
Keadaan didalam gua yang masih diisi oleh pertempuran antara pasukan Barats dan juga pasukan iblis kematian itu terus menerus didominasi oleh pasukan Barats, tetapi jumlah pasukan iblis yang 10 kali lebih banyak dari mereka, membuat mereka sedikit kesulitan, bahkan ada beberapa iblis dan juga Servus yang lebih kuat.
*Sring!!
*Swussh!!
"Mereka tidak ada habisnya... Mouwton... apa kau masih sanggup untuk bertarung?."
"Mouwr!!."
Terlihat dia masih mengaum dengan kuat tanda darinya jika dia masih sangat sanggup untuk bertarung meskipun sudah menghabiskan banyak kekuatannya hanya untuk melawan keroco keroco itu...
"Baguslah..."
*Dum!!!
"Hei... apa kau ada ide untuk ini? mereka sangat banyak sekali..."
Orang yang sebelumnya bertarung dengannya juga terus menerus melemparkan kapaknya dan meledakkan mereka berkali kali.
"Situasi ini juga menyulitkan diriku... apa kita berkumpul dengan ketua divisi keempat untuk membuat rencana?."
"Itu ide yang bagus... tetapi saat ini kita sedang ingin kembali ketempat mereka setelah kita sudah terlalu jauh masuk kedalam gua bukan?."
"Kau benar..."
"Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menghabisi mereka dan berkumpul bersama mereka?."
Gua itu sangatlah luas, hingga banyak bebatuan yang menjadi pijakan dan udara pun masuk dengan cepat... karena bagian atasnya pun sangatlah tinggi, hingga ada sedikit cahaya meskipun nyatanya semakin dalam mereka masuk, maka semakin gelap juga penglihatan mereka.
*Swuuttt!!
"..!!."
Akemi merasa ada sesuatu yang datang, dan reaksi Mouwton juga merasakannya...
"Kage, hati hati! ada sesuatu yang akan datang!."
"Ya! aku juga merasakannya!."
*Swuutt!!
Tiba tiba terdapat tombak api yang datang menuju kita berdua.
"Menghindar!."
*Duaarr!!
Ledakannya yang sedikit besar membuat kita berdua sedikit terkena oleh dampaknya.
"Uhh... kekuatannya sangat besar..."
"Mouwton, kau baik baik saja?."
"M-Mouwr!."
"Kage, ditempat yang sudah begitu jauh... kita tidak boleh berpencar."
"Ya... aku tahu."
Dari ledakan itu langsung menyapu para monster monster itu seketika, dan seseorang berjalan dengan santai kearah kita sambil bertepuk tangan.
"Tidak kusangka, ada yang bisa selamat dari tombak Hanzi milikku..."
Dengan tubuh seukuran 2 kali orang dewasa, dan berwarna merah pekat dengan banyak corak hitam di seluruh tubuhnya... matanya berbentuk bulat seperti sebuah target, dan tangannya yang sedikit lebih berbeda karena bagian lengannya memiliki otot yang lebih besar dari tubuhnya.
"..."
"..."
"Grrr!."
"Dua orang, dan satu hewan peliharaan? bagaimana kalian bisa masuk hingga kesini huh?."
"Sama sekali bukan urusanmu! siapa kau!." Kage memposisikan kakinya dan mengangkat kedua kapak apinya untuk bersiap melemparkan kapaknya.
Begitupun dengan Akemi juga berdiri dan mengambil posisi bersama Mouwton.
"Kalian berdua pun tidak akan bisa mengalahkan ku... karena kalian sudah mengalami nasib yang malang hingga bertemu diriku disini..."
Dia menciptakan dua tombak api yang keluar dari tangannya.
"Aku adalah seorang Servus! iblis bawahan nona Morbus yang memiliki kekuatan dari tuan raja iblis!! kalian akan menjadi pijakan hidupku untuk membuatku menjadi lebih dihormati!!."
*Swwuuttt!!
Dengan tangan besarnya dia melemparkan kedua tombak itu kearah kita berdua...
Saking kuatnya, saat tombak itu dilempar, suara angin yang terkena gesekan nya begitu kuat hingga mengeluarkan suara.
"Dia mulai menyerang!."
"Siapa yang takut!!."
Kage melemparkan salah satu kapaknya kearah acak sambil berlari menghindari tombak itu.
Akemi pun juga membuat pedang Danzo miliknya dan melompat untuk menghindari serangannya.
Kedua tombak itu berhasil dihindari oleh mereka berdua dan saat mereka ingin menyerang, iblis tidak semudah itu untuk diremehkan.
"Hihi!!."
Dia menggerakkan kedua jari telunjuknya didepan mata bulat berbentuk targetnya, masing masing jari mengarahkan kearah kita berdua.
*Swuuttt!!
Tombak yang sebelumnya melewati mereka, kini bergerak berpindah arah kebelakang mereka.
Kage ingin menggerakkan kapak yang terlempar untuk meledakkannya, tetapi..
"Rasakan i-."
*Duaarr!!!
"Arrkhhh!!."
*Dum!!
Kage terlempar hingga menghantam dinding gua karena terkena ledakan dari tombak tersebut... karena tombak itu tidak mengenai tubuhnya, hanya mendarat didekatnya.
"Kage!."
*Swutt!!
Tombak satunya juga bergerak kembali kearah Akemi dan begitu ia sadar, dia langsung menahan dengan kekuatan pedang anginnya.
"Swusshh!!!
Tombak itu tertahan oleh pedang angin milik Akemi, meskipun sedikit sulit hingga terdorong mundur, akhirnya Mouwton juga membantunya sehingga tombak itu terpental dan meledak ketempat dinding dinding gua.
*Duar!
"Mouwton, terimakasih..."
"Mouw!."
"Ternyata kau bisa menahannya... tapi temanmu sudah mati karena tombak Hanzi akan langsung menghancurkannya-."
"Aw aw! sakit sekali.... berani beraninya dia menyerangku dari belakang!."
Dari reruntuhan batu itu, terlihat Kage yang masih selamat bahkan hanya menerima sedikit luka...
Hingga iblis itu terkejut dan tidak bisa menyangka bahwa tombak ledakannya sama sekali tidak membunuhnya.
"Ya... aku sempat menahannya dengan kapak yang terbang mengitari ku... meskipun aku terpental karena tidak bisa menahan dengan itu..."
"Hebat... benar benar hebat!! kalian cukup kuat untuk menjadi lawan diriku!."
Kage berlari mendekati Akemi untuk membuat rencana agar bisa mengalahkannya.
"Akemi... apa yang harus kita lakukan? serangannya benar benar kuat... aku hanya berpura pura tidak terjadi apa-apa tadi, dan tubuhku benar benar terasa sakit oleh ledakannya..."
"Ya... aku pun juga seperti itu..."
Tangannya yang terluka akibat memegang pedang terlalu kuat saat menahannya... jika tidak ada Mouwton, mungkin dia akan terkena tombak itu.
"Aku tidak menyangka jika Servus bisa berada ditempat ini..."
"Meskipun tidak ada keberadaan iblis kematian disini, mereka tetap serius untuk melawan kita... kita akan membunuhnya."
"Jika kau inginnya seperti itu... maka aku akan membantumu!."
"Kita akan menyerangnya bersamaan, untuk mencari kelemahannya... tetapi yang menjadi masalahnya..."
"Tombak apinya yang bisa bergerak kemana saja... sangat merepotkan.."
"Asal kita bisa menghindarinya, tetapi lebih baik untuk menghentikan tombaknya."
"Itu adalah hal mudah!."
"Sepertinya kalian sudah siap... maka aku akan mulai!!."
Dia kembali mengeluarkan tombaknya dari kedua lengannya, dan melemparkannya langsung kearah kita.
*Swuutt!!
"Sekarang!!."
"Datang juga!!."
Kage berlari sambil melemparkan kapaknya kearah iblis itu, tetapi kapak itu berhasil dihindari olehnya.
"Sudah dalam posisinya!! Akemi! aku akan langsung menuju kearahnya!."
"Ya! Mouwton, apa aku bisa menyerahkan tombak itu padamu?."
"Mouw!." Seketika dirinya berubah wujud dalam ukuran seekor Harimau.
"Baiklah... tolong bantuannya!."
Akemi juga berlari dan menghindari tombak tersebut dengan melompat dari bebatuan besar.
Lalu tombak yang menuju kearah Kage juga segera datang kearahnya.
"Kemarilah!!."
Kage mengangkat kapak yang berada ditangannya dan mengeluarkan api merah yang membawa diujung nya.
"Cling!!
Lalu dia langsung menjatuhkan kapaknya kearah ujung tombak dan saling menghantam.
Kali ini dia bisa menahan tombaknya dengan kuat, meskipun masih sulit untuk membuatnya berhenti bergerak.
"Kenapa aku tidak bisa menggerakkan tombaknya!."
Iblis itu sudah mengarahkan jarinya, tetapi kedua tombak itu tidak meresponnya...
Dia melihat Kage masih menahan tombak itu, tetapi Akemi berlari kearahnya tanpa ada halangan... dia sedikit terkejut hingga benar-benar dia melihat bahwa tombaknya berada didalam gigitan peliharaan milik Akemi.
"K-Kurang ajar...!!"
*Dum!!!
"...!!"
Muncul satu hal lagi yang membuat iblis itu terkejut, ketika Kage berhasil membungkam dan menghancurkan tombak itu dengan satu kapaknya.
"Tidak mungkin!."
"Akemi! tambahkan serangannya!!."
Kage melemparkan kapaknya tepat kearah wajah iblis itu, dan masih bisa dihindarkan... tetapi itulah yang Kage inginkan...
Karena kapak yang pertama dilemparkan kembali berbalik dan akhirnya kedua kapak saling berbenturan dan kekuatan sebenarnya adalah itu.
"Kena kau!."
( Axe Skills : Fire Crash! )
*Duaarrr!!!!
Ledakan besar itu tepat berada disamping kepala iblis itu, dan bersamaan dengan Akemi yang membelah pedang Danzo miliknya menjadi dua.
( Change Skill : X Slash! )
*Sringg!!
Dan serangan itu tepat mengenai dadanya hingga terlihat tanda X ditengah tubuhnya hingga menembus kebelakang pinggulnya.
*Krak!
Mouwton menggigit tombak itu hingga hancur, bersamaan dengan serangan mereka berdua yang berhasil mengenai iblis itu.
Lalu Kage berlari mendekati Akemi yang saat itu sudah menebasnya sambil menarik kedua kapaknya dan menghilangkannya seperti api yang padam..
"Kerja bagus."
"Kau juga..."
"Mouwr!!."
Setelah mereka pikir semua ini sudah selesai, Mouwton yang mengaum kearah asap yang dihasilkan dari ledakan Kage tadi...
"Apa dia masih hidup?! yang benar saja!."
"Hihihi!!! kalian benar benar membuatku melakukannya..."
"Kage! mundur!!."
"Ha?."
*SWUUTTT!!!
Tiba tiba dari dalam asap itu muncul tombak dengan dilapisi darah merah dan ukurannya yang dua kali lipat, juga kecepatannya yang lebih cepat puluhan kali lipat dari sebelumnya dan tepat mengenai Kage.
"Arrghhkkk!!!!."
Hingga Kage terbawa oleh tombak itu dan menghantam dinding dibelakangnya...
"Kage!!."
Tidak ada respon darinya, karena Akemi merasa serangan tadi cukup mematikan...
Tetapi tidak ada waktu untuk berpaling, Akemi langsung mengeluarkan kembali pedang angin Danzonya.
"Aku akan membunuh kalian... dan semua yang berada disini..."
Hal ini adalah kali pertama Akemi melihat sesuatu yang berbeda dari dirinya... wujudnya berubah menjadi hitam yang menutupi warna merah ditubuhnya... dan fisiknya menjadi lebih besar dan terlihat menyeramkan...
Itulah kekuatannya...
( Awakening!! )