
( Sword Style : Rainfall! )
*Duufff!!
Hampir pada waktunya aku berhasil menangkis tembakan plasma laser yang berasal dari mulutnya dengan jurus pedang milikku.
"Itu dia!"
"Bantuan sudah datang!"
"Syukurlah... tapi, kenapa dia hanya sendirian?"
"Rroooaaarrrgh!!"
"Apa monster ini adalah meteor yang terbang tadi? tidak disangka.."
Aku melihat-lihat sekitar untuk memastikan situasi, yang untungnya negeri Euditoria belum hancur, meskipun lapisan pelindung yang melindungi negeri ini sudah rusak parah.
"Aku tidak bisa membuat monster itu bertarung disini, bisa bisa pelindungnya hancur.."
Aku yang berada diatas lapisan pelindungnya langsung melompat kearah monster itu dan mencoba membuatnya mundur dengan seranganku.
Aku mengayunkannya langsung kearah tubuhnya, namun dia menggerakkan tangannya untuk mencoba menahan seranganku.
*Dum!
Seranganku berhasil membuatnya bergerak mundur sedikit, dan juga hantamannya yang membuat dia kehilangan keseimbangan dalam waktu singkat lalu menyeimbangkan kakinya kembali.
"Orang itu sangat kuat... padahal hanya sendirian."
"..."
.
.
"Sial, badan besarnya sangat sulit untuk dibuat mundur..."
Aku pun terus berusaha untuk membuat monster tersebut melangkah mundur dengan cara menyerangnya dari lompatan jauh lalu kembali mundur dan menyerangnya lagi sampai seterusnya, meskipun hasilnya hanya membuat monster itu mundur beberapa inci, tapi setidaknya itu akan membuatnya lebih jauh dari negeri Euditoria.
"Apa yang dia lakukan?"
"Sepertinya... dia ingin membuat monster itu menjauh dari negeri ini..."
"Apa yang kalian tunggu? cepat bantu orang itu dengan robot penjaga... kita juga harus melindungi negeri kita sendiri."
"Baik!"
Setelah mendengarkan perintah langsung dari presiden pemerintah negeri Euditoria, mereka langsung mengeluarkan puluhan robot penjaga dan mengepung salah satu kaki dari monster raksasa itu.
Aku yang menyadarinya langsung berinisiatif untuk menyerang tubuhnya di bagian yang kakinya di dorong oleh robot robot otomatis itu.
*Dreett!
Setengah tubuhnya terdorong mundur karena kakinya tidak bisa menahan tumpuannya.
"( Meskipun sudah sedikit jauh, tapi jika aku menyerangnya sekarang, ada kemungkinan monster ini bisa hancur berkeping-keping dan menghancurkan lapisan pelindungnya... aku butuh sedikit dorongan lagi...)"
*Bum!!
Monster itu menghentakkan kakinya dan menghancurkan puluhan robot yang mendorong kakinya, hingga dia kembali bergerak dengan bebas.
Aku yang teralihkan perhatiannya tidak melihat tangan monster itu yang langsung menghempaskan tubuhku hingga aku ingin menghantam lapisan pelindung yang sudah retak, dan akan hancur jika aku terhantam kesana.
"( Sial! )"
*Swuushh!!
Tiba tiba ada seseorang yang melompat atau entah dia bisa mendapatkan lompatan tinggi itu darimana, dan dia langsung menangkap tubuhku agar tidak menabrak pelindungnya.
"Kau baik baik saja?"
"Yah... begitulah."
"Syukurlah, maaf kami terlambat."
"Kau siapa?"
"Aku Ikki Kitachi, pasukan Barats divisi enam."
"Kau bantuan yang datang dari panggilan ya?"
"Benar... sepertinya kau ingin menjauhi monster itu dari pelindung ini bukan?"
"Ya... kalau masih sedekat itu aku tidak bisa mengambil resiko untuk menebasnya."
"Kalau begitu serahkan saja pada yang dibawah."
"Dibawah?"
"Sudah aku bilang bukan? maaf kami terlambat..."
"..."
*Swuushh!
Tiba tiba sebuah pusaran angin hijau menjulur tinggi hingga keatas langit, dan mengarah ke bawah sana.
( Changes : Bigfoot! )
*Dum!!
Seekor kera besar melompat sangat tinggi dari bawah sana, dan langsung melesat kearah monster itu dengan kecepatan yang tinggi.
( Destroyer Site!! )
*Bum!!!
Seketika monster itu terpental mundur begitu jauh hanya dengan serangan satu tapak seekor kera putih raksasa.
"Kekuatan yang sangat dahsyat..."
"Dia adalah pasukan Barats divisi kelima, dia bersamaku datang bersamaan kesini."
"Apa hanya kalian berdua yang datang kesini?"
"Seharusnya masih ada dua orang lagi, tapi sepertinya mereka belum sampai kesini."
"Menjaga negeri ini dari ribuan monster yang akan datang nanti, aku tidak bisa melakukannya tanpa kalian."
"Seharusnya kau datang kesini bertiga kan? dengan pasukan divisi tiga, karena ini adalah misi utama divisi ketiga."
"Ada kejadian yang membuat mereka berdua tidak bisa ikut kesini, maka dari itu aku hanay sendirian disini."
"Begitu ya... kalau begitu ayo kita selesaikan monster besar itu!"
"Ya.."
( Creation : Katana! )
Butiran pasir yang terkumpul menjadi sebuah katana panjang berwarna coklat tua, bilah pedangnya bersinar sanga terang.
"Senjata yang bagus."
"Terima kasih... aku akan menebas kaki kirinya, dan kau kaki kanannya, baru kita habisi langsung."
"Kenapa tidak langsung saja? jaraknya sudah cukup jauh."
"Eh? memangnya kau bisa?"
"Asalkan dicoba.."
Dia yang bingung dengan perkataanku, namun dia tidak memikirkannya lebih, dan langsung melompat turun dari lapisan pelindung dan berlari menuju monster itu.
( Katana Style : Tremor Slash )
Dia mengayun dengan katana bilah bercahaya coklat itu kearah salah satu kakinya dan seketika kaki kiri monster itu terbelah sangat rapih bahkan bekas potongannya sangat halus.
"Rooaarhhh!!"
"Sekarang giliran orang itu... ( Aku tidak tahu apa kekuatannya, tapi bisa menahan monster raksasa itu selama ini... sudah dipastikan dia memiliki kekuatan elemen yang sangat kuat, ditambah pedangnya itu, mungkin saja dia tipe pengontrol elemen..)"
"Lakukan sekarang!" Kera putih besar itu melompat mundur dari tubuh monster yang sudah kehilangan keseimbangan, dan menyuruhku untuk menyerangnya segera.
"Baiklah, aku datang!"
Aku melompat dari atas pelindung dan berlari sampai mendekati kera putih yang sudah mendarat dan berinisiatif melompat keatas kepalanya, dan dia yang paham dengan kemauanku langsung memberikan telapak tangannya untuk pijakanku dan langsung melemparkan diriku sangat kuat.
Saking kuatnya aku hampir saja melepaskan pedangku karena hempasannya yang seperti terbang ditengah angin ratusan kilometer cepatnya.
"Dia ingin menyerang monster itu langsung?!"
"Aku hanya melempar kearah yang dia mau... tatapannya seperti ingin melakukan hal itu, bahkan tanganku seperti bergerak dengan sendirinya untuk membantu orang itu."
"..."
*Swuuzhh!!
"Ini adalah saatnya untuk mencoba jurus pedang baruku..."
Aku memejamkan mataku untuk berkonsentrasi mengeluarkan kekuatan dari Yansei, dan sekaligus mengambil kekuatan elemen dari leluhur.
"( Leluhur, berikan kekuatanmu...)"
"Dengan senang hati!"
Dari ujung pedangku mengeluarkan pusaran air yang perlahan membungkus seluruh pedangku dengan air biru laut.
"Itu... Aqua?!" Ikki yang begitu terkejut melihat ada pusaran air di pedangku, namun dia tidak percaya dan mengamati lebih lagi.
"Tidak mungkin! bagaimana elemen Aqua bisa ada pada dirinya?!"
"Bukan pada dirinya... kau tidak lihat pedang miliknya itu?" Ikki menyadari ada sesuatu yang terjadi pada pedang milikku.
"Pedang?"
"Itu adalah Yansei."
"Maksudmu... salah satu pedang warisan, Aqua."
"Mungkin elemen itu datang dari inti pedang warisan tersebut... karena konon pedang warisan menyimpan kekuatan elemen pengguna terdahulunya."
"Kalau begitu, apa kekuatan elemen orang itu?"
"..."
.
.
Aku menghembuskan nafasku perlahan dan pikiranku sudah ada pada ketenangan diluar batas...
Pedang yang aku genggam sangat ringan seperti memegang sehelai bulu...
"..."
Dan aku langsung menyerangnya dengan jurus pamungkas terbaru yang aku ciptakan selama latihan ditengah perjalanan panjang ini...
( One Million Divine Slashes : Kyanzen Daisekai! )