PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 57



"Tentang negeri teknologi modern itu... apa kalian sudah pernah kesana?."


"Belum, ini pertama kalinya kita akan kesana."


"Begitu ya... aku sedikit kepikiran... apa saja yang ada didalam negeri itu sehingga bisa dikatakan sebagai negeri yang sangat berbeda dengan negeri atau desa biasanya.


" Katanya disana terdapat sebuah alat transportasi yang bisa membawa kita terbang bebas kemana saja." Ucap Akemi.


"Benarkah? aku ingin merasakan bagaimana terbang bebas.."


"Bukannya kau bisa terbang dengan kekuatan angin milikku?."


"Kalau itu berbeda, aku tidak bisa mengontrol penuh pergerakannya."


"Benar juga sih... tapi tetap saja sepertinya kau tidak bisa menggunakan benda seperti itu."


"Eh? memangnya kenapa?."


"Benda yang dibuat oleh mereka semuanya hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki kekuatan elemen, karena benda benda tersebut dibuat dengan menggunakan kekuatan bumi juga." Jelas Akemi.


Aku langsung merasa tidak semangat untuk pergi kesana.


"Tapi kau bisa naik asalkan ada seorang pengguna elemen yang membawa benda nya."


"Benarkah? apa kau mau naik bersamaku?."


"Kenapa denganku?? kau bisa naik dengan Akemi bukan?."


"Akemi, kau mau naik bersamaku nanti kan?."


"Aku kan membawa Fuuton."


"Fuu!."


"Benar juga... aku tidak bisa naik.."


"Baiklah baiklah... k-kau boleh naik bersamaku nanti.."


"Benarkah? Ayumi, kau memang sangat baik!."


"T-Terserahmu."


Kami pun melanjutkan perjalanan yang akan menjadi perjalanan yang cukup panjang, karena negara itu terletak pada luar wilayah kerajaan maupun wilayah keempat pilar, dan juga diluar wilayah tersebut pastinya rawan akan adanya monster monster yang cukup kuat yang akan menghalangi perjalanan kita.


Dan wilayah Ventus yang sebagiannya memiliki dataran berpasir, membuat langkah kami menjadi sulit dan juga cuacanya yang sedikit panas...


Hingga sudah setengah hari kami berjalan, dan kami masih belum menemukan desa atau pemukiman terpencil yang akan menjadi tempat peristirahatan kita.


"Uhh... kenapa kita tidak berjumpa dengan perdesaan? aku sudah kelelahan.." Keluh Ayumi yang sudah sedikit lemas akibat panas dari sinar matahari yang seperti menjemur kita ditengah ladang pasir ini.


"Jika saja kita bisa mempunyai kendaraan atau sesuatu yang bisa membawa kita kesana lebih cepat."


"Tidak ada yang seperti itu... kita hanya bisa berjalan kaki menuju kesana."


"Tapi... jika ada sesuatu yang besar dan bisa membawa kita kearah kota terdekat, mungkin menarik."


"Hentikan candaanmu! bagaimana jika benar benar datang pada kita!."


"Haha, tidak tidak, itu tidak mungkin ada ditengah gurun seperti ini, palingan hanya cacing alaska."


*Drrrrr!!


Tiba tiba muncul getaran hebat disekitar kami, dan pasir pasir mulai jatuh lebih dalam kebawah.


"Sudah aku bilang, jangan berkata yang memancing sesuatu!."


"Bagaimana aku tahu jika benar-benar datang!."


"Dia datang!."


Gundukan pasir yang mulai menghampiri kita bertiga, dan benda itu berjalan dengan cepat dibawah pasir.


"Akemi! Ayumi! berpencar!."


Mendengar perkataanku, semuanya langsung berpencar ke berbagai arah.


*Buuuzzz!!


Dan tempat kita berpijak sebelumnya langsung menjadi dl sebuah jurang pasir yang dalamnya entah seberapa jauh... lalu lubang itu kembali menutup karena terisi oleh pasir yang jatuh disampingnya.


"Hampir saja kita tertimbun oleh pasir!."


"Dugaanku benar, dia adalah cacing liat alaska! monster cacing terbesar yang menguasai hampir seluruh dataran gurun pasir!."


Karena diriku yang hampir mengetahui semua monster dalam tingkatannya, jadi monster yang seperti ini aku bisa mengetahuinya.


"Kita harus bagaimana?."


"Buat dia keluar dari dalam tanah."


"Caranya?."


Sebelum kita selesai berdiskusi, monster itu kembali menyerang kearah Akemi dan membuat sebuah lubang pasir besar seperti sebelumnya.


*Buzzz!!


Tetapi Akemi berhasil melompat menghindari lubang pasir itu.


"Sepertinya monster itu tidak memberikan kita kesempatan untuk berbicara! Fuuton!."


"Fuu!."


Akemi merubah Fuuton menjadi sebuah pedang dan mengambil posisi untuk bersiap akan datangnya serangan dari monster itu kembali.


Dan gundukan pasir yang datang menuju kearah diriku, dan aku langsung mempersiapkan posisiku.


*Buuzz!


Saat aku melompat, aku tidak sengaja melihat sebuah tubuh panjangnya yang bergerak melewati lubang besar itu dibawah.


"( Jadi seperti itu...)"


Dan monster cacing itu kembali menyerang dan kini dia menyerang kearah Ayumi.


"Dia datang!. "


"Eh? baiklah, aku akan berusaha."


( Rotasi Angin!! )


Lalu monster itu kembali membuat sebuah lubang besar dan Ayumi yang berhasil menghindarinya dengan menggunakan kekuatan anginnya untuk terbang sementara, lalu dia kembali mengarahkan serangan yang aku katakan kedalam lubang besar itu.


( Bilah Angin! )


*Swuushh!!


Dan monster itu meraung kesakitan karena serangan Ayumi berhasil mengenainya.


"Berhasil?!."


Lalu seluruh permukaannya kini menjadi lebih tenang.


"Dia sudah berhenti?."


Kami semua menunggu untuk memastikan dari monster itu...


Lalu beberapa saat aku menyadari sesuatu dengan monster cacing besar ini.


"Tidak... Akemi! bawa Ayumi menjauh dari sana!."


"Tunggu! ada a-."


Sebuah kepala yang sangat besar dengan mulutnya terbuka begitu lebar, lalu langsung menutup mulutnya hingga sebagian pasir disana habis tertelan olehnya, dan monster itu kembali kedalam pasir.


Untungnya Akemi berhasil menyelamatkan Ayumi tepat waktu dan mereka menghindari serangan yang bisa melahap mereka habis.


"Kakak tidak apa apa?."


"Um... Terima kasih."


"Kalian berdua baik baik saja?."


"Begitulah."


"Melawannya sangat sulit karena dia terus keluar masuk kedalam pasir..."


"Menyerangnya perlahan hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga kita."


Aku yang berusaha berpikir dan akhirnya aku menemukan ide yang sangat menarik.


"Sepertinya aku memiliki ide yang bagus!."


"Apa itu?."


*Drrr!!


Gundukan yang kembali muncul kearah kita berdua pun datang.


"Dia kembali!."


*Buuuzzz!!


Sebuah lubang besar kembali datang dan kami semua langsung melompat untuk menghindarinya.


Tetapi bukannya melompat ketempat lain untuk menghindarinya, justru aku berencana untuk masuk kedalam lubang itu.


"Tunggu, Kaito! apa yang ingin kau lakukan?!."


"Tunggu saja aku disana!."


Lalu aku masuk kedalam lubang itu hingga lubang pasir itu sudah tertutup sepenuhnya.


Dan sekitarnya kembali menjadi lebih tenang...


"Dimana dia..."


"Duh! dia selalu saja seperti itu!."


"Apa kita harus mencarinya dengan menggali pasir ini?."


"Tidak ada pilihan la-."


*Buuzzz!!


Dan tiba-tiba monster itu menunjukkan kepalanya dan ada seseorang diatas kepalanya yang sedang berdiri sambil memegang pedang yang ditancapkan kedalam tubuh monster itu.


"Huuuhuuu!!."


"Kaito?!!."


"Dia membuat monster itu keluar dari dalam tanah..."


"Akemi! Ayumi! cepat naik keatas tubuhnya!."


"Eh? tidak! bagaimana bisa??."


"Sudahlah, naik saja."


Tanpa berpikir lebih lama, dan lagipula aku sudah terlanjur terbawa olehnya yang sedang berjalan diatas gurun pasir dan tidak bisa masuk kedalam tanah lagi.


Lalu mereka berdua melompat keatas tubuh monster itu dan menghampiriku yang berasa tepat diatas kepala cacing tersebut.


"Bagaimana kau bisa mengendalikannya keluar?."


"Hehe! aku membuatnya tidak bisa bernafas didalam dengan memberikan air dari elemen dalam pedangku.."


"Ternyata bisa seperti itu..."


"Bagaimana? dengan ini kita bisa menuju ke kota lebih cepat bukan?."


"Cepat sih aku tahu itu... tapi... bagaimana jika monster ini mengamuk disana..."


"..."


"..."


"Benar juga."