
Kerajaan Raja Iblis Vilis...
Didalam kegelapan yang begitu sunyi, hanya cahaya lilin yang redup...
Ruangan besar dengan sebuah singgasana tepat diujung jalan ruangan...
Dengan santai sambil menyandarkan kepalanya pada tangannya, dia mengawasi seluruh iblis dari singgasananya.
"Morbus... kau memang tidak pernah sadar akan dirimu sendiri... sejujurnya aku tidak ingin melakukan hal ini... tetapi kehilangan bidak juga akan repot nantinya... apa kau tahu apa yang harus kau lakukan? Blackjack..."
"Dengan senang hati akan kulakukan..."
"Ingat... kau hanya boleh membantunya sesuai apa yang ia dapat... jika dia sudah melewati batasnya... tinggalkan saja."
"Baik... sesuai perintah anda..."
Dia menghilang saat dia sedang memainkan kartu kartu miliknya...
"Baiklah... tinggal keempat ketua Octagram... mereka lebih aktif dari yang diduga..."
.
.
.
*Bum!!
*Duarr!!!
Saat ini ditempat yang begitu jauh dan terasingkan...
Sebuah gerbang raksasa yang dijaga oleh banyak Tyrant atau raksasa penjaga gerbang...
Penyerangan yang sudah dilakukan bertahun-tahun sejak keturunan kekuatan Octagram...
( Change Element: Kitsunebi! )
Dari ekornya muncul beberapa bola api yang begitu besar, kekuatan api yang berasal dari kekuatan elemen Ignis tipe Perubah, perubahan hewan mitologi rubah api Kitsune.
*DUM!! DUM!! DUM!!
Bola api yang berjatuhan layaknya meteor yang menghantam para Tyrant dan mengubur beberapa dari mereka dengan reruntuhan tanah.
"Ternyata masih sulit seperti biasanya..."
Ketua Divisi 7, Aime Feu...
.
.
Setelah meteor yang berjatuhan, kini langit dipenuhi oleh pusaran angin hijau yang seakan-akan bisa menghisap apa saja kedalamnya.
( Control Element: Pollucis )
Angin yang menutupi langit hingga gelap itu langsung turun menjadi puluhan tornado dahsyat hingga bisa membentuk dataran menjadi sebuah kehancuran.
Kekuatan elemen Ventus dengan tipe pengontrol yang bisa mengendalikan cuaca atas kemauannya sendiri dengan mengendalikan arah mata angin hingga membentuk sebuah bencana alam yang sangat besar dan beberapa para Tyrant itu tertarik hingga hancur berkeping-keping oleh pusaran mematikannya.
"Kita tidak boleh lengah sedikitpun... karena kita tidak akan tahu apa yang menghalangi kita kali ini..."
Ketua Divisi 5, Aijo Ifufe...
.
.
*Swusshh!!
*DUM!!
Kondisi dibawah adalah kondisi paling hancur hingga penguasa daratan yang menghantam para Tyrant dengan tanduknya dalam sekejap mematikan lawan dengan menghancurkan jantung besar mereka.
Angin hijau yang menyelimutinya seakan seperti sebuah syal, dan melompat tinggi hingga terlihat melayang diatas udara dan menghantam langsung para raksasa.
Kekuatan manusia banteng Minotaur, dengan kekuatan elemen Ventus tipe Perubah, hewan mitologi Minotaur.
( Change Skill : Taurus Rampage! )
Tubuhnya berubah menjadi semakin besar, meskipun para raksasa yang dihadapan mereka lebih besar... tetapi kekuatan sang banteng hijau hanya dengan mengayunkan tangannya, seketika tubuh raksasa itu hancur seperti sebuah dinding yang ditembakkan meriam berdaya hancur yang mengerikan.
"Musuh masih belum mengeluarkan kekuatan mereka... tetaplah waspada!."
Ketua Divisi 3, Seizen Kaiju...
.
.
Bagi ketiga ketua divisi yang sedang bertarung untuk sebuah tujuan, satu hal yang pasti tidak pernah menunjukkan kekuatannya.
Dia berjalan seperti tidak ada yang terjadi...
Kehancuran yang ada disekitarnya terasa hanya sebuah angin yang berhembus kencang hingga membuat ranting pohon berterbangan dan dedaunan yang berbunyi...
Tubuhnya yang sedikit besar dengan mengenakan sebuah jas hitam dengan kemeja coklat... wajahnya yang datar melihat sebuah pertempuran seperti melihat sebuah pemandangan.
Kekuatan yang tidak diketahui dari seorang pengguna elemen Solum... tipe, tidak diketahui...
"..."
*Bum!!
*Swuusshh!
*Zuusshhh!!
"Tch! tidak ada habisnya kusadari sedari tadi... kita hanya membuang-buang tenaga..."
"Sungguh perkataannya benar... seberapa keras kita mencoba... mereka seperti memiliki penjaga yang tidak terbatas."
"Kita hanya perlu menghancurkan gerbang itu... meskipun sulit... dan juga kelihatannya tidak ada seseorang yang datang selain Tyrant..."
"Aku tahu tapi... kenapa orang itu hanya berdiri diam dibawah sana??!!!."
"Sungguh memalukan... kami adalah kaum perempuan yang bertempur pada garis depan... melihat kekecewaan yang tiada tara."
Mendengar keluhan dari kedua ketua tentang ketua divisi pertama, Seizen Kaiju mencoba untuk mengembalikan situasi.
"Untuk saat ini sebaiknya kita tidak memikirkan hal itu... karena masih banyak yang harus kita lakukan..."
"Ketua Divisi tiga... apa perasaanku saja atau kau memang mencoba melindunginya?."
"..."
"Aku hanya mengatakan hal yang benar-benar harus kita lakukan... saat ini... tidak... kesempatan ini hanya ada dimana pertempuran besar besaran terjadi.."
"Sungguh disayangkan... tapi sejujurnya saja, aku sudah tidak bisa melakukan lebih dari ini..."
"Aku pun tidak ingin membuang-buang energi wujudku yang menghabiskan energi elemen milikku... kita memang benar-benar harus membutuhkan lebih banyak orang."
"Itu memang benar... tapi-."
"Kita mundur..."
Tiba tiba ketua divisi pertama mengatakan sebuah kalimat yang membuat mereka terheran-heran.
"Apa maksudnya?."
"Apa yang baru saja kau ucapkan?? kau tidak melakukan apapun dan langsung menyuruh kita untuk mundur?."
"Sangat memalukan..."
"Dia datang.."
Begitu perkataan dari mulutnya keluar... cuaca berubah seketika badai petir dengan sambaran besar hingga menghancurkan daratan dengan sekali sambaran.
Sebuah lubang hitam muncul dari depan gerbang raksasa itu..
"Apa kalian sudah puas? menikmati perkelahiannya..."
Dia keluar dari sana dengan begitu santai... aura kegelapan nya langsung terpancar hingga keseluruhan daratan.
Kami langsung diam tidak bisa bergerak karena kekuatannya yang ia pancarkan seperti sebuah gelombang hitam.
"Lihat... sekarang kita dalam bahaya.."
"Ya... situasi yang sangat gawat."
"Tetap tenang dan kendalikan kekuatan kalian semampunya... jangan hilang kendali."
Kita bertiga yang membeku berdiri disana, berbeda dengan ketua divisi pertama yang berjalan begitu mudah melewati kita bertiga.
"Orang itu?!."
".."
"..."
"Kali ini... jika kalian memang masih ingin menyerahkan nyawa kalian... aku akan membantu mengambilnya..."
Dia bukanlah Raja Iblis... tetapi dia salah satu Iblis kematian... tetapi iblis kematian terkuat dan paling diagungkan dalam dunia kegelapan.
Tidak hanya itu...
Dia adalah pemegang primordial hitam dan penguasa dimensi... orang yang paling dekat dengan raja iblis Vilis... dia adalah adik dari raja iblis... Iblis kematian Milis...
"Bagaimana dengan keadaan sekarang? pasukan kalian sedang berusaha membunuh saudara kami? hahahaha!! kalian begitu mudah terpancing oleh kematian... begitu banyak korban jiwa yang Morbus ambil... dan itu hanyalah sebuah permainan kecil yang ia ciptakan... dan hanya karena itu peperangan terjadi? sungguh lawakan yang bagus..."
Dia mengeluarkan sebuah kristal hitam dari telapak tangannya... kristal itu memancarkan sinar kegelapan dan cahaya itu seakan hidup mengitari tubuhnya.
"Sekarang kalian akan menjadi santapanku? hahaha!! betapa beruntungnya diriku bisa mendapatkan keempat ketua Octagram!!."
Kristal itu membentuk sebuah dimensi yang perlahan menyelimuti area sekitar dataran ini.
"Seizen... bantu bawa mereka... kita akan pergi dari sini."
Ketua Divisi pertama mengangkat tangan kanannya dan tanah yang ia pijak timbul sebuah patung besar.
Dengan arahan yang diberikan, ketua divisi tiga langsung bergegas membawa mereka berdua dan mendekati patung tersebut.
"Tunggu! ada apa?."
"..."
Setelah ketua divisi 3 membawa mereka mendekati patung tersebut, Ketua Divisi pertama langsung mengeluarkan kekuatan yang selama ini ia sembunyikan.
( Change Element: Hermes )
Seketika patung tersebut berubah menjadi seorang dewa yang disebut dewa Hermes, dengan kekuatannya, ia menciptakan sebuah jalan bercahaya dengan anak tangga berwarna emas sebagai pijakan..
Patung tersebut langsung mengambil kita bertiga dan membawa kita pergi kedalam cahaya itu sebelum ruang dimensi kegelapan dari Iblis kematian Milis menyelimuti kita semua.
Hal itu terjadi begitu cepat karena cahaya yang menyilaukan mata kita, dan kekuatan dari seorang ketua divisi pertama Pasukan Revolusioner Octagram telah menyelamatkan nyawa ketiga ketua divisi dengan kekuatan dewa Hermes...