PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Chapter 74



"Kenapa kau tidak mengatakannya daritadi?!"


"Aku pun baru ingat saat tadi aku ingin membereskan barang-barang didalam Jeep."


"Kalau saja benda ini hilang, aku tidak tahu lagi bagaimana Master akan menghukum diriku."


"Yah, asalkan inti energinya masih ada, tidak akan terjadi apa apa."


"Itu juga karena ulah dirimu!"


"Aku melakukan apa yang terbaik bagiku, masih baik aku memberikan benda itu padamu... lagipula inti energi buatan dariku lebih baik dari yang itu."


"Memangnya kau yang membuat inti energi ini?"


"Tidak, itu buatan kedua orang tuaku."


"Lalu, kau?"


"Aku membuat inti energi yang berbeda!"


"Bagaimana caranya?"


"Kalau kau ingin memohon kepadaku, mungkin aku bisa memikirkannya."


"Hah?? yang benar saja... lebih baik aku mengikuti cara buatan sistem di negeri ini saja."


"Teknologi buatan diriku Mega lebih baik dari mereka."


"Asalkan bisa berguna aku tidak peduli apapun itu."


"Heh! kau pasti akan terkagum-kagum kalau melihatnya."


"Ya ya."


Setelah mengurus pria setengah besi itu, aku langsung memberikan inti energi itu ke presiden.


"Kami akan mencoba mengisi ulang energi elemennya, sampai saat itu... kamu harus menunggu disini."


"Memang seperti itu, dan juga aku masih harus melindungi negeri ini dari serbuan monster."


"Oh ya, mengenai itu-"


"Bumm!!!


Tiba tiba getaran besar datang mengguncang seluruh tempat, dan gempa dimana-mana.


"Ada serangan?!"


"Seharusnya saat ini meskipun pelindungnya sudah rusak, namun tidak akan ada yang bisa membobolnya."


"Kalau begitu kita harus memastikannya."


Aku dan presiden langsung bergegas keluar bangunan untuk melihat apa yang terjadi di gerbang luar.


"Hei! apa yang ingin kalian lakukan?? tunggu aku!"


.


.


*Dum!!!


Suara yang menggelegar hingga membuat kupingku sangat sakit, dan gempa yang terus menyusahkan diriku untuk berlari.


Saat kita sudah keluar dari bangunan, seketika mata kami dihadapkan oleh sebuah pilar besar dan panjang hingga menjulang tinggi keatas langit, yang berjatuhan kebawah.


Meskipun benda itu tidak jatuh diatas pelindungnya, namun getarannya saja sudah hampir membuat seluruh negeri ini terguncang.


Jarak pilar pilar besar itu hampir sejauh 2 kilometer dari negeri Euditoria, namun kita masih bisa melihat betapa besarnya pilar itu hingga semuanya dibuat terdiam ketakutan.


"Situasi menjadi lebih berbahaya dari dugaan kita."


Tiba tiba Ikki dan Hyokai datang berkumpul denganku untuk membicarakan benda besar itu.


"Darimana berasal nya semua pilar itu..."


"Kami pun baru saja melihat hal seperti ini, mungkin saja salah satu serangan dari monster."


"Tapi... kedatangan monster yang menimbulkan bencana besar seperti ini... hampir mustahil." Aku berpikir kalau ada monster tingkat teratas yang melakukan semua ini, maka sama saja level kekuatan Monster itu hampir setara dengan iblis kematian."


"Kita harus memastikan apa yang ada disana."


"Kalau perlu aku bisa menjatuhkan semua pilar itu satu persatu, dengan kekuatan kera putih raksasa milikku."


"Jika menghancurkannya adalah jalan yang baik, kenapa tidak?"


Tiba tiba salah satu penjaga gerbang berteriak ketakutan karena melihat sesuatu yang tidak wajar..."Lapor!! ada sesuatu yang keluar dari bawah pilar raksasa itu!"


Kita semua langsung naik keatas pintu gerbang dan melihatnya...


Semua langsung dibuat ketakutan, karena pilar raksasa yang jatuh kebawah itu ternyata berisi ribuan monster monster yang saat ini sedang berhamburan keluar dan menuju kearah sini.


"Itu... mereka."


Aku sadar bahwa sekeliling kita bertiga, ketakutan sudah melahap habis keberanian mereka, melihat sebuah lautan monster yang bergerak menuju kearah negeri modern ini.


"Sepertinya, hanya kita yang bisa mengatasi bencana ini." aku berbisik kepada mereka berdua yang juga sudah menyadari sekeliling mereka.


"Bukannya kau bilang masih ada yang belum datang kesini?"


"Tapi jika tidak ada kabar seperti ini... apa kita benar-benar harus mengharapkannya datang?"


"Berarti kita hanya mengandalkan apa yang ada disini."


"..."


"Presiden."


Saat aku memanggil presiden, beliau nampak jelas ketakutan karena melihat para monster yang ingin menghancurkan negerinya.


"Presiden, seharusnya disini terdapat banyak senjata untuk mempertahankan negeri bukan?"


"Tapi... tidak ada yang bisa menghabisi mereka semua... sekaligus."


"Jangan berpikir terlalu sulit seperti itu dulu, yang pertama harus dilakukan adalah membangun pertahanan."


"..."


"Presiden..."


"Bagaimana... kalau semua ini gagal..?"


"..."


Beliau sudah jelas takut akan hancurnya tempat yang ia dirikan, dan juga ini adalah sebuah negeri modern, negeri yang membantu Octagram untuk secara tidak langsung membela keadilan.


"Jika gagal, kita semua akan mati." tanpa basa basi aku langsung menjawab pertanyaannya.


"..."


"Karena itu... ada yang harus kita lakukan, agar kita bisa bertahan hidup."


"..."


"Presiden... kau harus melakukan apa yang harus kau lakukan untuk melindungi negerimu, dan mereka semua menunggu perintah langsung darimu."


"..."


Setelah aku sudah merasa tidak ada lagi yang harus kukatakan, aku pun hanya pasrah dan tidak berharap bahwa ini akan berjalan dengan muda, namun nyatanya.


"Seluruh pasukan!! buat barisan pertahanan diluar gerbang dengan robot pemusnah kendali jauh!!"


Beliau memberikan perintah langsung kepada tentara pemerintahan miliknya hingga mereka semua terkejut tidak menyangka beliau mengatakan hal itu dengan sangat tegas dan yakin.


"Apa yang kalian tunggu? kita bantu pasukan Barats dari belakang, dan kita juga harus melindungi negeri kita sendiri!"


"..."


"Demi negeri ini... lindungilah negeri kalian!"


"Baik!!"


Mereka semua langsung menerima perintah beliau dengan penuh keberanian yang sudah muncul kembali, dan semuanya langsung mengendalikan puluhan robot berukuran cukup besar dan satu persatu keluar dari gerbang untuk membuat garis pertahanan yang cukup jauh dari negeri Euditoria.


Robot yang memiliki dua kaki dan sebuah kubus besar diatas dengan kedua lengan panjang yang berbentuk seperti sebuah mesin senjata api, mereka semua berbaris seperti dinding kecil yang mempertahankan pelindung energi yang masih dalam masa pemulihan.


Setelah memerintahkan ada pasukannya, dia langsung mempertanyakannya tujuanku, "Kaito, apa yang ingin kau lakukan untuk melawan para monster itu?"


"Seperti yang seharusnya dilakukan... menghabisi mereka."


Meskipun terdengar cukup simple dan jelas, namun apa yang aku katakan tidak semudah itu untuk dilakukan... apalagi aku tidak bisa memakai kekuatan leluhur Aqua disaat saat seperti ini..


"Ikki, Hyokai, kita juga harus keluar dari sini."


"Ya."


"Baiklah."


"Presiden, aku akan pergi."


"Baik..."


Kita bertiga langsung melompat keluar dinding gerbang besar yang menutup negeri Euditoria, dan berjalan melewati barisan robot robot pemusnah tersebut.


Para monster yang berlarian menuju kesini sudah terlihat dekat di depan mata, dan ukuran mereka tidak hanya monster kecil, namun ada raksasa maupun monster yang berada di tingkatan atas lainnya... atau mungkin ada salah satu dari mereka seorang bawahan iblis kematian.


"Kita akan maju."


"Ya."


"Ya!"


( Change : Bigfoot!! )


( Creation : Katana )


*Swuushh!!!


*Drrrr!!


Aku menarik pedangku dan menggenggamnya penuh dengan rasa yang tidak begitu bisa aku mengerti... seperti semangat untuk membunuh... namun tenang seperti membaca seluruh pergerakan mereka...