PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 30



*DUM!!! DUM!!! DUM!!! DUM!!!


Hentakan kaki dari ribuan monster dan puluhan bawahan iblis kematian yang sudah bersiap untuk menerima tamu yang terhormat.


"Wahai para budak budak milikku yang sangat aku cintai! apa kalian sudah siap untuk memulai pestanya?."


"GRROOAAAARGHHHHHHH!!!!!!"


Mereka sontak berseru untuk menunjukkan semangat kepada ratu mereka.


"Aku sangat bahagia! aku begitu bahagia!!! hingga rasanya aku ingin menjadikan mereka menjadi budak yang aku cintai!."


Kini tempat yang mereka pijak, adalah salah satu dari ketiga tempat itu... dan ini adalah saatnya.


"Pasukan Revolusioner, Octagram... hem~ kemarilah, aku akan memberikan kalian ciuman terpanas milikku... ditempat ini! pegunungan yang begitu curam dan sangat kalian nantikan!!? hahahaha!!."


......................


"Kelompok pertama! tujuan Gua bawah tanah! sudah bergerak!."


"Kelompok kedua, bersama para gadis gadis nan cantik! tujuan pulau tengah danau terbesar, sudah bergerak."


"Kelompok tiga, tujuan pegunungan Moete, ingi- maksudku sudah bergerak."


Tiga kelompok sudah memberikan konfirmasi pada markas pusat Octagram.


"Laporan diterima, kalian semua... mohon untuk menunggu aba aba saat sudah berada didekat sana... saya bisa memastikan keberadaan iblis jika jangkauan kalian dekat dengan tempat tersebut... maka dari itu, berhati-hatilah!."


Maka pertempuran melawan salah satu dari 7 iblis kematian, akan mempertahankan setiap kota yang mereka singgahi, dan demi keamanan dunia dengan tanpa adanya marabahaya... sedia mengorbankan nyawa mereka untuk masa depan anak anak penerus bangsa yang masih hidup dalam era busuknya sang penguasa, merekalah sang pahlawan yang sebenarnya, rela tinggal dibawah pijakan manusia yang mereka lindungi, itulah yang para Barats lakukan, pasukan garis depan yang dimiliki oleh sebuah organisasi yang bernamakan Octagram.


"Hei, Shion... menurutmu apakah iblis itu akan berada disana sambil menunggu kita?."


"J-Jangan berkata seperti itu! justru kita harus berharap agar iblis itu tidak ada di...sana.."


Saat Shion menoleh kearahku, dia tertegun saat melihat wajahku dipenuhi dengan antusias yang begitu tinggi... dia merasa jika sosok lelaki yang berada disampingnya itu memiliki sesuatu yang ia simpan hingga begitu kuat tekadnya meskipun tidak memiliki kekuatan bumi.


Kami semua menaiki sebuah kereta kuda dengan dua kuda bisa menarik satu kereta dengan diisi 20 orang. Kami pergi dengan membawa lebih dari 100 Barats dengan kekuatan yang begitu kuat.


Perjalanan hanya memakan waktu sekitar setengah hari jika tidak ada hambatan disepanjang jalan, dan ketua divisi 2 Reiido Koton yang memimpin kelompok ini mengawasi kita semua dengan terbang diatas langit agar bisa melihat situasi dengan jelas.


.


.


.


Beberapa jam kemudian.


"Kalian! saatnya makan makanan terakhir kalian disini, isi energi kalian untuk bertempur!."


"Kaito, aku mengambilkan roti ini untukmu."


"Terima kasih, tetapi aku tidak begitu lapar, kau boleh memakannya."


"Benarkah? kalau begitu terima kasih."


Saat Shion sedang menikmati kedua roti itu, tiba tiba ia teringat ucapan gurunya saat kemarin ditempat latihan, hingga dia berhenti memakan roti itu.


"Kaito... bagaimana caranya kau bisa sekuat itu? kau begitu kuat hingga bisa menandingi Barats dari divisi pertama... sedangkan aku, tidak ada yang bisa benar benar aku lakukan untuk menjadi lebih kuat."


"Kau tahu... kita tidak selamanya bisa hidup di dunia ini... maka dari itu selagi kita masih bisa hidup, kita harus menikmati dan menghargai waktu yang kita sedang gunakan untuk hal yang paling ingin kita lakukan... tetapi, bagaimana jika mereka yang tidak bisa melakukan hal seperti itu? mereka terpaksa membuang mimpinya, tujuan, tekad, harga diri.. bahkan nyawa sekalipun.. hanya untuk mereka yang menguasai bumi ini, dan seenaknya membuat sebuah aturan yang tidak masuk akal... itu adalah derita yang mereka rasakan selama mereka hidup... namun kita yang masih bisa memegang sebuah impian, kita harus mengemban semua impian mereka dan membawa semua itu bebas diatas langit yang begitu cerah, kita sudah diberikan kekuatan... maka itu adalah takdir kita untuk memakai kekuatan itu untuk menjadi sebuah ujung tombak dari semua masyarakat yang sengsara... itulah yang dia ajarkan kepadaku..."


"..." Shion hanya diam melihat semangat yang ditunjukkan olehku kepadanya.


"Maka dari itu, jadilah lebih kuat... pastinya ada seseorang yang ingin kau lindungi bukan? tapi jika tidak masih ada mereka yang mengharapkan kekuatan kita."


"Kau benar... sekarang aku sadar, jika aku sudah berada disini, aku harus menjadi lebih kuat!."


"Ya!."


*Citt!


Tiba tiba seluruh kereta kuda itu berhenti...


"Ketua, ada apa?."


"Kita sudah didekat daerahnya... jangan ada yang keluar dari formasi kalian."


Ketua divisi 2 kini turun dan memberikan informasi kepada markas pusat dan penerawang.


"Kelompok tiga sudah berada dalam daerah musuh."


"Baiklah, aku sudah mendapatkan sinyalnya! tunggu informasiku!."


"Ok."


"Kalian semua, setelah ini kita tidak tahu apa yang kita hadapi... tetapi harap waspada, kekuatan para monster tingkat tinggi pun tidak setara dengan kekuatan para iblis."


"R-Rasanya semakin lama aku semakin takut saja..."


"( Akhirnya... sebentar lagi aku akan membunuhnya! )"


"Apa kau yakin kau bisa membunuhnya?."


Setelah sekian lama tidak ada suara yang terdengar, disaat-saat seperti ini dia muncul didalam pikiranku.


"( L-Leluhur??!! )"


*Swuutt!


Tiba tiba aku masuk kedalam alam bawah sadar ku dan dihadapan ku sudah ada sosoknya yang sedang melayang layang dengan airnya yang begitu biru.


"Apa kau benar-benar yakin bisa membunuhnya?."


"Apa yang kau katakan! dan juga kemana saja kau selama ini?!."


"Bwahahaha, tenanglah bocah emosian... selama ini aku berada didalam tubuhmu, dan mencoba untuk membaca semua kekuatanmu."


"Eh? m-maksudmu?? apa yang kau lakukan pada tubuhku?!!."


"Huh... aku tidak melakukan yang aneh aneh, hanya ingin memahaminya saja... agar kita bisa lebih mudah untuk memiliki kekuatan yang besar!."


"Kekuatan yang besar?."


"Apa kau berpikir, saat kau membunuh iblis kematian Gork... jurus pedangmu terasa sangat kuat dam berbeda dengan saat kau berlatih atau melawan monster dengan jurus itu."


"Ah iya! benar!."


"Sepertinya saat itu kekuatanku diserap oleh pedang itu... dan kekuatan pedang itu menjadi lebih liar."


"Jadi, seperti itu..."


"Tapi jurus seperti itu sudah tidak berguna untuk melawan yang sekarang... iblis kematian sebenarnya bukanlah iblis mudah yang kau kalahkan waktu itu, mungkin dia baru saja terpilih untuk menjadi yang terkuat, tetapi sayangnya dia sudah mati sebelum bertambah kuat."


"Lalu... bagaimana caranya aku..."


"Aku paham, jika kau menggunakan kekuatan milikku, maka mereka semua akan melihatmu, lalu kau akan ramai dibincangkan."


"Seperti itu.."


"Tetapi sekarang kau sudah bertambah kuat dari saat kita terakhir bertemu bukan?."


"T-Tentu saja!."


"Bwahahah!! maka dari itu tenang saja, seperti yang kukatakan... aku akan mencoba membiarkan pedangmu itu menyerap kekuatanku, maka kau akan menjadi lebih kuat."


"K-Kau tidak membohongiku kan?."


"Buat apa aku menipumu, tetapi kalau kau tidak mau ya sudah."


"Baiklah! aku mau! kalau begitu mohon bantuannya!."


"Bwahaha bagus! sampai jumpa lagi entah dimana!."


Tiba tiba sosoknya menghilang dan begitu juga denganku yang kembali ketempat asalku.


"Kaito! Kaito!."


"E-Eh? ya, ada apa?."


"Aku sudah memanggilmu berkali-kali! guru menyuruh kita untuk turun dan bersiap siap."


"O-Oh, baiklah."


Dan kami pun turun dari kereta itu, kereta kuda itu semua langsung diarahkan untuk mundur dan mencari tempat yang aman, agar kita bisa pulang dengan mudah.


Selama ini rencana sudah sepenuhnya lancar, rencana dari petinggi Octagram memang tidak bisa diremehkan.


.


.


.


"Bos, aku melihat mereka semua sedang bersiaga dibelakang pegunungan bagian utara, apa yang harus kita lakukan?."


"Ehem, sesuai rencana... bunuh satu persatu pasukan mereka, budakku tercinta."


"Baik bos."