PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 37



*Wuzzz!!!


*Dum!!


Benda panjang yang muncul dari bawah tanah terus menerus menyerang ketua divisi kedua, tetapi dia terus menghindarinya dengan mudah.


Setiap benda panjang yang memiliki ujung yang tajam seperti sebuah suntikan, jika terkena benda itu, maka apapun akan meleleh dan jika terkena manusia mungkin racun itu akan membuat tubuh mereka hancur membusuk.


"Apakah hanya itu keseriusanmu?."


"Bagaimana ya... tapi aku masih menunggunya."


"Kalau menunggu ajal, aku bisa menemanimu!."


Sekarang saatnya iblis itu sendiri yang maju melawannya, dia melompat kearah Reiido dengan cepat dan menyerang dengan kuku tangannya yang sangat tajam seperti pisau.


Tetapi Reiido bisa mengatasinya dengan menyemburkan api yang ada dibelakang papan seluncurnya hingga dia turun kembali keatas tanah.


Sebelum iblis itu berpijak, Reiido memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang.


( Control Element : Funky Skate )


Papan seluncur nya yang masih tersisa terbungkus oleh api merah dan meluncur tepat kearah iblis itu.


*Dum!! Dum!!


Serangannya sampai membuat ledakan besar meskipun dia tidak akan bisa menang dengan mudah hanya karena serangan kecil.


Karena Morbus bisa bertahan dari serangannya hanya dengan membuat pelindung dari benda yang muncul dari bawah tanah.


"Panas sekali..."


"Kalau begitu maafkan aku, tapi itu hanya serangan kecilku saja... apa terlalu berat untukmu?."


"Jangan berlagak kuat.."


Dari pundaknya berubah bentuk seperti sesuatu ingin keluar dari kedua pundaknya, dan itu adalah sebuah monster parasit yang berbentuk seperti seekor nyamuk, besarnya hampir sama dengan satu lengan orang dewasa, dan kecepatannya pun juga tidak bisa diremehkan.


"Oi oi, besar sekali! apa nyamuk seperti itu benar benar ada??."


Nyamuk parasit itu terbang melesat kearahnya, tetapi dia tetap bisa menghindari meskipun yang ini sedikit sulit karena kecepatannya.


Tetapi isi kepala seorang ketua divisi tidak mungkin hanya menyerang tanpa berpikir...


Reiido langsung memaksimalkan kekuatan dorongan api yang dia kontrol pada papan seluncur yang ia naikkan jauh keatas langit.


Dan pastinya hal itu membuat nyamuk nyamuk itu juga terbang mengikutinya.


Dan itu hanya akan menjadi kematian bagi para nyamuk parasit tersebut.


"Serangga memang harus dibakar hingga hangus.."


Dia mengeluarkan sebuah benda berbentuk kerucut yang terbuat dari baja anti panas.


"Saatnya membasmi hama!"


( Control Element : Flamethower! )


Dari dalam benda itu muncul secercah cahaya dari pusat kontrol kekuatannya, dan begitu nyamuk itu datang, benda kerucut itu mengeluarkan semburan api yang sangat besar hingga langsung menghanguskan mereka.


Reiido Koton benar benar seorang pengontrol elemen dengan memanfaatkan benda untuk menjadi media senjatanya, dan dengan dorongan api yang ia kendalikan, itulah kekuatannya.


"Bagaimana... bisa..."


"Oi oi, jangan terlalu cepat panik seperti itu, bahkan aku belum serius."


"Apa kau benar-benar hanya seorang pengontrol elemen seperti orang orang biasanya?."


"Hm... aku mungkin bisa menganggapnya seperti itu..."


"Sial... apa aku telah ditipu olehnya??." Dia bergumam sendiri agar tidak terdengar olehnya.


"Apa kau sudah pasrah? itu akan menguntungkan diriku jika benar."


"Hem!! aku akan menunjukkan hal yang menarik untukmu... kekuatanku akan benar-benar menghancurkan dirimu kali ini.."


( AWAKENING!!! )


Wujudnya berubah menjadi lebih seperti seorang iblis pada dasarnya, dan aura yang ia pancarkan jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Reiido merasakan kekuatannya yang sudah bukan main main lagi... tapi untuk saat ini dia hanya bisa menunggu.


Dia seperti melakukan sesuatu dari telapak tangannya yang terlihat ada sebuah asap merah mengalir ke suatu tempat dibelakangnya.


"Hahaha!! lihatlah kekuatan yang akan mengakhiri hidupmu!!."


"Sepertinya situasi sekarang menjadi gawat..."


......................


Kini Shion, Kaito, dan Izo sedang menuju perjalanan keatas puncak dan masih berjuang untuk melewati banyaknya monster, tetapi tempat yang sudah mereka bertiga pijak, sudah bukan tempat yang sama dengan teman teman mereka berada.


Karena penjagaannya yang semakin kuat dan iblis bawahannya yang tidak sudah tidak sama seperti sebelumnya.


"Kaito... apa kita berada dijalan yang benar?."


"Asal kita naik... berarti benar."


"Ha?! kau saja yang tidak melihatnya, kita berjalan hanya pada satu jalur, tidak mungkin kita akan berpindah jalur!."


"Heh!! orang sepertimu tahu apa? lantas mengapa disepanjang jalan kita tidak bertemu satu pun musuh?."


"Hei! jangan mengatakan hal buruk seperti itu!!."


"Jadi kau ingin musuh yang datang tiba tiba lalu menghalangi jalan kita seperti itu? kalau begitu lebih baik kau kembali saja keba-."


*Duar!!!!


Tiba tiba ledakan yang terjadi didekat kita hingga membuat kita bertiga terpental ke segala arah.


"Sial! siapa yg membuat ini terjadi?!."


"Hei, lihatlah... bagaimana mereka bisa melewati banyaknya pasukan dibawah sana?."


"Apa mereka terlempar?."


"Tidak, menurutku karena memang mereka menerobos garis pertahanan para monster.."


Begitu dibicarakan, kami dihalangi oleh tiga orang yang jelas bukanlah seorang iblis kematian... tetapi iblis bawahan yang memiliki kekuatan lebih dari iblis kecil lainnya, mereka biasanya dinamakan Servus.


"Dasar manusia, bagaimana kalian bisa mencapai tempat ini!."


Saat iblis berbicara pada kita, nyatanya dia hanya dicueki dan dihiraukan begitu saja.


"Lihat! benar kan? ada musuh yang menghalangi kita, berarti jalannya sudah benar!."


"Jangan asal senang, mungkin karena kita salah jalan jadi kita menuju ketempat yang lemah."


"O-Oi kalian! karena kalian kita benar benar dihadapkan oleh musuh yang tidak diketahui!."


"..."


"Berani beraninya kalian... berani beraninya kalian menghiraukan perkataanku..."


"L-Lihat!! dia sudah ingin mengamuk!!."


"Hah? tenanglah, mungkin mereka hanya iblis bawahan... kekuatannya tidak sekuat itu."


"Aku bisa menghabisi ketiganya sekaligus."


"Jangan sok kuat, kau mungkin tidak akan sanggup melawan salah satu dari mereka."


Melihat kami yang hanya bertengkar satu sama lain, membuat mereka bertiga tidak bisa menahan kesabaran mereka.


*Zipp!!


Salah satu dari mereka datang dengan cepat ingin menyerang kita, tetapi kita bertiga langsung melompat menghindarinya.


"Apa ini? ingin menyerang tiba tiba? benar benar seorang iblis..."


"Kalian tidak tahu dengan siapa kalian berhadapan... mungkin sekarang waktunya bersujud di depanku agar aku maafkan."


"B-Bukan aku... aku tidak ikut campur menghina mereka..."


"Jika nona Morbus mengetahui ada yang berhasil menerobos pasukan dibawah... beliau pasti akan marah besar, jadi kita harus mengatasi mereka satu satu."


"Hihihi!! kalau begitu aku ingin mencincang orang yang menyuruh kita untuk bersujud didepannya..."


"Baiklah, aku akan mengurus yang satunya." Sambil melihat kearahku.


"Heh~ jadi aku yang melawan si pengecut itu?." Ucap seorang iblis wanita yang kecewa akan pembagian jatah.


"Yang penting nona Morbus tidak harus mengetahui hal ini... kita akan bergerak."


Mengetahui apa yang ingin mereka rencanakan, kami pun langsung ikut bersiap.


"Sepertinya mereka akan membuat kita berpencar... Shion, kuharap kau bisa melakukannya..."


"T-Tunggu Kaito! bagaimana jika kekuatannya sangat besar?? aku tidak bisa melawannya!."


"Dasar pemula... aku akan segera menghabisinya... jangan membuat waktuku terbuang buang melihat kalian bertarung, apalagi mati ditangan mereka... sungguh menyedihkan."


"Daritadi kau hanya mengatakan hal yang tidak sesuai fakta... aku akan lebih dulu membunuhnya."


Dan seketika mereka langsung berpencar dan menyerang kami satu persatu.


*Dum!!


"Tidak!! aku tidak mau mati disini!!."


*Zipp!!


"Gerakan yang lambat... berikan yang lebih kuat saja."


*Bum!!


"Kau sudah memulainya? kalau begitu aku akan menemanimu bermain!!."


Mereka bertiga dihadapkan dengan tiga Servus terkuat milik Morbus, dan satu persatu menghadapi satu iblis.


Dengan kekuatan mereka yang sudah berkembang... akankah mereka bisa menghadapi musuh kuat pertama mereka disini?...