PERSONALITY : Domination

PERSONALITY : Domination
Episode 73



"Saya sebagai presiden negeri ini mengucapkan terima kasih, meskipun bukan saat yang tepat untuk mengatakannya."


"Kami juga ingin meminta maaf karena terlambat, karena hanya satu orang yang baru sampai disini, membuat pelindungnya rusak."


"Kita bisa memperbaikinya dengan sistem keamanan, namun membutuhkan waktu yang cukup panjang."


"Kalau begitu kami akan melindungi negeri ini sampai semuanya aman."


"Baik."


Ikki yang selesai berbincang dengan presiden negeri Euditoria, langsung kembali dengan kita berdua yang sedang berjongkok diujung ruangan.


"Jadi ini adalah Yansei? hebat sekali..."


"Perubahan kera putih milikmu juga sangat mengagumkan! kekuatan yang sangat besar bahkan sampai bisa mendorong jauh kadal raksasa itu."


"Ahaha aku bukan apa apa, apalagi serangan terakhirmu itu-"


"Omong omong tentang itu..."


Ikki langsung mengikuti alur pembicara kita dan memotong omongan temannya.


"..."


"Bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan sebesar itu, dengan tanpa kekuatan elemen...?"


"..."


"O-Oi Ikki, tidak baik memaksakan orang lain untuk memberitahukan kekuatan mereka."


"Aku adalah pasukan Barats divisi keenam, Ikki Kitachi, kekuatan elemen milikku adalah elemen Solum tipe pembuat, dan senjata utama tipeku adalah sebuah Katana."


Setelah dia memperkenalkan dirinya dengan cepat, dia langsung menatap orang yang di sebelahnya untuk ikut memperkenalkan dirinya juga.


"A-Aku pasukan Barats divisi kelima, Hyokai Gekai, kekuatan elemen milikku... elemen Ventus tipe perubahan, dan perubahannya adalah kera putih atau Bigfoot."


"Aku... juga harus memperkenalkan diri?"


"..."


"..."


Mereka berdua hanya menatapku diam mempersilahkan diriku untuk memperkenalkan diri.


"Huh, baiklah... aku pasukan Barats divisi ketiga, Kaito Ryoku, pokoknya salam kenal."


"..."


"..."


"Kenapa? aku sudah memperkenalkan diriku."


"Masih ada yang harus kau beritahukan kepada kami."


"Ayolah, kalian sendiri sudah melihatnya... aku tidak mempunyai kekuatan elemen apapun."


"Bagaimana kau bisa sekuat ini?" Hyokai yang ikut penasaran pun juga mempertanyakan tentang kekuatanku.


"Pedang milikmu itu... bagaimana kau bisa mendapatkannya?"


"Kalian ini... sebenarnya ingin bekerja sama denganku untuk mengatasi serbuan para monster, atau menggali informasi untuk membunuhku?"


"..."


"..."


Aku yang sudah muak dengan keraguan dari mereka, langsung berdiri dan mengambil pedangku yang disandarkan ke dinding.


"Sebentar lagi serbuan para monster sudah ingin tiba, sebaiknya persiapkan diri kalian terlebih dahulu sebelum mengusik kehidupan orang lain."


"..."


Mereka berdua terdiam sampai aku sudah pergi keluar dari ruangan itu.


"Huh... sulit sekali membuat mereka percaya, apa lagi yang harus aku lakukan... dari awal aku hanya menggunakan pedang milikku untuk melawan, atau mereka mencurigai elemen Aqua yang mengalir keluar dari pedangku?? harusnya mereka tahu ini adalah pedang warisan..."


"Kaito Ryoku."


Tiba tiba seorang pria paruh baya yang sudah aku kenal setelah berada disini datang menghampiriku.


"Pak presiden."


"Aku sudah mencarimu kemana mana tapi tidak ketemu, ternyata ada disini."


"Maaf, aku baru saja ingin kembali."


"Aku kesini ingin meminta inti energi yang kamu bawa dari markas divisi kamu, bukannya ketua divisi menitipkan benda itu kepadamu?"


"A-Ah... ya..." aku baru teringat tentang masalah itu... karena inti energi itu hilang entah kemana saat sedang dalam perjalanan kesini.


"Aku akan mengisi kembali energi elemen didalam intinya, mungkin akan memerlukan waktu setengah hari."


"T-Tapi pak, anu... sebenarnya, inti energi itu-"


*Duaar!


Tiba tiba suara ledakan yang cukup keras terdengar menggema ke seluruh penjuru lorong tempat ini.


"Monster?!" aku langsung bersiap memegang pedangku dan menjaga sekitar Presiden.


"Maaf, itu bukan marabahaya."


"Eh? apa maksudnya?"


"Huh... mungkin ulah orang itu."


"Siapa?"


"Kemarilah, aku akan memperkenalkannya padamu."


"..."


"Orang itu adalah seorang anak dari kedua orang tua yang telah berjasa membangun tempat ini juga."


"..."


Sambil berjalan, beliau menceritakan soal asal usul orang yang belum aku ketahui.


"Namun kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan empat tahun yang lalu, ketika mereka berdua pergi keluar negeri untuk mencari sebuah bahan untuk membuat perkembangan zaman negeri ini semakin maju... namun sayangnya, mereka kembali dengan membawa sebuah penyakit yang sangat buruk, hingga hanya bisa bertahan beberapa minggu disini dengan menjalani karantina berdua selama itu, hingga pada akhirnya mereka meninggal dengan meninggalkan sebuah ilmu baru yaitu salah satunya adalah pancaran pelindung yang telah melindungi negeri ini dari bahaya luar."


"Terdengar sangat berjasa, aku pikir anaknya akan bisa meneruskan perjuangan mereka."


"Kami semua juga berpikir begitu." beliau mengatakan dengan wajah pasrah dan seperti sudah tidak bisa mengharapkan orang itu.


"Memangnya kenapa dengan dia?"


"Dia tidak memiliki kekuatan elemen seperti kedua orangtuanya, dan juga... dia terus menerus sibuk mengembangkan sebuah inovatif yang berbeda dengan sistem negeri ini."


"Maksudnya?"


"Nanti kamu akan melihatnya sendiri."


Setelah kita berada di depan pintu yang ingin terbuka, tiba tiba sebuah asap hitam keluar dari ruangan itu hingga membuat kedua wajah kita menghitam karena asapnya.


"Uhuk uhuk! apa ini?"


"Uhuk! G! apa kamu melakukan hal yang berbahaya lagi??"


"Owh presiden! maaf atas gangguannya, tadi mesinnya agak macet jadi ada sedikit ledakan."


"Ledakan besar itu bukan sedikit nama-"


Saat aku melihatnya, kita berdua saling bertatapan dalam diam karena dari awal kita sudah bertemu.


"Kau... bocah yang tadi pergi.."


"Kau... manusia setengah robot yang menabrakkan rongsokan milikmu kearahku!"


"Sudah aku bilang jangan mengatakan Jeep milikku itu rongsokan!"


"Jeep punyamu memang hanya sebuah besi beroda empat yang berjalan buta arah!"


"Anak ini harus diberi pelajaran!"


"Anak? siapa yang kau bilang anak?!"


"Hmp! memangnya berapa umurmu?"


"Aku tidak tahu, tapi mungkin sudah sekitar dua puluhan tahun."


"Aku sudah berumur dua puluh lima!"


"Hanya beda lima tahun!"


"Tetap saja aku lebih tua darimu."


"Sial, orang ini sangat menyebalkan!"


"Tunggu dulu, kalian sudah saling mengenal?"


"Di tengah perjalanan dia dengan mesin roda empatnya itu datang menghantam ku tiba tiba!"


"Kau masih membawa masalah itu?"


"Jelas, karena itu adalah kesan pertamaku."


"Presiden, siapa sebenarnya dia??"


"Dia dari perwakilan pasukan Octagram, atau lebih tepatnya seorang Barats yang dibawa kesini untuk mempertahankan negeri ini dari serbuan monster nanti."


"Hah? orang ini? membantu kita? memangnya bisa?"


"Kau meremehkan diriku?!"


"Aku tidak merasa kau kuat melawan para monster... sedangkan ditabrak dengan Jeep saja sudah tumbang."


"Kalau tumbang aku tidak akan bisa berada disini!."


"G, dia sudah menyelamatkan negeri ini dari monster raksasa yang tadi menyerang."


"Maksud Presiden, meteor yang terbang beberapa waktu yang lalu, itu adalah monster?"


"Ya, dan untungnya Kaito berhasil sampai kesini dan berhasil membunuh monster itu."


"Jadi itu kenapa kau langsung berlari saat aku bilang meteor itu mengarah ke negeri Euditoria."


"Sudah tahu begitu, berarti kau sudah mengetahui seberapa kuatnya diriku."


"Siapa yang bilang seperti itu, kau harus mengganti bemper Jeep milikku yang rusak."


"Dan kau juga sudah membuat inti energi yang aku bawa kesini hilang!"


"Inti energinya hilang?"


"B-Benar... maaf sebelumnya Pak Presiden! tapi saat perjalan kesini.. dan saat dia menabrak ku! inti energi itu hilang entah kemana."


"Jika inti energi itu hilang, bagaimana caranya aku bisa mengisi ulang energi elemennya?"


"..." aku merasa sedikit bersalah sekaligus kebingungan, karena bagaimana caranya agar aku bisa mengatasi masalah ini...


"Maksud kalian inti energi yang ini?"


"..."


"..."