PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 38



*Dum!!


*Dum!!


"Tidaakk! kenapa aku jadi diincar seperti ini!."


Dengan kekuatan fisik yang sangat kuat, iblis wanita itu melompat dan menghancurkan tanah begitu ia mendarat... kekuatannya sungguh bisa menghancurkan batu besar hanya dengan sekali pukul.


"Sebenarnya aku benci melawan orang sepertimu, tetapi tidak apa apa... pekerjaanku jadi semakin mudah.."


"Sembarangan kau meremehkanku!? jika aku dalam keadaan sempurna, kau sudah ku habiskan dari ta-."


*Dum!!


"Woi!! jangan menyerang tiba tiba!!."


Iblis itu seperti tidak ingin mendengarkannya dan tetap menyerang dengan hentakannya.


"( Gawat! kalau seperti ini aku bisa bisa mati konyol! aku harus melakukan sesuatu...)"


Saat dia masih berpikir, iblis itu tidak membiarkannya dan langsung mulai menyerang.


Tetapi Shion segera bergerak untuk mengatasinya.


Dengan wujud hewan mitologi itu, dia bergerak dengan sangat cepat hingga membuat iblis itu sedikit terkejut.


"Ternyata kelebihanmu hanya melarikan diri.."


"Kau kira aku melarikan diri?!."


Shion melesat kearahnya dari belakang dan menyerang dengan dorongan api yang begitu cepat.


"Rasakan ini!! hantaman a-guhuk!!."


Saat dia ingin menyerang, iblis itu bisa menghindar dari serangan yang berkecepatan tinggi hanya dengan memutarkan tubuhnya seakan sedang menari, dan memukul punggungnya hingga terpental dan terkena hantaman bebatuan.


"Bagai...mana... dia bisa... melihatku?!."


"Sungguh manusia rendahan... kau pikir dirimu bisa mengalahkanku?."


Shion kembali berdiri meskipun terasa sakit pada tubuhnya yang terkena pukulan yang bisa menghancurkan sebuah batu besar.


"Aku masih belum selesai!... ( Aku akan menjadi lebih kuat, dan bisa membantu mereka dengan kekuatanku!..)."


Dia kembali berlari dan menghilang dari pandangan, tetapi iblis itu masih berlagak santai karena itu hanya pergerakan yang sama.


"( Jika dia bisa menyerangku dengan mudah disekelilingnya... bagaimana jika diatas udara! )"


Shion melompat keatas udara dengan ketinggian yang sedikit jauh, lalu berputar seperti menghunuskan kakinya kebawah.


"Aku akan menghancurkanmu!."


Saat dia sudah berada sangat dekat dengan iblis itu, lagi lagi sungguh disayangkan serangannya berhasil dihindari, dan akhirnya kakinya hanya menghantam tanah.


"Dihindari lagi?!."


"Sungguh serangan yang konyol!."


"Sial!."


Tubuh iblis itu berputar sambil mengayunkan kakinya, dan dia langsung menendang Shion dan terpental kembali karena kekuatannya yang begitu hebat.


"Ughkk!!."


Dampak dari serangannya sangat merugikan Shion, karena dia merasa beberapa tulang ditubuhnya sudah retak.


"Ughuk!!."


Akibat hantaman itu, dia terluka begitu parah hingga darah yang keluar dari mulutnya begitu banyak.


"Aku... tidak bisa mengalahkannya..."


Dan dalam waktu yang sesingkat itu saat dia dikalahkan, dia terpuruk dan merasa sudah tidak bisa mengatasi iblis itu dengan kekuatannya.


Tetapi api harapan masih ada didalam dirinya, dan dia kembali sadar bahwa ada sebuah tujuan yang harus ia gapai.


Dia kembali berdiri dengan kuatnya menopang rasa sakit itu.


Iblis itu menyipitkan matanya seperti memberikan respon jika dia masih bisa berdiri setelah terkena serangannya.


"Aku tidak boleh berhenti disini..."


"Manusia rendahan sepertimu tidak pantas hidup... cepatlah mati dan mengganti harapanmu menjadi sebuah bangkai."


"..."


Seakan tidak peduli dengan ucapannya, sosoknya kembali menghilang dan menyatu dengan sekitar... angin panas terbentuk dan iblis itu merasa jika dia akan berbuat hal yang lain.


Shion berlari memutarinya secara terus-menerus, hingga iblis merasa hawa panas disekelilingnya.


Karena dia terjebak dalam putaran api yang membuat area didalamnya menjadi area panas dan sedikit demi sedikit mengambil oksigen yang berada didalam putaran itu.


"Sial... kau melakukan hal yang menyebalkan.."


Iblis itu mulai merasa tubuhnya tersiksa didalam lingkaran api itu, dan semakin lama juga pandangannya mulai kabur.


Dia menyadari itu dan menggelengkan kepalanya berharap pandangannya kembali normal, tetapi tetap saja dia tidak bisa melihat sekitar dengan jelas...


Lalu pernafasannya mulai tersendat, dan dia jatuh berlutut karena tersiksa.


"( Dia sudah melemah... ternyata menyabotase area pertarungan lebih baik daripada melawannya secara langsung...)"


Itu ada rencana Shion untuk membuatnya lemah, karena dia sudah mengamati dari awal jika pengamatannya akan pergerakan yang cepat itu dari semua indra miliknya.


"Uhuk! uhuk!."


Tetapi tidak semudah itu untuk melemahkannya, dia mengangkat tinjunya, dan dengan kekuatan yang seadanya dia menggemparkan tanah disekitarnya dan tanah itu bergetar hebat meskipun hanya kekuatan seadanya.


Shion kehilangan keseimbangan dan pada akhirnya dia melompat mundur untuk menghindari guncangannya.


Iblis itu berdiri dan masih berusaha melihat sekitarnya dengan jelas, dan itu adalah kesempatan untuk Shion.


"( Sekarang atau tidak ada kesempatan lain!.)."


*Wuzzz


Api pada ekor dan sayapnya membara saat dia melompat, lompatannya adalah salah satu keahliannya karena sayapnya bisa membuatnya melompat lebih tinggi dan juga terbang meskipun hanya sebentar.


Dia melesat kearah iblis itu kini dengan kepalanya yang memiliki paruh berada didepan menjadi ujung tombak.


Saking cepatnya hingga api menyelimuti seluruh tubuhnya...


Dan seketika...


*Bumm!!!!!


Hantaman besar terjadi hingga hamparan tanah hancur pada area itu, bebatuan yang terlempar ke segala arah dan asap tebal menutupi mereka berdua.


Hingga asap itu hilang... hasil sudah terlihat dengan jelas...


Kalau serangan Shion dengan mudahnya ditahan oleh satu tangannya... tetapi wujud iblis itu sudah berbeda dari sebelumnya... tubuhnya berubah warna menjadi ungu, dan rambut hitam panjangnya kini menjadi putih...


( AWAKENING! )


Matanya terlihat begitu merah dan giginya yang runcing memanjang...


Meskipun ada luka bakar yang begitu hebat ditubuhnya... sepertinya Awakening miliknya bisa meregenerasi luka yang diterima sebelum perubahannya.


"Mustahil..."


Shion merasa dirinya langsung tidak bisa berharap menang melawannya...


Dan tiba tiba lehernya menjadi sasaran empuk untuk dicekik begitu kencang.


"Khkk!! ugkkhh!!."


Seperti seekor ayam yang berhasil ditangkap... Shion mencoba melepaskan cekikan itu tetapi tangannya sangat keras.


"Yang tadi itu hampir saja... kau hampir saja membunuhku... aku merasa direndahkan oleh orang sepertimu..."


"Khkk!!."


"Kau sudah membuatku menggunakan Awakening milikku... dasar manusia rendahan..."


Kini Shion berada pada situasi yang sulit... karena dia tidak bisa bergerak dengan lehernya yang sedang dicengkeram oleh tangan monsternya.


Dia berusaha begitu keras, dan dia juga sudah yakin bahwa serangan terakhir itu akan membunuhnya... tetapi dia tidak mengira jika iblis bawahan terkuat dari iblis kematian memiliki kekuatan Awakening...


"Sepertinya... aku masih belum puas untuk menutupi semua yang kau lakukan padaku..."


Dia menarik tangan kirinya dan mengepalkan tangannya... dari dalam kepalan itu, keluar sebuah aura merah darah yang terasa aura membunuhnya.


Saat melihat itu, Shion merasa pukulan itu akan terasa sangat sakit melebihi pukulan biasanya...


Tinju itu mulai bersiap diluncurkan tepat kearah tubuhnya.


Auranya yang semakin kuat keluar dari kepalan tangannya...


"Aku akan membalas seranganmu tadi..."


"Khkk!."


Iblis itu langsung mengayunkan tinjunya yang seperti menembakkan sebuah meriam besar, hingga serangan itu mengenai tubuh Shion.


*Bum!!!!!!


"Aagkkhhhh!!!!."


Tinju itu menghasilkan ledakan dari luar, dan juga dari dalam tubuhnya, serasa didalam tubuhnya seperti diledakkan sebuah bom.


Dia terpental hingga beberapa ratus meter jauhnya, dan tergeletak saat menghantam bebatuan yang membuat tubuhnya berhenti terlempar.


"( Aku sangat lemah... bahkan aku tidak bisa membunuh bawahan iblis kematian... bagaimana aku bisa menjadi lebih kuat...)"


Pikirannya seperti sudah berada ditempat lain nan jauh...


Dia hanya tergeletak tak bisa bergerak dari tempatnya.


*Tap Tap Tap..


Iblis itu berjalan mendatanginya yang sudah terlihat tidak berdaya.


"Aku masih belum selesai bersenang-senang..."


"..."


"Bagaimana kalau aku memberikanmu keringanan... jika kau meminta ampun padaku seperti seorang pecundang layaknya manusia manusia rendahan..."


Dia hanya bisa berpikir bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup...


Dirinya sudah tidak bisa bergerak maupun bangkit... lalu apa yang harus dilakukannya?...


"( Aku masih ingin hidup...)"


Dia membuka mulutnya seperti ini mengatakan sesuatu.


Hal ini membuat iblis bawahan itu melihatnya dengan tatapan merendahkan sambil menyeringai.


"( Aku akan bertambah kuat... seperti yang Kaito katakan... oh iya, benar juga... saking tersiksa disini... aku tidak pernah memikirkan apa yang dia lakukan... mungkin jika dia berada disini, dia akan langsung menolongku...)"


Seperti harapan yang perlahan-lahan menghilang...


"( Orang sepertiku hanya bisa memohon untuk keselamatanku... aku adalah yang terburuk... )"


"Tolong..."


"( Kaito... maaf jika aku adalah orang yang rendahan... aku memang tidak bisa melindungi umat manusia sepertimu..)"


"Tolong ampuni..."


"Hah?! aku tidak mendengarnya!!."


"( Tetapi... jika aku tidak sanggup untuk melindungi umat manusia.. setidaknya..)"


"Katakan dengan jelas dasar manusia ren-."


"Diamlah, aku tidak akan meminta ampun padamu... karena aku... akan membunuhmu."


"..."


Mendengar perkataan Shion, iblis itu terdiam karena tak percaya akan hal itu...


"Begitu ya... jadi, kau benar-benar ingin mati..."


Itu adalah perkataan yang dikatakan oleh seorang pecundang sepertinya... namun dia merasa bahwa... dirinya bukanlah manusia rendahan... karena... ada mereka yang telah mendukungnya hingga sekarang... dan guru juga menaruh kepercayaannya pada Shion...


"Aku akan membunuhmu hingga tubuhmu hancur berkeping-keping!."


Dia melompat begitu tinggi hingga sosoknya tertutup oleh awan...


Serangan terakhirnya yang menunjukkan sebuah Aura merah pekat kembali muncul, dan kini aura merah itu menyelimuti seluruh tubuhnya.


Dia menarik seluruh aura merah itu kedalam tangan kanannya, hingga aura yang keluar sangat banyak itu seketika menghilang...


"Matilah kau hingga tidak ada tempat untukmu hidup!!."


*Drrrr!!!


Dia menjatuhkan dirinya kearah Shion yang terbaring tidak bisa bergerak...


"( Kaito... sebenarnya... apa itu kekuatan yang besar... apa aku bisa menemukan kekuatan itu? atau hanya ini batasan kekuatanku? apa hidupku memang tidak berguna... aku terus berpikir jika aku hidup untuk melanjutkan perjuangan keluargaku... dan membawa perlindungan pada seluruh umat manusia bersama kalian... aku masih ingin terus hidup...)"


Iblis itu semakin cepat hingga udara disekitarnya terbentuk menjadi sebuah pusaran angin.


"( master... beritahu aku... apa potensi yang ada didalam diriku benar benar ada? aku ingin membuktikan hal itu padamu... maka dari itu... aku masih ingin hidup..)"


"Hancurlahh!!!."


"( Aku... akan bertahan untuk hidup...)"


*DUARRR!!!!


Ledakan yang begitu besar seperti sebuah bom nuklir kecil yang dijatuhkan tepat kearahnya...


Itu sudah bukan serangan kuat lagi... tetapi serangan bencana...


Tanahnya sudah menjadi butiran debu yang hancur karena hantaman kuat...


Serangan terakhir untuk menghancurkannya...


"Haha!! manusia rendahan itu akhirnya hancur berkeping-keping hingga tercampur dengan bebatuan..."


Iblis itu merasa jika dia sudah menghancurkan tubuh Shion hingga tidak terlihat sedikitpun bagian dari tubuhnya...


Tetapi begitu asap yang menutupinya menghilang, matanya terbelalak begitu melihat yang ia tinju hanyalah bebatuan yang hancur berkeping-keping... tidak ada darah sama sekali yang mewarnai batu batu itu


"Tunggu... apa... aku sudah membunuhnya..."


Iblis itu berkeringat dan merasakan hawa yang tidak nyaman dibelakangnya..


Dia merasakan sebuah kekuatan yang tidak pernah ia rasakan seumur hidupnya.


Begitu dia menolehkan kepalanya kebelakang... harapan untuk menghancurkannya seketika pudar...


Karena sosok yang sebelumnya tidak bisa bergerak dan segera mati dengan serangan terakhirnya...


Kini berdiri dengan tampilan yang berbeda dari biasanya.


"Kau... bagaimana bisa..."


Saking tidak percaya dia akan kenyataan itu... tubuhnya seketika merinding begitu merasakan kekuatannya.


Seluruh bulunya yang diselimuti oleh api biru yang membara...


Kekuatan sebenarnya dari perubahan mahluk mitologi...


Cockatrice Sang Pemangsa Api Biru!!!


"Tidak mungkin...!! aku akan menghancurkanmu hingga benar benar terlihat didepan mataku!!."


Dengan kemarahan yang dia luapkan, iblis itu melompat begitu cepat dan aura merahnya yang menjadi inti kekuatan serangannya, ingin menyerang Shion dengan seluruh kekuatannya.


Tetapi, begitu dia mengayunkan tangannya, sosok Shion sudah benar benar menghilang dari pandangannya.


Iblis itu menyadarinya dan seketika tubuhnya merasakan ketakutan yang begitu besar karena ia merasakan panasnya pancaran api biru tepat dibelakangnya.


Tanpa melihat belakang, dia segera menjauh dari sana..


"Kau... bagaimana kau bisa bergerak secepat itu??! siapa kau sebenarnya?!!."


"Aku... aku hanya seorang prajurit pasukan... pasukan Barats divisi kedua, Okita Shion..."


"Sialan! manusia rendahan sepertimu tidak akan pernah bisa membunuhku!."


"Demi keselamatan umat manusia... dan kedamaian dunia... aku akan membunuhmu.."


"Hanya karena kekuatanmu yang semakin meningkat... kau tetap tidak akan bisa mengalahka-."


*Syuuttt!!!


Hanya dalam satu detik, Shion menyerangnya dengan kecepatan yang begitu gila.


Padahal satu detik yang lalu dia masih berdiri tenang didepan iblis itu... tetapi sekarang dia berdiri sambil mengangkat satu kaki ceker itu setelah menebasnya.


Dan tak lama kemudian muncul api biru yang membekas dari cakarannya.


"Aarghhhh!!."


Iblis itu berteriak kesakitan karena satu serangan dari Shion menggunakan kekuatan Cockatrice Sang Pemangsa Biru...


"Bagaimana... bagaimana bisa aku kalah seperti ini..."


"( Dia masih hidup?!! )"


"Aku tidak menerimanya... aku tidak menerimanya!!!."


Dia mengeluarkan seluruh aura kekuatannya dan menyerap kedalam jantungnya.


Seketika tubuhnya memerah seperti ingin meledak... tetapi kekuatannya seketika menjadi terasa kuat.


"D-Dia berubah lagi?!! tidak tidak! sampai kapan dia bisa mati?."


Jelas sifat Shion yang ketakutan melihat iblis itu kembali bertambah kuat membuat dia terlihat kembali seperti orang yang penakut.


"T-Tidak! aku sudah mati matian membangkitkan kekuatanku yang sebenarnya... mana mungkin aku akan dikalahkan!."


Kini menjadi sebuah babak penentuan antara bawahan iblis yang bertambah kuat 3 kali lipat, dengan Shion yang sudah membangkitkan kekuatan dari tipe elemennya.


"Mati kau!!!!."


Iblis itu berlari dengan kekuatan penuhnya...


Dan begitu juga dengan Shion yang akan mengakhiri semua ini...


Dia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya... agar dia bisa memaksimalkan kekuatannya.


"( Aku akan bertambah kuat mulai dari sini... dan mencapai tujuanku dengan tanganku sendiri... sekarang saatnya...)"


Disaat dia memejamkan matanya... dia melihat sekilas secercah cahaya hingga dia langsung membuka matanya... dia yakin bahwa itu adalah sebuah jalan untuknya..


Disaat iblis itu masih berlari untuk menggapai wajahnya dan menghancurkannya...


( Change Skill : Time Modification! )


*Ziittt!!!!


Seketika waktu terasa berjalan begitu lambat... dan semua pergerakan didalam pandangannya melambat...


Kekuatannya yang bisa bergerak cepat... akhirnya tercipta sebuah kekuatan yang sebenarnya... yaitu memodifikasi waktu pada areanya berada.


Shion tidak bisa berlari cepat dan hanya bisa bergerak seperti orang normal... tetapi disekelilingnya bergerak dengan 100 kali lebih lambat darinya.


Bahkan iblis itu yang berlari sangat kencang berubah menjadi layaknya sebuah patung yang sedikit demi sedikit bisa bergerak...


"Kali ini aku akan mengakhirinya..."


Shion mengepakkan sayap birunya dan melompat sangat tinggi diatas awan...


Dan api birunya berkobar menjadi lebih besar... panasnya bahkan bisa merubah cuaca yang berada diatas langit.


Lalu dia segera melakukan serangan terakhirnya...


( Change Skills : Blue Fire Sparkle )


Tubuhnya berputar dan menyebarkan kilauan biru yang begitu panas... dia seperti terbang bebas diatas langit sambil berputar-putar.


Kini adalah saat dimana dia membunuh iblis itu.


Terbang menghiasi langit malam dengan sebuah percikan api biru, seperti bintang bintang yang bergerak mengikuti arah kecepatannya.


Dan dia jatuh dengan kecepatan sonic hingga membuat udara disekelilingnya mendidih...


"Aku tidak akan mati sebelum aku bisa melihat perubahan pada dunia ini... dan ini adalah langkah awal dari perjalananku... untuk menjadi lebih kuat."


*DUM!!!!!!


Seperti kejadian yang tidak bisa diberikan hanya dengan sebuah kata kata...


Api birunya meledak dan dengan waktu yang dikembalikan, semuanya menjadi kembali normal... tetapi serangan terakhir darinya adalah serangan yang membekas pada waktu yang berjalan lambat...


Iblis itu seketika hancur dan terbakar habis dilahap api biru yang ganas...


Pertarungan yang begitu sengit dimenangkan oleh Okita Shion...


"Aku... menang? semoga saja... ini bukan mimpi."


Hingga dia langsung jatuh pingsan akibat terlalu banyak menghabiskan energinya...