
*Dum!!
Sebuah pertarungan antara dua Barats melawa Iblis kematian Morbus kini menjadi sebuah pertarungan yang begitu sengit, hingga cuaca diatas pegunungan terlihat menjadi sebuah bukti akan pertarungan mereka.
*Dum!!
Ratusan tentakel raksasa meluluhlantahkan seluruh tempat seperti sebuah ular raksasa yang terlihat menghantam tanah hingga masuk kedalam dan kembali keluar untuk menyerang mereka berdua.
Tetapi semua itu hanyalah sebuah gerakan lambat yang dilihat oleh seorang Barats Divisi kedua, Okita Shion...
Dengan kekuatan elemen bumi Ignis miliknya dengan tipe perubah menjadi seekor mahluk mitologi dengan tubuh seperti seekor ayam dan berkepala seekor naga... api biru yang membara terus menjadi tampilan yang begitu bersinar ditengah badai yang menyelimuti seluruh tempat dialah Cockatrice...
*Sring!!
Barats kedua yang sedang memotong-motong tentakel tersebut dan menghindari serangannya dengan berlari diatas tentakel itu dengan memegang sebuah pedang dan bom granat, dia adalah Barats Divisi pertama, Kyuraki Izo, dengan kekuatan elemen Solum bertipe Pengontrol, dan menciptakan sebuah bola tanah yang bisa menyimpan apapun didalam sana, lalu mengeluarkannya ataupun menyimpannya kapan saja...
*Ceklek!
Dia membuka penutup granat itu dengan giginya, dan melemparkannya kearah beberapa tentakel yang sedang berkumpul hingga hancur menjadi daging yang berjatuhan.
Mereka berdua berusaha untuk mendekati iblis itu dan menjaga jarak padanya, tetapi iblis itu mengeluarkan kekuatannya kembali yaitu para mayat manusia yang sudah seutuhnya dikuasai oleh Parasit...
Mereka seperti manusia, tetapi gerakan mereka seperti seekor monyet yang berlarian diatas tentakel tentakel raksasa itu...
Tetapi itu bukanlah halangan bagi mereka, Shion yang hanya melewati mereka dengan kecepatan supersonik sekejap tubuh mereka terbakar oleh api biru...
Dan Parasit yang menghalangi Izo, hanya bernasib mati berjatuhan dari atas sana dengan pedang yang ia ayunkan sambil melemparkan granat yang terus ada didalam bola tanahnya.
"Mereka bisa menghabisi semua budakku dengan begitu mudah... kekuatan mereka bahkan terlihat tidak masuk akal!."
Saat iblis itu masih berpikir untuk menghentikan mereka berdua, nyatanya serangan datang dengan kecepatan tinggi kearah iblis itu.
Tetapi iblis itu menyadarinya dan menggunakan tentakelnya untuk berlindung.
*Bum!!
Serangan yang dilakukan Shion berhasil ditahan olehnya, dan Shion bertatapan langsung dengan iblis itu untuk yang pertama kali.
"Kau..!!."
"Tch! tentakel milikmu sangat menyebalkan kau tahu!."
"Manusia hanya bisa berlagak kuat!!."
"Aku memang akan menjadi lebih kuat!."
Shion berubah menjadi wujud semula dan mengangkat kakinya dengan kedua tangannya menjadi penopang tubuhnya, lalu dia berguling kedepan dan kakinya tepat mengenai wajah iblis tersebut.
*Buk!!
"Aku tidak akan berjalan mundur lagi!! "
( Cockatrice!! )
*Bwuuzzhhh!!
Dia kembali berubah dan mengepakkan sayapnya untuk terbang keatas langit dan ingin menyerang iblis itu lagi.
"( Aku harus segera membunuhnya!! dengan serangan ini!...)"
"Dasar naif!."
"...!!."
( Parasit Aura!! )
Setelah mengeluarkan banyak kekuatan, akhirnya iblis itu memberikan pertarungan yang sebenarnya, dan menunjukkan bahwa musuh yang mereka berdua lawan adalah seorang Iblis kematian dengan kekuatan Racun dan Parasit sebagai senjata utamanya...
Kumpulan aura yang keluar dari dalam tubuhnya dengan cepat menyebar ke berbagai arah, begitu juga dengan Shion yang sedang berada diatas langit.
"Asap racun?!!."
"Seberapa cepat pergerakan yang kau lakukan... kau tetap tidak bisa bernafas disini.."
"( Jika aku menghirupnya, maka aku tidak akan bisa selamat!!...)"
Shion yang tidak ingin mengambil bahaya, dia oun yang mengepakkan sayapnya dengan cepat untuk terbang menjauh dari aura miliknya.
Tetapi karena hal itu juga menjadi sebuah celah untuk iblis Morbus menyerangnya.
"Kena kau!."
*Swuutt!!
Dari segala arah, puluhan tentakel datang kearah shion yang berada bebas diatas langit... segala arah sudah diisi oleh tentakel raksasa itu, dan Shion bagaikan seekor nyamuk yang hanya tinggal menunggu untuk dibasmi.
"Sial!."
*Bum!!!!
Begitu Morbus menarik tentakel tentakel itu kembali, sebuah tubuh yang sudah lemas terjatuh kedalam asap itu...
"Matilah!."
"Dasar bodoh..."
( Bola Tanah : Respirator Mask )
Izo melompat untuk menghampiri Shion yang ingin terjatuh kedalam Aura merah itu dan memasangkan sebuah masker gas yang begitu lengkap dengan mesinnya.
"T-Terima...kasih."
Izo melepaskan tangannya dan menjatuhkannya keatas tanah dengan begitu santai.
"Guhukk!! apa yang kau lakukan dasar bodoh!!."
Shion menggeliat sambil memegang punggungnya yang kesakitan karena Izo menjatuhkannya dengan cepat.
"Tidak ada waktu untuk mengurusimu... kita masih berada ditengah pertempuran..."
Shion berdiri dengan perlahan agar tidak membuat punggungnya kembali sakit.
"Aku bersumpah akan melempar tubuhmu dari atas pegunungan ini setelah membunuh iblis itu!."
"Bagaimana mungkin kalian bisa bertahan dari Aura Parasitku!!??."
Morbus yang sekali lagi diberikan sebuah kenyataan pahit, karena serangan andalannya sekarang sudah tidak akan mempan untuk mereka berdua.
"Kali ini serang bersamaan dengan jarak dekat... apa kau mengerti."
"Jangan menyuruhku sialan!."
Kali ini mereka berdua akan menyerang iblis kematian Morbus dengan jarak dekat secara bersamaan.
Seluruh area disekitarnya telah menjadi sebuah tempat yang seperti terkena wabah mematikan, karena asapnya yang berwarna merah dan tentakel tentakel raksasa yang menancap masuk kedalam tanah dan keluar berulang kali...
"Aku sudah muak dengan ini semua... aku akan mencabik-cabik tubuh kalian hingga membusuk!."
Iblis itu berlari begitu cepat hingga meninggalkan bekas hancur ditanah tempatnya berdiri.
"Sekarang!."
"Ya!."
Mereka berdua juga berlari dan berpencar membagi dua arah...
( Cockatrice!! )
Shion yang pertama menyerangnya menggunakan kakinya yang terbakar oleh api biru menyala...
Tetapi iblis itu berhasil menahan serangannya, dan giliran Izo untuk menyerang iblis itu.
( Bola tanah : Knuckle!! )
Menggunakan sebuah knuckle besi dia menyerang iblis itu dari samping, tetapi iblis itu begitu lincah hingga bisa menangkis serangan serangan mereka berdua...
Dan perkelahian ditengah kabut merah terjadi dengan sangat sengit...
Gerakan bela diri mereka berdua sudah tidak bisa diragukan lagi karena gerakan mereka begitu cepat dan kuat, begitu juga dengan Morbus yang bisa menyaingi mereka berdua dalam aksi perkelahian tangan kosong.
Tetapi disaat-saat seperti ini mereka bisa saling bekerja sama dan berhasil menyerang Morbus hingga terpukul mundur dengan kerja sama mereka.
Dari dalam mulutnya iblis itu mengeluarkan darah akibat serangan dari mereka berdua yang cukup kuat.
"Aku masih belum sele-."
*Swuusshh!!!
Tiba tiba angin berhembus begitu kuat hingga tempat yang sebelumnya dipenuhi oleh kabut merah, menjadi bersih dari apapun.
*Duaarrr!!!!
Tiba tiba terjadi dua bentrokan yang membuat keduanya terpental kearah iblis itu dan juga mereka berdua.
Mereka bertiga yang kebingungan dengan sesuatu yang mengganggu pertarungan mereka...
Dan pada saat itu juga, Iblis kematian BlackJack yang berada dibelakang Morbus dan juga Aku yang sudah kembali dari alam bawah sadarku tidak sengaja bertemu dengan mereka.
"...!!."
"BlackJack!? kenapa kau berada disini?!."
"Kaito!?? syukurlah kau masih hidup!."
Aku yang sudah terluka parah berusaha untuk berbicara tetapi mulutku sulit sekali untuk berbicara.
"Kau... terluka begitu parah."
Darah yang masih berceceran dari dalam perut sampingku akibat serangannya, dan energiku yang sudah cukup habis setelah menggunakan kekuatan Personality.
Izo yang melihatku kesulitan berbicara akhirnya menyadari sesuatu.
"Oi... mereka ingin pergi!."
"Eh? tidak mungkin!?."
Mereka berdua yang melihat kedua iblis itu pergi dari sana dengan sebuah kekuatan teleportasi yang Blackjack gunakan...
"Hen...ti...kan... mere..ka!."
Aku berbicara terbata bata, tetapi mereka berdua juga langsung mengerti dan langsung bergegas mengejar iblis itu.
Tetapi sayangnya mereka berhasil meloloskan diri dan meninggalkan kami bertiga yang sudah terluka begitu dalam.
*Bruk!
Saking kelelahannya, mereka menjatuhkan tubuh mereka keatas tanah...
Karena pertarungan ini berakhir tanpa adanya hasil... sehingga kita semua gagal untuk membunuh salah satu iblis kematian Morbus...