PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 71



"Aduh duh duh... sakit sekali."


"Oh tidak, bemper depan mobilku rusak!."


"Hei pria besar, apa kau tidak melihat apa yang ada di depanmu?!."


"Maaf bocah, tapi aku sudah memperingatkan minggir kepadamu."


"Mana aku tahu kalau benda besi rongsokan milikmu itu berjalan lurus kearah...ku." aku langsung terdiam setelah melihat langsung dirinya saat berhadapan.


"Ini bukan rongsokan, tapi mahakarya milikku."


"Ada apa dengan tubuhmu?."


Aku tidak memperhatikan bicaranya justru aku tertarik dengan apa yang saat ini ia kenakan, seperti setengah tubuhnya dilapisi oleh besi.


"Oh ini? matamu bisa melihat hal yang bagus juga! ini adalah tubuhku yang terbuat dari mesin!." entah kenapa dirinya juga langsung berubah dan bersemangat untuk memberitahukan dirinya kepadaku.


"Uwah!! keren sekali! apa dalamnya juga dari mesin? apa kau adalah sebuah robot??."


"Hmm, tidak sepenuhnya... hanya setengah tubuhku saja."


"Bagaimana kau bisa mendapatkan tubuh itu?."


"Ada banyak hal yang terjadi, yang pastinya saat ini aku adalah Mega super manusia setengah robot!."


"Berarti... kau bisa dikatakan sebuah... umm, apa namanya? cy... cybark?."


"Cyborg! apa kau sengaja meleset?!."


"Ah ya itu maksudku."


"Tunggu, kenapa sekarang kita jadi kelihatan akrab seperti ini?."


"Aku juga tidak tahu, mungkin karena kau menabrak kepalaku dengan rongsokan berjalan milikmu itu."


"Aku katakan sekali lagi, kalau ini bukanlah sebuah rongsokan, dia adalah Jeep."


"Jeep?."


"Hanya sebuah nama yang aku buat untuknya, dia sangat berguna untukku berpergian kesana kemari dengan menjalankan sebuah mesin beroda empat dan juga bisa menghadapi beberapa Monster liar diluar sini, meskipun pertahanannya masih belum terlalu kuat."


"Berarti, apa ini bisa berjalan?." aku menendang-nendang benda besar itu karena rasa penasaran.


"Hoi!! jangan menendang Jeep milikku!."


"Oh maaf... aku hanya ingin mengecek kekuatannya saja."


"Huh, sebenarnya siapa dirimu ini?."


"Aku adalah seorang pasu- maksudku seorang pengembara!."


"Kau menggunakan pedang itu?."


"Ya, apa ada yang salah?."


"Tidak, hanya saja... apa kau memiliki kekuatan bumi elemen?."


"Tidak."


"Kau pasti bercanda."


"Aku benar-benar tidak mempunyai kekuatan elemen apapun."


"Ahh baiklah, kalau begitu kau ingin kemana? keluyuran di sini dan menabrak Jeep milikku."


"Jeep milikmu yang menabrakkan kepadaku!."


"Pokoknya, aku harus memperbaiki bemper depannya terlebih dahulu."


"Jangan sengaja menghiraukan perkataanku! huh dasar, untung saja inti energinya baik baik sa-."


Aku mengecek tas kantung kecilku dan merogoh dalamnya, namun aku tidak menemukan inti energi kosong yang harus aku bawa ke negeri Euditoria tersebut.


"Eh?."


Aku mencoba melihat isinya langsung, namun sama sekali tidak ada, lalu aku langsung mencari benda tersebut di sekitar sini.


"Dimana benda itu, dimana benda itu, dimana benda itu, dimana benda itu!??"


"Kau berisik sekali, aku sedang sibuk jangan ganggu."


"Ini juga salah kau! mungkin saja tadi terlempar saat kau menabrakkan diriku dengan mesin berjalan beroda empat milikmu itu!."


"Aku mana tahu soal benda milikmu yang hilang itu! lagipula aku sudah meneriaki minggir dari sana kepadamu."


"Arrghhh tidak bisa!! ini seperti hancur semuanya!."


Aku yang sudah setengah pasrah ketika mencari inti energi tersebut pun merasa akan mendapatkan hal yang sangat buruk ketika aku menggagalkan misi ini.


*Swuusshh!!


Tiba tiba sebuah bola api melesat melewati atas kepala kita menuju ke suatu tempat.


Bola api yang sangat besar bahkan aku bisa merasakan panasnya sekilas.


"Apa itu?!."


"Besar sekali, bola api itu menuju ke negeri Euditoria!."


"Apa kau bilang?."


"Bola api itu menuju ke Euditoria."


Aku langsung berlari mengikuti arah bola api tersebut melesat dan meninggalkan pria setengah robot itu disana sendirian.


"Oi! kau mau kemana?!."


"Maaf, aku harus pergi."


"Tunggu dulu! kita bisa pergi dengan Jeep milikku bersama... huh, terserah dia saja... lebih baik aku kembali memperbaiki mesinnya- hm?"


Saat dia masuk kedalam benda tersebut, tiba tiba dia menemukan sebuah hal yang sudah tidak asing bagi dirinya.


"Ini bukannya inti energi? tunggu... bukannya ini benda yang dia cari tadi?!."


......................


"Serangan datang!."


"Aktifkan pelindung energi!."


*Jeeezzz!


Are biru yang menyelimuti negeri Euditoria menjadi sebuah lapisan pelindung yang bisa bertahan dari kekuatan elemen apapun.


*Bumm!!


Bola api yang sangat besar tersebut langsung meledak ketika menghantam lapisan pelindungnya.


"Apakah berhasil?."


*Dum!!


*Dum!!


"Apa ini?!."


Tiba tiba datang sebuah gempa yang cukup hebat menggetarkan tanah negeri Euditoria.


"Musuh terlihat diluar pelindung!."


Monster besar berbentuk seperti hewan purba dan memiliki sebuah duduk tajam di punggungnya, dan berdiri seperti seekor T-rex..


Monster tersebut membuka mulutnya yang timbul aura berwarna biru tua dan memuntahkannya seperti sebuah laser raksasa menghantam lapisan pelindung negeri.


"Kekuatannya sangat besar!."


"Bisa bisa lapisan pelindungnya hancur!."


"Kerahkan beberapa pasukan Mega robot untuk menghentikan serangannya!."


*Jeesss!


Gerbang besi yang sangat besar terbuka dan mengeluarkan beberapa robot besar walaupun hanya sebesar kaki monster tersebut.


Mereka menembakkan puluhan rudal ke seluruh tubuh monster itu, namun kulitnya yang sangat keras membuat serangan mereka tidak mempan pada monster tersebut.


Dan serangan balasan dilancarkan oleh monster itu hanya dengan mengibaskan ekornya yang berbentuk seperti ekor dinosaurus yang panjang dan besar lalu menyapu semua robot penjaga tersebut sampai terlempar menghantam lapisan pelindung.


*Krek!


Tiba tiba muncul retakan kecil di bagian atas lapisan hingga membuat mereka ketakutan dan panik.


"Lapisan pelindungnya ingin hancur!.'


"Evakuasi warga secepatnya! pergi ke bagian ujung kota sana!."


"Tuan Regard! sampai kapan kita menahan monster gila itu?! dimana orang yang akan melindungi kita dari para monster yang terus berdatangan?."


"Belum ada informasi yang pasti, kita harus tetap terus menahannya."


"Bagaimana bisa?! lapisan pelindungnya-."


*Krak!!


Monster itu menghembuskan nafas energi birunya ke titik yang sama, hingga retakan-retakan tersebut menjadi lebih lebar dan terlihat sudah seperti retakan kaca.


"Kita tidak bis menahannya!! negeri ini akan hancur!."


Mereka terus mengeluarkan tentara robot buatan mereka namun dengan mudahnya monster itu memungut dan melemparkannya kemana mana.


"Dumm!!


Semakin lama monster itu menyerang dengan cepat dan kuat, bahkan getarannya terasa sangat besar.


Mereka mengeluarkan ratusan pesawat drone kecil yang memiliki mode serangan dengan menembakkan energi elemen yang diisi.


Ratusan drone tersebut terus mengikuti monster tersebut , dengan menembakkan laser laser energi elemen..


Namun monster itu mengarahkan mulutnya yang kini sedang menghembuskan sebuah laser besar berwarna biru dan membuat ratusan drone rusak total dan tidak ad ayang bisa menghalanginya kembalikan...


Dia menutup mulutnya yang memunculkan aura biru yang akan segera ia hembuskan yang terakhir kalinya.


*Zeeesss!!


"Tidak bisa!! lapisan akan hancur!! berlindung!."


"Grroaaaargghh!!"


*Tap Tap Tap!!


( Sword Style : Rainfall! )


*Duufffff!!!