
( Sword Style : Razor Slash!! )
*Sringg!!
"Sedikit lagi, aku bisa mendekati benda besar itu!"
Saat aku melangkah tiba tiba seekor monster yang sedikit lebih besar datang menghantamkan tanah dengan kedua tangan yang mengepal.
Aku melompat mundur dan sedikit kehilangan keseimbangan karena kelelahan.
"( Sial... aku bisa kehabisan tenaga sebelum sampai kesana! )"
Aku langsung menarik pedangku dan berlari kearah monster itu, dan melompat setelah ia memberikan serangan, lalu menyerang punggungnya dengan menusuk pangkal leher hingga kebawah.
Darah yang bercucuran membuat diriku kotor, namun aku tidak memperdulikannya dan langsung menyerang monster monster yang lainnya.
Aku sadar kalau aku sudah cukup jauh dengan tempat dimana Ikki dan Hyokai berada, dan karena aku yang sudah merasa sedikit pusing berpikir untuk menggunakan kekuatan leluhur.
"Sebaiknya urungkan niatmu nak."
"..."
"Jika kau berganti denganku, mungkin ada kesempatan untuk bisa langsung mendekati benda itu, namun sebelum menghancurkannya mungkin energi milikmu sudah habis dan aku tidak akan bisa mengeluarkan kekuatanku lagi."
Aku langsung mengurungkan niatku karena perkataan beliau ada benarnya juga, karena wadah energiku yang sedikit aku tidak akan bisa menggunakan kekuatan beliau dengan jangka waktu yang panjang.
Jadi hanya ada satu jalan yang bisa kulakukan, yaitu terus berjalan dan singkirkan setiap monster yang menghalangi jalanku.
......................
"Hyoukai."
"Maaf, aku sedikit lengah... kekuatan raksasa itu lebih kuat dari sebelumnya."
"Kita harus berpikir kembali untuk ini... namun bisakah kau buat tempat ini tidak didatangi monster monster kecil ini?"
"Kalau itu..."
( Landscaping!! )
Dia menghantam tanah dibawahnya dan getaran tersebut mementalkan para monster kebelakang dan membuat sebuah penghalang dari gejolak tanah yang timbul dalam bentuk lingkaran.
Hingga para monster tidak bisa melewatinya dan secara brutal mereka semua saling mendorong hingga mati satu persatu.
"Kita harus urus raksasa itu terlebih dahulu, namun rasanya sulit jika dilakukan oleh kita berdua."
"Bukannya masih ada dua Barats yang akan datang kesini?"
"Tidak ada informasi mengenai mereka, mungkin saja kemungkinan terburuknya.."
"Mereka tidak akan datang... ya."
"Pokoknya saat ini yang harus kita pikirkan adalah cara mengatasi bencana ini... mungkin katana milikku bisa membelah tubuh monster itu."
"Kalau begitu akan aku bantu kau untuk mendekatinya."
"Tapi, aku tidak yakin dengan setelahnya... mungkin energiku akan langsung habis."
"Kalau begitu bisa gawat, aku juga ingin langsung menghancurkannya tapi energiku mungkin hanya tersisa setengahnya saja."
"Karena kita sudah habis habisan melawan yang lainnya..."
"melawan kuantitas dengan kualitas ternyata ada susahnya juga."
"Setidaknya jika Kaito berhasil menghancurkan benda raksasa itu, mungkin kita bisa mengakhiri bencana ini."
"Eh? Kaito ingin menghancurkan benda itu sendirian??"
"Sebenarnya itu rencana dariku... aku juga tidak menyangka dia menerimanya tanpa berpikir."
"Sebenarnya dia itu ceroboh atau bodoh...?"
"Tidak... sebelumnya saja dia bisa menebas raksasa seperti yang satu itu dengan sekali gerakan, dan hal itu dilakukan tanpa menggunakan kekuatan elemen, aku rasa dia memiliki kekuatan yang cukup besar jika hanya bergantung dengan tenaganya."
"Kau benar... semoga saja dia bisa melakukannya."
"Kita juga harus melakukan apa yang harus kira lakukan disini."
"Ya..."
Bersamaan dengan mereka yang telah selesai berbincang, raksasa itu berbalik dan langsung berjalan ketika melihat mereka berdua.
"Dia kesini!"
"Apa kau bisa melemparku lebih tinggi darinya?"
"Kau berencana ingin menyerangnya secara langsung??"
"Tidak, aku ingin naik keatas tubuhnya, dan mencari kelemahannya."
"Begitu ya, baiklah, naiklah keatas telapak tanganku."
Ikki berdiri diatas telapak tangan besarnya itu, dan Hyoukai langsung melemparkannya dengan sekuat tenaga.
"Maju!!"
*Swuusshh!!
Ikki melesat dengan cepat namun raksasa itu tidak membiarkan dia terbang dengan aman.
Monster raksasa tersebut mengangkat tangannya dan menghalangi jalur terbangnya.
"Aku harap kau menyesalinya."
( Sword Style : Ground Slope Slash!! )
*Sringg!!
Seketika salah satu jari raksasa itu terpotong dengan cepat dan membuat Ikki lolos dari halangan nya, dan mendarat diatas pundak monster itu.
Meskipun ia sudah sampai, bukan berarti dia telah aman, karena ternyata para monster kecil yang berada dibawah bisa, sebagian bisa memanjat dan ada juga yang terbang.
Jadi dia juga mengatasi beberapa monster yang naik atau terbang menyerangnya, dan juga menghindari serangan dari raksasa tersebut dengan berpindah tempat.
"Tch! aku harus bisa melakukan sesuatu... paling tidak!"
( Sword Style : Landslide Slash!! )
Ikki yang dalam posisi terjatuh tanpa meninggalkan kesempatan ia menyerang tubuh bagian depan raksasa tersebut, namun saat itu ada yang aneh dengan perilaku raksasa itu.
Dia sengaja menahan serangan Ikki dan mengorbankan salah satu tangannya hanya untuk melindungi bagian dadanya yang justru terlihat kuat karena terdapat sebuah bola bercahaya yang nampaknya terlihat kokoh.
"Kenapa..."
Saat Ikki masih berpikir, raksasa itu langsung menyemburkan api yang terkumpul dari mulutnya kearah Ikki langsung.
"Sial! aku tidak bisa menghindar!"
*Buuzzz!!
"!!"
Saat semburan api datang, tiba tiba ada seseorang yang langsung membawanya menjauh dari sana.
"..."
"Seperti perang besar yang lalu, kau selalu bertindak nekat sendirian."
"Kalian..."
Dua orang yang pernah bertarung bersamanya, dan juga seorang Barats yang menyelamatkannya dari semburan api raksasa itu.
*Ceklek!
"Yo, bagaimana kabarmu."
Kekuatan pengontrol elemen tipe Ignis, dengan mengontrol api yang ada di korek apinya, dia bisa melakukan apa saja dengan menarik api dari dalam benda kecil itu, Anggota Barats divisi keempat, Konogawa Shin.
"Maaf kami terlambat datang kesini, karena arah kami datang dekat dengan benda raksasa itu, maka dari itu kita mengatasi beberapa disana."
Kekuatan Pembentukan elemen tipe Ignis, dengan merubah bentuknya menjadi seekor elang berkepala singa bernama Anzu, Anggota Barats divisi ketujuh, Shinazura Koera.
"Kondisinya cukup parah, kita kewalahan melawan mereka semua... karena itu kita membagi dua tugas untuk saat ini."
"Tugas?"
"Aku dan Hyoukai saat ini sedang mengurus raksasa itu, dan ada seorang Barats yang sedang mencoba untuk menghancurkan benda raksasa itu."
"Maksudmu lelaki yang menerjang puluhan monster disana??"
"Kalian melihatnya?"
"Karena kita melewatinya, namun karena banyak sekali monster disana, kami berdua tidak yakin bisa pergi dari daerah itu jika turun."
"Dia benar benar nekat... bagaimana bisa dia melakukan itu seorang diri."
"Satu satunya hal yang bisa kita lakukan adalah raksasa itu, setelah kita bisa menghabisinya, aku akan pergi membantunya."
"Energi milikmu sudah hampir habis bukan? jika kau kesana mungkin hanya akan membebaninya."
"Benar juga..."
"Kalau begitu biar aku saja."
*Ceklek!
Sambil memantik api di koreknya, dia bergaya seperti seorang profesional.
"Koera, bisakah kau mengantarkan aku kembali ke orang itu?"
"Kalau dari atas sepertinya bukan hal yang sulit."
"Kalau begitu antar aku kesana, dan kalian urus kembali raksasa itu... rencana ini tidak begitu buruk bukan?"
"Ya... ayo kita lakukan!"
......................
*Sring!!
"Sedikit lagi! aku bisa mendekati benda itu!"
Aku mengayunkan pedangku yang cukup berat ini ke segala arah dan menghancurkan setiap bagian tubuh monster monster yang datang kepadaku.
Bencana ini sudah berjalan hampir dua hari lamanya, dan aku telah berusaha keras untuk mengatasi bencana yang disebut "Raid" ini.
Luas benda tabung raksasa itu hampir seperti sebuah bangunan Colosseum, dan tingginya bahkan tidak terlihat ujungnya dari bawah.
Aku masih belum mengetahui caranya, namun ada satu hal yang hanya bis aku pikirkan ditengah situasi ini.
Yaitu menggunakan kekuatan Leluhur.
"Sepertinya aku bisa melakukannya dengan jarak ini!"
Usaha yang telah aku lakukan akhirnya aku bisa mencapai dekat dengan benda tabung raksasa itu, dan saatnya aku mengeluarkan kekuatan itu.
"Baiklah... kumohon lakukan semampunya! Leluhur!"
( Personality : Aqu- )
"Ughk!!"
Tiba tiba serangan yang sangat cepat langsung menghantam perutku hingga tubuhku terpental begitu jauh.
"Uhuk uhuk! apa yang... terjadi."
"Aku merasakan hal yang buruk ketika kau ingin mengeluarkan kekuatanmu."
Seorang manusia yang memiliki bentuk tubuh yang tidak biasa... dia memiliki enam tangan dan tubuhnya sangat keras dan berotot, bahkan urat ototnya sebesar tiang besi yang menjalar di setiap tubuhnya. Kepalanya yang memiliki bentuk aneh membuatku terkejut sekaligus tidak menyangka akan hal ini.
"Kau tidak akan bisa menyentuh bangunan ini..."
Karena saat ini... aku berhadapan dengan seorang Servus.