
Diriku memang tidak berguna... aku hanyalah seorang manusia tanpa bakat dan juga kekuatan...
Hanya seseorang yang menghambat tujuan orang lain, dan menghancurkan segalanya...
Hidupku hanya seperti sebuah kotoran yang berdiri ditengah tumpukan pasir...
Sampai saat itu aku sadar...
Bahwa mimpi seseorang... bukanlah hal yang bisa dianggap lemah..
"Apa... ini..."
Saat aku keluar dari bangunan yang telah menyimpan diriku cukup lama, aku begitu tercengang dan membeku ketika melihat negeriku saat ini telah banyak berubah, hal yang paling mencolok adalah sebuah lapisan biru transparan yang menutupi seluruh bagian negeri ini, dan masih banyak hal yang cukup asing pada diriku.
Dan orang orang yang lalu lalang melihatku, dan terkejut... mereka semua mendekatiku sambil memasang wajah sedih dan prihatin, hingga aku merasa kebingungan.
"( Ada apa... kenapa mereka semua menatapku dengan tatapan menyedihkan seperti itu...? )"
Semakin ramai orang yang datang melihatku, semakin bingung diriku akan kondisi seperti ini.
"Ada apa...? kenapa kalian melihatku seperti itu!?"
Tidak ada yang menjawab satu pun dari mereka hanya diam...
Namun dari kerumunan itu datang seorang yang aku kenal dengan tergesa-gesa dan wajah penuh kekhawatiran.
"G!"
"Presiden, apa yang sedang terjadi? apa maksudnya semua i-"
Tiba tiba dia memelukku dengan erat, dan rasa penyesalan datang di wajahnya.
Dirinya melihat tubuhku yang hampir sebagiannya sudah seperti sebuah robot, dan berusaha untuk mengatur nafasnya agar tenang.
"Apa kamu baik baik saja nak? bagaimana keadaanmu?"
"Tentu saja... aku baik baik saja, meskipun sedikit tidak terbiasa dengan tubuh seperti ini..."
"Syukurlah..."
"Oh iya, dimana ayah dan ibu? aku ingin bertemu dengannya!"
"..."
Saat aku mempertanyakan soal kedua orang tuaku, dirinya terdiam dan menurunkan wajahnya seperti tidak sanggup mengatakannya kepadaku.
"Presiden... dimana kedua orang tuaku..?"
"Sebelum itu... apa kamu ingin ikut denganku?"
"..."
Dia berjalan melewati kerumunan dan aku terpaksa mengikuti jalannya yang perlahan namun pasti.
Sebuah bangunan berbentuk seperti cangkang kura kura dan sangat besar, terlihat begitu indah dan penuh dengan teknologi yang kini sudah berkembang.
Kita berdua masuk kedalam dan mataku benar benar dibuat tak berdaya oleh semua teknologi yang sedang berjalan ini, seperti nampak sebuah jantung dari negeri ini.. dan terdapat sebuah bola bersinar yang berputar seperti matahari yang menjadi inti energi dari semua teknologi ini.
"G... apa kamu tahu, sudah berapa lama kamu tertidur?"
"Aku tidak tahu... rasanya udah berhari hari aku tertidur..."
Namun... aku sadar jika wajah presiden lebih berbeda dari saat terakhir kali aku melihatnya.
"Kamu sudah tertidur... selama lima tahun."
"Tidak... mungkin..."
"Sejak saat kamu mulai disembuhkan, kamu tidak sadarkan diri dan berusaha bertahan menggunakan tubuh besi milikmu, selalu mengganti bahan ukuran setiap bulannya, dan juga selalu mengecek kondisi vitalitas tubuhmu... dan semua sudah berjalan selama lima tahun."
Aku terdiam tidak menyangka akan semua kenyataan ini... aku melihat diriku sendiri yang kini sudah terlihat cukup besar, lenganku yang cukup besar dan bervolume... seperti benar benar sebuah robot setengah manusia.
"Awalnya kita berpikir untuk mengganti bagian tubuhmu hanya di setengah wajah dan lengan, namun semakin lama waktu semakin berjalan... bagian tubuh yang berada di dekatnya sulit untuk beradaptasi dengan tubuh barunya, hingga kami terpaksa mengganti kaki kiri milikmu dan bagian lainnya juga... dan akhirnya semua kondisi kritis itu berhenti."
"Semua itu... telah terjadi padaku...?"
"..."
"K-Kalau begitu, dimana orang tuaku..??"
"..."
"Presiden... dimana kedua orang tuaku!?"
Aku langsung menarik kerahnya dan mengangkat keatas dengan kekuatan yang aku miliki sekarang.
"Jangan bercanda!! berhenti membuat omong kosong!!! dimana kedua orang tuaku?!! pertemukan aku dengan mereka!!"
Dengan posisi tersebut, presiden terasa seperti tercekik oleh jeratan tanganku dan kakinya tidak bisa menggapai lantai dibawah..
Sambil berkata dengan terengah-engah...
"G-G... orang tuamu telah melakukan hal yang menakjubkan, dengan segenap hati mereka melakukan semua ini untuk kita... aku... sangat... berterimakasih..."
"Khk!!"
"Dan juga... tuan Gride mengatakan... kepadaku... jika kamu sudah sadar... jika... kamu boleh... membencinya... dan... semua akan baik baik saja... walau kamu tidak... memaafkannya..."
"Aaaaaa!!!!"
Dia melempar presiden hingga terjatuh, dan dirinya bertekuk lutut sambil meremas kepalanya dengan kedua tangannya yang begitu bergetar dan penuh dengan amarah juga penyesalan.
"Sialan!! kenapa kau tiba tiba pergi dan mengatakan hal seperti itu?!! aku bahkan belum mengatakan apapun padamu!! kembali kesini kau dasar ayah bodoh!! kembali kesini!!"
"..."
"Kembali... kesini..."
Entah mengapa air mataku mengalir begitu saja melewati pipiku... dan semuanya terasa seperti sebagian dalam diriku menghilang... dan aku sangat tidak menerima akan hal tersebut.
Sampai aku bisa meluapkan semua perasaan ini, dan mencoba mengikhlaskan diriku terhadap semua keadaan ini.
.
.
"Ini adalah ruangan beliau saat beliau dengan istrinya di karantina dan melakukan semua hal yang merubah negeri ini dalam satu tahun itu... namun tenang saja, semua alat alat dan setiap sudut ruangan di ruangan ini sudah kami bersihkan hingga ke bagian terkecilnya dan itu juga dengan alat yang di buatnya, agar tidak ada korban yang mengalami penyakit itu lagi."
Sebuah ruangan yang cukup besar dan terhubung dengan bagian luar bangunan, dan berbagai alat alat dan barang barang yang ia tinggalkan masih tertata rapi disini, semuanya begitu jelas terlihat tidak asing di mataku, karena aku selalu membantunya membuat benda benda aneh dan konyol hingga selesai, dan aku sampai mengingat setiap benda tersebut.
"Presiden... apa aku boleh menggunakan tempat ini?"
"Karena tidak ada yang memakainya, jadi memang tujuan awal aku untuk memberikan ruangan ini padamu... jadi kamu boleh memiliki nya dan menggunakan semua ini dengan bebas."
"Terima kasih, aku akan menggunakannya.."
"..."
"( Ayah... kau memang seseorang yang aneh, dan juga pekerjaan konyolmu setiap hari di ruangan ini, tapi biarkan aku juga melakukan hal konyol ini... dan aku akan menciptakan hal yang lebih baik darimu, dengan kekuatan diriku sendiri... aku akan menunjukkannya!..)"
......................
*Duarr!!
"Apa itu??."
"Ada ledakan!"
"Presiden, asalnya dari ruangan kerja tuan Gride!"
"G..."
Dengan cemas dirinya bergegas datang ke ruangan tersebut, dan saat sampai disana sebuah asap yang mengepul telat ke wajahnya hingga menghitam.
"Uhuk uhuk! G! kamu tidak apa apa?!"
"Huh, aku pikir akan berhasil... tapi malah Mega gagal!."
"Eh?"
"Oh.. hei Presiden! riasanmu hari ini boleh juga!"
"Apa yang kau lakukan hingga menciptakan ledakan seperti ini!?"
"Tentu saja ingin membuat sebuah Mega inovasi!"
"M-Mega??"
"Ya! mulai saat ini aku adalah G! seorang profesor teknologi canggih, tanpa kekuatan elemen!!"
"..."
"Haaaaahh!!!???"