PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 26



Sebelumnya aku sudah berhasil bertemu dengan salah satu pasukan divisi kedua, dan mengalahkan monster level atas yaitu naga api...


Dan setelah kejadian itu, dia langsung membawaku ketempat markas divisi kedua yang berada didalam sebuah kota kecil yang begitu terlihat aman dan tidak ada masalah...


Disekelilingnya, terdapat sebuah sungai yang lumayan lebar dan panjangnya mengelilingi kota tersebut sehingga kami harus menurunkan jembatan untuk masuk kedalam kota.


Kondisi kota itu lebih membuatku tidak menyangka, karena diluar kota seluruh tanah yang kita pijak adalah bebatuan yang sudah hangus terbakar api, tetapi didalam kota begitu subur dan banyak tumbuh tumbuhan yang mekar begitu asri.


"Hei Shion... aku agak sedikit heran saat kita memasuki kota ini... kenapa kondisi kota dengan luar perbatasan begitu berbeda?."


"Oh itu... karena kota ini yang ukurannya lebih kecil dari kota kota yang lainnya, maka banyak monster monster seperti naga yang telah kita kalahkan, tinggal disekitar kota... dan juga kau melihat sungai yang mengelilingi kota ini bukan?."


"Um."


"Itu adalah perbatasan agar para monster tidak bisa menyentuh kota kembali... karena kebanyakan disekitar sini adalah monster dengan kelemahan air..."


"Lalu, kenapa naga tadi tidak menyerang kota? dia bisa terbang kapan saja dia mau."


"Itu sulit untuk naga itu lakukan... karena pengawasan disekitarnya cukup ketat oleh pemerintah... jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Eh? kota ini berada dibawah pimpinan pemerintahan?."


"Ya memang seperti itu... apa kota tempat markasmu tinggal tidak ada?."


"Tidak ada... karena kota Sun Of Peace terkenal dengan kedamaiannya, bahkan pemerintah tidak ingin mengeluarkan uang mereka untuk menjaga kota itu."


"Begitu ya... disini sudah dari dulu berada dibawah perlindungan pemerintah... karena ada seseorang pemberontak yang tinggal di kota ini saat puluhan tahun yang lalu... dan karena dia yang selalu mengganggu masyarakat, mereka mengusirnya pergi dari sini dengan cara meminta pemerintah untuk membangun perlindungan di kota."


"Yah... yang terpenting tidak ada masalah dengan ini..."


"Lewat sini."


Saat berada dijalan besar, dia membawaku masuk kedalam gang kecil dan mengeluarkan sesuatu dari jubahnya.


"Hm? apa itu?."


"Ini adalah tanda pengenal, kau tidak bisa masuk jika tidak mempunyai ini."


Saat dia menekan tombol yang berada ditangannya, tiba tiba sebuah tempat sampah yang ukuran besar berubah menjadi sebuah pintu untuk masuk kedalam.


"Woah! keren sekali!."


"Markasnya berada dibawah tanah kota ini... jadi kita harus melewati ini."


"Apa hanya ini jalan masuknya?."


"Tidak, jalan masuknya memiliki empat pintu masuk, dan masing-masing berada diujung kota, dan ini salah satunya... masuklah kedalam."


Lalu kami berdua segera masuk kedalam tempat dimana markas revolusioner divisi kedua berada...


Disana begitu luas dan banyak sekali ruangan-ruangan yang diisi oleh senjata atau dokumen dokumen penting.


"Oh? Shion... apakah dia?."


"Um... dia adalah perwakilan dari pasukan revolusioner divisi ketiga."


"Saya adalah pasukan revolusioner divisi ke-3, Kaito Ryoku... mohon bantuannya."


"Ya... aku Senora, untuk kali ini, kita bekerja sama."


Dia adalah wanita yang begitu kuat saat melihatnya memegang sebuah pentungan besi berduri, meskipun wajahnya begitu cantik tapi aku tahu kekuatannya pasti mengerikan.


"Guru sudah menunggu, ayo Kaito."


"Ya."


Kami pun berlanjut masuk kedalam untuk menemui ketua dari pasukan divisi dua..


"Kita sudah sampai... ingat! jangan terlalu terbawa suasana dengannya! dia adalah orang yang terlalu santai dalam keadaan."


"Aku mengerti."


Setelah dia memberikan peringatan kepadaku, kami pun membuka pintu ruangan tersebut dan langsung disuguhkan olehnya yang sedang asik bermain game dan ruangannya yang begitu berantakan dipenuhi dengan banyak macam game.


"Oi oi oi~ lihat siapa yang datang."


"Guru! sudah kubilang jangan menaruh barang sembarangan!."


"Maaf maaf, lain kali aku tidak melakukannya."


"Guru sudah mengatakan itu lebih dari seratus kali."


Shion langsung merapihkan barang barang ketempat seharusnya barang itu ditaruh.


"Jadi... siapa yang akan membantu kita?."


"Rasanya aku pernah bertemu denganmu..."


"Eh? guru pernah bertemu dengan Kaito?."


"Iya, tapi aku lupa dimana..."


Dia masih menatapku dengan berpikir untuk mengingat ingat wajahku.


"Ah! kau yang membawa senjata biologis mouwton itu!."


"Shion! apa kau tahu? dia waktu itu memperebutkan sebuah senjata biologis dengan salah satu panglima besar!."


"Ehh?!!! yang benar saja??!."


"Ya! anak ini cukup kuat!."


"S-Saya hanya dibantu dengan teman teman dari pasukan revolusioner saya dan amukan dari senjata itu, jadi tidak begitu dominan melawan orang itu. ( Sepertinya beliau tidak mengetahui tentang perlawanan melawan salah satu iblis kematian... syukurlah kalau begitu~)."


Aku yang begitu banyak mendengar pujian dari mereka, aku merasa tambah gugup dan tidak tahu harus melakukan apa.


"Yang penting kita sudah mendapatkan pasukan yang kuat... dan aku yakin misi ini akan menjadi lebih mudah."


"S-Saya akan berusaha!."


"Jadi, apa misi kita sampai harus memanggil bantuan dari pasukan divisi tiga?."


"Oi oi tunggu, jangan terlalu bersemangat... kita akan membicarakannya saat rapat dimulai... jadi ayo kita bermain game bersama!."


"Huh... saat saat seperti ini kita tidak boleh bersantai!."


"Aku hanya bercanda, sebentar lagi rapatnya akan dimulai... jadi ayo kita segera pergi kesana."


Aku tidak tahu apa yang sedang kita lakukan, tetapi aku ditugaskan untuk membantu pasukan divisi dua untuk mengerjakan sebuah misi besar dan berhubungan dengan melindungi umat manusia dari para iblis...


Lalu kami berkumpul ditempat rapat yang sudah ada beberapa orang dengan tampangnya begitu mengerikan dan terlihat kuat, dan mereka terlihat bukan dari divisi dua saja... aku melihat beberapa orang yang kelihatannya bukan pengguna elemen ignis.


Aku sadar jika pasukan divisi dua memiliki banyak anggota penyerang yang begitu kuat, berbeda dengan pasukan divisi tiga yang hanya memiliki tiga orang penyerang.


"Yosh! kita semua sudah berkumpul disini."


"Guru, apa misi besar yang akan kita lakukan?."


"Aku sudah tidak sabar untuk ini!."


"Bahkan kita juga memiliki bantuan dari pasukan divisi lain? apa sesulit itu?."


Mereka adalah pasukan divisi yang memiliki bermacam-macam kekuatan, dan aku tidak ingin menonjolkan kehadiranku agar kekuatanku bisa aman dari pengetahuan mereka.


"Seperti biasa, mereka bersemangat sekali... aku sampai merinding." Shion yang terlalu takut bersiap siap misi besar ini, hanya bisa bersembunyi dibalik banyak orang.


"Apa kau takut?."


"Jelaslah! saat ini kita sedang menjalankan misi besar! siapa tahu kita akan melawan salah satu iblis kematian!."


"( Eh? apa dia tidak diberitahu?.)"


"Oi oi~ jangan terlalu bersemangat! karena hari ini kita akan melakukan sesuatu hal yang besar!."


"..."


Semuanya begitu menantikan dengan apa yang ketua dari pasukan revolusioner divisi dua yaitu Reiido Koton!!


"Kita akan segera memulai peperangan!."


"Peperangan!! aku siap untuk itu!"


"Aku suka yang seperti ini!."


"P-Peperangan?? pasti sangat berbahaya!!."


"( Aku bersama dengan orang orang yang begitu kuat... aku pasti akan terus menjadi lebih kuat dengan ini!..)."


"Ini adalah misi besar!! dan kuharap kita bisa menyelesaikan dengan sempurna!."


"..."


Situasi begitu menegangkan, dan ketua segera memberikan misinya.


"..."


"( Demi membalaskan dendam semua warga kota!.)"


"Kita akan berperang dengan iblis kematian Morbus!!."