
"A-Ayumi... aku benar-benar tidak bermaksud membuat kau menjadi sibuk karena aku... tapi aku-."
Dia berhenti menyeret kerah bajuku dan berdiri diam di depanku.
"H-Hei... aku sungguh minta ma-."
Tiba tiba dia langsung memelukku dengan erat.
"Bodoh... aku benar-benar khawatir denganmu, setelah mendengar kabar buruk itu... aku tidak henti-hentinya memikirkan keadaanmu..."
Suaranya yang sedikit serak dan terbata-bata, terdengar benar-benar memperdulikan keadaanku.
Aku pun perlahan mendorongnya untuk berusaha menenangkannya.
"A-Aku baik baik saja, lihat? aku sudah sangat sehat!."
"Luka itu masih terlihat tidak baik baik saja."
Dia melihat luka yang tertutupi oleh perban tebal yang berada di perutku.
"Ini juga akan segera sembuh... tidak ada yang perlu kau khawatirkan."
"Apa itu benar?."
"Kau bisa percaya padaku."
"K-Kalau begitu aku akan mempercayainya.."
Dia pun tersenyum dengan lega dan perasaan resah yang terus ada didalam hatinya telah hilang.
Sudah hampir satu bulan kita tidak bertemu, dan akhirnya aku pulang kembali dengannya.
"Aku pulang..."
"Um... selamat datang kembali."
"Sepertinya aku sudah melewatkan momennya."
"Akemi!! sudah lama aku tidak bertemu denganmu!."
"Fuu!."
"Mouwto- fuu??."
"Oh ya... perkenalkan, namanya Fuuton."
"Fuuton, tunggu... jangan jangan maksudmu..."
"Mouwton ternyata adalah salah satu senjata warisan... aku juga terkejut begitu mendengar hal itu."
"Fuu!."
"Aku benar-benar tidak menyangka hal itu!."
"Jadi... tim Divisi Tiga sudah berkumpul kembali bukan?."
"Ya!"
"Setelah semua yang sudah kita lewati... aku yakin kalian sudah menjadi lebih kuat, aku bisa merasakannya, haha!."
"Itu sudah jelas... karena kita sudah mengatakannya."
"Kita akan terus menjadi lebih kuat..."
"Sudah seharusnya seperti itu!"
Pertemuan kembali dengan tim Barats divisi ketiga yang membawa banyak hal yang mereka dapatkan... kini telah bersama.
Aku melihat kesana kemari dan sama sekali tidak melihat master.
"Dimana Master?."
"Master sedang mengobrol dengan ketua divisi pertama, sebentar lagi juga selesai."
"Begitu ya..."
"Kaito... jika kau tidak keberatan, aku ingin bertanya padamu... bagaimana kekuatan dua iblis kematian itu."
Akemi bertanya padaku dengan nada serius, begitu juga dengan Ayumi yang ingin mendengarnya.
"Kalau aku bisa membandingkannya, sepertinya Morbus dengan Blackjack memiliki perbedaan kekuatan yang sangat jauh, seharusnya mereka berdua bisa membunuh Morbus, tetapi dengan kekuatan yang dimiliki oleh Blackjack... aku tidak bisa menahannya sendirian."
"Mereka berdua?."
"Mereka adalah rekan yang ada didalam kelompokku... Okita Shion dan juga Kyuraki Izo."
"Pasukan Barats divisi kedua dan kesatu, memang benar, dari apa yang aku dengar... Kyuraki Izo adalah Barats andalan dari pasukan Divisi Pertama karena kekuatan elemennya yang cukup unik. Dan Okita Shion... aku pernah mendengar tentangnya sedikit, tapi aku masih belum tahu jelas kekuatannya."
Ayumi yang menganalisis mereka berdua, tetapi dia tidak terlalu mengenal Shion, mungkin itu wajar, karena dia orangnya memang tidak seperti itu... meskipun begitu, menurutku dia sangatlah kuat.
"Mereka sangat hebat... jika mereka tidak ada, mungkin aku tidak akan bisa sampai sejauh ini melawan kedua iblis kematian itu, meskipun aku merasa begitu bersalah, karena kurangnya kemampuanku yang membuat mereka berhasil kabur."
"..."
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri... nyatanya, karena kedatangan kamu dan mereka berdua, ketua divisi kedua berhasil diselamatkan.."
Tiba tiba master datang sambil berkata seperti itu padaku.
"Gunakanlah kegagalannya untuk dorongan bagi kekuatanmu... karena masih banyak diluar sana yang menunggu kedatangan kita..."
"Baik..."
"Pertama aku sebagai orang yang bertanggung jawab padamu merasa begitu bangga dengan apa yang sudah kalian semua lakukan... masa depan belum berakhir, karena kita semua masih sanggup untuk menghembuskan nafas kita... tetaplah bertambah kuat, sehingga dunia ini sudah tidak sanggup lagi untuk kembali hancur."
Kata kata yang sangat membuat kita semua langsung bersemangat dan begitu tersentuh...
"Ternyata Master juga pintar berkata-kata."
Aku membalasnya dengan sebuah lelucon.
"Aku sudah berusaha yang terbaik, sekarang, bagaimana kalau kita pulang... kembali ke markas kita."
"Baik!."
"Yosha! aku tidak sabar ingin makan masakan Ayumi lagi!."
"Jangan berteriak seperti itu, bodoh!."
"..."
......................
Kerajaan Besar Raja Iblis Vilis...
"Aarghhhhhh!! hentikan!! hentikan!! tuan!! kumohon hentikan!!."
Diatas mereka semua, terpampang jelas kurungan besi yang dibawahnya terdapat sebuah api yang begitu panas membara dan membakar kurungan tersebut.
Kurungan besi tersebut terus memanas hingga warnanya mulai berubah seperti ingin meleleh, begitu juga dengan iblis yang berada didalamnya.
"Aarrghhhhh!! ampuni aku!! ampuni aku!!."
"Sesali semua perbuatan yang kau lakukan... Morbus."
"Tidak tuan!! maafkan saya!! aaarhhkkhh!!."
Teriakannya mengisi seluruh ruangan yang begitu besar ini... dan iblis kematian BlackJack yang kini bersujud dihadapan seorang raja iblis Vilis.
"Lalu... apa yang ingin kau katakan, BlackJack?."
Dia yang tenang kini menjadi begitu panik dan seluruh tubuhnya bergetar hebat, dan tidak berani untuk mengangkat wajahnya menghadap sang raja iblis.
"Maaf tuan, tetapi... saya mempunyai sebuah informasi yang begitu penting.."
"Jelaskan."
"Sungguh saya melihat dengan bola mata saya... bahwa... saya melihat sebuah kekuatan yang seharusnya sudah punah dari dunia ini..."
"..."
"Kekuatan bumi Aqua... belum musnah seutuhnya."
"Kau bilang... apa?."
Raja iblis menatap dalam dalam kearahnya, dan seketika tubuhnya begitu berat dan tidak sanggup untuk mengangkat satu jari pun.
"..."
BlackJack benar benar berubah menjadi seekor ayam jika berada dihadapannya, mulutnya yang sama sekali tidak sanggup untuk berbicara, dia hanya berharap agar dia tidak mendapatkan hukuman dari sang raja iblis.
Dan secara tiba-tiba, raja iblis tertawa begitu keras, suaranya sampai hampir merusak telinganya hingga mengeluarkan darah dari lubang telinganya.
"HAA!! HAA!! HAA!!."
"Kuhkk!!."
"Ternyata dunia menyembunyikan harapan mereka... dan kini harapan tersebut mulai terlihat pucuknya... Aqua, rasanya lidahku merasa nostalgia hanya dengan mengingat kembali masa itu!!."
"..."
"Kau boleh kembali... dan aku harap yang lain tidak akan melakukan hal yang sama seperti kejadian ini..."
"Baik, saya permisi tuan.."
Sebelum pergi, BlackJack menatap kurungan yang sudah hampir meleleh, dan jeritannya masih terdengar keras meskipun suaranya sudah seperti ada air yang mendidih didalam tenggorokannya.
"Jangan khawatir... dia akan hidup dengan kekuatan yang lebih besar... jika dia bisa menahannya dengan baik."
"Baik."
"Aerghhhhhh!!! tolong!! tolong!!!."
Raja Iblis itu pun kembali duduk diatas singgasananya dan berirama seperti sedang menikmati sebuah lagu lagu yang berasal dari siksaan iblis itu.
"Kau pasti merasa senang bukan? Aqua Kizao... tenang saja, aku akan pastikan, pengguna kekuatanmu, akan berakhir didalam tubuhku... sama seperti saat aku memakan tubuhmu... rasanya sungguh sungguh nikmat! hahaha!!."
Kini dengan kemunculan pengguna elemen Aqua yang telah diketahui, posisi Kaito Ryoku semakin sulit untuk hidup didalam bumi yang telah di dominasi oleh keburukan...
Tetapi seperti yang Master katakan...
Bahwa dunia tidak akan musnah, jika kita masih bisa menghembuskan nafas kita diatas tanah ini...