MY STUPID HUSBAND

MY STUPID HUSBAND
Tidak tahu menahu.



Senyum indah di bibir mungil berisi itu terpancar.


Aura Bahagia tergambar jelas di wajahnya yang berseri.


Berolahraga setiap hari, diet di setiap waktu. perawatan, ke salon, spa semua di lakukan bersama ibunya.


Benar kata orang, Perjuangan besar membuahkan hasil yang memuaskan.


dan itulah yang di rasakan Kiara sekarang.


“Makanya Kalau mau kurusan usaha yang jelas, jangan cuma berdoa. ingat ya Usaha di sirami doa. maka hasilnya akan nyata.”


menatap layar utama, kiara mengajukan jempol sambil mengedipkan satu matanya.


Nasihat itu ia tujukan kepada Author dan Para Readers yang merasa.


(hehe.)


*****


Di batas kota London.


Sebuah Rumah berpagar hitam itu terlihat hening.


Menatap sahabatnya penuh tanda tanya. sambil menunjuk Lily dengan ekor matanya.


seperti sedang berkata.


“Sejak kapan kalian bersama.”


Brian mengangkat bahunya, menjawab sorot mata yang penuh arti itu.


Sekertaris Nan Berbisik ke telinga Brian.


“Tuan sedang bertanya, Sejak kapan anda bersama Dengan Gadis ini.”


Brian melotot takjub, bagaiman bisa Sekertaris Nan meneranslate–pikiran Khenzo yang memang benar adanya itu.


Ingin sekali Brian mengacungi jempol kepada Pria bernama asli Nandar Hamidi itu.


Benar-benar sangat takjub.


Menepis pandangannya, Sebenarnya bukan pertanyaan itu yang akan dia ajukan.


melotot ke arah gadis bule itu.


Tanpa sadar Khenzo sudah membuat anak orang merinding.


“Paman Jangan memelototiku terus ya.” gumam Lily.


melipat kakinya yang menyentuh mar-mar.


jika bukan karena sudah menjalin ikatan dengan Brian, Lily pasti akan jatuh hati dan mengejar pria bernama Khenzo itu.


Paman sangat Tampan. tapi sayang Sekali, dia pria yang garang dan sangat galak.


batin Lily.


Menatap pria yang sangat kepo dengan urusan pribadi ini. Khenzo melotot ke arah Brian.


seperti yang sudah di ketahui banyak orang, salah satu hobby Khenzo adalah melotot. Jadi jangan tanya lagi seberapa seram pelototan itu.


Apa, Apa salahku, kenapa aku di pandang seperti itu.


Batin Brian yang tidak tahu apa makna sebenarnya dari pelototan itu.


“Tuan muda ingin bicara dengan kekasih Anda.” ujar Nan berbisik di telinga Brian.


Menatap pria yang baru-baru ini menjadi peneranslate arti tatapan Khenzo.


“Ya sudah bicara saja tuan mu itu, kenapa masih perlu ijin dariku.” jawab Brian dengan nada santai.


“Tuan muda Hanya ingin berdua saja, jadi anda silahkan bersembunyi dulu.” perintah Sekertaris Nan kepada Pemilik rumah.


Apa-apaan. Ini kan rumahku, kenapa aku yang di suruh pergi dan sembunyi, aku juga ingin tahu Apa yang sedang terjadi.


“Sok tahu kamu Nan. Khenzo mana mungkin berpikir seperti itu.”


“Ya sudah, saya sudah memberi tahu anda.”


Sekertaris Nan Menarik Badannya menjauh beberapa inci dari pria sahabat Tuannya.


Plakkk.


menendang Kaki Brian, Khenzo menatap sangat Seperti sedang mengusir.


Bersedekap dada. Brian merasa kaget dan sedikit nyeri di bagian betisnya karena habis di hantam kaki pria kekar di sampingnya.


tanpa di suruh dengan Kata–Brian langsung menarik tubuhnya pergi, Meski tidak harus di usir secara paksa, Beberapa orang waraspun tidak akan mau tinggal di sisi Khenzo jika sudah begini ceritanya.


Menyeret langkah perlahan, matanya tercengang melihat Nan yang hanya diam saja tanpa Berlalu bersamanya.


“Kau, kenapa kau juga tidak di usir.” Gerutu Brian kala melihat Sekertaris sahabatnya itu tetap stay di tempatnya.


Orang yang di pandangi itu hanya diam saja. jika dia menyadari Maka Dia hanya akan Menaikan bahu saja. Dengan makna Tidak peduli.


Plakkk.


Akhirnya! Akhirnya aku akan segera menemukan mu.


“Katakan. Diman dia berada.”


Ujar Khenzo dengan Suara khas-nya–bergema.


“Siapa?.” jawab Lily terheran-heran.


“Siapa katamu, bagaimana mungkin kau tidak tahu.” ujar Khenzo menahan emosi.


“Aku tidak tahu apa yang paman bicarakan. katakan lah yang jelas paman. aku bukan Robot dari masa depan yang bisa membaca pikiran.” ketus Lily sekarang gadis itu lebih sedikit berani.


“Ehem.” berdehem pelan.


merapikan jasnya yang sama sekali tidak kusut.


“Gadis SMU yang pemberani itu. katakan Diman keberadaannya.”


Berpikir sebentar, Lily terhat membolak-balik bola matanya.


mencoba menganalisis perkataan pria di hadapannya.


Aaaaaa.


seperti mengetahui sesuatu.


“Ketua geng!” jawabnya antusias.


Ketua Geng? emm bisa jadi gadis SMU ku adalah ketua geng di grup mereka dulu kan.


“Emm Ya. Katakan Diaman dia.”


“Aku tidak bisa mengatakan sembarangan tentangnya, Semua berkas pribadinya sudah di hapus di negara ini. kau tidak bisa menemukan jejaknya Paman.” ujar Lily bicara seperti apa yang di ketahuinya.


“Jadi maksudmu aku sudah tidak bisa lagi bertemu dengannya.” ujar Khenzo frustrasi.


Lily mengangguk pelan.


“Tapi aku sering berkomunikasi dengannya lewat DM.”


Menarik nafas Dalam, seperti menemukan ketenangan.


“Apa yang dia katakan padamu.”


.“Dia bilang dia sudah menikah,” ujar Lily dengan wajah kecut.


Khenzo terbawa emosi, Wajahnya berubah merah padam. tapi masih bisa ia kendalikan karena masih penasaran dengan akhir cerita gadis SMU itu.


“Aku sebagai sahabatnya dari kecil merasa bersedih, coba paman bayangkan! ketua geng adalah gadis yang baik dan cantik. tapi harus menikah dengan duda satu anak. bahkan lebih parahnya lagi. Dia selalu di pandang sebelah mata oleh suaminya.”


Mengepalkan tangan, Khenzo seperti di hujami selaksa belati di bagian rongga dadanya, sakitnya menembus tulang.


Sangat malang, dia sangat kasihan.


aku jadi teringat sama Kiara.


mengepalkan tinju, lalu melempar tinju kecilnya ke telapak tangan yang lain. Lily sedang teihat kesal.


kalau aku jadi dia. aku pasti akan mencabik-cabik pria monster berhati iblis itu.” Celoteh Lily terdengar kesal.


“pria monster berhati iblis?.”


“Ya, ketua geng menamai suaminya dengan panggilan itu, ia sangat benci dengan suaminya, Karena pria yang menikahinya itu adalah seorang Fakboy dan tidak berperasaan.”


“Kenapa kau tidak menyuruhnya kabur atau meninggalakan suaminya.” tanya Khenzo.


“Sudah, Ia sudah mencoba untuk kabur beberapa kali. tapi Suaminya tetap saja akan menemukannya.”


“Pria biadab. kenapa ada pria se nista itu hidup di dunia, apa dia tidak sadar sudah menyia-nyiakan gadis cantik seperti gadis SMU-ku.”


“Apa paman menyukai ketua?” tanya Lily penasaran.


Hanya bungkam, tidak menjawab pertanyaan yang terasa ambigu itu.


“Kalau paman mencintai ketua lepaskanlah perasaan anda. karena terakhir kali kami bicarakan ia mengaku jatuh cinta!”


“Sama siapa! Suaminya!” ujar Khenzo penuh dengan nada amarah.


mengangguk pelan.


menampar meja.


“Gadis bodoh. kenapa bisa jatuh cinta dengan pria se picik itu.”


berdiri. menendang Tiang meja yang membuat kakinya sakit seketika.


Perasaannya sangat kacau, Hari ini berlalu sangat Parau. memutuskan pulang ke hotel adalah pilihan terbaik.


menyesal mengetahui, mungkin juga Khenzo tidak mengerti itu, dirinya merasa gelisah sekarang.