangan sombong!."


*Dum!!


Dia mengangkat kepalanya keatas hingga membuat terlempar keatas udara.


"Ugh!."


"Jangan bermain-main denganku!."


Dia melompat dari bebatuan yang ada disekelilingnya dan menyeruduk tubuhku yang masih berada diatas udara hingga terhantam kebawah tanah.


"Guhk!!."


"( Aku tidak bisa melancarkan seranganku jika terus dihantam olehnya!..)"


"Hm!! kekuatan seperti itu tidak akan bisa mengalahkanku!!."


Dia yang masih berada diatas udara langsung menjatuhkan dirinya kearahku..


"Gawat!."


*Dum!!!


Aku berhasil menghindar dari serangannya dan saat seperti ini adalah kesempatan yang harus aku gunakan.


"Sekarang!."


( Tehnik Pedang : Razor Slash!! )


"..!."


Dia sempat menyadari seranganku dan mencoba menghindari, tetapi salah satu taring panjangnya langsung terpotong seketika saat terkena seranganku.


"Tch!! tidak kena ya?."


"Kurang ajar!! aku akan menghancurkanmu!!."


( Fang Strike!! )


"Serangan hantaman lagi!?."


Dalam sekejap, langkahnya begitu cepat dan seketika langsung berada tepat didepanku dengan taringnya yang bersinar terang.


"Sial!."


"Rasakan ini!!."


*Dum!!!


Aku menahan sekuat tenaga dengan pedangku, tetapi hantaman yang begitu kuat hingga aku terpelanting jauh hingga menghancurkan beberapa bangunan.


Suara para warga yang ketakutan masih terdengar didalam kota ini, dan begitu juga kehancuran yang kini sudah tidak bisa dilihat sebagai sebuah kota.


"Uhuk!! sial! badannya yang besar itu bisa menghasilkan kekuatan yang tidak kalah besar dengan tubuhnya!."


"Hei, kau!."


"Ha?."


Disaat aku yang sedang berusaha untuk berdiri dari reruntuhan itu, terdapat seorang laki-laki yang memanggilku dari balik dinding yang sudah hancur.


"Kau... Kaito bukan?."


"Bagaimana kau bisa mengetahui namaku??."


"Jadi kau benar-benar Kaito? temanmu sedang menunggumu di kota seberang! aku akan mengantarmu!."


"Tapi..."


"Kau tidak akan bisa mengalahkannya sekarang, dia adalah seorang pengguna elemen dengan memakan sebuah pil penguat."


"Pil penguat?."


"Aku akan menjelaskannya saat dalam perjalanan, untuk sekarang kita harus pergi dari sini!."


"..."


Tanpa berpikir panjang aku langsung berlari mengikutinya dan meninggalkan orang itu disini.


"..."


Dia yang masih menungguku untuk keluar, tetapi beberapa menit sudah berlalu dan dia sadar jika aku sudah pergi dan melarikan diri dari sana.


"Sial!! kemana kau!!."


......................


"Setidaknya, kau harus memakai ini terlebih dahulu.."


Dia memberikanku sebuah kain yang bisa menutupi wajahku kembali.


"Woah, terima kasih!."


"Tidak, seharusnya aku yang berterimakasih pada kalian."


"Memangnya kenapa?."


"Gadis kecil yang kalian selamatkan itu... dia adalah adik kandungku, dan beberapa waktu lalu dia tertangkap oleh beberapa bandit gurun hingga menjadikannya seorang budak.."


Dengan emosi yang begitu mendalam, dia masih bisa mengatakan hal itu padaku.


"Kau datang dari luar?."


"Ya.."


"Kalau begitu aku akan memberitahukan kepadamu... isi dari dalam negeri ini.."


"Kau bilang... teman temanku sudah berada ditempat yang aman bukan?."


"Ya! didalam pusat kota."


"Tetapi bukannya sama saja dengan kota sebelumnya?."


"Tidak... itu adalah kota pinggiran yang memang sebagian diisi oleh banyak bandit dan perampok... pusat kota terbilang lebih hidup dari kota lainnya, dan juga kota ini dibawah perlindungan dari sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang begitu kuat."


".."


"Kau akan melihatnya sendiri..."


Saat dia membuka sebuah tirai yang menutupi pandangan, aku pun melewati pintu tersebut dan mataku langsung terbuka begitu lebar saat melihat sebuah kota yang begitu ramai dan terlihat lebih hidup.


"Meskipun terlambat, tetapi selamat datang didalam pusat kota... Negeri Alabama!."