PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 83



( Sword Style : Razor Slash! )


Aku melesat dengan cepat mengikuti pergerakannya yang hanya melompat mundur untuk menghindari seranganku, namun dari belakang api yang menjalar dari tanah ikut mengejar dan mencoba meraih kaki iblis itu namun tetap saja dia tidak bisa mendapatkannya.


Sampai Iblis itu menggunakan kedua tangannya untuk menghancurkan tanah dibawahnya dan mengangkat bongkahannya untuk menghalangiku, namun Shin sudah menyingkirkan bongkahan itu dengan cepat, hingga aku bisa kembali mengejarnya.


"Tch! peran pendukung memang sangat merepotkan!"


Iblis itu pun berhenti melompat dan mengambil posisi untuk melangkah, namun bukannya mengarah kearahku, dirinya memutariku dan langsung melesat kearah Shin yang sedang berusaha untuk membantuku.


Shin yang terkejut langsung berusaha menghalanginya, namun pergerakannya yang sangat cepat bisa menghindari semua api yang menjalar untuk mengikatnya.


"Sial!"


Begitu Iblis itu sudah didepan mata dan siap mendorong lengan berototnya, dengan sekejap juga aku berada di sebelahnya dengan siap mengayunkan pedang.


"Bagaimana bisa?!"


Jarak yang cukup jauh bisa aku lewati hanya dengan sekejap mata, itu karena Shin sudah mengikatkan apinya padaku dan menarik diriku kapan saja untuk mendekatinya.


Dan saat aku ingin menebasnya, dia menahannya dengan menjepit pedangku dengan kedua tangannya.


Karena itu dia memiliki celah, Shin mengikat apinya ke pinggang iblis itu, lalu melemparkannya kebelakang.


"Lemparan yang bagus."


"Terima kasih... Tapi kita harus mengatasi kecepatan dan ketangguhannya yang tidak ada celah sama sekali, setelah dia menggunakan Awakening miliknya, seluruh kekuatan fisiknya seperti meningkat berkali-kali lipat."


"Ya, tapi saat dia bisa menahan pedangku, aku jadi mempunyai sedikit ide."


"Oh?"


"Dukung aku dari belakang seperti biasa, lalu jika sudah saatnya aku akan memberi isyarat untukmu menyerang."


"Tapi api milikku hanya bisa digunakan untuk mendukung gerakan kau saja."


"Coba saja pikirkan hal lain dengan api milikmu itu."


Aku langsung berlari untuk menyerang iblis itu tanpa memberikan saran padanya.


"Orang itu, tidak tahu kemampuan partnernya sendiri atau bagaimana? huh... Bagaimana aku menyerangnya iblis itu...?"


Aku yang sudah berhadapan langsung dengan iblis itu langsung mengadukannya dengan tinjunya yang sangat kuat, bahkan ketajaman pedangku hampir tidak bisa menebas kepalan tangannya.


Mungkin karena ayunan tanganku yang sudah melemah atau memang dirinya yang sangat kuat semenjak dia mengaktifkan Awakening miliknya.


Dan setelah itu Shin kembali mencoba untuk mengikat kaki Iblis itu, namun Iblis itu menyadarinya lalu melompat untuk menghindari api dari Shin.


Dan begitu Iblis itu mendarat, aku langsung melemparkan pedangku seperti hanya melemparkan sebuah jarum kecil, tetapi Iblis itu dengan mudah menangkap pedangku, dan menyeringai seperti merendahkan seranganku.


"Jangan senang dulu, lihat bagaimana Yansei bekerja di tanganmu."


"Hm?"


Saat Iblis itu masih memegang pedangku, seketika pedangnya menjadi begitu berat dan menjatuhkan kedua tangannya yang sedang memegang pedang itu.


"Apa?!! kenapa benda ini sangat berat!?"


"Shin! sekarang!"


"Baiklah!"


( Element Control : Spike Rope! )


Beberapa api yang menjalar diatas tanah kini berkumpul dan saling mengikat menjadi sebuah tombak yang berputar menghasilkan percikan api.


Dan tombak itu seketika menembus jantung Iblis itu tepat di dadanya.


"Berhasil!?"


"Itu yang aku inginkan."


Namun waktu bersenang-senang kami tertunda karena Iblis itu masih bisa bergerak saat aku mengambil kembali pedangku, dan dia mengayunkan lengan besarnya hingga menghantam tubuhku sampai aku terlempar keluar dinding api milik Shin.


"Kaito!!"


Tak sempat untuk khawatir, Iblis itu sudah berada di depan persis wajahnya, seketika Shin segera membuat tali simpul dari apinya untuk bertahan, namun kekuatan tinju iblis itu berhasil menembus pertahanannya hingga terpental kebelakang.


"Arrkhh!!"


Padahal kini di dada iblis itu sudah bolong karena tusukan dari tombak milik kekuatan Shin, namun Iblis itu masih bisa menyerang kami berdua dengan kekuatan yang sangat besar.


"Bagaimana... bisa."


Shin mencoba kembali berdiri dan berusaha ingin menarik tubuhku kembali, namun sayangnya api yang mengikat tubuhku sudah terputus karena aku keluar dari dinding api yang dibuatnya.


Dan karena itu aku terjatuh diantara para monster yang kini langsung mengalihkan perhatiannya kearahku yang sudah tak berdaya.


"Tubuhku... tidak bisa digerakkan!"


Aku yang sudah tersungkur tidak bisa lagi menggerakkan tubuhku, sedang para monster sudah hampir mendekat untuk menyerangku.


"Sial!"


*Duar!!


*Bum!!


Tiba tiba suara ledakan terjadi di sekitarku, para monster terpental karena ledakan itu, hingga sebuah capitan besi besar datang membawaku dan menarik tubuhku.


"Apa ini...?"


"Yo! sudah berapa hari kita tidak bertemu?"


"Kau..."


Lalu benda berjalan ini juga terus menghantam setiap monster yang menghalangi laju jalannya.


"Apa semua ini... Adalah ciptaan mu?"


"Pakai bertanya, tentu saja! ini adalah Jeep milikku! versi terbaru!! lebih bergaya dan Mega terkuat!!"


"Benar benar kuat, puluhan monster terlindas begitu saja."


Aku bisa melihat dari atap kendaraannya yang memiliki celah lubang, dan melihat semua monster di sekeliling yang terkena roket berhamburan kemana-mana.


"G, apa kau bisa masuk kedalam dinding api itu? temanku ada disana."


"Dinding api itu? tentu saja! turunlah dulu dari atas atap, aku akan menutup seluruh bagian Jeep."


"Baiklah."


Saat aku menurunkan tubuhku untuk masuk kedalam, seluruh bagian Jeep itu seketika terlapisi oleh baja hitam yang sangat tebal, dan juga sebuah hologram pelindung berwarna biru.


"Apa ini?"


"Perlindungan Elemen, aku membuatnya dari energi elemen didalam tabung lalu membuatnya menjadi sebuah pelindung."


"Ternyata kau lebih pintar dari yang aku duga."


"Hemph! yang seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hariku, bersiap untuk masuk kedalam!"


"Terobos saja!"


.


.


.


"Hingga aku mati, aku akan membunuhmu terlebih dahulu, mungkin temanmu juga sudah mati karena bertarung berhari-hari, dan pasti kehabisan tenaga dan tidak kuat melawan ratusan monster diluar."


"Khk!"


"Dan aku akan menghancurkan-"


*Brum Brum!!


"Shin!!"


"Kaito??"


"Apa lagi... Benda apa yang dia naiki?!!"


"Apa itu Iblis??"


"Ya, apa kau bisa menghantamnya?"


"Kau meremehkan Jeep-ku?"


"Tidak, aku hanya ingin melihat hantamannya."


"Siap sedia!!"


G menancapkan gas sepenuh tenaga dan Jeep itu langsung melesat cepat mengarah kearah iblis itu.


"Kalian ingin melawan kekuatan dengan bongkahan besi? lucu sekali."


Iblisnya yang menyadari akan datangnya serangan, bersiap siap untuk menahan hantaman langsung dari Jeep milik G.


"Hooh, kau meremehkan Jeep-ku? rasakan penyesalannya!!"


"Hajar dia!"


*Brumm!!!


Seketika hantamannya terasa hingga sekujur tubuhku merinding karena seluruh Jeep bergetar akibat gejolak kekuatan dari Iblis itu.


Meskipun sudah sekarat, Iblis itu bisa memberhentikan laju kendaraan baja ini dengan kedua tangannya.


"Majulah majulah majulah!!"


"Kalau begini mungkin kita akan terbalik, lakukan sesuatu Shin!"


"B-Baiklah!"


*Ceklek!


Shin menyalakan kembali korek apinya dan menarik api kecil itu kedalam tanah.


( Element Control : Fire Seal Bond! )


Dari empat arah datang api yang menjalar keatas dan mengikat tubuh iblis itu menjadi ikatan berbentuk menyilang.


"Apa ini?!"


"Inilah... Serangan terakhirku!"


Saat Shin mematikan korek apinya, seketika api yang mengikat tubuh Iblis itu mengeras dan mengunci pergerakannya, lalu wajahnya langsung terhantam oleh bagian depan Jeep milik G hingga Iblis itu terpental keatas udara.


"Sudah saatnya serangan terakhir!"


Aku keluar dari Jeep dan melompat keatas udara untuk memberikan serangan terakhir.


( Sword Style : Rainfall!! )


Satu tebasan menurun langsung membelah iblis itu menjadi dua dan kedua bagian tubuhnya hancur lebur menjadi serpihan debu.