PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 25



"Sebenarnya dimana kotanya berada? semuanya hanya terlihat seperti bebatuan yang habis terbakar..."


Aku berjalan diatas bebatuan hitam yang tempatnya sudah hangus terbakar oleh api, hawanya terasa panas sampai udara yang melewati wajahku pun terasa panas seperti asap air yang mendidih.


"Tolooongggg!!!."


"Hm?."


Suara teriakan dari seseorang yang meminta pertolongan datang dari belakangku.


"Tolong akuu!!."


"Oi! ada apa?!." Aku berteriak dari jauh dan dia langsung melihatku dan berlari berpindah arah langsung kearahku.


"Tolong bantu aku!."


Dia seperti sedang dikejar oleh sesuatu sehingga membuatnya ketakutan.


"Ada apa dengannya? orang yang aneh..."


"Kamu disana! cepat bantu aku!."


"Aku bahkan tidak tahu apa yang harus kulakukan!."


"Dia di belakangku!."


"Belakangmu?."


Dari belakangnya muncul seekor naga yang besar terbang kearahnya.


"Ek! kalau itu aku pun tidak bisa membantumu!." Aku pun ikut berlari menjauh darinya.


"EHHH??!! jangan lari!!."


"Bagaimana aku tidak lari! itu adalah monster level tinggi!!."


"Maka dari itu tolong akuu!!."


"Tidak! jangan berlarian kearahku! pergi ke arah yang lain! kenapa aku baru saja datang dan bertemu dengan masalah seperti ini!."


Meskipun aku berlari, dia pun juga berlari kearahku dan hal itu menjadi sia sia.


"Rooaawwrrr!!."


Naga itu mengeluarkan semburan apinya kearah orang itu... tetapi karena dia berlari, semburan itu tidak mengenainya.


"Tidakk!! seram! seram! panas! panas!."


"Tidak ada pilihan lain!." Aku berhenti dan mencabut pedangku untuk menyerang.


"( Dia ingin menyelamatkanku! syukurlah! ternyata dia kuat!..)"


( Sword Style : Scythe Slash! )


Aku langsung menyerang, tetapi bukan kearah naga itu, justru aku menebas kearahnya.


"BODOH! APA KAU INGIN MEMBUNUHKU!."


"Aku tidak akan berhenti menyerang jika kau belum berlari kearah lain!."


"AKU SEDANG DIKEJAR!! JANGAN MENYERANGKU!."


Saat dia sudah hampir mendekatiku, naga itu kembali menyemburkan apinya.


"Bodoh!! belakangmu!!."


"Eh?."


*Buuzzzz!!!


Semburannya membuat kita berdua terpental oleh tanah bebatuan yang hancur saking kuatnya semburan naga itu.


"Uhuk! uhuk! sial! orang itu benar-benar menyebalkan!."


"Uhuk! hampir saja~."


Ternyata dia jatuh tepat berada disebelah ku.


"Kau..."


"Gek!."


"KAU HAMPIR MEMBUATKU TERBUNUH KARENA KAU!."


"Aku tidak ada pilihan lain! aku juga sedang dalam bahaya!."


Kami berdua berada dibalik bebatuan besar yang menghalangi pandangan naga itu..


"Bokongku terasa sangat panas karena semburan naga i-."


"Ssttt!!."


Aku menutup mulutnya karena naga itu masih berada dibalik batu yang sedang menjadi tempat persembunyian kita berdua.


"Roawrr!."


"Bagaimana sekarang?."


"Jangan tanya aku! kau yang membuat masalah ini!."


"Sepertinya aku rasa kita akan mati.."


"Jangan berkata seperti kau tidak bersalah kepadaku!."


Kita berdua saling bertengkar sambil berbisik-bisik agar tidak diketahui oleh naga itu.


Hembusan nafasnya yang panas bahkan bisa terdengar jelas dibalik batu ini...


"Tch! lagipula bagaimana kau bisa dikejar oleh monster itu?!."


"Aku tidak sengaja membangunkannya saat aku sedang menjalankan misi untuk menemui seseo-." Begitu dia menyadarinya, dia langsung menutup mulutnya.


"Misi?."


"Tidak tidak! maksudku jalan jalan!!!." Suaranya yang panik tidak sengaja berteriak dan naga itu pun mengetahui keberadaan kita.


"Rooaawwrrr!!!."


"Gawat! sebelah sini!."


Aku menariknya langsung untuk menghindar dari serangan naga itu, dan sekejap batu yang besar itu hancur saat naga itu menghantamnya.


Saat batu itu hancur, aku mengambil kesempatan untuk bersembunyi kembali dibalik batu yang lain.


Naga itu lanjut mencari dan menghancurkan batu batu yang lainnya.


"M-Maaf!." Kali ini dia berbicara dengan pelan.


"Huh... apa kau pasukan divisi dua?."


"Eh? bagaimana kau tahu??!!!."


Aku melepas jubahku agar dia mengetahuinya.


"Aku pasukan divisi tiga, Kaito Ryoku."


"Kaito... Ryoku... kau ada- umph!!." Dia terkejut dan meninggikan suaranya lagi meskipun aku berhasil mencegahnya sebelum naga itu menyadari keberadaan kita.


"Kau benar-benar Kaito?."


"Ya..."


"Syukurlah, aku sudah menunggumu sampai sampai dikejar oleh naga sialan itu!."


"Kalau begitu kita hanya harus mengatasi masalah yang ini..."


"Sebenarnya aku bisa lari dan meminta bantuan seniorku untuk menjemputmu."


"Bagaimana kau bisa lari?."


"Aku memiliki kekuatan bumi elemen Ignis, dan tipeku adalah perubah elemen..."


"Lalu?."


"Lalu, kenapa kau tidak membunuh naga itu?."


"Apa kau tidak mengerti?? lihatlah seberapa mengerikannya naga itu!."


"Tapi aku tidak mau menunggu disini sampai seniormu datang! bisa bisa dia hanya melihat mayatku saja."


"Kita harus bagaimana??!."


"Jika kita bekerja sama, aku yakin kita bisa membunuhnya."


"Tidak tidak, aku menolak itu!."


"Pasti bisa."


"Baiklah, sebelumnya aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu."


"Apa?."


"Apa kekuatan elemen milikmu, dan juga tipenya."


"Aku tidak punya kekuatan bumi..."


"..."


"..."


"Diam disini dan aku akan kembali dengan seniorku."


"Aku tidak mau!."


"LALU BAGAIMANA KITA BISA MENGALAHKANNYA! SEDANGKAN KAU TIDAK PUNYA KEKUATAN BUMI!."


"Meskipun aku tidak mempunyai kekuatan semacam itu, ilmu pedangku bisa mengalahkan salah satu dari bawahan raja iblis."


"Aku tidak percaya."


"Kalau begitu ya sudah, jika kau lari, aku akan memancing naga itu untuk mengikutimu."


"K-Kau! arrghh! baiklah!! beritahu aku caranya!."


"Baiklah, dengarkan ini..."


................


"Kau sudah siap?."


"Aku tidak pernah siap untuk ini..."


"Jangan mengacaukannya, atau kau akan menjadi santapannya."


"Aku tahu!!."


"Aku mengandalkanmu!."


"Ahh!! kenapa masalahnya jadi seperti ini! baiklah! tidak ada pilihan lain!!."


( Element Change : Cockatrice! )


*Buuzzz!!!


.


.


.


"Rrrr!!."


"Hei kadal terbang!! sebelah sini!!."


Naga itu menoleh kearah suara itu berasal.


"Rooaawwrrr!!!."


Dan naga itu langsung mengejarnya saat dia langsung berlari dengan cepat kearah yang berlawanan.


Aku yang sedang bersembunyi untuk mendapatkan waktu yang tepat untuk menebasnya sesuai dengan rencana.


"Apa itu ayam? ekornya seperti naga... sayapnya pun juga... kepala dan kakinya saja yang seperti ayam!."


Perubahannya adalah hewan mitologi yaitu cockatrice dengan elemen api yang digunakannya...


Kakinya berlari begitu cepat sehingga bisa memancing naga itu...


Saat melihat dia berlari, rasanya seperti melihat roket merah berjalan dengan kecepatan yang tinggi.


Naga itu menyembur beberapa kali kearahnya, tetapi apinya tidak pernah mengenainya... dia berlari seperti roket berjalan.


"Syukurlah... untung saja aku sangat cepat..."


Sayangnya naga itu tidak sebodoh itu... dia menyemburkan apinya tepat mengelilingi jalannya.


Begitu dia menyadarinya, sekelilingnya sudah penuh dengan batu yang meleleh karena apinya.


"A-A-Apa ini?? aku terjebak!."


"Rooaawwrrr!!."


"Kaito!! tidaakk!! seharusnya aku tidak mengikuti rencananya!!."


Naga itu mulai mengumpulkan kekuatan didalam mulutnya.


"Aku mati! aku mati! aku mati!!."


"Yansei... pinjamkan kekuatanmu..."


"Rooaawwrrr!!."


"Guru!! Senior!! maafkan aku!! aku akan mati!!."


Naga itu mulai bersiap untuk menyemburkan apinya yang sepertinya kekuatannya akan lebih besar dari semburan yang sebelumnya.


Dan naga itu langsung menyemburkan serangannya.


"Tidaakkk!!!."


( Sword Style : RAINFALL!! )


*Sringg!!!


*Duuaaarrrr!!!!!!


Api yang masih berada didalam mulutnya meledak saat aku berhasil membelah kepalanya.


Angin dari ledakannya berhembus begitu kuat hingga menerbangkanku kebelakang.


"Apa yang terjadii!!."


Begitu ledakan itu selesai, dan semuanya kembali menjadi semula...


"Naga itu... mati?."


Dia melihat monster tingkat atas itu mati dengan kondisi kepalanya yang sudah hancur lebur akibat ledakan didalam mulutnya.


"Aw aw! punggungku!."


"Kaito! kau baik-baik saja?." Dia menghampiriku yang berada dipinggir bebatuan besar.


"Begitulah..."


"Huh... kupikir aku akan mati menjadi ayam panggang.."


"Intinya kita sudah berhasil membunuhnya.."


"Oh iya! aku lupa memperkenalkan diriku.."


Dia berdiri dengan tegap dan dengan wujudnya yang sudah kembali menjadi manusia.


"Pasukan revolusioner divisi ke-2... Okita Shion!!."