PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 65



"Klang!!


Pertarungan antara Hyugo dan Jhinzir masih berlanjut, namun karena keduanya yang tidak ada tanda-tanda melemah maupun terpojokkan, dan menjadikan pertarungan tersebut begitu sengit.


*Dum!!


"Tidak disangka... kekuatanmu menjadi lebih kuat jika hidup ditengah kawasan orang-orang rendahan... mungkin memang ini adalah tempat yang cocok untukmu."


"Karena itulah aku disini... untuk merasakan kesengsaraan rakyatku, dan merubahnya suatu saat nanti..."


"Heh!! suatu saat nanti? sampai kapan kau bisa mengatakan hal itu..."


"Sampai aku bisa merebut tahta raja itu!."


"Omong kosong!."


"K-Kakak!."


Suara yang datang dari belakangnya, yaitu Yura yang sedikit terluka akibat kehancuran yang ada di rumahnya.


"Yura!!."


"!!!.."


*Dum!!


Tiba-tiba pria itu melemparkan bola besarnya kearah Yura, namun Hyugo masih bisa bergerak dengan cepat dan membawa pergi Yura dari sana.


"Sekarang kau ingin kabur?."


Hyugo berlari menyembunyikan dirinya dan juga Yura untuk membawanya ketempat aman.


"Yura, syukurlah kamu baik baik saja..."


"K-Kakak... Kak Ayu... mereka membawa Kak Ayu pergi..."


Yura begitu sedih saat Ayumi dibawa pergi oleh sekelompok orang-orang tersebut.


"Tenang saja, Ayumi pasti akan kembali... yang terpenting, kamu harus bersembunyi du-."


*Dum!!


"Tidak semudah itu!."


Diatas langit pria itu melancarkan serangannya dengan memanjangkan tongkatnya hingga ujung bola besar itu jatuh tepat di arah mereka berdua.


"Sial!."


*Cling!!


*Cling!!


Namun bola besar itu berhasil ditangkis olehku dan juga Akemi yang baru saja datang dari sana.


"Kaito! Akemi!."


Pria itu pun jatuh kebawah dan bingung dengan apa yang ada disini.


"Kenapa kalian berdua ada disi-... oh... begitu ya..."


"Hyugo! kita harus pergi dari sini, sebelum para tentara kerajaan itu datang!."


"Tentara kerajaan?!."


"Sebaiknya kita pergi ke pinggir kota, hanya itu tempat yang a-."


"Sialan kau!! kembalikan kakakku!!."


"Akemi!."


Akemi yang dari awal sudah terpancing emosi karena dia tidak bisa menyelamatkan kakaknya, dia pun langsung menyerang pria itu.


*Klang!!


"Ternyata pada akhirnya kau tetap tidak bisa menyelamatkan saudaramu..."


"Tch!!."


"Mereka ada disana! cepat kepung mereka!."


"Mereka bisa menemukan kita secepat ini... Akemi! kita harus pergi!."


"..."


"Dengarkan temanmu itu, kau itu pengecut... jadi hanya melarikan diri untuk pilihan yang baik untukmu."


"Diamlah!!."


*Cling!!


Akemi yang masih bersikeras untuk melawannya, tidak ada pilihan lain selain aku memaksanya pergi.


"Hyugo, kau dan Yura pergi terlebih dahulu, kita akan segera menyusul."


"Baiklah."


Tanpa keraguan, Hyugo mempercayai perkataanku dan pergi terlebih dahulu bersama Yura.


*Dum!!


*Klang!!


Disaat mereka berdua saling terpukul mundur, tiba tiba serangan angin datang dari para tentara kerajaan.


"..!!."


*Duaarr!!


Namun aku sempat menolong Akemi yang saat itu tidak menyadari akan serangan yang datang.


"Akemi! sadarlah! kita harus pergi dari sini sekarang!."


"Kita bisa mendapatkan petunjuk dimana Kakak jika kita bisa mengalahkannya!."


"Aku tahu! tapi saat ini, tentara kerajaan itu datang kemari!."


"Aku tidak peduli!! aku harus menyelamatkan kakakku!."


"Kau benar-benar!."


*Dum!!


"Jangan melupakan diriku disini!."


Pria itu datang kembali melancarkan serangannya kearah kita berdua, tidak hanya itu, serangan elemen dari para tentara pun ikut berdatangan.


Akemi terus saja berusaha keras untuk mencari kesempatan menyerang pria besar itu, namun serangannya hanya bisa menyerang tongkat dari pria tersebut.


Karena tidak ada yang bisa aku lakukan, aku pun menyapu beberapa pasukan yang sedang sibuk melancarkan serangannya.


( Wave Slash!! )


*Wuuzhhh!!


"Aarrghh!!."


Beberapa barisan pasukan tersebut terkena seranganku hingga jatuh terhantam dinding.


*Drrr!!!


Tiba-tiba tanah yang kita pijak bergetar begitu kencang.


"Apa ini?!!."


"Hahaha!! ternyata dia pun harus datang!!."


Pria itu tertawa seperti ada sesuatu yang datang untuk melawan kami.


Aku pun merasakan ada bahaya besar yang akan datang, dan hanya ada satu cara agar aku bisa membawa Akemi pergi dari sini.


"Menjauh!! dia akan datang!!."


Para tentara kerajaan saja membawa pasukan mereka untuk menjauh dari tempat ini.


Hingga getarannya semakin besar...


*Duaarr!!


Seekor tikus tanah raksasa muncul dengan cakarnya yang sangat besar dan tajam.


"Hewan apa itu?!!."


"..."


Kita berdua langsung terkejut karena seekor hewan raksasa yang seharusnya adalah Monster liar, namun dia datang untuk membantu mereka.


Setelah Tikus tanah itu keluar dari dalam pasir, dia langsung menyerang Akemi yang berada tepat didepannya.


Akemi tidak bisa bergerak karena dia masih belum bisa menyadari serangan tersebut...


Dan tidak ada pilihan lain bagiku selain menggunakan kekuatan tersebut.


( Personality Aqua!! )


( Wave Break!! )


*Swuuzhh!!


Sebuah ombak air datang dari tangannya dan menutup semua musuh dengan gumpalan air yang menghantam mereka.


Dan dia langsung membawa pergi Akemi dari sana selagi tikus tanah raksasa dan yang lainnya masih ditutupi oleh ombak air.


"Lepaskan aku! apa yang sedang kau lakukan!?."


"Jangan memaksakan diri... kau akan mati konyol disana.."


"Aku tidak akan mati dengan mudah disana! aku harus menyelamatkan kakakku!."


"Monster yang baru saja kau hadapi tidak hanya itu... aku bisa merasakan ada yang datang menuju tempat itu kembali... lagipula energi yang ada didalam tubuhmu audah hampir habis..."


"Tchh!!


"..."


Karena hal itu, leluhur Aqua membawa pergi Akemi ke pinggiran kota hingga sampai ditempat yang aman, leluhur langsung pergi dan aku mulai sadar...


"Ughh..."


"Kenapa kau memakai kekuatanmu..."


"Apa yang kau katakan?."


Dia datang dan langsung menarik kerah bajuku, wajahnya yang penuh amarah terlihat didepan mataku.


"Apa kau sadar!! Ayumi kakakku telah diculik oleh mereka!!."


"Lalu apa yang ingin kau lakukan?! kau ingin mati disana!?."


Dia pun langsung melepaskan tangannya dengan keras lalu merubah kembali pedangnya menjadi semula.


"Fuu..."


"..."


"Akemi, dengarkan baik-baik... kita saat ini masih ha-."


"Aku akan pergi..."


"Eh? apa maksudmu?."


"Aku tidak akan meninggalkan kakak sendirian disana."


"Bagaimana dengan misi kita!? kita harus segera mengambil inti energi untuk membangkitkan kembali markas kita secepatnya!."


"Maka dari itu, sebaiknya kau segera meninggalkan negeri ini setelah matahari terbit."


"J-Jangan berkata omong kosong! jika kau ingin menyelamatkan Ayumi, kalau begitu aku juga akan ikut menyelamatkannya!."


"Kau sendiri yang mengatakan kita harus segera menyelesaikan misi kita... dan kalau kita berdua menyelamatkan Ayumi... waktunya tidak akan sempat..."


"..."


"Aku akan memberikan informasi ini ke markas menggunakan burung pembawa pesan... dan tentu saja, aku akan bertanggung jawab atas konsekuensinya... karena aku tidak bisa menjalankan misinya dengan baik."


"Apa kau benar-benar ingin menyelamatkan Ayumi sendirian?."


"..."


Wajahnya benar-benar menggambarkan sebuah keyakinan yang tidak bisa diubah kembali.


Aku pun juga berpikir untuk menyelamatkan Ayumi, namun misi juga lebih diutamakan...


"Kalau begitu... aku akan pergi setelah matahari terbit..."


"Baiklah... aku harap kau bisa menyelesaikan misinya seorang diri, maafkan aku..."


"Aku tidak ingin ada waktu disaat kita terpecah belah hanya karena emosi yang mengganggu pikiran kita masing-masing... jadi, aku akan mengikuti rencana yang kau berikan... tenang saja, setelah aku mengambil inti energi, aku langsung segera kembali kesini!."


"Ya! terima kasih!."