PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 70



( Sword Style : Hemisphere!! )


Dia mengangkat pedangnya yang besar keatas, dan menjatuhkannya langsung mengarah kearahku.


*Dumm!!


Tanah di sekelilingnya seketika membelah menjadi sebuah garis yang datang kepadaku.


"..."


( Sword Style : Razor Slash!! )


Aku langsung menghantam serangannya dengan seranganku, hingga area disekitar hancur berantakan penuh dengan runtuhan tanah yang hancur.


Aku langsung berlari memasuki pasir yang masih menutupi pandangan tersebut untuk menyerangnya secara diam-diam..


Berlari mengelilingi dirinya yang masih berdiri bersiaga akan serangan, dan menyerang dari belakang.


"!!"


*Cling!!


Dirinya menyadari hal itu dan langsung berbalik untuk bertahan.


"..."


Pertarungan ini lebih serius dari yang kita kira, karena kami berdua tidak segan-segan untuk menggunakan skill pedang kami.


Dari raut wajahnya yang kini sudah tidak ada rasa takut dan bingung... hanya ada senyuman kecil akibat merasa begitu tertantang.


Aku langsung melangkah mundur dan membuat posisi menyerang, dan melesat kearahnya dengan puluhan tebasan...


Dia terus menahan setiap seranganku yang masih dibawah kecepatan standar...


Aku terus menyerangnya dan membuatnya terpojok, namun dirinya sudah tidak semudah itu untuk dibuat tumbang.


( Sword Style : Big Blow!! )


Dengan kekuatan yang sudah tidak biasa, dia mengayunkan pedangnya begitu aku menyerangnya, hingga aku terlempar jauh kebelakang akibat dari ayunan pedangnya yang besar itu.


Dan aku mendapatkan jarak cukup jauh dengannya, kita saling berdiri berhadapan mengambil posisi kuda-kuda berpedang.


Sudah berhari-hari aku melatih dirinya menjadi lebih kuat, dan saat ini kekuatannya sudah meningkat pesat dari saat awal aku melatihnya.


Meskipun begitu, aku masih tidak akan membuat keringanan untuknya.


"Saatnya mengakhiri pertarungan ini.."


"Aku siap kapanpun itu.."


"Jangan menyesal atas hal ini.."


Aku merunduk dan menyimpan pedangku disamping pinggangku, dan mengambil langkah besar dan melesat langsung dari jarak yang begitu jauh.


Dengan kecepatan yang diluar akal aku langsung berada di hadapannya.


Dia begitu terkejut dan spontan menggerakkan pedangnya kedepan untuk bertahan.


*Dum!!


Pedang kami saling menghantam hingga tempat yang kita pijak sekitarnya retak dan hancur...


Dari awal aku sudah yakin, kalau dirinya dan pedangnya akan menjadi sebuah kesatuan yang sangat kuat...


Kekuatan yang besar bahkan dengan sebilah pedang besar tersebut, dia akan bisa membelah sebuah gunung menjadi dua dan memisahkan dua lautan menjadi dua bagian...


Aku bisa melihat kekuatan itu dari dirinya, suatu saat nanti.


Aku memanfaatkan hantaman pedangnya untuk melompat tinggi keatas udara.


Dan dia langsung mendongak keatas untuk mempersiapkan serangan selanjutnya.


"..."


"..."


( Mainstay Sword Style : Immortal Slash )


( Sword Style: Rainfall )


Kedua pedang kami mengeluarkan sebuah cahaya yang satu biru dan satunya coklat mengkilap.


Cahayanya sampai membuat sebuah sinar yang lebih terang dari sinar matahari yang saat ini tidak bisa menandingi cahaya pedangku.


Aku telah menekuni bidang ini selama bertahun-tahun lamanya, dan semua yang telah aku ajarkan kepadanya sudah cukup untuk membuatnya menjadi seorang yang bisa mengendalikan kekuatan besarnya.


"( Kau memang cukup berhasil dalam bertumbuh kuat, namun masih banyak perjalanan yang akan kau lalui... maka dari itu, ingatlah kekuatan ini baik baik!! )"


*Swuuutt!!


*DUMMM!!!


Kehancuran besar menimbulkan sebuah ledakan yang cukup keras bahkan sampai mereka yang berada di kejauhan bisa melihat ledakan tersebut diatas langit dan mendengar suaranya yang cukup menggelegar.


"Mereka bertarung dengan sangat gila!."


"Ini sudah berlebihan namanya!."


"Disana sudah seperti bencana!!."


"Jyde..."


"..."


"..."


.


.


Pertarungan yang berakhir, dan kali ini kami berdua masih berdiri tegak sambil menggenggam pedang kami sekuat tenaga.


Namun.... hasilnya sudah menentukan, siapa yang memenangkan pertarungan besar ini.


Dia kehilangan kesadarannya dan jatuh di depanku, aku menangkap tubuhnya yang sudah tidak sadarkan diri begitu dirinya jatuh.


"Kau sudah melewati ujian ini... aku ucapkan selamat kepadamu."


Akhirnya dia berhasil mencapai tujuannya, karena kepalaku mengeluarkan sedikit darah yang mengalir dari dahi sampingku.


Dan itu berarti dia berhasil melukai diriku, hingga latihannya sudah cukup sampai disini.


Begitupun juga perjalanan yang cukup panjang ini, kini kita sudah berada diluar hutan yang terus mengurung kita selama berhari-hari.


Dan di hadapanku saat ini terdapat sebuah hamparan rumput hijau yang begitu luas, dan di depan sana... terdapat tempat tujuanku.


......................


"Sungguh perjalanan yang cukup melelahkan, terima kasih atas tumpangannya... anu... siapa namamu?."


"Kita sudah berhari-hari bersama, namun Anda masih belum mengetahui namaku." Dia tertawa kecil karena semua ini.


"Bahkan aku tidak sempat memikirkan hal itu."


"Helia..."


"..."


"Rodensburg Helia."


"Roden...?." Aku sempat kebingungan memanggil namanya yang cukup rumit.


"Panggil dengan Helia saja."


"Baiklah, Helia."


"Um."


"Kalau begitu aku pergi dulu."


"Tunggu, bagaimana dengan Jyde? dia masih tidak sadarkan diri dan belum mengucapkan apapun kepadamu."


"Soal itu... aku sudah mendengarnya langsung saat ini... aku bisa merasakannya."


.


.


.


*Sringg!!


Tanpa sepengetahuan tuan Putri, saat ini Jyde yang sudah sadar sedari awal langsung pergi kedalam hutan untuk melatih kembali kekuatannya... dan dirinya tidak ingin melihat diriku kembali, sampai dirinya sudah menjadi lebih kuat lagi.


"( Kaito... kita akan bertemu kembali, begitu aku sudah sanggup mengalahkan dirimu!!.)"


......................


Dan perpisahan singkat ini telah selesai, aku melanjutkan perjalanan yang panjang ini sendirian.


Menyusuri hamparan hijau ini hingga sejauh puluhan kilometer, dan menghadapi banyak sekali monster-monster dari yang terlemah, sampai yang terkuat...


Dan menghabiskan waktu kembali untuk melatih diriku, sekaligus mengasah kekuatan elemen yang dimiliki oleh seseorang yang berada didalam diriku.


( Water Skill: Tsunami Waves )


*Zwuushhh!!!


Seketika puluhan monster tersapu bersih oleh kekuatan air yang dimilikinya.


"Bwahaha! sudah lama aku tidak mengeluarkan kekuatanku, karena bocah ini tidak pernah memberikan diriku kesempatan untuk keluar... tapi sekalinya keluar, energinya yang sangat sedikit ini membuatku hanya memiliki sedikit waktu untuk mengendalikan tubuhnya... tidak ada pilihan lain... bocah saatnya kembali."


"..."


"Ughh... dasar leluhur, mau bagaimana lagi... aku tidak bisa menunjukkan kekuatan elemen Aqua di depan mereka langsung... karena dia menghabiskan energiku sangat banyak, aku jadi lapar."


*Ziiiittt


Tanpa adanya angin maupun hujan, sebuah lempengan besi yang memiliki lampu merah di pinggirnya terbang perlahan melewati mataku.


"..."


*Ziiiittt


Aku melihat lempengan besi itu dengan wajah yang penuh ketidaktahuan, seperti orang bodoh menatap sesuatu yang tidak pernah ia jumpai.


Aku mendekatinya dan mengetuk-ngetuk bagian atasnya, berharap ada sesuatu yang terjadi.


*Tok! Tok! Tok!


"Keras sekali... bagaimana benda ini bisa terbang?."


Saat aku menyentuhnya dengan telapak tanganku, tiba tiba lempengan besi tersebut mati dan terjatuh.


"Eh? A-Aku tidak melakukan apa apa! kenapa dia langsung mati begitu saja?! apa ada monster yang selemah ini??."


"Menyingkir dari sana, dasar Mega bodoh!!."


*Bruumm!!!


Tiba tiba datang sebuah kendaraan beroda empat dengan tampilan yang sangat mencolok, besi yang ditempelkan dimana mana dan terlihat seperti sebuah bongkahan besi yang berjalan.


"Eh? apa itu!? monster??."


"Menyingkir dari sana!."


"Ada orang didalamnya..." Aku mengecilkan mataku untuk melihat orang tersebut, namun gerakan dari kendaraan yang cukup cepat, sampai tidak aku sadari, benda itu datang kearahku dan tidak berhenti.


"Menyingkir!."


"Tung- eh??!."


*Duar!