
( Fire Seal!! )
*Buzzhh!!
Tiba tiba sebuah api yang menjalar dari balik monster monster dan mengikat kaki serta tangan Servus itu dengan apinya.
"Apa ini?!"
"..."
"Kau memang sangat nekat, menghadapi ratusan monster dan juga seorang bawahan iblis kematian hanya seorang diri..."
"Siapa kau?"
*Ceklek!
Sambil menyalakan korek di tangannya, seketika monster di sekelilingnya terikat dan terbakar oleh api yang muncul dari benda kecil itu, dan dia berjalan santai mendekatiku.
"Anggota Barats divisi keempat, Konogawa Shin."
"Konogawa... Shin."
"Kau pasti Kaito Ryoku, aku sudah mendengar semuanya dari Kitachi Ikki, namun... keberadaan Servus disini cukup mengejutkan."
"..."
"Dengan kondisimu yang sudah berantakan seperti itu, apa kau masih ingin berusaha mendekati tabung raksasa itu dan menghancurkannya?"
"Memangnya... apa yang harus aku lakukan lagi?"
"Huh, begini ya... kau boleh saja memiliki tekad yang kuat dan menjunjung tinggi harga diri sebagai seorang pasukan revolusioner, namun kalau seperti ini kau hanya seperti orang yang bosan hidup."
"Aku tidak bilang ingin mati semudah itu."
"..."
"Aku tahu cara untuk menghancurkan benda itu."
"Oh?"
"Setidaknya begitu."
"Baiklah... jika memang itu yang kau inginkan, tapi kita harus melewatinya terlebih dahulu."
"Ya."
Aku kembali menggenggam pedangku dan mengambil posisi di sebelahnya.
"Sekarang yang muncul satu orang lagi, huh... dasar manusia bodoh."
"Sebagai sesama manusia, kau tidak boleh mengatakan hal itu... yah, mantan sih."
"Apapun itu aku akan menghancurkan kalian berdua!"
*Dum!!
Dia menghantam tanah dibawahnya dan gundukan tanah datang mengarah ke kita berdua.
"Datang!"
"..."
Kita berdua langsung melompat mundur untuk menghindari gundukan tersebut.
"Sepertinya kekuatannya sudah sedikit berkurang."
"Kenapa?"
"Aku sudah memotong empat lengannya, jadi kekuatan yang ia buat jadi tidak begitu besar."
"Jadi begitu... kalau seperti itu akan menjadi lebih mudah bukan?"
"Tapi jangan terlalu meremehkannya, satu pukulannya saja sangat kuat."
"Jika kau mengatakan seperti itu baiklah."
Lalu kami berdua melangkah maju menuju kearah Servus tersebut.
*Ceklek!
"Lakukan sesukamu, aku akan mendukung mu dari belakang... jangan hiraukan monster monster kecil itu, dia tidak akan bisa menyentuhmu selagi masih ada aku."
"Ya, terima kasih."
"Tanpa kau mengatakannya.."
*Wuuzhh!!
Aku langsung berlari dengan cepat kearahnya, dan mengayunkan pedang sesuai dengan pergerakanku.
"( Pergerakannya menjadi lebih cepat dari sebelumnya?! )"
Dia mencungkil bebatuan dari bawah tanah lalu melemparkannya dengan sekuat tenaga kearahku.
Namun aku bisa membelah batu itu menjadi potongan kecil, satu persatu batu besar yang ia lemparkan terus dipotong dengan mudah olehku.
Melihat kekuatanku yang berbeda dengan beberapa waktu lalu, membuatnya menjadi semakin semangat dan otot di tubuhnya menjadi lebih kekar.
Dia bergerak zig-zag dengan kecepatan yang tinggi hingga tanah yang menjadi pijakannya hancur.
Aku memfokuskan pergerakan ku dan menerka arah serangannya yang akan datang kepadaku.
"Bagaimana kau bisa menahan pukulan ku!"
Dan dia melakukan lompatan terakhir dari kanan dan menyerangku dengan salah satu tangannya.
Aku langsung menahan serangannya menggunakan pedangku, namun tetap saja kekuatannya tidak bisa di remehkan.
"Khk!"
Saat aku hampir kehilangan keseimbangan dan ingin melepaskan posisiku, tiba tiba sebuah rentetan api datang dari kanan dan kiri dan membentuk sebuah bilah yang mengarah ke kedua pinggangnya.
Namun sebelum bilah itu sampai, dia sudah lebih dulu mundur dan menghindari serangan api itu.
Untungnya Shin membantuku sebelum aku terlempar oleh serangan Servus tersebut.
"Haah... aku lupa jika ada dua orang disini."
Seketika sosoknya menghilang dari pandanganku, dan aku bersiap untuk menahan serangannya dengan pedangku.
Namun saat per sekian detik dirinya tidak menyerangku, dan hanya melewati diriku dengan sangat cepat.
"!!"
"Konogawa! awas!"
"Ha?"
Sebelum dia menyadarinya, Servus itu sudah berada di belakangnya dengan kepalan tinju yang sangat besar.
*Dum!!
"..."
"..."
"Apa?!!"
Dia sangat terkejut saat orang yang ia serang adalah diriku, bukan yang satunya.
"Hehe, tidak seharusnya kau menyerang secara tiba tiba seperti itu."
Sebelum Servus itu menyerang Shin, dia sudah lebih dulu mengikatku dengan elemen apinya dan menarik tubuhku untuk bertukar posisi dengannya, memang gerakan yang terjadi sangat cepat, hingga Servus itu tidak bisa melihatnya.
Saat dia lengah, aku langsung memutarkan pedangku dan menyerang secara miring pada bagian dadanya.
( Sword Style : One Million Divine Slashes!! )
"Arrghhh!!"
Karena kulitnya yang dipenuhi oleh otot yang sangat tebal, membuatnya hanya terkena luka gores kecil, namun tubuhnya terpental jauh karena dampaknya.
"Kita sudah berhasil?"
"Tidak... masih belum."
Aku bisa mengetahui bahwa seranganku seperti tidak ada apa apanya bagi tubuh besarnya.
"Ugh... kalian benar-benar ingin melakukannya dengan serius? baiklah... aku akan menunjukkan hal yang serius kepada kalian."
Dia berdiri dan mengumpulkan aura merah yang membara di sekujur tubuhnya, dan seluruh kulit tubuhnya berubah menjadi lapisan hitam mengkilap seperti baja.
"AWAKENING!!!"