
*Dum!!
Aku melompat kebelakang untuk menghindari serangan area yang dihasilkan olehnya, wujud dari seorang manusia yang kini telah menjadi seorang iblis... dengan bentuk tubuhnya yang kini sudah begitu menyeramkan, hampir seperti tak berbentuk, karena seluruh tubuhnya dipenuhi oleh otot otot yang hampir terlihat ingin meledak.
"Sekarang menjadi semakin sulit..."
"Ya... ( Aku benar benar sudah sangat kelelahan, rasanya lengah sedikit saja aku akan pingsan dan tidak sadarkan diri... penglihatan ku juga sudah mulai terganggu..)"
"Kaito! Kaito!"
"!!?"
"Kaito awas!!"
Tiba tiba di hadapanku sudah ada dia yang siap mendorong lengan besarnya untuk menghantam kepalaku.
"Rasakan ini!!"
*Swuushh!!
Namun sebelum dia menyerang, tubuhku sudah lebih dulu menghindar karena ditarik oleh Shin.
"Huft, hampir saja... kau tidak apa apa?"
"Ya... sepertinya."
"Aku tahu kau sudah begitu kelelahan, tapi karena situasi ini... jika kau keluar dari area ini, para monster kelaparan sudah akan mengerumuni dirimu, namun jika kau tetap disini... aku tidak bisa terus menerus menolong kau seperti tadi."
Shin benar... tidak ada pilihan untukku menyerah maupun melarikan diri, hanya ada satu cara yaitu terus maju dan mengalahkan Servus didepan kita.
Tiba tiba kesadaranku berpindah ke tempat kosong berwarna putih, dan tempat yang sudah tidak asing bagiku.
"Jika kau terus melanjutkannya, aku pikir itu hanya sebuah jalan menuju kematian."
"Aku tahu... tapi tidak ada pilihan lain bukan? huh... andai saja hal ini baru berlangsung satu jam atau lima jam, aku masih bisa mengatasi satu bahkan dua Servus... tapi sekarang."
Aku melihat tanganku yang sudah bergetar hebat, rasanya begitu mati rasa, hingga aku tidak bisa merasakan sentuhan dari pedangku.
"Menggerakkan pedangku saja tidak bisa."
"Bukannya kau adalah seorang pendekar pedang? hanya sekitar tiga hari kau menggunakan pedangmu, kenapa sesulit itu?"
"Kalian sebagai orang beruntung yang mempunyai kekuatan bumi bisa membagi tenaga kalian dengan energi elemen yang kalian miliki, sedangkan aku? jika aku menggunakan energi milikku yang jumlahnya sangat sedikit... aku tidak bisa menggunakan kekuatanmu untuk menghancurkan bangunan itu."
"Tapi kau memiliki tekad yang lebih besar dari yang lainnya."
"Apa gunanya tekad itu? jangan berkata konyol seakan ingin menyemangati diriku... aku benar benar tidak bisa bergerak lagi."
Aku terjatuh dan duduk dengan lemas, dan pedangku terlepas dari tanganku.
Namun saat pedang itu terlepas, tiba tiba tanganku bergerak sendiri seperti merespon ketidakadaan pedang itu di genggamanku dan langsung meraih pedang itu kembali.
"..."
Aku begitu terkejut karena tidak percaya jika diriku sebegitu dekatnya dengan Yansei...
"Lihat, bukannya itu adalah sebuah tekad seorang pendekar pedang?"
"..."
"Semasa hidupku, aku bertemu dengan banyak hal, tentu saja ada banyak orang orang yang memiliki keahlian berpedang hingga dijuluki dewa pedang... aku mengenal mereka, bahkan pernah melawa mereka... meskipun ada yang memiliki kekuatan bumi ada juga yang tidak, mereka semua sangatlah kuat... hingga aku benar benar berhenti meremehkan setiap orang yang memiliki tekad besar... berdirilah dan tunjukkan bahwa kau adalah seorang pendekar pedang... aku akan menunggumu untuk menggunakan kekuatanku."
"Huh... mendengar perkataan dari seorang leluhur yang sudah mati membuat jiwa ku merasa ikut keluar dari tubuhku..."
"Tunggu aku sampai aku sudah menghabisi Servus itu, dan aku serahkan sisanya padamu."
"Serahkan kepadaku!"
.
.
.
"..."
Aku mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
( Sword Style : Serenity Slash )
"Kaito, kita harus segera membuat rencana untuk mengalahkan di-"
Saat Shin menoleh kearahku, dia terdiam karena sosok diriku sudah tidak ada di dekatnya.
"Aku akan membunuh kalian berdua dan menjadi lebih kuat!!"
"Begitu ya..."
Suara bisikan yang datang dari belakang telinganya membuat sekujur tubuh berototnya merinding, dan segera berbalik.
"Siapa itu!??"
"Apa kau bisa mengalahkanku?"
"?!!"
"Memangnya sekuat apa dirimu..?"
"?!!"
"Kau hanyalah manusia yang penuh dengan ketakutan.."
"Diam!! diam!! diam!! diam!!"
Dia langsung menghantam tanah dibawahnya hingga tanah di sekitarnya hancur lebur.
"Kenapa dia terlihat mengamuk seperti itu? apa itu ulah Kaito??"
"Bantu aku untuk mengunci pergerakannya."
Tiba tiba aku sudah ada tepat di sebelahnya.
"Kau mengagetkan aku! huh... bilang padaku dari awal jika kau masih memiliki kekuatan sebesar itu."
"..."
*Ceklek!
Dia menyalakan kembali korek apinya...
"Majulah, aku akan membantumu sekuat tenaga!"
"..."
"Kalian sudah benar-benar membuatku muak!! aku akan menghancurkan tubuh kalian segera!!!"