Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Orang tua Yoel



Flashback on.


25 Tahun yang lalu, seorang anak laki - laki terlahir di suatu keluarga sederhana. Anak itu di beri nama Yoel Manuel dengan harapan anak itu akan menjadi penerang bagi keluarga mereka.


Senyum dari kedua orang tua itu tidak henti memudar setiap harinya melihat buah hatinya semakin tumbuh besar dan semakin mirip kedua orang tuanya. Anak itu tumbuh dengan cinta dan kasih sayang yang begitu banyak menjadi anak lelaki yang begitu ceria dan baik.


Namun sang pendendam kembali menemukan musuhnya, ia membakar kediaman keluarga itu saat malam bulan bersinar terang. Di bawah langit yang begitu cerah sebuah rumah terbakar begitu besar.


Sebelum terjadinya kebakaran, Yoel yang saat itu berusia 5 tahun terbangun di tengah malam. Ia melangkahkan kakinya turun ke lantai satu untuk mengambil minum. Di saat ia tengah meminum air putih, gelas yang dipegangnya terjatuh kala melihat seorang lelaki tinggi memegang pisau mendekatinya. Entah dari mana asalnya lelaki itu.


"Wah, kau sangat mirip dengannya," ucapnya mendekati anak yang gemetaran.


Semakin lelaki itu mendekat semakin Yoel berjalan mundur, suaranya tidak ingin keluar saat itu karna tubuhnya telah terlahap oleh ketakutan.


"YOEL!!!" teriak seorang wanita yang berdiri di tangga, wanita itu segera berlari melindungi anaknya ketika menatap seorang lelaki yang tidak dikenalnya.


Lelaki itu tersenyum sinis membuat wanita itu tertegun, ia melindungi Yoel di balik tubuh kecilnya.


"Bukannya kau sudah mati??" tanya Neko, nama dari ibunda Yoel.


"Hehehehe, kau kira aku akan mati semudah itu? kau telah menghancurkan hidupku, mana mungkin aku membiarkanmu hidup bahagia di sini."


Neko mengerutkan alisnya dan menatap anaknya. "Sayang, kamu sembunyi di sana dulu ya. Ingat, jangan buka pintu sebelum ibu datang."


Yoel yang selalu menurut pada ibunya berlari masuk ke dalam suatu ruangan dan menutup pintu dengan rapat - rapat, air matanya terus mengalir. Ia duduk di samping pintu sembari menutup mulutnya.


Wajah Neko yang tadinya sangat khawatir menjadi datar, ia mengambil pisau yang tergelatak di meja di belakangnya.


"Kau mau merasakannya lagi?" kekeh Neko sembari membersihkan pisau itu.


Lelaki itu tersenyum dan menyodorkan pisaunya, wajahnya sangat menakutkan namun Neko tidak ketakutan.


"Cat, kita bicarakan ini baik - baik. Aku datang hanya ingin bertemu denganmu," ucap lelaki itu.


"Dengan datang tengah malam seperti ini?"


"Hahaha, bukannya sudah tradisi kita berkunjung tengah malam seperti ini?"


"Menyerang saat malam!!" tegas Neko.


Lelaki bernama Roy itu mendekati Neko dan memeluk pinggangnya, ia membisikkan sesuatu pada Neko.


"Cat, ayo kembali padaku. Kita akan hidup bahagia seperti saat itu, hanya kau dan aku dan para mayat," kekeh Roy.


Neko tidak menjawab dan hanya menatap mata Roy yang juga menatapnya.


"Bagaimana bentuk tubuhmu sekarang? sepertinya sudah banyak berubah terutama...." bisik Roy menatap belahan dada Neko.


Neko sontak mendorong Roy dan tidak sengaja melukai lengan Roy, Roy tersenyum dan mengambil darah yang keluar dari lengannya.


"Cat, bukannya kau menyukai darah? apa kau tidak menginginkannya lagi?" kekeh Roy menempelkan darahnya di pipi Neko.


Tubuh Neko gemetaran mencium bau darah itu.


"Roy, aku sudah tidak akan melakukannya lagi. Aku harap kau juga segera berubah menjadi lebih baik."


Seketika tawa yang begitu besar terdengar di sepenjuru rumah, setelah beberapa saat tertawa Roy terdiam dan memegang kedua pundak Neko.


"KENAPA!!! TUBUHMU BERGETAR MENGINGINKAN DARAH INI!?? KENAPA KAU MENAHAN DIRI?!" Teriak Roy yang menggila.


Neko sekali lagi sontak mendorongnya kasar hingga Roy terbaring di lantai, Neko mendekati Roy dengan raut wajah yang kecewa.


Beberapa saat kemudian Yoel mencium bau terbakar, refleks ia membuka pintu dan melihat ayahnya yang tergeletak penuh darah sedangkan ibunya berdiri di antara kobaran api dengan tubuh yang juga penuh dara dan memegang pisau kecil.


Setelah melihat itu Yoel jatuh pingsan di tempatnya dan ketika ia membuka mata semuanya sudah menghilang. Ayahnya meninggal dan ibunya pun dinyatakan meninggal terbakar api. Jasad ibunya ditemukan sudah terbakar sedangkan jasad ayahnya berhasil di selamatkan dalam keadaan utuh, dan lelaki pembunuh itu juga telah tewas. Hanya Yoel yang selamat dari kebakaran api itu.


Di pemakaman kedua orang tuanya, tidak ada satupun orang yang datang selain orang tua yang membantu menguburkan dan dia seorang. Yoel tidak tahu mau kemana lagi, akhirnya ia duduk termenung dengan pakaian yang sama dengan hari itu.


Di saat itulah seorang gadis kecil menghampirinya dan bertemu dengan Andre yang adalah kakak dari ayahnya. Yoel di bawa pulang oleh Andre dan perlahan - lahan Yoel mulai kembali terbuka.


"Mom dan Dad adalah orang yang sangat baik, kami selalu menyumbang ke panti asuhan setiap tahunnya. Kata Daddy, itu dilakukan Mom untuk membalas perbuatan jahatnya di masa lalu," ucap Yoel telah terisak sejak tadi.


Irine memeluk Yoel, ia tidak menyangka cerita tentang kedua orang tua Yoel begitu sedih. Tanpa disadari, air mata lolos keluar dari kedua mata Irine.


Cklek.


Bunyi pintu terbuka menampakkan seorang lelaki tua dan wanita di belakangnya. Kedua orang tua itu masuk dan kembali menutup pintu, Irine dan Yoel melepaskan pelukannya dan menatap Andre dan Victoria.


"Ayah juga perlu memberitahu sesuatu pada kalian, terutama Yoel. Ayah akan menceritakan cerita lengkapnya tentang kedua orang tuamu," ucap Andre duduk di samping mereka dan diikuti Victoria yang sedari tadi hanya termenung.


"Ibu Yoel bernama Neko Catherine Savannah, adalah seorang mafia terkejam pada masanya," ucap Andre.


Yoel dan Irine hanya terdiam, ternyata benar perkataan Ge saat itu.


"Dan Ayah Yoel bernama Cavan Eugenie Manuel adalah adikku. Sejak kecil kami dirawat oleh nyonya Savannah atau ibu Neko namun nyonya meninggal dan meninggalkan permintaan agar Cavan dan Neko menikah, seusai permintaan nyonya adikku dan Neko menikah. Dan Neko mewariskan perusahaan Savannah, pada saat itu begitu banyak hal buruk terjadi. Cavan hampir meninggal karna musuh Neko membuat Neko marah dan membantai seisi kota naga, ayah dan para polisi lainnya sangat susah me-" Saat bercerita, Irine memotong pembicaraan Ayahnya.


"Ayah dulu polisi?" tanya Irine dan Andre tertawa kecil.


"Ya, dan ibumu orang yang sangat nakal. Karna itu kami bisa bertemu," kekeh Andre lalu melanjutkan ceritanya.


"Ayah dan para polisi lainnya sangat susah menemukan Neko yang menjadi buruan polisi sejak saat Neko mulai beraksi secara terbuka. Namun setelah pembantaian habis - habisan kota Naga, Neko dan Cavan menghilang. Setelah tiga tahun mencari keberadaan Neko, kasus itu ditutup. Dan kasus itu kembali dibuka setelah salah satu anggota mafia Neko menyerang keluarga Charles dan membunuh Irene, adik Irine. Irene dinyatakan hilang selama setahun dan ditemukan telah tewas dengan badan yang terbakar, Neko dan Cavan meninggal terbakar pada hari yang sama, tapi kematian Irene tidak ada hubungannya dengan kebakaran itu," ucap Andre.


Irine sedari tadi tidak membuka mulutnya lagi, ia menatap Yoel yang memasang wajah biasa padahal Irine begitu terkejut namun Yoel sangat berbeda.


"Apa hobi mom saat itu?" tanya Yoel membuat Andre terkejut.


Andre hanya terdiam tidak menjawab perkataan Yoel hingga Victoria membuka mulutnya.


"Duduk di tumpukan mayat," ucap Victoria bersamaan dengan suara telpon dari hp Yoel.


Yoel berjalan keluar dan menerima telpon dari managernya.


"Ah ... akhirnya kau bisa dihubungi juga," ucap manager dari seberang sana.


"Ada apa?" tanya Yoel.


"Hah! ... Yoel, aku sudah tidak tahu mau menanggapimu bagaimana. Sudah kubilang jangan bertemu Airine dulu, kau masih tidak mengerti bagaimana keadaanmu sekarang?! Citra mu hancur oleh satu foto. Kami semua kelelahan karnamu," jelas lelaki itu.


"Jangan memi- ah tidak, maksudku aku tahu Airine adikmu tapi untuk sekarang khawatirkan dirimu, kau yang terkena dampak besar dari kesalahanmu itu. Surat permohonan maafmu tidak berhasil, semua sekarang mengira kau memaksa adikmu melakukannya. Jadi sekarang kembali, kau membuat masalah besar kali ini hingga membuat CEO turun tangan. Jangan menambah pekerjaan kami dan CEO," jelas Manager sebelum menutup telponnya.


Sesaat setelah itu, pintu terbuka dan menampakkan Irine yang ingin melihat Yoel.


"Ada apa?" tanya Irine menatap mata dingin Yoel.


"Surat permohonan maafku tidak berhasil, jadi bersiap - siaplah melakukan konferensi pers," balas Yoel sembari menyimpan hpnya.


"Aku harus pergi sekarang, ada urusan mendadak. Aku tidak bisa pamit pada ayah dan ibu," ucap Yoel berlari meninggalkan Irine yang hanya terdiam.


Irine sangat mengerti kondisi mereka saat ini jadi ia memilih membiarkan Yoel pergi dari pada menahannya.


"Coba saja Ayah tidak mengangkat Yoel menjadi kakakku pasti saat ini ...," gumam Irine tanpa sadar dan ketika ingin membuka pintu kembali pintu sudah dibuka oleh Andre.


"Ayah, Yoel-"


"Irine, ayah tidak menyetujui hubungan kalian. Jadi secepatnya putus," ucap Andre sontak membuka Irine mematung. Secara tiba - tiba ayahnya menolak hubungan mereka.


Victoria yang berjalan di belakang Andre pun ikut terkejut, mengapa suaminya malah menolak hubungan kedua anaknya.


"Airine, masih banyak lelaki lain di luar sana tidak hanya Yoel. Hubungan kalian adalah hal yang salah dan ayah tidak merestuinya," ucap Andre memegang kedua pundak Irine seakan memberi nasihat.


"Jadi jangan keras kepala dan turuti kemauan Ayah," ucap Andre lagi lalu Irine perlahan - lahan menganggukkan kepalanya.


"Bagus, ayah akan bicarakan ini pada Yoel juga." Andre setelah itu berjalan pergi sedangkan Victoria memeluk Irine yang sepertinya tertekan dengan nada bicara ayahnya yang seakan marah.


"Rin, kau berhak memilih pasanganmu. Ibu tidak masalah jika itu Yoel," ucap Victoria sembari mengelus kepala anaknya.


Bersambung.