
Sesuatu telah Nayra Rencanakan. Ia hanya perlu memintanya kepada Jordan.
Ingin pindah ke negara kelahirannya!
Apa mungkin Jordan akan menyetujuinya.
Jordan adalah pria yang tidak mudah mengubah keputusannya, apalagi perkara pindah negara. ia tidak mudah mengabulkan permintaan Istrinya.
tapi Nayra memiliki senjata Yanga akan membawa mimpinya menjadi nyata.
Malam ini, adalah malam yang paling tenang di banding malam-malam sebelumnya, dimana Rahel selalu mengganggu ketenangan mereka.
Bak tertelan bumi, yang biasa datang menghantui kini sudah tidak pernah menampakkan dirinya lagi. dan itu cukup membuat perasaan Nayra dan Suaminya aman untuk sementara.
tapi tidak menutup kemungkinan suatu ketika Rahel akan kembali. menanyakan keberadaan Brian pada mereka.
Melupakan sejenak tentang Rahel, Nayra sedang menikmati Waktunya dengan memandangi sesuatu yang membuatnya tersenyum bahagia.
Ceklek, Jordan membuka pintu kamar mereka, membuat Nayra kaget dan langsung menyembunyikan sesuatu itu di belakangnya.
“Sayang, Kau sedang apa?” tanya Jordan yang datang menghampiri Istrinya.
“Menunggu mu.” jawabnya.
“Kau merindukan ku ya.”
“Iya, Aku merindukan Pria dewasa yang membuatku jatuh cinta.” ujar Nayra sambil mendekap Jordan yang berusaha memeluknya.
“Angin apa yang membuatmu sedikit romantis hah!” Jordan mencubit gemas pipi Istrinya.
“Biasanya kau sudah tertidur duluan saat aku pulang bekerja.”
“ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu suamiku.”
Jordan tersenyum, entah kenapa ia merasa berdebar.
“Sesuatu apa.”
“Aku tidak akan menunjukkannya sebelum Mata indah ini di pejamkan.” Nayra menutup Mata Jordan dengan telapak tangannya.
“Baikalh sayang, cepat tunjukkan. aku jadi penasaran.”
“Baik.” Kiara meraih benda itu dari belakangnya.
Chup.
mencium pipi Jordan sebelum ia memperbolehkan prianya membuka mata.
“Wahhh wahhhh. kau sudah berani menggodaku ya.”
“Haha. Buka mata mu dan lihatlah.”
Perlahan-lahan, Jordan membual matanya. Menatap takjub ke sebuah benda itu.
pria itu sangat terkesima.
“Dua... Hasilnya Positif?” tanya Jordan memastikan.
Nayra mengangguk.
“Sungguhan? Aku akan menjadi seorang ayah.” Teriak Jordan kesenangan.
“Ya.”
“Kau akan menjadi seorang ibu?”
“Iya Sayang.”
“Oh Tuhan, aku sungguh tidak percaya! Ini sungguh nyata.”
Jordan memeluk Nayra, menyerang wajah Nayra dengan ciuman bertubi-tubi.
Mereka amat sangat bahagia.
“Apa dia disini?”.
Nayra mengangguk.
dan Jordan menciumi perut Nayra yang masih rata.
“Aku sangat bahagia. Terimakasih istri ku.”
Nayra Tersenyum.
“Tapi, Aku memiliki satu permintaan.”
“Apa? Katakan saja.”.
“Apa mungkin kau akan mengabulkannya untukku.”
“Tentu saja, apa yang tidak untuk istri ku.”
“Aku mau kita Pindah. Kita kembali ke negara asal kita. Hanya itu yang ku inginkan sekarang.” Ujar Nayra mengutarakan perasaannya.
Jordan Diam sejenak, tapi ia tersenyum.
“Baiklah, akan ku lakukan demi Kamu.”
“Benar kah.”
“iya.”
Terimakasih Sayang.
_________
Kiara, Dia hanya menghabiskan seharian waktu mengurus Khenzo dan buah hati mereka dan menghabiskan sisa waktunya menikmati serial kolosal mandarin kesukaannya.
sekarang malam mulai datang lagi. Ini sudah lebih seminggu mereka kembali ke rumah ini, setelah peristiwa pisah ranjang sempat terjadi.
Setelah Falerian Tidur, Kiara memanjakan dirinya dengan berendam di dalam Bathtub sebelum suaminya kembali.
sambil melanjutkan kebiasaan barunya yaitu menonton drama kolosal.
Sentuhan aroma Vanili merilekskan Gadis manis itu.
ia terbuai dan tidak sadar akan kehadiran Khenzo di dekatnya.
“Dear.” ucap Khenzo lembut.
Kiara langsung membuka matanya, memandangi kebawah tubuhnya. untung saja permukaan air di tutupi busa yang melimpah. kalau tidak, Khenzo pasti sudah melihat tubuh polosnya yang membuat sesuatu tegak tapi bukan keadilan.
Khenzo menyingsingkan lengan kemeja putihnya. mengalirkan air ke bahu Kiara. mengelusnya lembut, membantu Istrinya membersihkan tubuh.
“Aku sudah selesai sayang.” ujar Kiara.
Khenzo langsung meraih Handuk, mengangkat tubuh Kiara dan membalutnya dengan handuk.
menggendong Kiara menuju kamar mereka.
“Kau sangat Wangi Dear.”
“He he, itu karena aku berrendam beberapa jam.”
Khenzo mengeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak boleh berrendam lama di malam hari.”
“Maaf sayang.”
“Kau harus menjaga kesehatanmu dear, Karena aku ingin melihatmu untuk waktu yang cukup lama. Menua bersama. bahagia sampai di ujung usia.”
“Aku juga menginginkannya.”
Karena aku mencintaimu untuk selamanya, aku selalu ingin melihatmu sehat dan selalu ada d saat aku membuka mata.