PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 51



Setelah kejadian bencana yang diakibatkan oleh iblis kematian Morbus, dan peperangan itu...


Sungguh sebuah kerugian bagi kerajaan Impius yang kehilangan hampir 1000 tentara kerajaan miliknya, dan tidak ada yang kembali satu pun... hingga diadakannya sebuah pertemuan antar penguasa wilayah, yaitu ketiga pilar elemen.


RAPAT PERTEMUAN KERAJAAN IMPIUS


*Brak!!


Dengan amarahnya yang memuncak, dia menggebrak pegangan singgasananya didepan semua pemimpin wilayah dan juga yang lainnya.


"Hanya karena melawan salah satu iblis kematian... ribuan pasukan kerajaan mati sia sia!."


"Kekuatan iblis kematian memang tidak bisa diremehkan... mau bagaimana lagi."


Dengan santainya, pilar ignis mengatakan hal itu didepan raja.


Tetapi raja pun enggan membantah perkataannya, karena ketiga pilar itu adalah salah satu kekuatan kerajaan Impius


"Hahaha, mengirim pasukan lemah seperti itu tidak akan berguna."


Sambil melipat tangannya yang besar dan berotot, dia adalah pilar Solum.


"Sungguh takdir yang buruk..."


Dengan tenang dia hanya memasang wajah datar sambil memakan cemilan diatas mejanya, dia adalah Pilar Ventus.


"Khk!."


"..."


"Lalu? apa yang terjadi setelah itu?."


"Kabarnya... pasukan revolusioner juga menyerang tiga markas dari iblis kematian itu."


"Pasukan Revolusioner?!!."


"..."


"Bagaimana hasilnya??."


"Tidak diketahui..."


"Tch."


Sang raja yang sudah muak akan hal ini hanya bisa menggenggam erat tangannya yang sudah membuat ribuan tentara mati oleh perintahnya...


"...."


"Lalu, ada sebuah informasi penting yang berasal dari pasukan revolusioner itu."


"Apa?."


"Kaito Ryoku, seorang pengguna kekuatan elemen Aqua... menjadi pasukan Barats Octagram."


Saat penasihatnya mengatakan hal itu, semua yang mendengarnya serasa merinding dan tidak menyangka akan hal itu.


"..." Pilar Ventus menyipitkan matanya dan menghentikan gerakan tangannya yang sedang memakan cemilan.


"Tidak... tidak mungkin!!! bagaimana bisa dia berada disana??!!."


"..."


Semua Pilar memiliki respon mereka sendiri, tetapi Pilar Ignis yang begitu santai mendengarnya hanya bisa tersenyum menyeringai sambil menggenggam kedua tangannya.


"Elemen Aqua... ya? ternyata mereka masih belum punah."


"..."


Dan seorang gadis yang sedang mendengarkan perbincangan dari dekat pintu ruangan tersebut langsung terkejut dan bersamaan dengan perasaannya yang sedikit lega.


"Kaito... syukurlah."


......................


Setelah pertempuran yang merenggut beberapa nyawa dari pasukan Barats, dan tidak mendapatkan sama sekali hasil dari pertempuran ini... dan karena kedatangan iblis kematian BlackJack membuat semuanya menjadi hanya sebuah bencana bagi Octagram.


"Uhh...."


Aku membuka mataku, dan ternyata aku sudah terbaring didalam ruangan yang tidak aku tahu... saat aku bangun, tiba tiba muncul rasa menyengat di perutku, dan kulihat lukanya sudah tertutup oleh perban putih...


"Aku... berada dimana..."


Saat aku masih termenung bingung, tiba tiba seseorang membuka pintu ruangan ini yang membuatku sedikit terkejut.


"Ahh, aku benar benar merasa sangat lelah."


Begitu dia melihatku, dia langsung berteriak senang dan berlari kearahku.


"Kaito! kau sudah sadar."


"Shion..."


Shion dan Izo yang langsung masuk kedalam ruangan itu, dan menghampiriku.


"Akhirnya kau sudah sadar."


"Kita berada dimana?."


"Kita berada didalam markas pasukan divisi pertama... mereka memanggil bala bantuan dan menyelamatkan kita semua."


"Markas divisi pertama... tunggu, sudah berapa lama aku tertidur??."


"Hampir seminggu..."


Balas Izo sambil membersihkan senjatanya dengan lap dan duduk di tempat tidur yang lainnya


"Selama itu?."


"Bagaimana lagi... kau terluka lebih parah dari kami... bahkan saat itu kau sudah hampir kehabisan begitu banyak darah."


Sambil menunjukkan lengannya yang diberikan kapas, Shion menunjukkannya kepadaku.


"Jadi aku memberikanmu sedikit darahku."


"Eh? benarkah??."


"Tidak hanya aku saja."


Shion melirik Izo yang masih membersihkan senjatanya.


"Aku akan meminta balasannya nanti, jangan berharap mendapatkan darahku dengan percuma."


"Lalu... bagaimana ketua divisi kedua?."


"Guru... saat ini masih tidak bisa dijenguk... karena didalam tubuhnya terdapat Parasit dari iblis kematian Morbus... dan juga luka yang cukup parah dari lengan kirinya yang sudah terpotong.."


"..."


"Maaf... karena diriku, mereka bisa meloloskan diri..."


"Apa yang kau katakan, justru karena itu kau menyelamatkan kami... dan juga semua ini lebih baik karena tidak ada yang gugur lagi."


"..."


"Tapi mengapa... mereka melarikan diri..."


Izo bertanya dengan kita, dan aku juga mungkin tahu akan alasannya, tetapi aku tidak bisa mengatakannya kepada mereka.


"Benar juga... sangat aneh kalau mereka ketakutan karena menghadapi diriku." Dengan percaya diri Shion mengatakan jika dirinya yang ditakuti...


"Heh!! bertemu mereka saja kau sudah berteriak ketakutan seperti anak kecil."


"Apa kau bilang huh?!! siapa yang kau katakan anak kecil?! dasar kolektor mainan!."


"Jika aku tidak memberikanmu masker pada saat itu, kau mungkin sudah mati!."


"Aku bisa menyelamatkan diriku sendiri!."


*Klek!


Tiba tiba pintu ruangan terbuka, dan seorang pria yang tubuhnya cukup besar masuk kedalam dengan membawa hawa yang mengerikan...


Pada saat itu juga, Shion dan Izo langsung memberikan hormat kepadanya, aku pun jelas kebingungan.


"Hm?."


"Bodoh! cepat tundukkan kepalamu!.'


Izo memerintahkan diriku dengan membentak dengan suara kecil.


Tetapi dia hanya mengangkat salah satu tangannya menandakan aku tidak perlu melakukan hal itu.


"Bagaimana keadaannya.."


"S-Sudah membaik!."


"..."


Suaranya begitu rendah, dan aku pun juga spontan menjawabnya dengan pelan.


"Masih ada waktu untuk beristirahat disini... gunakan waktumu."


Dia langsung keluar dan menutup pintu kamarnya.


"Sebenarnya siapa orang itu tadi?."


"Bodoh! itu adalah ketua divisi pertama!."


"Eh?."


"Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun?!."


"Kalian tidak memberitahukan kepadaku! kenapa aku yang salah??."


"Aku sudah menyuruhmu untuk menghormatinya..."


"Tapi kau tidak mengatakan kalau dia adalah ketua divisi pertama!."


"Apa kalian tidak bisa diam? kita sedang berada ditempat orang, dasar bodoh!."


"Tapi... ini memang markas divisiku..."


"..."


"Benar juga."


......................


*Tap Tap Tap...


"..."


"Aku kira siapa... ternyata kau menyempatkan waktu hanya untuk menjenguk diriku? Seizen."


"Kecelakaan datang pada saat yang tidak terduga.."


"Oi oi, kau hanya ingin mengatakan hal itu?."


"..."


"Yah... siapa sangka terdapat satu lagi seorang iblis kematian... mungkin kita saja yang salah langkah."


"Kita tidak salah langkah... hanya saja, mereka lebih selangkah didepan kita."


"Aku juga sempat berpikir, bahwa Morbus mengetahui semua rencana kita... aku masih mempertanyakan hal itu."


"..."


"Intinya semua sudah yang sudah terjadi, biarlah terjadi..."


"Dan juga, Ketua Divisi kedelapan telah berhasil diselamatkan, ketua divisi kelima membantunya melarikan diri saat terjadi pengejaran.."


"Dia berhasil bertahan selama itu? hebat juga."


"Aku hanya ingin menyampaikan hal itu saja... sebaiknya kau beristirahat lebih banyak..."


"Tunggu dulu, aku belum mengucapkan terima kasih."


"Apa maksudmu?."


"Muridmu... dia sudah menyelamatkanku saat aku hampir mati disana.."


"Begitu... aku akan menyampaikannya langsung kepadanya."


"Dia bukanlah seorang pasukan biasa... aku telah mengamati kekuatannya, dan tehnik berpedang miliknya hampir setara dengan kekuatan barats yang lainnya, bagaimana kau bisa menemukan anak sehebat itu?."


"Mungkin hanya kebetulan."


"Oi oi, apa kau ingin merahasiakannya?."


"Yang terpenting, mereka selamat... dan jangan memikirkan yang lain." dan Seizen Kaiju langsung pergi dari ruangannya...


Dari apa yang aku alami saat ini, adalah perasaan yang begitu tidak puas dengan hasil dari apa yang sudah aku usahakan... nyatanya aku masih begitu lemah... dan kekuatanku jauh dari seorang iblis kematian tersebut...


Maka hanya satu yang harus aku lakukan yaitu...


Terus berjuang untuk menjadi lebih kuat!.