MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Selamat



Tanggal pindah sudah di tentukan.


Beberapa bulan telah berlalu, kini Nayra sudah menunjukkan keberadaan buah hati di dalam perutnya.


Pesona senja Di sore hari menemani Santainya.


bersama Prianya di atas balkon rumah.


Jordan memangku kepala istrinya, Sambil mengelus-elus Perut Istrinya yang sedang mengandung selama empat bulan itu.


“Senja nya indah.” Tutur Nayra yang menikmati senja.


“Tidak, Kau lebih indah Sayang.” balas Jordan yang sedang membacakan dongeng. Untuk istri tercinta nya.


“Kau berbohong! Bukannya aku terlihat lebih gemuk sekarang.” ujar Nayra.


“Siapa bilang?. Kau adalah wanita terindah yang pernah ku Temui.”


“Kau menggombal ku.”


“Aku berkata jujur.”


“Kalau begitu belikan aku Sate taichan. aku menginginkannya.” ujar Nayra meminta.


Jordan tersenyum, Ia mengubah posisi Istrinya menjadi duduk, lalu menciumi Perut Nayra.


Anakku sayang! Jadi malam ini kau mau makan sate?” tanya nya sambil menempelkan telinganya.


Nayra mencubit pipi Suaminya, karena gemas dengan tingkah pria itu.


“Cepat sayang, jangan sampai tempat penjualnya ramai pembeli, aku sudah kelaparan.” Rengek Nayra manja.


“Baiklah istrku.”


*******


Rumah Khenzo dan Kiara sedang ramai pengunjung, mulai dari para orang tua bahkan teman-teman Khenzo dan Kiara. Brian yang juga baru sembuh dari koma ada di sana.


keluarga kecil Chila dan Rayhan ikut serta di sana.


Bukan tanpa alasan mereka semua berkumpul, ini karena Kiara jatuh pingsan tadi pagi. membuat sanak keluarga semua ikut gempar.


Seorang Bidan bersama Rombongannya Sedang memeriksa keadaan Kiara yang sudah lemas sedari pagi.


Khenzo Yang duduk di luar kamar begitu khawatir, Ia tidak paham apa yang terjadi terhadap wanitanya. tiba-tiba saja Kiara melarang nya masuk dan mendekatinya.


“Kenapa mereka lama sekali di dalam sana. memeriksa istriku selama ini? memangnya apa saja yang mereka lakukan sih.” ujar Khenzo Terdengar kesal.


“Tenang! Mereka baru memeriksa Kiara sepuluh menit yang lalu. itu bukankah waktu yang lama.” balas Aditya menenangkan menantunya.


“Tapi aku ingin melihat keadaannya, Tadi pagi dia begitu lemas, wajahnya pucat seperti orang yang kehabisan darah. Aku khawatir terjadi sesuatu pada istri ku.” ucap Khenzo.


“Makanya! Kalau kau mau istri mu tetap sehat. jangan terlalu membuatnya lelah. Kau harus mengontrol Dirimu sendiri.” Ujar Roby yang menjurus ke pemikiran nya.


“Apa Pih, Aku hanya menyentuhnya sekali sehari. lagian akhir-akhir ini Dia tidak pernah mau berdekatan denganku. Bagaimana mungkin ini gara-gara ku.” Ujarnya sedikit membela diri.


Aditya dan Roby saling berpandangan.


Jika saja Khenzo masih bocah. mereka ingin sekali memukul kepala pria itu dan memarahinya.


“Sekali sehari? Itu terlalu sering. Bisa-bisa kalian berdua soak sebelum waktunya.” ujar Roby di balas anggukan oleh Aditya.


Khenzo tidak memerdulikan ceramah itu, Ia masih sibuk menatap pintu kamar mereka, bertanya-tanya, kapankah pintu itu akan di buka.


Petter dan Nan datang dari lantai bawah. menghampiri Khenzo yang begitu khawatir.


“Kalian dari mana saja!”


“Kami dari rumah sakit.”


“Jangan menghilang! Terus di sampingku. kalau terjadi sesuatu kepada Kiara ku, kalian orang pertama yang akan bersalah.”


Ceklek.


Khenzo langsung resfek saat pintu kamar itu di buka.


“Dokter bagaimana keadaan istriku.”


“Tuan, Nona Kiara sedang mengandung di usia yang ke Tia Minggu.” ujar dokter memberi penjelasan.


“Apa? Mengandung!” serunya keras tak percaya.


“Aku akan menjadi seorang ayah?”


“Papi, ayah mertua! Aku akan menjadi seorang ayah.” serunya.


“Hebat!” Balas para orangtua itu degan jempol mereka.


Begitu riangnya seorang Khenzo, Ia mendekati Nan dan petter. Lalu berseru.


“Istriku mengandung aku akan segera menjadi ayah!”


Iya Tua


Batin Nan dan petter.


Khenzo menyempatkan diri untuk berlari ke lantai bawah. Dimana Para keluarga dan dan sahabatnya berada.


“Aku akan menjadi seorang ayah.” Teriaknya seakan mengumumkan berita gembira itu.


“Selamat Kaka ipar.” Ujar Rayhan suami dari Chila.


“Terimakasih.” lantas kedua pria itu saling berpelukan.


Ribuan kata selamat terucap untuk kebahagiaan ini.


“Selamat kakak, akhirnya Baby Rychi akan segera memiliki Adik.” ujar Chila yang langsung memeluk kembarannya.


“Terimakasih Adik.”


“Dan Falerian juga akan segera memiliki adik.” ujar Brian dan Lily.


“iya,,, terimakasih.”


setah pengumuman selesai.


Khenzo langsung berlari menaiki tangga, masuk kamar Menemui Istrinya.


“Dear. kau mengandung, Kita akan segera punya anak!” Ucapnya Riang Sambil memeluk Kiara.


”Ahaha! Iya.” jawab Kiara yang juga sudah mengetahuinya.


“Terimakasih.”


Roby dan anggota keluarga lainnya tidak mau kalah. merek ingin melihat Kiara dan memberi selamat kepada wanita itu.


“Wahhh menantuku, selamat untukmu semoga kau selalu dalam keadaan sehat wal'afiat.” seru Roby dan Zahrana.


“Terimakasi atas Doa Mami sama papi.”


.


.


.


Epilog.


Seorang Wanita muda Terlihat sangat stress di depan rumah yang sudah di jual pemiliknya. Rumah Jordan dan Nayra.


Rahel hanya bisa kesal karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.


Dia tidak memiliki siapa lagi yang peduli padanya.


Dia di beri segalanya oleh Khenzo, rumah Kendaraan dan uang yang melimpah, tapi tidak untuk kembali ke negaranya, karena Khenzo sudah membelokir wanita Psycho itu agar tidak bisa kembali mengganggu keamanan mereka.


Rahel menendang Dinding Rumah Jordan, Tiba-tiba saja bangunan yang terlihat kokoh itu terak, Dan Sebagian dingdingnya menimpa tubuh Rahel.


“Aaaaaa.” teriaknya terhanyut saat tubuhnya di tindih lagi oleh longsoran akibat gempa bumi di wilayah itu.


.


.


.


Para pasangan Suami istri sedang menikmati Indahnya pemandangan pantai.


sambil berjalan beriringan di atas pasir putih yang indah


Khenzo dan Kiara saling berlari kecil mengejar ombak.


sedangkan Jordan menggendong istri dan calon buah hantinya, Nayra mengaku tidak tahan bila terlalu lama berjalan.


dan pasagan yang sudah lama bersama itu Adalah Chila dan Rayhan. bersama putri kecil mereka.


Brian dan Lily bersama Falerian kesayangan mereka.


Di tepi pantai Para orangtua itu berjemur di tepi pantai sambil menanam para lelaki mereka di gundukan Pasir pantai.


“Suasana ini mengingatkan aku pada saat kita muda dulu.” ujar Karin yang sibuk menanam tubuh Farel dengan Pasir.


“Benar, Masa yang paling bersejarah saat Papi bisa berjalan.” balas Zahrana mengulang memori lampau.


“Iya. waktu Roby lumpuh dulu.” Tambah Aditya.


“sayangnya aku tidak ikut.”


balas Ririn yang di sambut kekehan yang lainnya.


Bahagia itu sederhana, saat kita menemukan orang yang tepat. setiap peristiwa sesimpel apapun akan menjadi begitu bermakna.


Tammat