Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Lama tidak berjumpa



Angin kencang menghempaskan topi hitam seorang pemuda yang tengah berjalan dengan kekasihnya di sebuah taman, ia segera mengambil topinya dan kembali menggenggam tangan gadisnya.


"Bagaimana pekerjaanmu saat ini?" tanya Leo menatap Zujy yang masih memakai setelan jas.


"Semuanya sudah kuselesaikan, hanya tersisa skandal itu," ucap Zujy tersenyum manis.


"Yoel dan Airine adalah model penting bagi NZ, rasanya sangat susah menyelesaikan skandal itu."


Sebuah elusan kepala membuat Zujy tertawa kecil dan berlari sembari menarik tangan Leo ke sebuah toko ice cream, mereka membeli satu masing - masing. Zujy membeli rasa coklat begitupun dengan Leo.


Mereka duduk di antara orang yang juga berpasang - pasangan menonton sebuah band yang tengah menyanyikan sebuah lagu romantis.


Zujy menyandarkan kepalanya di pundak Leo sembari merilekskan tubuh mendengar alunan lagu romantis itu.


"Ah, habis," kekeh Zujy lalu menatap ice cream Leo.


Leo ikut terkekeh dan memberikan ice creamnya yang tersisa sangat sedikit.


"Bagaimana? enak?" tanya Leo dan Zujy mengangguk.


"Lebih enak dari yang tadi?" tanya Leo lagi dan Zujy mengangguk membuat Leo tersenyum.


Alunan musik itu terhenti dan seorang pemuda dengan setelan jas menggantikan orang tadi bernyanyi. Zujy begitu terkejut menatap orang itu, seketika ia menatap Leo.


'Kenapa dia ada di sini, jangan - jangan karna aku tidak datang tadi," benak Zujy menatap lelaki itu.


"Leo, dia pemuda dari pemilik saham terbesar itu," bisik Zujy seketika Leo menjadi kesal.


"Jadi dia," gumam Leo menatap lelaki itu.


Setiap lirik dari lagu romantis yang dinyanyikan Devan membuat Leo semakin kesal apalagi pandangan Devan yang beberapa kali menatap Zujy.


Akhirnya lagu romantis itu berakhir, Devan tersenyum menatap Zujy lalu pergi begitu saja tentunya membuat Zujy heran.


"Ayo, pergi," ucap Leo menarik tangan Zujy.


Zujy mengangguk lalu berjalan mengikuti Leo namun seketika seorang gadis memakai jaket putih serta topi dan masker putih berjalan melewati Zujy. Zujy terkejut dan menghentikan langkahnya, rambut emas yang diikat kuda menarik perhatian Zujy.


"Ada apa?" tanya Leo namun Zujy terus menatap gadis berambut emas yang sepertinya ingin menyumbangkan sebuah lagu.


"Tunggu sebentar," ucap Zujy dan Leo menatap gadis itu.


Gadis itu tidak memperkenalkan dirinya dan langsung menyanyi, lirik pertama sudah membuat Zujy terkejut begitupun dengan Leo pasalnya lagu itu adalah lagu Zujy.


"Zui, ini lagumu kan?" tanya Leo dan Zujy mengangguk.


Setiap rinci Zujy menatap gadis itu, dari atas hingga bawah. Sebuah feeling muncul di benaknya, ia merasa kenal dengan gadis itu namun tidak juga. Warna mata gadis yang berwarna biru terus ditatap Zujy.


"Irine?" ucap Zujy.


Zujy mengenalnya, itu adalah Irine namun ada yang berbeda. Auranya begitu berbeda.


Setelah lagu berakhir Zujy dan Leo segera mengejar gadis misterius itu dan berhasil, Zujy dengan cepat menahan pergelangan tangan gadis itu.


Saat bola mata biru itu menatap Zujy, semakin Zujy merasa gadis didepannya bukanlah Irine namun orang lain.


"Tidak apa - apa," ucap gadis itu dan kembali berlari pergi.


"Bahkan suaranya mirip," ucap Zujy dan Leo juga merasakan hal yang sama.


"Ayo pergi," ajak Zujy pergi.


Sementara gadis berambut emas itu tertawa kecil sembari berlari ke seorang pemuda yang memakai kursi roda, ia tersenyum dan memeluk pemuda itu.


"Bagaimana? bagus kan?" kekeh gadis itu dan lelaki itu hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


Sedangkan Zujy yang berjalan menuju mobil Leo menerima telpon dari seseorang.


"Halo," ucap Zujy.


"Nona Zujy apa sudah tidak peduli dengan perusahaannya?" tanya seorang lelaki di seberang sana.


Zujy mengerutkan alisnya dan melirik Leo.


"Tuan Grissham, saya sudah bertunangan. Tidak pantas bertemu dengan anak anda berdua," balas Zujy.


"Ahahaha, baiklah. Kalau begitu kau bisa mengajak siapapun, aku mengadakan pesta. Kau bisa datang nanti malam," ucap Tuan Grissham dengan bahasa informal.


Zujy baru saja ingin menolaknya namun sambungan telpon telah terputus.


"Hah, Tuan Grissham masih saja bersikeras," ketus Zujy.


"Dia meremehkan ku." kesal Leo.


"Leo, ayo datang bersama ke pesta Tuan Grissham," ajak Zujy dan Leo mengangguk sembari tersenyum.


Beberapa saat kemudian setelah mereka masuk ke dalam mobil, hp Zujy kembali berbunyi.


"Ya?" ucap Zujy.


"CEO, kami baru saja menemukan siapa yang menyebarkan foto itu. Sekarang dia berada di ruanganmu, dia ingin bertemu denganmu," ucap seorang lelaki.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang juga," balas Zujy.


"Leo, aku harus ke perusahaan sekarang," ucap Zujy dibalas anggukan oleh Leo.


Tanpa bertanya apa - apa lagi, Leo segera mengemudi ke Perusahaan Dirni dan berpisah dengan Zujy di sana.


Leo kembali mengemudi ke kastil keluarga Dirni.


Di sisi lain Zujy terkejut menatap seseorang yang katanya adalah penyebar foto yang menimbulkan skandal bagi dua model NZ.


Langkah pelan Zujy akhirnya sampai tepat dihadapan wanita itu, tatapan mereka bertemu dengan sengaja.


"Lama tidak berjumpa," sapa Rini tersenyum dengan wajah polosnya.


"Bagaimana bisa kau keluar dari penjara?" tanya Zujy mengepal tangannya


Bersambung.