Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Si kembar aneh



Malam hari, mereka semua tengah berdiri di ruang utama Kastil dengan pakaian mewah.


Irine terlihat tengah memeriksa dompetnya, gadis itu memakai gaun berwarna merah, rambutnya tertata cantik dengan aksesoris yang terlihat cantik dan mewah, pakaiannya lebih feminim saat ini. Sedangkan Zujy sibuk berbicara dengan Chris, ia memakai baju yang elegan berwarna merah, rambutnya juga tertata rapi dengan makeup natural ala - ala nyonya besar.


Leo bersandar di dinding kastil sembari melipat kedua tangannya dan menatap sinis Chris, ia memakai baju layaknya pasangan Zujy. Baju yang sangat formal namun mewah.


Yoel juga memakai baju formal berwarna abu - abu, ia kini berbicara dengan pelayan pribadinya.


Reihan baru saja datang dan memakai jas putih, memakai baju formal seperti Leo dan Yoel. Dan kini ia datang bersama Hida yang memakai baju biasa namun mewah.


Irine memberi kode pada Zujy sebelum ia melangkah pergi bersama pelayan pribadinya, ia masuk ke dalam suatu ruangan bernuansa putih. Di sana begitu banyak mobil mewah yang tertata rapi sampai bertingkat - tingkat.


Gadis itu berdiri di tengah - tengah dan menatap sebuah monitor, ia memencet sebuah mobil dan mobil yang terletak di atas terbawa turun ke hadapan mereka.


Irine tersenyum karna mendapatkan mobil yang di inginkan, ia kembali memilih mobil dan lagi - lagi suatu mobil turun ke depan mereka.


"Kami pakai mobil ini saja, semua hadiah bawa di mobil lain."


Irine masuk ke dalam mobil yang pertama di pilihnya tadi, seorang sopir masuk dan mengendarai ke depan kastil di ikuti satu mobil tadi yang juga dikendarai sopir, di sana sudah menunggu ke empat sahabatnya.


"Ayo masuk," ucap Irine dari dalam mobil.


Mereka semua masuk ke dua mobil itu dan menuju lokasi pasar pesiar di ikuti begitu banyak mobil yang berisi hadiah. Kedua mobil itu masuk di antara mobil mewah lainnya yang juga ingin menuju ke dalam kapal pesiar yang begitu besar itu.


Dan kini mereka di ruangan pesta yang begitu besar dan mewah, begitu banyak orang di sana yang hampir semua memegang sebuah minuman berwarna merah. Suara musik yang elegan terdengar di telinga mereka, di sana juga ada anak - anak dari 10 keluarga yang ikut.


Sedari tadi Reihan berdiri di samping Irine karna Irine menyuruhnya tetap di sampingnya karna Reihan adalah tamu undangannya. Yoel juga terus di samping Irine.


Sedangkan Zujy bergandengan tangan dengan Leo.


Leo dan Zujy berpisah dengan Irine, mereka harus menyapa 10 keluarga.


"Sebenarnya tidak semua bangsawan di sini, pertemuan para bangsawan hanyalah sebutan," jelas Irine mulai melangkah.


"Dan ini hanyalah pertemuan biasa tapi wajib di hadiri."


Irine terhenti dan menatap Reihan.


"Oh ya, pertemuan 10 keluarga itu berarti pertemuan sesama saudara kami," kekeh Irine membuat Reihan heran.


"Di sini semua berasal dari keluarga Charles dan Dirni, ini hanyalah pertemuan keluarga dari keluarga Charles dan Dirni," jelas Irine tanpa wajah bersalah karna membohongi Reihan.


"Dan jumlah keluarga di sini tidak pasti 10, pada awalnya hanya 10 tapi semakin banyak bertambah."


"Apa maksudmu?" tanya Reihan tersenyum kaku.


"Intinya ini reunian keluarga, seperti di hari natal," ucap Yoel.


"Jadi kalian mengajakku ke reunian keluarga kalian?" tanya Reihan yang benar - benar merasa dibohongi.


"Lalu kenapa Leo pernah datang ke sini saat kecil?" tanya Reihan.


"Kami sering mengajaknya," kekeh Irine membuat Reihan kesal.


"Mmm, jangan marahi kami. Zujy yang pertama mengajakmu," ucap Irine berjalan kabur bersama Yoel.


Reihan terus tersenyum kaku dengan tangan yang mengepal erat, ia selalu saja menjadi sasaran empuk dari kedua sahabat perempuannya itu setiap tahun. Dan tahun ini ia di bohongi, ia bahkan meninggalkan istrinya sendiri di kastil besar itu.


"Waktuku terbuang sia - sia," gumam Reihan melirik sekitar.


Ia baru menyadari bahwa keluarga Dirni dan Charles begitu banyak, tatapannya melihat gadis - gadis berpakaian renang yang bermain di kolam namun segera di alihkan.


Ia menghela nafas dan menatap langit yang di penuhi begitu banyak bintang, ingin rasanya ia pulang ke pelukan hangat istrinya namun tidak bisa karna sekarang mereka di tengah lautan.


Ia akhirnya melangkah menuju bar, dan meminum alkohol yang baru pertama kali dirasakannya.


"Bahkan alhokolnya mewah," gumam Reihan.


Di sisi lain Irine dan Yoel tertawa melihat Reihan yang duduk sendiri di kursi bar namun tawanya itu terhenti saat mendapat sebuah pelukan dari dua gadis kecil kembar.


"Si kembar aneh?" ucap Irine melihat kedua gadis itu melepaskan pelukannya.


"Airine!! Kami berdua si kembar akur!!" ucap keduanya sembari menirukan pose ultraman.


"Kami datang ingin menanyakan tahunan kami pada kedua kakak kembar!!!" teriak keduanya lagi.


"Aku dan Yoel tidak kembar," kekeh Irine.


"Bohong!! Ibunda mengatakan Airine terlahir kembar!!" ucapnya lagi dan lagi - lagi bersamaan.


Irine dan Yoel saling menatap lalu terkekeh dan kembali menatap kedua gadis kembar itu yang berpakaian aneh.


"Tahun ini baju aneh apa lagi?" tanya Yoel dan keduanya menendang ************ Yoel membuat Irine tertawa lepas.


"Hhhhhhhh," tawa Irine sampai air matanya keluar sedangkan Yoel menutupi selangkangannya sembari kesakitan.


"Baju ini tidak aneh!! AKU SEKARANG MENJADI EMILIA!! EMILIA ADALAH WANITA TERCANTIK DAN SEKARANG AKU MENJADI EMILIA!!" Teriak Fhnymi yang adalah adik.


"Baju ku tidak aneh!!! INI BAJU HALLOIN DI SALAH SATU LAGU TWICE!! INI BAJU TZUYU!! GADIS TERCANTIK DAN SEKARANG AKU MEMAKAI BAJUNYA!!" teriak Fhnymy yang adalah kakak.


Irine masih saja tertawa melihat Yoel yang berusaha menahan sakit.


"Hah!!??? EMILIA GADIS TERCANTIK!!" Teriak Fhnymi menatap kakaknya.


"EMILIA ITU HANYA KARTUN! TIDAK SEBANDING DENGAN TZUYU!!" Teriak Fhnymy!!


"LALU APA!! KPOP LEBIH BAIK!!"


"MEREKA HANYA JOGET - JOGET TIDAK JELAS!! ANIMEKU LEBIH BERMANFAAT!!


"HAH?!! JOGET - JOGET TIDAK JELAS!!?? JELAS - JELAS KAU MENYUKAI MANUSIA GEPENG!!


Irine menutup telinganya, setiap tahun si kembar aneh di depannya selalu saja bertengkah soal anime dan kpop.


"Kalian, dengar. Semuanya bagus, aku suka kpop dan anime tapi lebih bagus game online!!" ucap Irine mencoba memisahkan kedua kembar itu.


"DIAM KAU!!" bentak kedua menatap Irine lalu kembali bertengkar.


Irine hanya tertawa kecil, merasa kesal telah dibentak dua bocil didepannya.


"DIAM!!!" teriak Irine membuat seluruh orang di kapal itu menatap terdiam dan menatap Irine.


"KALIAN!!" Teriak Irine membuat si kembar itu takut.


Mereka berusaha kabur namun telinga mereka di cubit Irine.


"Dengarkan ini! KPOP DAN ANIME BERBEDA!!" teriak Irine.


"Kpop di bidang musik! Dan Anime adalah film!! Kenapa kalian memperdepatkan hal yang sama sekali tidak sama? Kpop memperkenalkan dirinya dengan tarian dan lagu, anime memperkenalkan dirinya dengan cerita! Kenapa lagu harus di perdebatkan dengan cerita?" ucap Irine panjang lebar.


"Kembar aneh! Setiap orang punya hal yang disukai mereka masing - masing! dan orang lain sama sekali tidak punya hak melarang orang lain membenci kesukaan orang itu!! Kalau kau tidak menyukai kesukaan orang lain maka diam! karna mungkin saja kesukaanmu juga di benci orang itu! Memperdebatkan suatu hal hanyalah suatu tindakan percuma," jelas Irine menasehati si kembar aneh.


Si kembar itu hanya terdiam dan keramaian kembali terdengar.


"Dan juga! Kalian sangat tidak sopan pada Yoel! Kalian juga memanggil namaku langsung dan berani membentakku!"


"Coba sebutkan nama kalian!" pinta Irine.


"Aku Fhnymy Franciosa Gilbert Dirni," ucap sang kakak tanpa menatap mata Irine.


"Aku Fhnymi Franciosa Gilbert Dirni," ucap sang adik terus menundukkan wajahnya.


"Sikap kalian sama sekali tidak memancarkan keluarga Dirni," ucap Irine lalu menyuruh kedua kembar itu membalikkan badannya.


Kedua kembar itu saling memegang tangan menatap Zujy di sana, wajah Zujy terlihat marah.


Semuanya hanya mengabaikan si kembar karna selalu saja menimbulkan masalah setiap tahun, mereka selalu percaya pada Zujy yang akan menjadi pemimpin keluarga Dirni sebentar lagi yang akan mengakhiri masalah.


"Benar kata Irine, sikap kalian sama sekali tidak memancarkan keluarga Dirni. Keluarga Dirni memang dingin tapi kami tidak kurang ajar dan membentak orang yang lebih tua," ucap Zujy menatap tajam kedua gadis kembar itu.


"Aku tidak merasa paling benar di sini, aku juga pernah membentak orang yang lebih tua dariku."


"Tapi sikap kalian sama sekali tidak benar, keluarga Dirni sama sekali tidak pernah mengajarkan hal itu. Jika kalian tidak di marahi sekarang, sikap kalian tidak akan berubah. Sekarang minta maaf pada nona muda dan tuan muda Charles!" pinta Zujy.


Kedua gadis itu dengan tubuh yang gemetaran bersujud meminta maaf, mereka hendak bangun namun terhenti setelah mendengar suara kakaknya.


"Jangan bangun sebelum di maafkan!!" ucap wanita berambut setengah merah itu.


Leo terkejut karna mengenal wanita itu yang menjadi lawan mainnya di film terakhirnya kali ini sedangkan Zujy hanya menatap datar wanita itu.


"Maaf menyela, saya kakak mereka. Nama saya Felicia Franciosa Gilbert Dirni," ucapnya memperkenalkan dirinya namun Zujy sudah mengenalnya.


Wanita itu sekilas menatap Leo lalu tersenyum dan ia kembali menatap kedua adiknya.


Yoel dan Irine memaafkan mereka dan si kembar aneh itu bangun dengan wajah yang penuh air mata.


"Maaf sikap adikku ini, Kedua orang tua kami tidak bisa hadir dalam pertemuan ini, jadi hanya kami bertiga yang hadir. Sepertinya pemimpin tidak hadir juga," ucap Felicia memegang kedua pergelangan adiknya.


"Iya, ayahku tidak bisa hadir."


Felicia tersenyum dan menatap Leo yang berdiri di samping Zujy.


"Sampai jumpa."


Ia berjalan pergi meninggalkan Leo yang hanya terdiam.


Zujy menatap Yoel dan Irine lalu membungkukkan badannya.


"Maaf atas ketidaksopanan dari kedua anak itu," ucap Zujy dan Irine, Yoel hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau begitu saya pergi dulu," ucap Zujy dan pergi bersama Leo.


"Sikap profesional Zui memang keren," kekeh IrineĀ  menarik tangan Yoel menuju kursi bar.


"Sekarang sudah tidak sakit?" tanya Irine sedikit tertawa sedangkan Yoel hanya terdiam sembari menahan malunya.


Mereka duduk di samping Reihan yang sudah mabuk berat hingga tertidur di meja bar.


"Reihan sama sekali tidak berpikir ya," kekeh Irine duduk di antara Yoel dan Reihan.


"Padahal dia bisa memanfaatkan situasi ini dan bergabung ke CEO - CEO lainnya."


"Ya, padahal tidak bisa minum," ucap Yoel meminum alkohol yang baru saja dipesannya.


Irine hanya tertawa dan ikut meminum alkohol yang baru saja dipesannya juga.


Bersambung.