
"Lelaki berpedang, bagaimana keadaan disana?."
"Aku juga mempunyai nama! keadaan disana aman, tidak ada yang mencurigakan."
"O-Oh maaf... baiklah, sepertinya kita harus melapor dan kembali berja-."
"KALIAN SEMUA!!! KEMARILAH CEPAT!!."
Mendengar teriakan dari arah barat, aku dan salah satu Barats pun terkejut dan langsung bergegas kesana tanpa memikirkannya.
Saat kami sampai disana, ternyata itu adalah pasukan Barats divisi 1 yang tanding latih denganku kemarin, dan dia sedang panik akibat salah satu Barats yang secara tiba-tiba sudah terkena sebuah parasit.
"Oi, apa yang kau lakukan?! cepat menjauh darinya!."
Ketua yang sudah datang langsung menyingkirkan yang lain agar aman.
"K-Ketua! t-tolong aku! aku tidak mau mati!!."
Dia menangis dan ketakutan karena dibelakang punggungnya sudah terdapat parasit yang kini akan mulai membesar hingga menjadi sebuah monster.
"Ck! darimana datangnya parasit ini!?."
"Dia terkena suntikan... dari monster yang sudah aku bunuh." Anak divisi 1 itu menunjuk sebuah mayat monster yang keadaannya sudah setengah hancur.
"Sepertinya kita sudah ketahuan..."
"Ketua! tolong aku! jangan tinggalkan aku!!! kalian semua!!."
Kami semua terdiam karena kita pun tidak tahu harus melakukan apa.
Tetapi sebagai ketua memang selayaknya untuk bertanggungjawab pada seluruh pasukannya.
"Kalian semua... mohon tinggalkan tempat ini."
Kami semua melihat ketua yang sudah membuat keputusannya, lalu kita semua pergi meninggalkan tempat itu.
"Kalian!! tunggu!! jangan tinggalkan aku!!."
Suaranya yang masih berteriak minta tolong terdengar meskipun dalam kejauhan... dan beberapa detik kemudian teriakannya berhenti dan kini menjadi sunyi.
"Kaito! apa yang terjadi!."
Shion yang baru saja datang langsung menanyaiku karena dia mendengar ada yang berteriak sebelumnya.
"Salah satu Barats terkena parasit... ketua sudah mengurusnya..."
"Tidak... mungkin... bagaimana bisa ada parasit disini..."
Suasana yang masih menegangkan, sebagian orang berkumpul ditempat ini, dan yang lainnya masih berjaga diarah yang belum diperiksa, tiba tiba salah satu Barats berteriak untuk menyelamatkan seorang wanita karena melihat ada monster yang diam diam ingin menyuntiknya.
"Hei kamu!! awas!!."
"Eh?."
Lelaki itu dengan sigap membantu wanita itu, tetapi sialnya, saat dia melindungi wanita itu, dia justru terkena suntikan dari monster itu.
"Tidaakkk!!!."
Kami langsung merespon hal itu dan melesat cepat kearahnya.
Aku menarik pedangku, dan secara bersamaan anak divisi 1 itu juga sudah bergerak kearah monster itu.
( Sword Style : Scythe Slash! )
( Element Control : Gun! )
*Dor!
Peluru senapan yang meluncur tepat diantara matanya dan aku langsung menyerangnya hingga kepalanya langsung terpenggal.
"Hei! kau tidak apa apa?!."
"Mohon lakukan sesuatu! dia sudah menolongku!."
"Cepat... ughuk! cepat bunuh aku!"
Semua orang tidak bisa melakukan itu kepada temannya sendiri, tetapi dia yang meminta sendiri untuk segera mengakhiri hidupnya.
"Kaito Ryoku! gunakan pedangmu dan segera bunuh aku! cepat! sebelum diriku berubah!."
"Kaito..."
Aku tahu jika ini begitu berat, tetapi ini untuk keamanan kami semua, dan ketua pun belum kembali dari mengurus Barats yang satunya... apa yang harus aku lakukan untuk ini.
"..."
"Aku akan melakukannya dengan cepat... kau tidak apa apa?."
"Ya... kuharap seperti itu."
"..."
"Maaf... aku hanya bisa sampai disini..."
"Kau tidak perlu meminta maaf... kau sudah berbuat jauh lebih baik."
"Ahaha... mungkin saja..."
Aku bersiap untuk menusuk tepat kearah jantungnya, dan hanya tinggal mendorongnya saja untuk langsung membunuhnya.
"Kumohon... menangkan pertarungannya."
"Ya! aku pasti akan membunuh iblis sialan itu."
*Sringg!!!
"Tidakk!! tidak tidak!." Wanita itu menangis tersedu-sedu hingga tidak sanggup untuk berdiri.
Kami melihat teman kami yang gugur didalam pertarungan, dan ini adalah yang kedua kalinya.
"Maaf menunggu, apa kalian baik baik sa-."
Ketua yang baru saja datang dan melihat aku yang sedang memegang pedang yang sudah tertancap didalam tubuh seorang Barats.
"Ketua, maaf... aku sudah membunuhnya tanpa menunggu perintah."
"Tidak... hal itu memang sudah seharusnya dilakukan... jangan menyalahkan dirimu, begitu juga dengan kalian... jangan membuat teman kita menderita begitu lama, jika ada salah satu dari kita yang bernasib sama... maka hanya itu satu satunya cara yang bisa dilakukan.."
"Baik!!."
"Ketua... sejak kapan kita berperang dengan terlihat bertamu seperti ini? iblis itu, ada disini bukan.."
Anak divisi 1 yang sudah tidak sabar jika terus menunggu dan melihat satu persatu mati sia sia disini.
"Markas pusat sudah memberikan informasi bahwa... tempat kita adalah tempat dimana iblis itu berada... dan sepertinya mereka sudah mengetahui kedatangan kita... penerawangan melihat lebih dari 100 prajurit monster monster dan iblis bawahan yang sedang menunggu kita..."
"L-Lalu... apa yang harus kita lakukan??!."
"Kita harus memikirkan cara terlebih dahulu."
"Apa yang harus kita lakukan lagi? mereka sudah menyambut kita, maka dari itu kita harus pergi untuk bertamu."
"Jangan berpikir terlalu mudah... kau Barats divisi kesatu bukan? apa kau sanggup melawan mereka semua yang kau tidak tahu kekuatan mereka seperti apa?."
Dia langsung terdiam jengkel saat ketua mencoba untuk menghentikan sifat sombong pada kekuatannya.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?."
"Kupikir mungkin ada beberapa monster lagi yang akan datang untuk memberikan parasit lagi untuk kita... maka dari itu sebelum dia menyerang, kita akan menahannya untuk dijadikan petunjuk... dimana iblis itu berada."
"Jadi... kita tidak boleh membunuh monster itu?."
"Ya... seperti itu?."
"Bagaimana kita menangkapnya?."
"Kita harus membuat sebuah perangkap diantara batu batu besar itu, dan langsung menangkap dengan mudah saat mereka ingin menyerang kita."
"Tch, mengapa kita harus menggunakan tehnik pengecut seperti ini..."
( Element Control : Trapping Net )
Dia langsung menyebarkan perangkap itu dengan cepat keseluruh tempat bebatuan, itu lebih cepat dari membuatnya langsung.
"Kau juga bisa membuat seperti ini."
"Lebih baik darimu yang hanya bisa menggerakkan pedang."
"Apa yang kau katakan?!."
"Sudahlah Kaito, jangan bertengkar disaat saat seperti ini..." Shion menenangkanku yang sedang emosi.
"Baiklah, saat ini kita hanya harus menunggu saja... ingat, jangan ada yang keluar area bebatuan ini!."
Kini tinggal 98 orang yang tersisa dan semuanya masih terlihat aman terkendali... kita tidak tahu apa yang akan menanti kita nanti, tetapi tentu saja kita tidak akan mundur, dalam peperangan, pilihannya hanya ada dua, terus maju atau mati.
Hingga beberapa menit kemudian setelah kita menunggu, akhirnya perangkap yang sudah disiapkan dapat berguna juga, dan salah satu monster itu terkena jeratannya hingga meronta-ronta.
"Ketua! kita mendapatkannya!."
"Bagus! yang lain cepat siapkan persiapan kalian! dan yang sudah siap... ikut aku untuk memaksa monster ini menjawab dimana tuannya."
"Baik!!."
Dan akhirnya yang di tunggu-tunggu telah tiba, kami bersiap untuk bergerak menghadapi iblis kematian tersebut.
Apakah kelompok tiga berhasil selamat melawan salah satu bawahan terkuat dari raja iblis....