Mysterious Friend's Love

Mysterious Friend's Love
Season 2. Budak



Bryan menatap datar kedua gadis kembar di depannya yang lagi - lagi bertengkar, nasihat Irine kemarin telah menghilang dari kepala mereka. Dan lagi - lagi mereka terus mengulangi kesalahan yang sama.


"Fhny, fhni. Jangan bertengkar lagi," pinta Ian dingin.


Kedua gadis itu terhenti dan mencubit kedua pipi Bryan.


"Ian! kau akan menjadi budak kami," kekeh keduanya sinis.


Bryan tetap saja memasang wajah datar lalu mencubit kedua pipi gadis kembar itu.


"Mustahil, kalian lebih bodoh dariku," ucap Ian.


Kedua gadis itu lagi - lagi tidak terima lalu mengejek - ngejek Bryan namun seketika terhenti ketika melihat Zujy yang masuk ke ruangan bernuansa emas itu.


Zujy terlihat tengah mengecek keadaan ruangan yang sebentar lagi akan diadakan pertemuan seluruh keluarga, meja pertemuan yang begitu panjang dan besar telah tertata rapi begitupun dengan yang lainnya. dan akhirnya tatapannya terhenti ke tiga anak berumur 7 tahun yang tengah menatapnya.


Langkah kaki Zujy mendekati ketiga anak itu membuat si kembar aneh menelan ludahnya dengan wajah yang ketakutan. Berbeda dengan kedua gadis di depannya, Ian hanya memasang wajah datarnya.


"Jangan main di sini ya, sebentar lagi akan ada rapat penting di sini. Kalian ke ruangan sebelah saja dan melakukan rapat juga," ucap Zujy sembari berjongkok dan mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan ketiga anak itu.


"Kalian sudah belajar?" tanya Zujy dan semuanya menggelengkan kepala.


"Kalau begitu kalian akan kalah dan menjadi budak selama sebulan," kekeh Zujy membuat ketiganya menjadi panik.


"Baiklah kak!! Aku akan belajar!!" ucap Ian segera berlari pergi diikuti kedua gadis kembar.


Zujy hanya tersenyum dan sedikit mengingat ketika ia kecil, saat pertemuan ia selalu mengajak Leo dan Leo selalu pulang dengan status budak.


Permainan menjadi budak ini dilakukan secara turun temurun di keluarga Dirni dan Charles, anak berumur sama di kumpulkan dalam satu ruangan dan diberi kuis, yang kalah akan menjadi budak dari pemain yang ada diruangan itu selama sebulan. Menjadi budak berarti harus menuruti perkataan dan permintaan pemain lainnya. Dan itu dilakukan sampai berumur 15 tahun. Sebenarnya permainan ini simulasi dari orang dewasa, jika tidak belajar maka akan kalah dan menjadi budak di dunia bisnis. Permainan ini diterapkan agar penerus keluarga Dirni dan Charles mengenal dengan namanya perjuangan dan proses bukan hanya meneruskan perusahaan orang tua tapi butuh kekuatan untuk menjalankannya. Agar keluarga Charles dan Dirni bukan hanya nama dan status tapi kekuatan itu benar adanya.


Zujy kembali berdiri dan menuju para pelayan yang tengah mengatur ruangan.


.


.


.


Di sisi lain Yoel dan Irine tengah mengemas koper mereka masing - masing karna malam nanti mereka akan pulang.


Semakin berlalunya waktu, Irine menjadi semakin gugup karna mereka akan memberitahu kedua orang tuanya tentang hubungan mereka dan juga meminta restu dari mereka.


"Apa ayah dan ibu akan menyetujui hubungan kita?" tanya Irine menghentikan gerakan tangannya.


"Iya, kita harus yakin."


Gadis itu hanya tersenyum lalu kembali membereskan kopernya.


Di sisi lain Leo tengah bersandar di dinding sembari menatap tajam Chris dengan pelayan lainnya yang membereskan koper Zujy.


Tatapannya terus melekat pada lelaki berpakaian jas putih itu, Chris hanya memasang wajah datarnya sembari membereskan koper pribadi nonanya.


Lelaki itu menghela nafas dan menatap kekasih nonanya.


"Tuan, anda tidak perlu mengawasi saya seperti itu. Saya tidak akan berbuat apa - apa pada pakaian nona," ucap Chris namun Leo menatapnya tajam.


"Lelaki sepertimu tidak bisa dipercayai, bisa saja saat aku berpaling sebentar kau berbuat mesum pada baju kekasihku."


Chris terkejut mendengar itu pasalnya ia bukanlah orang seperti itu.


"Awas! Kau urus hadiah saja. Biar aku yang membereskan koper Zujy!" pinta Leo segera mengambil alih kegiatan Chris.


Chris berdiri lalu membungkukkan badannya sebelum melaksanakan perintah Leo.


Chris memasuki ruangan yang didalamnya begitu banyak hadiah, di dalamnya ia mendapati nona mudanya tengah mengecek hadiah yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.


"Nona! Maafkan saya!!" ucap Chris membuat Zujy melirik Chris.


"Kebetulan kau datang. Aku serahkan urusan hadiah padamu. Barusan Ayah menghubungiku, tiba - tiba biaya pasar perusahaan menurun drastis."


Chris menatap Zujy yang berjalan pergi dengan cepat, padahal seharusnya sekarang adalah hari libur Zujy tapi Zujy harus tetap bekerja.


Zujy masuk ke ruangannya dan sekilas melirik Leo bersama beberapa pelayan di kamarnya namun ia mengabaikannya dan masuk ke ruang kerjanya.


Ia menyalakan laptopnya dan melihat profil perusahaan Dirni, benar saja ternyata nilai pasar perusahaan telah turun drastis.


Ia mengerutkan alisnya dan menelpon ayahnya kembali.


"Ada yang dilakukan tim manajemen kita?! Kenapa bisa seceroboh ini?!" tanya Zujy sedikit kesal sembari menatap posisi perusahannya yang terus menurun.


Bersambung.


Maaf episode kali ini pendek karna aku seharian pusing terus.