Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Harus pergi



Leo menatap bahagia isi koper yang tertata rapi, ia tidak sabar ingin melihat ekspresi pacarnya yang bahagia. Pelayan yang tadinya membantu Leo kini telah pergi dan tersisa dirinya sendiri diruangan bernuansa putih itu, ia tidak menyadari bahwa Zujy tengah berada di ruang kerja.


Langkahnya keluar dari ruangan itu, tatapannya melirik seorang gadis berpakaian merah seksi tengah berjalan sembari tersenyum menatapnya.


"Selamat pagi," sapanya dan Leo hanya mengangguk.


"Kau mengenalku kan? kita ada di film yang sama."


Dan lagi - lagi Leo hanya mengangguk karna otaknya fokus ingin mencari Zujy.


"Kalau begitu aku akan perkenalkan diriku lagi, namaku Felicia Franciosa Gilbert Dirni. Anak pertama dari keluarga Gilbert Dirni, kami tinggal di Francis," ucapnya dan Leo hanya tersenyum.


"Maaf, aku harus pergi."


Langkah Leo terhenti kala wanita itu memeluk lengannya dan menatap Leo dengan tatapan seksi.


"Mm, aku masih ingin bersamamu," ucap Felicia dan Leo menatapnya heran.


Tanpa disadari keduanya ternyata Zujy tengah berdiri di pintu dan masih menelpon dengan ayahnya. Zujy juga melihat bagaimana tingkah Felicia pada Leo, ia yang sudah kesal perihal perusahaan kini tambah menjadi kesal melihat Leo yang tidak menolak sentuhan wanita itu.


"Iya, baiklah. Karna Nyonya Victoria tidak bisa hadir, aku akan menyerahkannya pada Yoel," ucap Zujy sembari berjalan ke arah yang berbeda dari arah Leo.


Leo terkejut mendengar suara yang begitu familiar, ia menengok dan mendapati Zujy tengah berjalan pergi dengan cepat ia mendorong wanita itu dan mengejar Zujy.


"Iya, baiklah," ucap Zujy memutuskan sambungan, di saat ia ingin menyimpan hpnya Leo berjalan di sampingnya.


"Aku dari tadi mencarimu," ucap Leo tersenyum namun Zujy hanya terus menatap lurus ke depan.


"Kau marah?" tanya Leo mengenali mimik wajah Zujy.


Zujy menatap mata Leo dengan tajam. "Aku harus pergi sekarang, tiba - tiba nilai pasar perusahaan menurun drastis dan itu karna tim manajemen yang tidak becus."


"Kalau begitu aku akan ikut denganmu!"


Zujy kembali menatap lurus ke depan. "Tidak bisa."


"Tapi-"


"Yoel! Ada yang harus kita bicarakan!" ucap Zujy menghentikan perkataan Leo.


Zujy berlari menghampiri Yoel lalu menjelaskan apa yang terjadi. Ia harus kembali ke perusahaan sekarang juga dan karna itu ia menginginkan Yoel yang bertanggung jawab di kapal ini. Yoel mengangguk menyetujuinya, mereka langsung saja menuju Helipad.


Helikopter yang akan di naiki Zujy telah mendarat di Helipad.


Zujy menatap Helikopter itu lalu menatap Leo.


"Aku harus pergi," ucap Zujy memegang tangan Leo.


Leo mengerutkan alisnya, ia benar - benar tidak bisa ikut. Jika ia ikut bersama Zujy di helikopter yang sama, bisa saja akan menjadi skandal bagi karirnya maupun Zujy. Karna selain keluarga Dirni dan Charles, tidak ada yang mengetahui hubungan mereka. Ia tidak ingin mengambil resiko.


"Ingat, jangan terlalu memaksakan untuk bekerja! Istirahat juga perlu!" nasihat Leo dan Zujy mengangguk.


Zujy menatap dada bidang Leo lalu memeluknya, Leo tersenyum dan membalas pelukan Zujy. Tingkah mereka seakan tidak akan bertemu selama setahun lagi.


Zujy tersenyum sembari melepaskan pelukannya, ia menganggukkan kepalanya menatap Yoel sebelum pergi bersama helikopter itu.


Irine, Yoel dan Leo terus menatap Helikopter itu hingga tidak terlihat lagi sedangkan Reihan masih merasa kesal dengan Zujy. Ingin sekali ia ikut di Helikopter itu dan meninggalkan Kapal Pesiar yang terasa neraka baginya.


Tidak ada yang bertingkah baik pada Reihan selain teman - temannya di kapal ini.


Leo melirik Chris yang juga terus menatap Helikopter itu pergi.


"Ternyata kau juga tidak diizinkan ikut," kekeh Leo merasa menang.


"Ya, masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan di sini. Nona juga sangat mandiri, beliau tidak membutuhkan saya saat ini," balas Chris dengan bijak.


Memang ia sempat merasa cemburu pada Chris tapi Zujy meyakinkannya bahwasanya cintanya hanya untuk Leo dan sebaliknya.


Leo terkekeh mengingat Zujy, baru semenit berpisah ia sudah merasa rindu. Ia kembali mengingat pembicaraannya ketika keluar dari kolam renang.


Flashback.


Leo melangkah keluar dari kolam renang dan duduk di kursi bar, di sana ia meneguk segelas alkohol yang baru saja di pesannya.


Ia melirik seorang wanita yang duduk di sampingnya, tatapannya menatap mata biru gadis itu namun mimik wajah gadis itu terasa sedih.


Perlahan tangan mungil Zujy memegang tangan besar Leo, Leo menatap datar Zujy lalu melepaskan tangannya.


Gadis itu terheran - heran melihat Leo yang berjalan pergi menjauhinya namun ternyata Leo pergi mengambil jaket lalu menutupi badan Zujy dengan jaket. Perhatian kecil seperti itu membuat Zujy senang.


Leo kembali duduk dan meneguk segelas alkohol dengan sekali tegukan, ia menatap Zujy.


"Zui, Syal merah itu. Sepenting apa untukmu? Aku tidak pernah tahu kau memiliki barang seperti itu," ucap Leo membuat Zujy terkejut.


Zujy terkekeh menatap Leo, ia meneguk segelas alkohol lalu mengatakan. "Dari seorang lelaki yang mengatakan dia mencintaiku," kekeh Zujy.


Leo membulatkan matanya namun Zujy hanya tertawa kecil.


"Lalu? kau juga menyukainya?" tanya Leo mengerutkan alisnya.


"Mmm? Mungkin," kekeh Zujy membuat Leo kesal.


Leo membalikkan badannya dan memegang kedua pundak Zujy.


"Berani sekali kau mengatakannya," ucap Leo dingin.


"Dulu, aku bahkan tidak tahu kalau aku mencintainya. Tapi sekarang aku mencintaimu," kekeh Zujy mengejutkan Leo.


Leo tersenyum licik dan meminum alkohol lalu mencium bibir Zujy, Zujy terkejut merasakan alkohol yang memasuki mulutnya. Ia mendorong Leo kasar dan terbatuk - batuk.


"Kasar sekali," gumam Zujy mengusap air di bibirnya.


Leo menjilat bibirnya sembari tersenyum licik.


"Itu hukumanmu," kekeh Leo.


"Aku kira kau sedih! aku mengkhawatirkanmu! semenjak kita tiba di kapal ini sikapmu berubah! tapi sekarang kau!" kesal Zujy berjalan meninggalkan Leo.


Leo seketika menahan tangan Zujy, ia tidak bermaksud membuat Zujy marah.


"Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu marah," ucap Leo menatap raut wajah Zujy yang marah.


Raut wajah yang tadinya marah seketika tertawa.


"Bercanda," kekeh Zujy seketika lari ketika Leo mengejarnya.


"Ini hukuman untuk tadi!!" teriak Zujy.


Zujy menatap arah larinya yang ke kolam, langkahnya begitu cepat. Jas yang tadinya di badannya terlepas dengan terpaksa ia melompat ke kolam begitupun dengan Leo.


Zujy langsung saja berenang namun tertahan ketika Leo memeluk perutnya.


Leo memberantakkan rambut pendek Zujy lalu tertawa terbahak - bahak begitupun dengan gadis itu, semua yang disekelilingnya ikut tertawa.


Flashback Off.


"Hah, benar - benar," kekeh Leo.


Bersambung.