PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 23



"T-Tolong ampuni aku!!."


Seorang prajurit kerajaan yang tersisa sedang memohon didepannya saat sudah ribuan mayat teman temannya yang mati didekatnya.


Iblis dengan paras cantik dan menawan, tetapi begitu mematikan... iblis Kematian Morbus.


"Aku bisa saja mengampuni hidupmu..." Jarinya memutari perlahan bibirnya yang merah merona.


"B-Benarkah? t-terima kasih banyak!." Prajurit itu bersujud dan rela menghilangkan harga diri seorang pejuangnya kepada seorang iblis.


"Asal kau menjadi bawahanku yang setia.."


Harapannya pun kandas saat sesuatu yang muncul tepat didepan wajahnya.


"Eh? tidak! tidak! AARGGGHHHH!!!."


Tubuhnya tiba tiba berubah menjadi sebuah monster mengerikan karena disuntikkan oleh sesuatu seperti cairan darah monster.


"Grraaghhrrghh!!."


"Ehem... bawahanku yang begitu manis... bisakah aku meminta tolong padamu?."


......................


Didalam kota Sun Of Peace...


"Grrooaaarr!!!."


Raungan dari monster serigala raksasa yang begitu ganas dan liar...


Tiga orang yang berlari berpencar untuk mengepung nya, dan membunuhnya...


"Ayumi, sekarang!."


"Baik!."


Dia berhenti tepat didepan serigala yang besar itu, dan menyiapkan posisinya.


( Control Element : Wind Surge! )


*Swuusshhh!


Sebuah gelombang yang menerjang kearahnya dan membuat monster itu sedikit lengah.


"Mouwton! ayo kita lakukan!."


"Mouw!."


( Element Change : Danzo!! )


*Swuusshhhh


"Serang dia! Mouwton!."


"Mouwrr!!!."


Kucing itu berubah ukuran menjadi seekor harimau dan berputar menjadi bola angin yang melesat kearah serigala besar itu.


*Dum!!


"Groorggg!!."


Serigala itu terjatuh dan membuat sekelilingnya mengalami getaran yang cukup besar.


"Kaito! habisi dia!."


Aku berlari sambil menggenggam pedangku dan melompat diantara batu besar hingga menerjang keatas kepalanya.


"Serahkan saja padaku!...( Aku bisa mencobanya! )."


( Sword Style: Rainfall! )


*Buzzzhhhh


*Sringg!!!


Cahaya biru yang membelah langsung tubuh monster itu dengan sekejap...


Serangan itu adalah serangan yang berhasil membunuh salah satu iblis kematian dan melukai master... tetapi aku pikir jika kekuatan skill ini saat berlatih dengan master masih belum serupa dengan saat aku membunuh iblis kematian... begitupun dengan serangan tadi... kurasa kekuatannya menurun seiring waktu aku melakukannya.


"Aku belum bisa melakukannya seperti waktu itu..."


"Jangan begitu sedih... lain kali mungkin kau bisa melakukannya."


"Benar."


"Sepertinya begitu..."


"Kwaakk!! Kwaakk!!."


Ditengah sunyi, tiba tiba seekor burung gagak menghampiri kami bertiga dengan membawa sebuah surat.


"Burung ini... surat dari markas besar.."


Aku pun mengambilnya dan membuka isi surat tersebut...


"Ada apa, Kaito?."


"Misi darurat.... bersiaga untuk peperangan..." Sambil ketakutan aku memberikan informasinya.


"Yang benar saja..."


Kita bertiga terdiam setelah mendengarnya... siaga untuk peperangan yang berarti akan menjadi sebuah misi yang bisa saja merenggut nyawa salah satu dari kita...


"Kaito... apa kau ingin berkata sesuatu?." Sambil mengelus kepala kucing itu.


Bukanlah sebuah ketakutan yang kita rasakan saat ini, justru kita menunggu hal ini akan datang, dan kita siap kapan saja dimulai!


Ketakutan? panik? justru kami langsung senang saat yang dinanti nantikan akhirnya tiba.


Perasaan yang begitu bergejolak hingga menarik keluar adrenalin...


Aku kembali menyimpan pedangku dan berjalan beberapa langkah...


"Tentu saja... ini adalah kesempatan kita untuk membalaskan dendam para warga kota Sun Of Peace!!."


......................


"Lapor! semua surat misi darurat sudah diberikan kepada penjuru markas divisi!."


Pertemuan para ketua divisi kini sudah selesai...


"Saatnya bagi para ketua untuk kembali dan mempersiapkan peperangan yang akan dilakukan..."


Seluruh ketua yang mengelilingi sebuah podium besar berdiri satu sama lain...


"Oho oho! sampai berjumpa lagi jika kalian masih ada didunia ini..."


Seorang pria besar dan gemuk yang sedang memakan kudapan besar diatas mejanya...


Ketua Divisi 8 "Babi Pasir" Bakata Kuta.


"Lagipula siapa yang ingin berjumpa dengan kau lagi? aku sudah tidak tahan melihat badan besarmu."


Wanita mempesona dengan gaun merahnya yang terlihat begitu panas...


Ketua Divisi 7 "Api Cinta" Aime Feu.


"Oh cantik... jika begitu, aku siap menjadi tanah vulkanikmu setiap saat."


Si tampan yang percaya diri, dan karakternya yang begitu mencolok.


Ketua Divisi 6 "Penggoda Bumi" Sir Lythir.


"Duh, apa kalian tidak bisa tenang? atau ingin aku hilangkan oksigen disini?."


Wanita dewasa yang begitu anggun dan cantik gemulai namun mematikan dalam diam.


Ketua Divisi 5 "Pengasuh Badai" Aijo Ifufe.


"Kalau seperti itu sudah saatnya kita berpisah... dan semoga kita semua bisa berkumpul disini kembali."


Dengan seragam tentara khusus, sikap berwibawa dan gagah perkasanya.


Ketua Divisi 4 "Tentara Neraka" Iwei Oku.


"Aku harap kalian bisa menjalankan rencana dengan baik."


Pria dengan satu matanya yang ditutupi oleh sebuah pengorbanan besar dan yang terganas.


Ketua Divisi 3 "Banteng Bermata Satu" Seizen Kaiju.


"Oi oi, jangan seperti kita semua akan melakukan perpisahan dong."


Wataknya yang begitu santai hingga menganggap semua dunia ini adalah permainan.


Ketua Divisi 2 "Penghancur Mesin" Reiido Koton.


"..."


Duduk dengan tenang dibawah kegelapan, seseorang yang begitu misterius.


Ketua Divisi 1 "Misterius Kuno" Alan Mgarda.


"Pertemuan Pasukan Revolusioner delapan divisi... BUBAR!!."


*SWUUTTT!!!


Seketika ruangan itu hanyalah ruangan kosong tanpa adanya satu orang bahkan satu mahluk terkecil pun.


8 Pemimpin pasukan revolusioner yang tersebar di seluruh penjuru dataran Pax...


Dan kami adalah orang yang membawa harapan dari seluruh umat manusia untuk memberikan keadilan yang sebenarnya...


...Pasukan Revolusioner Dunia....


...OCTAGRAM...