PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 45



*Drrrr!!!


"Akhirnya semua monster sudah tersapu habis oleh guru..."


"meskipun kita tidak melakukan apapun... Rasanya seperti tidak berguna."


"Y-Ya... Meskipun begitu, syukurlah tidak ada yang ter-."


*Dum!!


Tiba tiba seluruh dataran bergetar hebat akibat sebuah dentuman besar yang semakin mendekat.


Sir Lythir pun merasa ada hal buruk yang akan datang, saat dia merasakan dirinya yang menyatu dengan tanah merasakan hentakan besar menuju kesini.


"Para gadis, tetap waspada akan yang akan datang, dan kalian! Jangan menjauh dari area sekitar sini dengar!." dia berbicara pelan dengan para gadis, tetapi tegas dengan para lelaki.


"B-Baik!!."


Ditengah pulau itu, dan tidak tahu apa saja yang berada disini...


*Dum!! Dum!! Dum!!


Suara itu semakin mendekat, hingga semua merasa ketakutan dan gemetaran...


"..."


Sir Lythir bersiap siap untuk bergerak jika ada yang datang... Dan beberapa saat kemudian sesuatu muncul dari balik gunung yang berada ditengah pulau.


Saat Sir Lythir sudah bersiap untuk menyerang, tiba tiba dia terkejut hingga membeku saat yang muncul dari puncak gunung bukanlah monster maupun iblis, tetapi sekitar tiga Tyrant raksasa datang kearah kita semua.


"R-Raksasa apa itu?!!!."


Disaat mereka semua begitu ketakutan... berbeda dengan Sir Lythir yang bingung mempertanyakan... bagaimana Tyrant bisa berada diatas pulau ini...


"Sebenarnya apa yang sedang dilakukan mereka... hingga raksasa penjaga gerbang bisa berada disini... tidak lucu kalau keempat ketua divisi itu mati..."


Sir Lythir segera pergi keatas bukit yang dimana para gadis berada... karena dia bisa berjalan kemana saja asal terdapat tanah yang bisa ia lewati.


"Kalian semua..."


"Ketua!! bagaimana ini?! ada raksasa yang sangat besar!!."


Semua ketakutan hingga tidak ada yang bisa menggerakkan kakinya yang gemetaran.


"Mereka adalah Tyrant... seorang raksasa penjaga gerbang kerajaan raja iblis, aku memberitahukan hal ini kepada kalian agar kalian bisa menyiapkan tekad kalian... jangan biarkan para rasa takut itu melahap kalian... karena... kekuatan Tyrant adalah rasa takut..."


"T-Tapi!."


"Maaf ketua divisi keenam! jika ketua mengatakan seperti itu... biarkan kami juga ikut maju kesana!."


Ayumi yang sudah menunggu akan hal ini terjadi... dan sudah tiba saatnya untuk bertarung.


"Benar! ketua dan yang lainnya sudah berjuang melawan ratusan monster... maka dari itu... kami juga akan ikut melawan raksasa itu!."


Beberapa dari mereka membangkitkan semangat yang lainnya... sehingga rasa takut yang mereka rasakan menghilang seketika.


"Kalian..."


Sir Lythir tersenyum tanda bahwa pasukannya begitu memiliki semangat juang yang tinggi.


"Baiklah... jika kalian yang menginginkannya... aku jadi lebih mencintai kalian!!!."


*Ponk!


.......


.


.


Baiklah kalian semua! kali ini akan menjadi pertarungan yang sebenarnya!!."


"Guru... kenapa kepalamu penuh benjolan seperti itu?."


"Tidak perlu membahas hal itu... kali ini aku ingin kalian benar benar serius."


"Tapi kita sudah melawa ratusan monster disini..."


"Dimana jiwa semangat didalam diri kalian? tenang saja... kita juga akan mendapatkan banyak bala bantuan... lalu... aku akan pastikan... tidak ada satupun dari kalian yang akan mati disini.."


Semua lelaki itu pun langsung bersemangat...


"Baik!!!."


"Yosh! aku akan memberiku jalannya!."


Sir Lythir kembali kedalam tanah, dan seketika, bukit yang ditempati para gadis semakin meninggi dan bergerak maju.


Dan diujung bukit itu, tepatnya didepan para gadis, Sir Lythir muncul dengan setengah tubuhnya untuk memandu.


"Aku akan membawa kalian sedikit lebih dekat agar jurus elemen kalian bisa mengenai para Tyrant... ingat... raksasa itu memiliki ketahanan tubuh yang sangat gila... mereka semua adalah seorang penjaga gerbang raja iblis... jadi jangan menganggap remeh.."


"Baik!."


*Dum!! Dum!! Dum!!


Dan akhirnya yang telah ditunggu-tunggu... para Tyrant telah melewati gunung itu, dan saatnya untuk kami menyerang.


"Para Barats!! mulai menyerang!."


"Ini dia!! akan aku tunjukkan kekuatanku!!."


"Jangan meremehkan kekuatan barats!!."


( Katana!! )


( Bigfoot!! )


( Rotasi Api!! )


( Anzu!! )


( Chain!! )


Kelima Barats lelaki itu maju dengan langsung mengeluarkan kekuatan elemen mereka.


Katana yang terbuat dari batu tanah, perubahan monster Bigfoot dari elemen angin, mengontrol elemen kekuatan api, perubahan menjadi mahluk mitologi elang berkepala singa dengan kekuatan api, dan sebuah rantai besar dan panjang yang merambat dari bawah tanah..


"Kita juga akan mendukung mereka!."


"Ya!."


...


"Jangan berikan raksasa itu maju lebih dekat!!."


Saat mereka berlima maju untuk menyerang, tiba tiba tubuh mereka dilapisi oleh berbagai aliran elemen.


"Apa ini?? tubuhku menjadi sangat ringan!."


"Ini pasti bantuan dari para gadis!."


"Aku merasakan kekuatanku bertambah kuat!."


"Bahkan senjataku juga dilapisi elemen mereka... ini akan menjadi semakin menyenangkan!."


"Wuuhuu!!."


"Aku akan membuka jalan untuk menyerang tubuhnya!!."


"Aku serahkan bagian atas pada kalian!! aku akan mengurus kakinya!." Ucap seorang Barats yang menyeret rantai yang panjangnya ratusan meter.


"Ya! hati hati dengan pijakannya!."


"Serahkan saja padaku!."


Dia menarik rantainya dan melemparkannya kearah kaki Tyrant hingga rantai itu melingkari seluruh permukaan kakinya.


"Bagus! tinggal tersisa dua kaki lagi."


Rencananya untuk mengikat salah satu kaki Dari tiga Tyrant itu agar mereka semua terjatuh secara bersamaan.


...


"Guru! sepertinya tanah ini kurang tinggi!.


"Aku tidak bisa mengambil tanah yang lain bodoh! bisa bisa para gadis terjatuh!."


"Lalu bagaimana kita bisa menyerangnya!."


"Serahkan padaku!."


Barats yang berubah bentuk menjadi seekor Bigfoot yang sangat besar itu meminta si katana batu untuk berdiri diatas telapak tangannya.


"Katana... aku akan melempar kau keatas..."


"Ide bagus!! baiklah!."


"Hei pengontrol api! aku akan membawamu naik keatas!."


Seorang Barats yang bisa terbang diatas langit dengan kepala singa itu meminta Barats pengontrol angin untuk naik dengannya.


"Oh!! terima kasih!."


*Swingg!!


Barats itu langsung diterkam dengan kaki elangnya, dan terbang melesat keatas begitu cepat.


"Apa kau siap? katana."


"Ya! lempar aku sejauh mungkin!."


"Sesuai yang kau mau!!."


*Dum!


Kakinya menghentakkan tanah begitu kuat, dan menarik tangannya yang sudah mengangkat Barats Katana.


"Ini dia!."


*Swungg!!!!


Lemparan itu sangat kuat hingga Barats Katana terlempar begitu jauh.


...


*Klek!


*Wuzzhhh!!


Pengontrol api itu menyalakan sebuah lorek api dan langsung menarik api itu dengan mencubitnya hingga api itu memanjang.


"Kau ingin menyerangnya bersama?."


"Kita sama sama memiliki kekuatan api, maka dari itu kita harus menyatukan kekuatan kita!."


"Ya! si katana juga ingin menyerang!."


( Api Spiral!! )


( Auman Api!! )


Api yang membara keluar dari mulut singa itu, dan diselimuti oleh api spiral yang dikeluarkan Barats pengontrol elemen.


*Wuuzzhhhhh!!!!


Api itu berhasil menyelimuti seluruh kepala Tyrant tersebut hingga dia berhenti berjalan karena serangan mereka.


"Oh... mereka sudah mulai!! baiklah!!."


Dia menarik katana miliknya, dan katana itu bercahaya abu abu dengan hiasan batu mengkilap.


"Terima ini!."


( Jagged stones!! )


*Sringg!!!


Dia berhasil menebasnya meskipun dia masih terbang melewati Tyrant tersebut.


"Apakah berhasil!!."


"..."


Saat asap dari serangan api itu menghilang... sayangnya tidak semudah itu untuk menumbangkan penjaga gerbang kerajaan raja iblis.


Tyrant itu menangkis serangan pedangnya dengan tangan yang sangat besar, dan api itu terasa tidak berguna karena raksasa itu memiliki pelindung kepala yang sangat kuat.


"Tidak mungkin!."


"Dia menahan seranganku!."


Tyrant tersebut langsung menghempaskan mereka yang berada di udara kebawah tanah.


"Dum!!


Tangannya memukul mereka berdua kebawah hingga terjatuh begitu cepat.


"Kalian!! sial! aku akan memberikan serangan lagi!."


Barats Katana memutarkan tubuhnya dan berhenti terbang tepat diatas kepala Tyrant itu.


Dia mengangkat Katanya, dan pedang itu kembali bercahaya.


"Rasakan i-."


*Dum!!


Saat dia ingin menyerang, tiba tiba serangan datang dari Tyrant yang lainnya hingga memukulnya dan terlempar jauh kebelakang, tepat diatas bukit para gadis gadis berdiri.


"Menghindar!."


Sir Lythir memberikan perintah untuk menghindar darinya yang ingin jatuh ditempat mereka.


*Dum!!


Barats Katana itu terbaring hingga kehilangan kesadarannya.


"Tidak mungkin..."


Lalu Barats yang berada dibawah kakinya itu, masih berusaha untuk mengikatkan Rantainya mengelilingi ketiga kaki mereka... tapi sayangnya, raksasa itu mengetahui rencananya dan mengangkat kakinya dan menendang tanah yang mereka pijak dengan sangat brutal, hingga Barats Rantai, dan Bigfoot terkena serangan kaki mereka yang begitu liar...


"..."


"Kekuatan Tyrant... benar benar kekuatan gila yang sangat kuat..."