Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Para petinggi



"Kau kenapa?" tanya Yoel menatap cemas kekasihnya itu pasalnya sedari tadi memasang wajah murung dan tidak mau berbicara, begitulah Airine jika bersedih.


Yoel membelai rambut emas Irine, merapikan rambut pirang itu ke belakang telinga Irine. Walau begitu Irine tidak menjawab ataupun bergerak sama sekali, tatapannya terus memandang pesawat pribadinya karna sebentar lagi mereka akan lepas landas dan alasan mereka belum saja masuk karna sang Ayah yang belum kunjung datang.


Yoel mengerutkan keningnya karna Irine terus mengabaikannya, di saat yang sama Andre akhirnya datang.


"Yoel, ayah ingin berbicara denganmu sebentar saja," pinta Andre kemudian menjauh ke suatu ruangan.


"Rin, aku pergi dulu," seru Yoel mengelus kepala Irine lalu mengikuti Andre.


Dari kejauhan Irine memandang punggung Yoel, tatapannya terkunci ke pemuda itu.


"Berakhir," gumam Irine lalu berjalan masuk ke dalam pesawat.


Di sisi lain, Andre dan Yoel telah tiba di suatu ruang tunggu yang hanya ada mereka berdua. Dari tatapan Andre, Yoel mendapat firasat buruk.


"Ayah?" sahut Yoel.


Andre memegang pundak Yoel dan dengan suara yang tegas berbicara. "Yoel, kau mencintai anakku kan?" tanya Andre.


Yoel mengangguk dengan serius lalu berseru. "Iya!"


"Kalau begitu sudahi hubungan kalian, hubungan seperti itu tak sepantasnya ada di antara kalian," ucap Andre membuat Yoel terkejut.


"Tidak!" bentak Yoel dengan cepat.


"Tidak ada penolakan Yoel, Irine sudah menyetujuinya. Saat ini Ayah berusaha mengambil alih perusahaan Ibumu lagi, maafkan ayah karna tidak becus mengurusnya sehingga seseorang merebutnya. Setelah semuanya berakhir, kau akan tetap menjadi keluarga Charles tapi untuk sementara aku tidak mengizinkan kalian bertemu," ucap Andre melepaskan tangannya dari pundak Yoel.


"Irine tidak mungkin ...," ucap Yoel.


.


.


.


Kini Zujy telah berjalan masuk ke dalam kastil mewah dan yang berwarna emas, di depannya berjalan seorang pelayan yang ditugaskan menjemput Zujy.


Langkah pelayan itu terhenti tepat di depan pintu berlapis emas, setelah pelayan itu membuka pintu Zujy mengisyaratkan agar Chris menunggu di sini saja. Dan setelah itu kaki cantik Zujy memasuki ruangan yang dipenuhi para petinggi keluarga Charles dari semua cabang keluarga, ada beberapa keluarga Dirni yang hadir di sana yaitu Agler Dirni, Runi Dirni dan Arka Dirni, lalu beberapa petinggi lain.


'Nana benar - benar datang,' gumam Zujy dalam benaknya, karna selama ini ia hanya mendengar dari ibunya bahwa Arka selalu ikut pertemuan keluarga walaupun yang tidak penting sekalipun tapi ternyata Arka benar - benar datang di pertemuan yang sepenting ini. Tidak sepertinya dulu yang tidak pernah datang sebelum menjadi pewaris sah keluarga Dirni.


Zujy menghentikan langkahnya tepat di depan meja panjang yang kursinya telah terisi penuh oleh para petinggi, sudah terlihat jelas bahwa mereka tidak mengizinkan Zujy duduk.


Tatapan Zujy melekat ke seorang wanita berambut pirang yang adalah pemimpin keluarga Charles, Victoria Charles.


Zujy seketika terkejut menatap Irine dan Yoel yang baru saja masuk dari pintu lain, seharusnya mereka tidak di sini sekarang.


'Seharusnya kalian baru berangkat sekarang,' benak Zujy mengerutkan keningnya.


Tatapan Irine diam membeku sedangkan Yoel memasang wajah dinginnya, diri Zujy bertanya - tanya apa yang terjadi pada mereka?


Setelah Zujy memberi hormat, Victoria sedikit tersenyum. Victoria mulai membuka mulutnya, pembicaraan itu menusuk hati Zujy. Senyum dimulut Victoria terus terpancar namun perkataan yang keluar dari mulutnya sangat menusuk.


2 jam kiranya perdepatan antara seluruh petinggi berlangsung, kini telah selesai Zujy yang tidak henti berdiri selama 2 jam mengistirahatkan tubuhnya di dalam mobil pribadi nya. Chris duduk di sampingnya sembari mengecek jadwal nonanya itu.


"Para petinggi itu tidak bisa percaya, hah," gumam Zujy memijat keningnya.


"Nona, akan saya batalkan jadwal nona semuanya, nona perlu istirahat," seru Chris.


"Tidak perlu Chris, aku baik - baik saja."


"Tapi nona sudah bekerja tiga hari ini dan belum istirahat sama sekali!"


Zujy mengalihkan pandangannya dan menatap Chris, gadis itu terkejut menatap mata Chris yang juga menatap matanya.


"Sudah cukup beristirahat sebelum berangkat tadi," ucap Zujy dengan nada rendah dan segera memalingkan pandangannya. Sedangkan Chris hanya mengangguk.


2 tahun yang lalu.


"Nona, anda masih mencari sekretaris kan? saya punya dua orang yang cocok," ucap lelaki paruh baya yang berdiri di depan meja CEO, di belakangnya berdiri dua lelaki yang seumuran dengan sang CEO.


"Tidak ada seorangpun yang beres darimu, pergi saja! aku sibuk! jangan menambah pekerjaanku!" bentak Zujy yang fokus mengamati sebuah dokumen.


"cih! semua Dirni sama saja!" gumam lelaki paruh baya itu namun masih tersampai ke telinga Zujy.


"Ya! kami sama saja!! tidak menerima orang lelaki yang mudah mengeluh!! jadi sekarang keluar!" bentak Zujy berdiri.


Lelaki paruh baya itu tentu takut mencari masalah pada Dirni jadi ia melangkah keluar di ikuti satu lelaki di belakangnya.


"hah! panggilkan Tuan Dirni!" pinta Zujy dan keheningan terjadi.


Zujy menatap lelaki yang tidak keluar sedari tadi.


"Maaf," ucap Zujy melangkah keluar sembari bergumam. "Zui kenapa kau bisa lupa kalau kau tidak punya sekretaris karna sifatmu itu."


"Nona!! Saya akan menjadi pelayan pribadi mu sekaligus sekretaris mu!!" teriak lelaki itu membuat semua yang berada di luar ruangan menatap Zujy.


.


.


.


Zujy terkekeh mengingat kejadian itu, awalnya ia tetap menolak namun tanpa disangka Agler membawa Chris kepadanya dan akhirnya Zujy menerimanya.


Hingga sekarang Chris masih setia pada Zujy namun yang dilihat Zujy dari mata Chris adalah hal yang salah, Chris tidak boleh ada rasa apapun pada Zujy. Hubungan mereka hanyalah sebatas rekan kerja! tanpa disadari mereka telah sampai di depan bangunan pencakar langit, perusahaan NZ.


Di sisi lain, setelah semua petinggi bubar. Irine dan Yoel juga ikut bubar, gadis itu tanpa berkata apa - apa berjalan pergi menuju kamarnya.


Grep! Yoel menahan tangan Irine lalu mendorongnya masuk ke dalam kamar dan mengunci rapat - rapat pintu kamar Irine.


"Yoel!" sahut Irine menatap kesal Yoel yang mengunci pergerakannya di tembok.


"Aku masih tidak terima keputusan mereka dan kau!"


"Tidak ada yang bisa kita lakukan, ayah sudah menyuruhku seperti ini. Aku tidak bisa menolak," ucap Irine tanpa menatap Yoel.


"Lepaskan Yoel!!"


"Aku mencintaimu!" ucap Yoel membuat tubuh Irine membeku.


Kata cinta itu yang tidak mau didengarnya sekarang ini karna akan lebih membuat hatinya sakit.


"Aku ... aku tidak," gumam Irine.


Perlahan - lahan tangan Yoel yang mengunci pergelangannya terlepas lalu lelaki itu berjalan keluar. Tubuh Irine ambruk seketika setelah pintu kembali tertutup, tangisannya mulai keluar. Kenapa kisah cintanya selalu rusak.


"Apa salahku," Isak Irine menangis tersedu - sedu.


Seperti yang dikatakan ibunya, mereka akan dipisahkan untuk selamanya. Setelah klarifikasi mereka akan berpisah. Entah kemana Yoel akan pergi.


.


.


.


Cup! sebuah ciuman halus menempel di bibir Leo membuat sang empu terkejut.


"Cut!!" ucap Sutradara mengakhiri episode kali ini.


Bersambung.