Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Yoel di masa lalu



"Cut!!"


"Baiklah, ini sudah bagus. Untuk hari ini sampai di sini saja," ucap sutradara.


Leo dan Franciosa yang tadinya tengah berakting menghentikan kegiatannya, Leo kembali ke aslinya yang dingin dan Franciosa hanya tersenyum ramah.


"Seharusnya di bagian ini kita berciuman, kenapa kau tidak mau ada skene kiss?" tanya Franciosa mengikuti Leo.


Leo hanya diam, ia malas membalas perkataan seseorang yang tidak berarti apa - apa baginya. Franciosa seakan menerima penolakan dari Leo hanya menghentikan langkahnya, semua kru di sana menatap wajah sedih Franciosa yang dibuat - buatnya namun para kru mempercayai sikap Franciosa.


"Apa aku ada salah?" tanya Franciosa memandang semua kru.


"Tidak kok, bukan kamu yang salah. Leo memang orang yang tidak sopan, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa diterima di NZ ini."


"Aku dengar - dengar Leo adalah tunangan CEO, jadi jaga ucapanmu."


"hah?! itu memang kenyataannya! dia memang tidak sopan."


Franciosa tersenyum licik lalu mendekati Sutradara dan membisikkan sesuatu.


.


.


.


Sepasang gadis kembar dengan serius menatap seorang pemuda dari sela - sela pintu yang terbuka, pemuda itu hanya tengah sibuk membaca buku di dalam perpustakaan pribadinya sehingga tidak menyadari ada seseorang yang mengintipnya.


Kedua gadis kembar itu menatap Arka dengan mata yang berbinar - binar, baru pertama kali mereka bertemu dengan seorang lelaki yang begitu tampan.


"c'est mon prince," ucap kedua gadis kembar itu.


"Dia kakakku bukan pangeranmu," ucap Ian yang sedari tadi berdiri di belakang kedua gadis itu.


"Aku tidak dengar siapapun!! kami dibohongi hingga masuk mobil yang salah! aku tidak mendengar suara apapun!!!" ketus Fhnymy menutup telinganya.


sedangkan sang adik mendorong kakaknya yang berusaha menyingkirkannya agar bisa melihat dengan jelas sang pangeran itu.


"c'est mon prince!!" teriak Fhnymi.


Ian menghela nafas kasar, sekarang di gadis kembar aneh ini memperebutkan kakaknya bukan lagi memperdebatkan mana yang lebih bagus antara Anime dan KPop.


Suara pertengkaran mereka yang begitu besar terus menerus terdengar di telinga Ian, ketika ia baru saja ingin melerai suara seorang wanita yang juga bertengkar dengan sahabatnya membuat kedua kembar itu terdiam.


"Tidak Irine! aku tidak bisa mengizinkanmu keluar ataupun bertemu dengan Yoel dulu!" tegas Zujy berjalan bersama Chris dan diikuti Irine.


"Zui!! Hanya sekali saja! Izinkan aku bertemu dengan Yoel!!" balas Irine dengan nada tinggi.


Zujy menghela nafas kasar dan menghentikan langkahnya tepat di depan ketiga anak itu.


"Rin!! Sekarang gosip buruk tentangmu menyebar!! jangan menambah gosip lagi dengan bertemu Yoel!!!" bentak Zujy.


Irine yang tidak suka dibentak semakin kesal.


"KENAPA TIDAK BISA!!! AKU TAHU KAU SIBUK TAPI AKU HANYA INGIN BERTEMU YOEL!!! SEKALI SAJA!!!" teriak Irine.


"Airine Charles anak bangsawan dari keluarga Charles berpacaran dengan kakaknya sendiri yaitu Yoel Manuel Charles!!! sangat memalukan bagi keluarga Charles!! mereka tertangkap basah tengah berciuman di Namsan tower!! diduga Yoel melamar Airine di sana terlihat dari tulisan yang tertera di gembok mereka, Airine menerimanya dengan ciuman!!!" ucap Zujy mengulangi ucapan berita yang tidak henti terdengar di telinganya.


"AKU TIDAK PUNYA HUBUNGAN DARAH DENGAN YOEL!!!! SEMUANYA SALAH!!!!!!" teriak Irine.


Semua pelayan yang tadi berdiri di sana segera berjalan pergi karna merasa mereka mendengar hal yang tidak seharusnya mereka dengar.


"Tapi publik tidak tahu itu, mereka tahu bahwa Yoel adalah kakak kandung dari Arine dan Yoel adalah anak kedua dari Andre dan Victoria Charles!!"


Irine terdiam dan hanya bisa mengepal tangannya sembari berusaha menahan amarah. Zujy melangkah pergi meninggalkan Irine setelah merasa Irine sudah cukup mengerti tentang kondisi sekarang ini.


"Chris, perintahkan semua pelayan yang mendengar pembicaraan kami untuk tutup mulut," pinta Zujy lalu dengan cepat Chris pergi menjalankan perintah nonanya.


Zujy menggenggam erat panggilan dari salah satu petinggi keluarga Charles yang lagi - lagi menelponnya karna Irine tidak bisa dihubungi.


"Ya, Tuan Charles," ucap Zujy.


"Maafkan saya, saya tidak bisa. Sekarang kondisi Nona Airine tidak stabil, saya tidak bisa menjamin Nona menjaga sikapnya saat bertemu anda," ucap Zujy seketika menjauhkan hpnya dari telinganya.


"KAU KIRA KAU SIAPA!!! ANAK ITU MILIK KAMI!!! KAU SAMA SEKALI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGANNYAA!! BERHENTI MENGURUNGNYA!!"


Zujy kembali menghela nafas kasar dan tersenyum. "Nona Airine adalah modelku. Hubungan Tuan Yoel dan Nona Airine juga mempengaruhi perusahaanku, Tuan Charles tidak mau kan? kalau Perusahaan NZ hancur? setengah dari kekayaan Keluarga Charles berasal dari NZ. Jadi serahkan ini pada saya dan duduk diam saja di sana!!" bentak Zujy namun dengan nada halus.


Seketika panggilan telpon terputus secara sepihak, Zujy kembali melanjutkan langkahnya menuju mobilnya.


POV Zujy


Setelah aku sampai di gedung NZ, aku mendapati Yoel yang tengah menungguku di ruangan ku. Mimik wajahnya terlihat begitu cemas, aku seakan melihat Yoel kembali menjadi dirinya ketika kecil.


"Zui, maafkan aku. Aku tahu kau masih sangat sibuk mengurus Perusahaan Dirni tapi aku malah menambah pekerjaanmu," ucap Yoel mendekatiku.


Aku langsung saja menutup pintu ketika Yoel ingin memelukku. Benar - benar, Yoel telah menjadi dirinya di masa lalu. Lelaki yang penakut dan kutu buku, selalu hanya ingin berdiam diri di rumah dan menutup dirinya sendiri pada orang asing. Yoel yang kuat telah menghilang. Aku tahu itu karna Yoel hanya memelukku ketika masih kecil.


Aku tidak membalas pelukan Yoel dan hanya menatap badannya yang terlihat terluka karna lemparan dari fans yang marah. Punggungku terasa basah, Yoel sepertinya menangis setelah sekian lama. Terakhir kalinya aku melihat Yoel menangis 15 tahun yang lalu.


"Yoel?" ucapku.


"Kak, bagaimana ini? Semuanya mulai membenciku dan Irine," ucapnya yang tentunya membuatku terkejut.


Aku lebih muda darinya tapi saat kecil Yoel selalu memanggilku kakak karna aku lebih dewasa darinya secara sikap.


"Tenang saja, aku akan membereskan semua ini. Jadi jangan khawatir."


Yoel terus memelukku, aku juga tidak ingin melepaskan pelukannya. Setelah begitu lama Yoel tidak pernah memelukku rasanya aku sedikit senang. Tapi aku tidak senang Yoel kembali seperti saat kecil karna penyebab perubahan sikapnya ini karna tekanan ataupun kesendirian.


Saat kecil Yoel menjadi tertutup dan penakut karna kematian kedua orang tuanya lalu sekarang karna para fans yang selalu menyemangati dan mendukungnya malah sekarang menghinanya dan menyakitinya. Aku tahu betul perasaan itu, saat semua orang yang dulunya mendukungku malah menyerangku ketika mendapatkan berita yang tidak tentu benar.


"Kalian akan melakukan Klarifikasi setelah keadaan sedikit membaik, sekarang jika melakukannya hanya menimbulkan masalah."


Yoel mengangguk pelan dan aku tersenyum, Yoel mulai melepaskan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di pundakku.


Jika aku jujur, sikap penakut dan selalu tergantung padaku inilah yang membuatku jatuh cinta pada Yoel saat itu. Namun semakin dewasa sikapnya mulai kembali menjadi Yoel yang ceria.


Bersambung.