
"..."
"Guru, sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu disini... apa guru sudah tidak mempunyai senjata yang tersisa?."
"Semuanya sudah rusak... aku tidak bisa mengontrol besi apapun lagi."
"Bahkan kekuatan guru berhasil ditaklukkan... bagaimana dengan mereka berdua disana..."
"Kau sudah memiliki kekuatan sejati..."
Sambil melihat api biru yang dimiliki oleh kekuatan elemen milik Shion.
Sebuah kekuatan yang telah bangkit, dan akan menjadi lebih kuat seiring penggunanya memiliki tekad yang kuat...
"Aku telah mendapatkan kekuatanku begitu melawan Servus yang begitu kuat dibawah sana... tetapi entah mengapa aku merasa sama sekali belum puas... meskipun rasa takut ini masih menetap didalam diriku.."
"Karena kau belum yakin dengan dirimu sendiri, kau bisa memilih jalanmu dari sekarang... karena kekuatan yang besar... harus memiliki tanggung jawab yang besar."
"..."
*Sring!!
"Manusia memang mahluk bodoh yang hanya berpikir didalam kepalanya saja... maka dari itu, mereka hanya berjalan menuju kematian tanpa keabadian."
"Jangan samakan manusia dengan iblis seperti kau... ( Dari ratusan kali serangan yang aku berikan kepadanya... satu jengkal pun Yansei-ku tidak bisa menyentuhnya...)"
"Seharusnya kau mengerti... bagaimana dunia ini telah bekerja... karena kau hanya seorang Barats yang dibodohi oleh kebenaran..."
"Aku tidak pernah mendapatkan sedikitpun kebenaran didalam hidupku... karena setiap aku bernafas... hanya ada kesengsaraan dan kebusukan yang tercium didalam hidungku!."
Aku berlari melesat kearahnya yang masih berdiri dengan santai.
"Maka dari itu... aku akan memberikanmu aroma kematian."
( Spade )
Aku mengayunkan pedangku kearahnya, tetapi tiba tiba sosoknya menghilang setelah meninggalkan simbol berbentuk sekop berwarna merah darah dibawahnya.
"Menghilang?!."
Dan tiba tiba sesuatu menembus perutku dari belakang punggungku.
"Aghk!!."
Aku terjatuh dan melepaskan pedangku karena serangan tersebut... dan ternyata dia berdiri dibelakangku sambil menjepit sebuah kartu yang mulai hilang meninggalkan tetesan darah.
"Apa... yang terjadi..."
"Sudah aku katakan... kau tidak akan bisa membunuhku..."
Dia berjalan mendekatiku yang telah terkapar bersimbah darah ditubuhnya...
"Karena aku yang akan membunuhmu lalu mengejar ketua divisi dan membunuh mereka semua..."
"( Sial!! luka sebelumnya bertambah parah... aku tidak bisa menggerakkan tubuhku!!.)"
"Manusia malang... hidupmu berakhir begitu singkat hanya untuk melindungi mahluk tidak berguna..."
"( Bergeraklah!! )"
"Sekarang matilah..."
"Gunakan kekuatannya."
( King )
( Personality Aqua )
*Sring!!
*Sreett
Tanah itu langsung terbelah akibat tebasan dari Iblis itu... tetapi sayangnya dia tidak mendapatkan hasilnya.
"..."
Dia langsung terdiam begitu melihat tubuhku yang sudah menghilang dari tempat itu...
"Yang tadi itu hampir saja... bwahaha!!."
Sungguh kenyataan yang tidak bisa iblis itu percaya... bahwa dia melihat sosok yang akan dia bunuh berdiri dengan mengeluarkan sebuah elemen yang telah punah...
Wajahnya yang datar kini mulai berkeringat dan tubuhnya tidak ingin menuruti pikirannya hingga berjalan mundur dari sana...
"Siapa... kau sebenarnya?!."
Apa kini diriku begitu penting? beberapa saat yang lalu kau ingin membunuhku."
"Tidak mungkin... seharusnya kekuatan itu sudah tidak ada..."
"Yah... kau bisa memikirkannya setelah mati."
"..!!."
( Ocean Crash )
Dari kedua tangannya yang terbentuk sebuah bola air, kini mengeluarkan dua jalur air yang membentuk seperti sebuah dinding besar yang akan menghantam iblis itu.
Iblis itu langsung mengambil jarak dan mengeluarkan kartunya kembali.
( Diamond!! )
Sekujur tubuhnya kini memiliki sebuah perisai yang terbuat dari darah pekat...
*Zuusshhh!!!
Hantaman itu pun terjadi hingga tercipta ledakan dari kekuatan air tersebut dan menghancurkan perisai iblis itu dengan mudah.
"Kharkh!!."
Iblis itu tersungkur setelah terkena serangan hantaman darinya...
Tetapi dia langsung bangkit kembali dengan lemas dan mengeluarkan sebuah kartu...
( Heart )
Dari kartu itu berubah menjadi tetesan darah yang jatuh keatas lidahnya, dan seketika luka didalam tubuhnya telah sembuh dan hilang begitu saja hingga dia terlihat seperti tidak kenapa-kenapa.
"Oh? pemulihan? kau bisa menyembuhkan luka sekejap waktu... kekuatan yang menyebalkan."
"..."
"Kalau begitu... bagaimana jika kita mulai kembali permainannya?."
......................
*Dum!!
Sebuah tentakel yang menyerangnya hingga serangannya menghancurkan tanah disekelilingnya.
Izo yang berlari menghindari serangannya sambil memegang sebuah senapan mesin pada kedua tangannya dan menembaki Ibis itu secara brutal.
Tetapi ratusan peluru itu berhasil ditahan oleh tentakel yang keluar dari punggungnya.
"Tch... serangan yang sangat menyebalkan."
Lalu iblis itu mengeluarkan puluhan monster yang berterbangan keluar dari punggungnya...
Sambil mengisi ulang peluru senapan mesinnya dengan satu hentakan, dia kembali mengarahkan senjatanya pada monster monster kecil itu.
"Serangga menjijikkan..."
*Drrrrr!!!!
Satu persatu monster monster tersebut mati terhantam ratusan peluru yang datang dari senjata Izo.
"Sebenarnya kekuatan apa yang kau miliki!?."
"Hem!! meskipun kau tahu... aku tetap akan membunuhmu disini!."
"Khk!."
Dia kembali menyerang Izo dengan pukuhan tentakel raksasa yang berkali kali menghantam Izo..
Tetapi Izo menghindari semua serangan tersebut dan menyimpan senapannya.
( Cakram )
Dari kedua bola tanah yang dia lempar, keluar sebuah dua Cakram yang kini berputar melesat kearah iblis itu.
"Senjata itu!?!."
Dia ingin menggerakan tentakel yang berada dibelakangnya, tetapi Cakram itu bergerak begitu cepat sehingga dia tidak sempat untuk menangkisnya sehingga kedua lengannya terkena sayatan begitu dalam bahkan hampir saja benda itu memotong kedua tangannya.
Lalu Cakram itu berputar kembali kearah Izo...
"Kurang ajar... kau mengambil senjata dari bawahanku!!."
"Oh? keroco itu adalah bawahanmu? dia yang memberikanku senjata ini... jadi aku menganggapnya baik... atau bodoh."
"Jangan bermain-main denganku... aku akan membunuhmu!."
"Heh!! bibirmu begitu manis sehingga rasanya menjadi pahit."
*Krak!
Tiba tiba sebuah serangan datang dari arah yang tidak ia duga, yaitu dari bawah kakinya sendiri sebuah tentakel raksasa keluar dan menghantam Izo hingga terlempar keatas langit.
"Dari bawah!?."
"Kalau menyerang dari jarak jauh... aku juga bisa melakukannya!!."
Diatas udara dia tidak bisa melakukan apapun, dan puluhan tentakel raksasa datang kearahnya.
Karena mereka datang dengan bersamaan, Izo tidak bisa menghindarinya dan berakhir terpukul berkali-kali diatas udara.
Seperti siksaan yang begitu sakit dari hantaman puluhan tentakel tersebut.
Dia tidak bisa keluar dari puluhan serangan tersebut, dan hanya bisa menahan dengan kedua tangannya sebisa mungkin.
"Aku akan menyiksamu hingga puas!!."
"Tidak akan aku biarkan!."
( Kecepatan Supersonik!! )
*Bwuuzzhh!!
Hanya dalam sekejap mata sosok Izo yang berada ditengah puluhan tentakel yang menghantamnya diatas udara, kini menghilang dari tempat itu.
"Kemana dia pergi?!!."
Bola mata iblis itu bergerak mengitari matanya karena mencari keberadaannya.
"Kau memang benar-benar yang terburuk! jika aku tidak datang, kau akan mati bonyok diatas sana!."
"Berisik, baru saja aku ingin keluar dari sana."
"Jelas jelas kau tidak bisa bergerak! mulutmu hanya ada kerennya saja!."
"Bagaimana bisa... bagaimana bisa kau lolos dari sana!? apa ada satu lagi manusia yang datang?!!."
"Gawat dia melihat kita!."
"Tidak ada henti-hentinya kalian datang dan membunuh para bawahanku!."
"Minggir... dia adalah iblis kematian, jangan berbuat yang tidak-tidak."
"SEHARUSNYA AKU YANG MENGATAKAN ITU! Tidak, aku tidak ingin melawannya! maksudku aku tidak akan bisa melawan iblis kematian sendirian!."
"Hem!! kau memang lemah... kenapa kau tidak bersembunyi bersama ketua saja?."
"Apa kau bilang?! memangnya siapa yang mengantarkan kau hingga sampai disini?! jika kau ingin seperti itu, aku akan menunjukkan jika aku telah berkembang menjadi lebih kuat sekarang!."
Mereka berdua berjalan maju untuk melawan Iblis Kematian Morbus yang kini telah dalam keadaan Awakening miliknya...
"Satu atau dua tidak akan mengubah jika kalian itu mahluk lemah!."
"Lemah? siapa yang kau bilang rendah?."
"Aku sudah menjadi lebih kuat... memangnya aku takut melawanmu!."
"Sebaiknya kau yang harus mengerti..."
"Karena kami akan membunuhmu!."
"Karena aku akan membunuhmu!."